Episode - 4

Suasana malam di Desa Mekar Serumpun terlihat amat sepi, hanya sinaran redup dari bulan sabit yang menghiasi angkasa.

Tatkala menjelang subuh terlihat segerombolan orang dengan pakaian serba hitam menunggangi kuda-kuda jantan yang datang dari utara memasuki kawasan pinggiran kampung tersebut.

Ketika gerombolan berkuda itu yang menutup wajahnya bagaikan ninja telah memasuki kawasan kampung yang sunyi dan tentram itu, mereka lantas mendobrak pintu-pintu rumah penduduk.

Wajar saja saat itu penduduk yang sedang tidur nyenyak terkejut dengan kedatangan mereka yang langsung menerobos masuk kedalam rumah-rumah mereka.

Suasanapun menjadi ramai dan gaduh, manakala gerombolan itu merampok harta benda mereka.

Saat itu pula sipemilik rumah memberikan perlawanan kepada mereka.

Hiaaaattt ....

ciaaat ... braakkkk ......

aaakkkhh ...

Perampok-perampok itu memukul dan menebas para pemilik rumah yang melawan.

Tolooooongggg! tolooonggg! suara minta tolongpun keluar dari mulut-mulut mereka.

Ciaaaatttt .... hiaaatttt...

duuukkkkk .... aaakhhhhh..

huuupppp ... hiaaaatttt

"mana harta kalaian cepat serahkan...!!!"

teriakan dari para gerombolan itu.

Jangaaannn! jangaaannnn......! Toloonggg ....

"Ayo ... jangan melawan atau kamu akan mati," paksaan dari salah seorang gerombolan itu kepada warga yang diserang.

Para gerombolan itu tidak hanya merampok tetapi merekapun melakukan kekerasan kepada warga.

Adapula yang anak-anak gadisnya dan istri-istri dari sipemilik rumah yang mereka perkosa dan ada juga yang ditangkap dan dibawa paksa oleh mereka.

Janggaaaannn! ampunnnn ... tuan ... jangan! teriakan seorang gadis muda yang sedang berusaha diperkosa oleh salah satu dari gerombolan itu.

Heaaaatttt ... hupp ... hupp ... prakkkk!

hiaaaattt ... akhhhhh!

Suasana menjadi ramai dan teriakan demi teriakanpun terjadi dimana-mana, ada pula tangisan anak-anak dan bayi-bayi, yang ayahnya mati terbunuh atau terluka dan ibu-ibu mereka ada yang diperkosa dan dibunuh.

"Ayo bakar! bakar ... saja kampung ini!" suara komando dari seorang yang ada diatas kuda.

Api-apipun kemudian dilemparkan keatap-atap rumah mereka.

Adapula yang menyiram minyak disekitar rumah lalu membakarnya.

Kemudian api-api itupun kini telah merajalela membakar rumah-rumah penduduk yang terbuat dari tepas dan jerami.

Toloooongggg....!!! tolonggggg.....!!!

Kebararan .... kebakaran....! api ... api ...

Beberapa wargapun sibuk memadamkan api dengan air seadanya.

Kampung itu bagaikan sebuah lautan api yang membakar rumah-rumah tersebut, langitpun berubah menjadi warna kemerah-merahan akibat cahaya api yang membakar tersebut.

Perampok-perampok itupun terus merusak rumah-rumah warga dan merampas harta benda mereka.

Terlihat mayat-mayatpun telah bergelimpangan dimana-mana.

"ayo ... kita tinggalkan kampung ini!"

"Cepat ... cepat!" komando dari pemimpin gerombolan itu.

Hingga menjelang pagi hari, suasana kampung Mekar Serumpun begitu kacau.

Para perampok-perampok itu bergegas pergi meninggalkan tempat itu dengan mengendarai kuda-kuda mereka dan membawa harta rampokan serta wanita-wanita yang diculik oleh mereka.

Kini hanya tinggal puing-puing rumah para penduduk karena habis terbakar.

Hikkkk ... hikkkk ... hikkk .... hikkk ....

Suara tangisan isak pilu dari para warga yang selamat dan anak-anak kecil yang meratapi kematian kedua orang tuanya.

Sebagian lagi ada yang masih berusaha memadamkan api-api yang masih menyala membakar rumah mereka.

Dan adapula dari mereka yang memunguti hasil dari reruntuhan rumah-rumah mereka tersebut.

Hingga matahari naik menjulang,suasana haru masih menyelimuti kampung itu.

Beberapa warga ada yang terlihat duduk sambil menatapi puing-puing bangunan rumah mereka.

...----------------...

Pagi itu langit masih tampak kemerah-merahan, sekelompok orang-orang berkuda memacu kuda-kuda mereka dengan kencang.

Gerombolan itu adalah kelompok perampok yang malam tadi merusak kampung penduduk.

Sambil membawa harta rampasan dan wanita-wanita mereka terus memacu kudanya.

Kini mereka menuju rumah Tuan Gecik sang kepala kampung.

Pintu gerbang rumah Tuan Gecik pun dibuka oleh penjaga ketika melihat gerombolan itu menuju kediaman ki Gecik.

Mereka langsung masuk kedalam halaman rumah dan gerbangpun segera ditutup.

Hahahahaha .... hahahahahha ... tawa dari para perampok-perampok itu.

"Jangaaaann!"

"Jangannnnnn ... lepaskan aku!"

"Lepaskan!"

"Ahhh ... ayoooo!"

Suara dari wanita-wanita itu yang mereka culik dan mereka menyeret paksa wanita-wanita itu untuk masuk ke dalam ruangan untuk ditahan.

Sebagian dari mereka lagi membawa hasil rampasan kedalam rumah Tuan Gecik.

Didalam rumah itu terlihat Tuan Gecik sedang duduk dikursinya.

Satu persatu perampok-perampok itupun masuk kedalam dan meletakan hasil rampokannya dihadapan Tuan Gecik.

"Ini tuan hasil dari kerja kami malam tadi," ucap pemimpin kelompok itu sambil menunjukan harta rampasan mereka.

"Hahahaha .... bagus ... bagus .... kerja kalian!" tuan Gecik berujar kepada mereka.

"Selain ini apa lagi yang kalian dapat?" tanya tuan Gecik

"Kami juga membawa dua puluh orang wanita-wanita untuk tuan Gecik, dan mereka telah kami tawan diruangan bawah tanah" ucap pemimpin itu.

"Hahahahahaha....." tawa tuan Gecik keriangan.

"Kalau begitu, letakkan hasil kerja kalian ini diruang belakang," kata tuan Gecik.

"Dan istirahatlah kalian!" sambung tuan Gecik.

Para anak buahnya pun segera melaksanakan perintah tuan Gecik.

Sementara itu di desa Mekar Serumpun dipagi hari itu terlihat ramai, para warga berkumpul untu membantu keadaan warga yang menjadi korban perampokan disertai pembunuhan dan kekerasan di saat malam menjelang pagi tadi.

Mereka ada yang mempersiapkan penguburan bagi korban yang terbunuh, dan sebagian lagi ada yang menolong pengobatan bagi warga yang terluka.

Terlihat ki Broto dan Ranu ditempat itu yang juga sibuk membantu para warga disana.

Menjelang tengah hari para warga baik dari korban dan juga para warga lain mereka berkumpul bersama ki Broto dan Ranu disebuah suaru yang ada dikampung itu.

Mereka membahas tentang kejadian yang baru mereka alami malam tadi, dan para korbanpun menceritakan kronologi kejadian itu.

Ranu mendengarkan semua kisah mereka dan juga penderitaan yang mereka alami.

"Nak Ranu, bagaiman pendapat anda tentang hal ini?" tanya ki Broto.

Ki Broto sendiri yang memimpin rapat itu, sebab dialah orang yang dituakan dan sesepuh di kampung Mekar Serumpun.

Ranu hanya diam dan menarik nafas dalam-dalam.

"Kelakuan mereka sudah diluar batas kemanusiaan!" ucap Ranu.

"Kita tidak bisa tinggal diam dengan semua ini!" lanjut Ranu.

"Saya akan turun tangan untuk membantu!" kata Ranu kembali.

"Saya juga meminta bantauan dari saudara-saudara untuk sama-sama kita menghentikan kekerasan ini!" ungkap Ranu sambil memadang para warga.

"Lalu apa yang bisa kami bantu?" ucap salah seorang dari mereka.

"Mulai malam ini kita akan mengadakan ronda kampung, semua ini demi menjaga keamanan di kampung kita," ucap Ranu.

"Jika kita melakukan ronda, paling tidak kita bisa tau jika ada situasi yang tidak diinginkan."

Saya akan mencoba untuk mencari cara agar bisa masuk ke tempatnya Tuan Gecik.

"Saya juga harus mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di tempat itu," kata Ranu sambil menatap tajam kearah depan.

Wargapun menyetujui saran dari Ranu, sebab selama dipimpin oleh Tuan Gecik kampung ini sudah tidak pernah lagi ada ronda kampung untuk menjaga keamanan di malam hari.

Semua keamanan di serahkan kepada para anak buah Tuan Gecik, yang pada akhirnya mereka sendiri yang sering buat onar dikampung ini.

Dengan diaktifkan kembali ronda mereka berharap akan segala keamanan yang selama ini mereka rindukan.

Kini sejak peristiwa itu para wargapun siap-siap untuk bersatu membuat perlawanan kepada sang Tuan Gecik seorang kepala kampung desa Mekar Serumpun tersebut.

Terpopuler

Comments

Syava Navalena

Syava Navalena

Keren thorrr....
Tetap semangat nulisnya.

2023-10-12

1

rajes salam lubis

rajes salam lubis

tetap semangat
terus berkarya

2023-09-30

1

Herdianti Putri

Herdianti Putri

mereka memang seharusnya diberi pelajaran

2023-06-08

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2 Episode - 2
3 episode-3
4 Episode - 4
5 Episode - 5
6 Episode - 6
7 Episode - 7
8 Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9 Episode - 9
10 Episode - 10
11 Episode - 11
12 Episode - 12
13 Episode - 13
14 Episode - 14
15 Episode - 15
16 Episode - 16
17 Episode - 17
18 Episode - 18
19 Episode - 19
20 Episode - 20
21 Episode - 21
22 Episode - 22
23 Episode - 23
24 Episode - 24
25 Episode - 25
26 Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27 Episode - 27
28 Episode - 28
29 Episode - 29
30 Episode - 30
31 Episode - 31
32 Episode - 32
33 Episode - 33
34 Episode - 34
35 Episode - 35
36 Episode - 36
37 Episode - 37
38 Episode - 38
39 Episode - 39
40 Episode - 40
41 Episode - 41
42 Episode - 42
43 Episode - 43
44 Episode - 44
45 Episode - 45
46 Episode - 46
47 Episode 47
48 Episode - 48
49 Episode - 49.
50 Episode - 50
51 Episode - 51
52 Episode 52
53 Episode -53
54 Episode - 54
55 Episode - 55
56 Episode -56
57 Episode - 57. Jalan pengembaraan
58 Episode - 58
59 Episode -59
60 Episode - 60
61 Episide - 61
62 Episode - 62
63 Episode - 63
64 Episode - 64
65 Episode - 65
66 Episode - 66
67 Episode - 67
68 Episode - 68
69 Episode - 69
70 Episode - 70
71 Episode - 71
72 Episode - 72
73 Episode - 73
74 Episode - 74
75 Episode - 75
76 Episode -76
77 Episode - 77
78 Episode - 78
79 Episode - 79
80 Episode - 80
81 Episode - 81
82 Episode - 82
83 Episode - 83
84 Episode - 84
85 Episode - 85
86 Episode - 86
87 Episode 87
88 Episode - 88
89 Episode - 89
90 Episode - 90
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2
Episode - 2
3
episode-3
4
Episode - 4
5
Episode - 5
6
Episode - 6
7
Episode - 7
8
Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9
Episode - 9
10
Episode - 10
11
Episode - 11
12
Episode - 12
13
Episode - 13
14
Episode - 14
15
Episode - 15
16
Episode - 16
17
Episode - 17
18
Episode - 18
19
Episode - 19
20
Episode - 20
21
Episode - 21
22
Episode - 22
23
Episode - 23
24
Episode - 24
25
Episode - 25
26
Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27
Episode - 27
28
Episode - 28
29
Episode - 29
30
Episode - 30
31
Episode - 31
32
Episode - 32
33
Episode - 33
34
Episode - 34
35
Episode - 35
36
Episode - 36
37
Episode - 37
38
Episode - 38
39
Episode - 39
40
Episode - 40
41
Episode - 41
42
Episode - 42
43
Episode - 43
44
Episode - 44
45
Episode - 45
46
Episode - 46
47
Episode 47
48
Episode - 48
49
Episode - 49.
50
Episode - 50
51
Episode - 51
52
Episode 52
53
Episode -53
54
Episode - 54
55
Episode - 55
56
Episode -56
57
Episode - 57. Jalan pengembaraan
58
Episode - 58
59
Episode -59
60
Episode - 60
61
Episide - 61
62
Episode - 62
63
Episode - 63
64
Episode - 64
65
Episode - 65
66
Episode - 66
67
Episode - 67
68
Episode - 68
69
Episode - 69
70
Episode - 70
71
Episode - 71
72
Episode - 72
73
Episode - 73
74
Episode - 74
75
Episode - 75
76
Episode -76
77
Episode - 77
78
Episode - 78
79
Episode - 79
80
Episode - 80
81
Episode - 81
82
Episode - 82
83
Episode - 83
84
Episode - 84
85
Episode - 85
86
Episode - 86
87
Episode 87
88
Episode - 88
89
Episode - 89
90
Episode - 90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!