Episode - 14

Hari itu juga Ranu pergi ke hutan untuk mencari daun-daunan guna pengobatan wanita tersebut, dia bergegas meninggalkan rumah ki Broto.

Wanita itupun terlihat masih menahan kesakitannya, ni Limpung segera menggantinkan pakaian wanita tersebut dan membersihkam tubuhnya, "siapa kalian?" tanya wanita itu, "kamu sedang di rumah bapak, kamu aman disini," kata ki Broto.

"Orang kampung biasa memanggil bapak ki Broto!" ki Broto kembali berkata, wanita itu hanya diam dan memperhatikan saja.

"Ini istri bapak, namanya ni Limpung," ucap ki Broto kembali sambil tersenyum, sedang istri ki Broto terus membersihkan tubuh wanita itu.

"Kalau pemuda tadi, siapa dia ki?" tanya wanita itu, "oh, dia Ranu, dia anak yang baik dan suka menolong," jawab ki Broto.

"Ranu? Apa dia putra anda juga ki?" tanya wanita itu lagi, "dia bukan anak kami, dia sama seperti den putri, seorang pengembara yang saya bawa juga kemari," kata ki Broto.

"Dia sering menolong orang kampung jika orang-orangnya tuan Gecik membuat onar desa kami," ucap ki Broto.

Wanita itu pun hanya diam dan tak bersuara, "kalau den putri sendiri siapa? Dan kalau bapak boleh tau asalnya dari mana?" tanya ki Broto kembali, wanita itu tersenyum, "aku Cut Nilam, aku juga seorang pengembara, asalku dari jauh, aku dari Negri Samudra Pasai," jawab wanita itu.

Sesaat suasana senyap, tak ada satupun pembicaraan yang terjadi diantara mereka, kemudian terlihat ni Limpung keluar dari dapur dengan membawakan makanan, "den putri makanlah dulu," kata ni Limpung, wanita itupun tersenyum manis, "terimakasih ni!" Jawabnya.

Sementara itu Ranu masih mencari beberapa dedaunan dan akar-akaran untuk mengobati luka wanita itu, setelah dirasa cukup Ranu bergegas kembali ke rumah ki Broto untuk mengobati luka yang diderita oleh wanita itu.

Sesampainya di rumah ki Broto Ranu langsung menyuruh ni Limpung untuk mengolah daun dan akar-akaran itu sebagai obat luar untuk wanita tersebut, Ranu kemudian duduk didekat wanita itu yang sedang makan.

"Bagaimana nak Ranu? Apa bahan obat-obatannya sudah ketemu?" kata ki Broto, "sudah ki, semua sudah lengkap dan ni Limpung sedang mengolahnya," kata Ranu, sambil makan wanita itu melihat Ranu dengan ujung matanya.

"Kamu makanlah dulu, nanti aku akan segera mengobatimu," kata Ranu, wanita itu hanya diam dan tidak bereaksi.

Ni Limpung kemudian datang dengan membawa rebusan dan tumbukan daun dan akar-akaran yang sudah diolah menjadi obat-obatan itu, wanita itu pun terlihat sudah menyelesaikan makannya.

"Letakkan aja itu diatas meja ni," kata Ranu kepada ni Limpung untuk meletakkan ramuan itu diatas meja, "jika kamu sudah selesai makan, aku kan mengobatimu," kata Ranu.

"Baiklah," jawab wanita itu sambil mengambil posisi duduknya, Ranu segera menyusul dan duduk bersila dibelakang wanita itu, dia mengeluarkan beberapa jurus-jurus melalui tangannya dan mulutnya seperti membaca mantra-mantra, huppp!!

Telapak tangan Ranu ditempelkan di punggung wanita itu, akkhh! Terdengar rintihan kecil dari siwanita itu, dan kemudian merekapun berkonsentrasi.

Tidak berapa lama kemudian, wanita itu mengeluarkan darah segar yang berwarna kehitam-hitaman dari mulutnya, akkhhh! suara keluh kecil dari mulut wanita itu, kemudian Ranu mengakhiri pengobatan tenaga dalamnya, diapun menarik nafas dalam-dalam.

Sementara terlihat wanita itu lemas tak berdaya dan kemudian jatuh pingsan, Ranu segera menangkap tubuh wanita itu dan dengan perlahan dia meletakkan tubuh wanita itu ketempat tidur.

"Biarkan dia beristirahat ki," ucap Ranu kepada ki Broto yang sedari tadi menyaksikan pengobatan itu, "tenaga dalam yang saya salurkan telah bekerja dan membunuh racun-racun serta luka dalam yang dia terima dari pukulan si Tapak Naga itu," kata Ranu, terlihat ni Limpung sedang membersihkan gumpalan hitam kemerah-merahan seperti darah segar yang di muntahkan wanita itu dari mulutnya tadi, ni Limpung juga membersihkan gumpalan itu yang tersisa dibibir dan ditubuh wanita itu.

...----------------...

Malam harinya wanita itu sudah nampak mulai siuman, perlahan-lahan dia mulai menggerakkan tubuhnya.

Ranu dan ki Broto menyaksikan wanita itu yang mulai pulih dari pingsannya, perlahan-lahan wanita itupun bangkit, akan tetapi ia tak sanggup, terasa tubuhnya masih sangat lemas dan iapun seperti ingin terjatuh.

Ranu yang melihat itu segera menangkap tubuh wanita itu dan kemudia ia membaringkannya kembali, "kamu tidak usah banyak bergerak dulu," kata Ranu kepada wanita itu, wanita itu hanya diam sambil meringis menahan sakit.

Kemudian Ranu mengambil segelas air ramuan obat-obatan, dia sedikit mendudukkan wanita itu dan memegang tubuhnya sambil memberikan wanita itu minuman ramuan itu, "kamu minumlah dulu ramuan ini, obat ini akan memulihkan kondisimu kembali," kata Ranu.

Usai meminumkan ramuan itu, Ranu kembali menidurkan wanita tersebut, "maaf, aku akan mengobati luka luarmu," kata Ranu sambil membawakan obat tumbukan daun dan akar-akaran, dia duduk disamping wanita itu.

Perlahan dia membuka sebagian kain yang menutupi tubuh si wanita itu, tampak didada wanita itu luka menghitam dan sedikit berdarah, lalu Ranu mengambil ramuan itu dan meletakkannya perlahan ditempat luka wanita itu, iikkkhh! Wanita itu sedikit mengerang, "tahanlah dulu," ucap Ranu, wanita itu menyengir menahan sakit. "Setelah ini, kamu istirahatlah," kata Ranu kepada wanita tersebut.

Malam kian menyelimuti kampung itu, hanya terdengar suara-suara jangkrik dan hewan-hewan malam, ki Broto segera berlalu untuk beristirahat, sementara itu Ranu masih duduk menjaga wanita tersebut, dia terus memandangi wanita itu, "ternyata wanita ini cukup cantik," kata Ranu dalam hatinya sambil tersenyum.

Dia juga memiliki ilmu kanuragan yang cukup tinggi, tenaga dalamnyapun lumayan besar, "eh, tapi dari mana dia memiliki pedang kembar itu?" tanya Ranu dalam hatinya sambil dia terus menatap wanita itu yang sedang tidur, "pedang itu memiliki energi yang sangat kuat sekali," kata Ranu kembali dalam hatinya.

Suasana hening malam dan angin yang bertiup sedikit dingin mewarnai keindahan malam, lolongan anjing-anjing malam bagaikan irama tak bernada, sementara di rumahnya ki Broto, Ranu masih tetap terjaga, dia masih menjaga wanita itu.

Cut Nilam wanita yang berasal dari Negri Samudra Pasai yang berada diujung Nusa Samatra, dia adalah murid dari Nyak Mutiah, seorang pendekar wanita yang cukup ternama di Tanah Rencong.

nama Nyak Mutiah sendiri telah dikenal dari ujung Negri Samudra Pasai hingga ke Negri Sriwijaya yang ada diujung selatan Nusa Samatra.

Nyak Mutiah guru dari Cut Nilam juga pernah mengalahkan pendekar-pendekar ternama dari Pulau Jawa hingga Malaya, dengan nama besarnya itulah, Nyak Mutiah disegani oleh orang-orang dari dunia persilatan, namanya telah malang-melintang, serta ilmu kedigjayaannya cukup disegani, kini Nyak Mutiah berada di Gunung Bandahara sebagai tempat tinggalnya.

Terpopuler

Comments

rajes salam lubis

rajes salam lubis

lanjutkan
kopi meluncur

2023-12-03

2

rajes salam lubis

rajes salam lubis

keren

2023-12-03

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2 Episode - 2
3 episode-3
4 Episode - 4
5 Episode - 5
6 Episode - 6
7 Episode - 7
8 Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9 Episode - 9
10 Episode - 10
11 Episode - 11
12 Episode - 12
13 Episode - 13
14 Episode - 14
15 Episode - 15
16 Episode - 16
17 Episode - 17
18 Episode - 18
19 Episode - 19
20 Episode - 20
21 Episode - 21
22 Episode - 22
23 Episode - 23
24 Episode - 24
25 Episode - 25
26 Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27 Episode - 27
28 Episode - 28
29 Episode - 29
30 Episode - 30
31 Episode - 31
32 Episode - 32
33 Episode - 33
34 Episode - 34
35 Episode - 35
36 Episode - 36
37 Episode - 37
38 Episode - 38
39 Episode - 39
40 Episode - 40
41 Episode - 41
42 Episode - 42
43 Episode - 43
44 Episode - 44
45 Episode - 45
46 Episode - 46
47 Episode 47
48 Episode - 48
49 Episode - 49.
50 Episode - 50
51 Episode - 51
52 Episode 52
53 Episode -53
54 Episode - 54
55 Episode - 55
56 Episode -56
57 Episode - 57. Jalan pengembaraan
58 Episode - 58
59 Episode -59
60 Episode - 60
61 Episide - 61
62 Episode - 62
63 Episode - 63
64 Episode - 64
65 Episode - 65
66 Episode - 66
67 Episode - 67
68 Episode - 68
69 Episode - 69
70 Episode - 70
71 Episode - 71
72 Episode - 72
73 Episode - 73
74 Episode - 74
75 Episode - 75
76 Episode -76
77 Episode - 77
78 Episode - 78
79 Episode - 79
80 Episode - 80
81 Episode - 81
82 Episode - 82
83 Episode - 83
84 Episode - 84
85 Episode - 85
86 Episode - 86
87 Episode 87
88 Episode - 88
89 Episode - 89
90 Episode - 90
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2
Episode - 2
3
episode-3
4
Episode - 4
5
Episode - 5
6
Episode - 6
7
Episode - 7
8
Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9
Episode - 9
10
Episode - 10
11
Episode - 11
12
Episode - 12
13
Episode - 13
14
Episode - 14
15
Episode - 15
16
Episode - 16
17
Episode - 17
18
Episode - 18
19
Episode - 19
20
Episode - 20
21
Episode - 21
22
Episode - 22
23
Episode - 23
24
Episode - 24
25
Episode - 25
26
Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27
Episode - 27
28
Episode - 28
29
Episode - 29
30
Episode - 30
31
Episode - 31
32
Episode - 32
33
Episode - 33
34
Episode - 34
35
Episode - 35
36
Episode - 36
37
Episode - 37
38
Episode - 38
39
Episode - 39
40
Episode - 40
41
Episode - 41
42
Episode - 42
43
Episode - 43
44
Episode - 44
45
Episode - 45
46
Episode - 46
47
Episode 47
48
Episode - 48
49
Episode - 49.
50
Episode - 50
51
Episode - 51
52
Episode 52
53
Episode -53
54
Episode - 54
55
Episode - 55
56
Episode -56
57
Episode - 57. Jalan pengembaraan
58
Episode - 58
59
Episode -59
60
Episode - 60
61
Episide - 61
62
Episode - 62
63
Episode - 63
64
Episode - 64
65
Episode - 65
66
Episode - 66
67
Episode - 67
68
Episode - 68
69
Episode - 69
70
Episode - 70
71
Episode - 71
72
Episode - 72
73
Episode - 73
74
Episode - 74
75
Episode - 75
76
Episode -76
77
Episode - 77
78
Episode - 78
79
Episode - 79
80
Episode - 80
81
Episode - 81
82
Episode - 82
83
Episode - 83
84
Episode - 84
85
Episode - 85
86
Episode - 86
87
Episode 87
88
Episode - 88
89
Episode - 89
90
Episode - 90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!