Pagi itu Cut Nilam terlihat baru selesai mandi, dia menggunakan pakaian kembali sambil menghias diri, dengan pakaian berwarna serba pink di pagi itu dia tampak sangat segar.
"Bagaimana keadaanmu hari ini?" ucap Ranu yang datang tiba-tiba dari arah depan rumah.
"E...ya, aku..aku...sudah lumayan sembuh dari luka," jawab Cut Nilam terbatah-batah sambil membalikkan tubuhnya yang sedikit terkejut melihat kedatangan Ranu.
"Kau tampak cantik hari ini," kata Ranu sambil memperhatikan Cut Nilam dari ujung rambut hingga kakinya.
Cut Nilam yang merasa sedikit kikuk diperhatikan seperti itu, dia hanya tersenyum malu sambil menundukkan wajahnya. "Ah kamu, bisa saja memujiku," kata Cut Nilam
"Aku tidak memujimu, tapi memang kamu layak mendapatan nilai seperti itu," kata Ranu sambil tersenyum.
"Lalu hari ini apa yang akan kamu lakukan?" tanya Cut Nilam.
"Aku akan ke tempat tuan Gecik untuk melihat kondisi disana," kata Ranu sambil membalikkan tubuhnya.
"Aku Ikut...!" sambar Cut Nilam kepada Ranu.
Mendengar itu Ranu membalikkan tubuhnya menatap Nilam, "Jangan! Itu sangat berbahaya, kamu masih baru pulih dari lukamu," kata Ranu.
"Aku sudah sembuh!" ucap Cut Nilam, sambil berjalan mendekat kepada Ranu dengan mimik muka yang sedikit cemberut.
Melihat seperti itu Ranu tersenyum kecil padanya, "ya sudah, jika kau sudah merasa sembuh aku tidak akan melarangmu," kata Ranu sambil menaikkan kedua bahunya.
Cut Nilam tersenyum manis dan kemudian dia menyambar dua pedangnya yang diletakkan di sisi tempat tidur, kemudian dia gunakan pedang itu dengan meletakkannya di punggungnya saling menyilang.
"Mari kita berangkat!" kata Cut Nilam sambil tersenyum dan bersemangat.
Ranu hanya tersenyum melihat gadis itu, "Kita pamit dulu dengan ni Limpung," kata Ranu sambil berjalan ke belakang rumah, Cut Nilam mengikutinya dari belakang.
"Ni, kami permisi dulu, ada utusan yang akan saya kerjakan," kata Ranu, Cut Nilam yang berdiri disisinya hanya tersenyum
"Ia, hati-hati," kata ni Limpung sambil menanak nasi dengan kayu bakarnya.
Tak lama Ranu dan Cut Nilam berlalu meninggalkan ni Limpung sendiri di rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu orang-orang tuan Gecik yang didpimpin oleh si Pedang Setan tampak menuju ke Desa Mekar Serumpun dengan memacu kudanya bersama anak buahnya.
Akan tetapi sebelum sampai ke tempat tujuan terlihat Ranu dan Cut Nilam menghadang laju mereka.
Dengan menutup wajahnya dengan kain hitam, Ranu dan Cut Nilam berdiri menghadang laju orang-orang tersebut.
Sambil menghentikan kudanya si Pedang Setan dan anak buahnya memperhatiakan dua sosok di depannya yang tengah berdiri.
"Hei...! Siapa kalain!" ucap si Pedang Setan, "berani-beraninya menghalangi jalanku," kata si Pedang Setan kemudian.
"Aku akan menghalangi jalan mu yang jahat!" kata Ranu.
"Kurang ajaar...! Serang!" Kata si Pedang Setan dengan geram!
Hiaaaaattt...ciaaatt..! Hup..hup..hiaaatt..!
Perkelahianpun terjadi, para anak buah si Pedang Setan menyerang Ranu dan Cut Nilam membabi buta.
Heaaatt..hiaaattt...! Wuff..wufff! Hup...huo..
Ranu dan Cut Nilam tampak melompat kesana-kemari menghindari serangan mereka, namun sesekali mereka juga memberikan serangan balasan dengan mengenai tepat sasaran, sehingga ada yang terpental tewas dan terluka.
Hiaaattt...hup.. Bugggg! Bugg! Akhhh..!
Melihat situasi itu si Pedang Setan langsung menerjang Ranu dengan sebuah tendangan.
Ciaaattt...buggg! Akhhh....!
Ranu terpental beberapa meter terkena tendangan si Pedang Setan.
Melihat keadaan itu Cut Nilam menghampiri Ranu sambil membantunya untuk berdiri.
Kini Ranu dan Cut Nilam telah bersiap-siap kembali menyerang lawannya.
Hiaaattt..! Ciaaaatt..ciaaatt..hup..hup..
Kali ini mereka terus berkelahi, Ranu menghadapi si Pedang Setan, sementara Cut Nilam menyerang anak buah si Pedang Setan
Hiaaaaattt....!!! Huuuuummmmm!!
Ranu dan si Pedang Setan menunjukkan kesaktian keduanya, dengan saling menemlelkan kedua telapak tangan mereka terbang berputar ke angkasa sambil diiringi suara-suara yang aneh.
Hiaaaatt....! Daaaaarrr....!
Ranu dan si Pedang Setan saling terpental di udara dan jatuh terjajar beberapa meter.
Huff..! Tampak darah keluar dari mulut si Pedang Setan, dia coba bangkit kembali, "ilmu tenaga dalam anak ini cukup hebat," kata si Pedang Kembar dalam hatinya, aku harus berhati-hati menghadapinya.
Hupppp.....! Kinisi Pedang Setan menempelkan kedua telapak tangannya sambil membaca mantra-mantra, gemuruh angin menyusul menandakan ilmu kedigjayaan dipertuntljukan
Hiaaaattt...!! Ciaaatt....! Hup...! Hiaaatt..!! Duaaaarr...!!
Mereka saling bertempur di udara dan sesekali terjajar keduanya.
Cut Nilam yang telah berhasil menewaskan seluruh anak buah si Pedang Setan hanya menyaksikan pertarungan Ranu dengan si Pedang Setan itu.
Hiaaattt...!! Darrr! Akhh...!
Kali ini Ranu yang terpental dan mengeluarkan darah dari mulutnya, melihat keadaan itu Cut Nilam segera menghampiri Ranu dan membantunya untuk bangkit kembali.
"Ilmu orang ini cukup hebat," kata Ranu sambil memegang pergelangan tangannya.
Cit Nilam yang mendengar ucapan Ranu itu dengan ujung matanya melihat si Pedang Setan, dan kemudian dia segera menyerang si Pedang Setan itu.
Hiaaaattt....ciaaatt....!! Hiaaatt...!
Kali ini, Cut Nilam yang memberikan serangan ke si Pedang Setan.
hiaaatt...ciaaattt...!! Hupp..!! Bug!! Akhhh..!
Cut Nilam berhasil memberikan pukulan kedada si Pedang Setan, dan tak khayal si Pedang Setan pun jatuh terjajar.
Sambil memegang dada kirinya si Pedang Setan meringis kesakitan.
Hup...huk...!! "Kurang ajar, tangguh juga wanita ini," kata si Pedang Setan dalam hatinya sambil menahan rasa sakit di dadanya.
Ranu berjalan mendekati Cut Nilam, meraka melihat si Pedang Setan yang menahan kesakitan sambil memegang dadanya, dia mencoba bangkit perlahan-lahan.
Terlihat si Pedang Setan telah berdiri dengan sikap tegas, dia mengekuarkan beberapa jurus lalu mencabut dua pedangnya yang terlihat seperti arit dengan sedikit lekungan diujungnya.
"Kita harus berhati-hati!" kata Ranu sambil menu jukkan beberapa jurusnya yang disusul dengan Cut Nilam yang juga melakukan hal yang sama.
Hiaaaattt!! Si Pedang Setan kembali menyerang Ranu dan Cut Nilam dengan menyabet-nyabetkan pedangnya ke arah mereka.
Hiaaatt...ciaaaattt.....! Wuff! Wuf!
Kini pertarungan dua lawan satu terjadi, mereka saling jual beli serangan.
Hiaaattt... ciaaaattt...! Wufff!! Bugg!! Akhh!
Satu tendangan Ranu mengenai wajah si Pedang Setan yang diausul dengan pukulan tangan Cut Nilam ke arah dada si Pedang Kembar tersebut, sehingga dia terpental kembali dengan mengeluarkan darah di mulutnya.
"Kurangggg ajarrrrr!" Kata si Pedang Setan, Cueeehhh....!!
Hiaaaatttt.. Ciaaaattt... Wuf! Wuf!
Pedang Setan terus menyerang lawannya, kelihatannya Pedang Setan sudah kehabisan tenaga, ilmu tenaga dalamnya telah di keluarkan seluruhnya.
Hiaaattt.!! Bugg!!
Satu tinjuan Ranu kembali mengenai wajah Pedang Setan.
Ciaaatt...!! Bugg!! Akhh..!
Disusul tendangan berputar Cut Nilam menghantam rahangnya, terlihat tubuh Pedang Setan jungkir balik terkena tendangan tersebut.
Kini wajah Pedang Setan tampak berdarah-darah dan mulutnya mengeluarkan banyak darah, namun dia mencoba untuk bangkit kembali.
"Biar aku saja yang menghabisi si Bajingan tengik ini," kata Cut Nilam, Ranu hanya diam bertanda menyetujui kata Cut Nilam.
Tanpa membuang waktu Cut Nilam segera menghampiri si Pedang Setan dengan yang sedang keoayahan untuk bangkit, dengan berdiri dikedua lututnya, Cut Nilam segera menghajarnya.
Ciaaaattt...!! Bugg!! Pedang Setan terlempar ke sisi kiri.
Hiaaatt..! Bugg! Kembali tendangan Cut Nilam menghantam wajah si Pedang Setan yang membuatnya semangkin tak berdaya.
Ciaaaattt.......hiaaattt... Bugg!! Akkhhh....!
Tendangan terakhir dari Cut Nilam yang mengenai dada Pedang Setan yang membuatnya kembali terpental dan menahan erengan kesakitan, kemudian seketika itu Pedang Setan tewas tak bernyawa.
Melihat keadaan itu Ranu berjalan mendekati Cut Nilam, mereka membuka penutup mulutnya dan tersenyum bersama dalam kepuasan karena telah berhasil menumpas satu orang penjahat yang selalu bikin onar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
rajes salam lubis
lanjutkan
2023-12-28
1