Episode - 11

Siang yang tampak panas itu di istananya tuan Gecik terlihat didatangi oleh beberapa pendekar, diantaranya adalah Si tapak naga, si pendekar kembar, naga saribu dan si pedang setan. Kedatangan mereka adalah untuk memperkuat barisan tuan Gecik untuk memerintah di desa Mekar Serumpun.

"Selamat datang tuan-tuan pendekar" kata tuan Gecik

"Saya merasa senang tuan-tuan semua bersedia bergabung dengan saya" ucap tuan Gecik kembali.

"Siapa pun di antara tuan-tuan yang berhasil membawa pemuda yang bernama Ranu itu kemari, maka hadiah besar telah menanti anda" kata tuan Gecik.

Ternyata kini Ranu telah menjadi buronan tuan Gecik si kepala kampung itu, para pendekar-pendekar pilih tanding pun siap menangkap Ranu untuk di persembahkan kepada tuan Gecik.

"Mari tuan, silahkan di minum dan di makan hidangannya" kata tuan Gecik.

Para pendekar itu pun di jamu dengan sangat istimewa oleh tuan Gecik.

Malam telah menyelimuti kampung Mekar Serumpun didalam istana tuan Gecik terlihat masih dijaga dengan ketat oleh para pengawalnya, sementara itu tuang Gecik sedang duduk diruangannya.

Tuan Gecik masih ditemani oleh beberapa orang pengawal setianya, mereka menemani tuan Gecik yang sedang minum tuak dengan tenang.

"Bawakan seorang gadis tawanan itu kemari" perintah tuan Gecik pada si Tulah Batu.

Si Tulah Batu pun pergi keruang tahanan untuk membawakan seorang wanita kepada tuan Gecik, tidak lama kemudian dia pun telah datang menghadap kepada tuan Gecik dengan membawakan seorang gadis kehadapan tuan Gecik.

"Hmmm...siapa namamu?" tanya tuan Gecik kepada wanita itu.

"Saya Dewita tuan" jawab wanita itu

"Berapa usia kamu?" tanya tuan Gecik kembali

"Dua puluh empat ahun tuan" jawab wanita itu kembali.

Tuan Gecik pun terdiam sambil matanya memandang wanita itu dari ujung rambut hingga kakinya, wanita itu hanya menggunakan kain kemben yang melilit tubuhnya, dia memiliki tubuh yang ideal dengan tinggi yang sedang dan berkulit kuning langsat dan bersih, matanya sedikit sayu dengan bibir yang tipis membuat Dewita nampak lumayan cantik.

"Apa kamu sudah menikah?" tanya tuan Gecik kembali sambil meneguk tuak yang di minum nya.

"Sudah tuan" jawab wanita itu.

Hahahahahahahaaaa.....

tuan Gecik tertawa mendengar jawaban wanita itu.

"Apakah kamu mau kembali kepada suamimu?" tanya tuan Gecik.

"Mau tuan" jawab wanita itu kembali.

"Kalau begitu kau layani aku dulu malam ini hahahaha" kata tuan Gecik kembali.

Mendengar perkataan tuan Gecik itu membuat wanita itu ketakutan dan memohon agar di kembalikan kepada suaminya serta tidak di apa-apakan oleh tuan Gecik.

"Hai pengawal bawa wanita ini ke kamar" kata tuan Gecik

Jangan ... jangannn .... jangan ... tuan... wanita itu meronta agar jangan di perkosa oleh tuan Gecik, akan tetapi para pengawal tuan Gecik menyeretnya masuk ke dalam kamar, kemudian tuan Gecik pun menyusul ke kamar itu untuk melampiaskan nafsunya kepada wanita tersebut.

Begitu lah setiap kali tuan Gecik memperlakukan tawanan wanitanya yang dia buat pelampiasan nafsu bejatnya, wanita-wanita itu ada yang di jadikan nya gundik-gundik dan ada pula yang di kembalikan kepada keluarga nya setelah di perawani serta tak jarang yang di bunuh setelah di nodai kemudian mayatnya dibuang kehutan.

Sementara itu di kaki bukit Mangaraja terlihat Ranu yang sedang bersemedi di dalam gua, kini kesehatannya sudah mulai pulih.

Saat matahari mulai naik setombak dan langitbpun berwarna kemerah-merahan, perlahan-lahan mata Ranu mulai terbuka dia telah berhasil mengobati luka dalamnya dengan cara kebathinan.

Ranu menarik nafasnya pelan-pelan, kemudian diapun bangkit dari pertapanya dengan sambil berjalan menuju aliran sungai

aek sijonggi, dia kemudian masuk kedalam aliran sungai itu untuk membersihkan tubuhnya, di aliran sungai yang memiliki air yang sangat jernih dan dingin itu Ranu membersihkan tubuhnya.

Setelah tubuhnya di rasa telah bersih dan segar Ranu memakai pakaiannya dan segera meninggalkan tempat itu.

Kini Ranu telah pulih dari luka dalamnya, diapun berjalan menyusuri jalan yang curam dari bukit Mangaraja dan melewati hutan belantara.

Matahari telah beranjak tinggi, rasa lapar mulai terasa di perut Ranu, dia melihat ada sungai yang jernih kemudian ia menuju sungai itu, dengan ilmu kedigjayaan nya dia menangkap dua ekor ikan emas dari sungai itu. Dia mempersiapkan kayu bakar untuk membakar ikan itu.

Dengan duduk dibawah pohon yang rindang dia menunggu ikan yang dia bakar itu, kemudian setelah ikan itu matang diapun segera menyantap dua ekor ikan emas itu.

Kini tujuan Ranu selanjutnya ia akan menuju ke istana tuan Gecik, namun sebelum kesana dia beristirahat di bawah pohon yang besar itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sejak kepergian Ranu desa Mekar Serumpun sering di datangi oleh orang-orang tuan Gecik untuk mengambil paksa barang-barang milik warga, mereka terus ditekan dan diteror oleh orang-orang suruhan tuan Gecik.

Masyarakat selalu dalam ketakutan setiap kali akan kedatangan orang-orang tuan Gecik itu, kini mereka melakukan kekerasan lebih kejam dari sebelumnya kepada warga.

Dengan diperkuat oleh beberapa pendekar bayaran tuan Gecik membuat kekejaman mereka menambah besar kepada rakyat jelata. Kini warga berharap agar Ranu dapat kembali ke kampung itu agar dapat membela mereka bila mana tatkala para orang-orang tuan Gecik itu datang ke kampung itu.

Sementara Ranu juga berfikir tentang hal tersebut, dia merasa kasihan terhadap warga disana.

Sambil menyantap ikan bakar, Ranu masih saja teringat kepada Ki Broto dan Ni Limpung beserta warga kampung.

Ki Broto dan istrinya itu sudah dianggap sebagai orang tua kandungnya sendiri.

Rasa rindu terus dirasakan oleh Ranu yang membuat dirinya ingin terus cepat kembali ke Kampung itu.

Hari sudah mulai senja, tidak mungkin dia melanjutkan perjalanan menuju kampung itu.

Ranu memilih untuk beristirahat di dalam hutan itu sambil menunggu waktu pagi.

Dengan ilmu yang dimilikinya ia pun melompat naik keatas dahan pohon.

Diatas pohon itu ia merasa lebih aman tidur disitu, karena akan terhindar dari hewan-hewan buas.

Angin bertiup sepoi-sepoi, hanya cahaya rembulan yang menyinari hutan itu.

Cahaya itu menembus dedaunan dan ranting-ranting pohon.

Ranu dengan tenang membaringkan tubuhnya diatas dahan pohon yang kokoh, dari atas dahan itu juga dia bisa memantau situasi keadaan yang berada dibawah nya atau pun di sekitar nya.

Hutan payaroba merupakan perbatasan antara Desa Mekar Serumpun dengan Keresidenan Tanjung Mulia.

Hutan itu cukup angker, sebab banyak sekali mayat-mayat yang dibuang atau dibunuh korban kekejian manusia.

Mayat-mayat tersebut hanya menjadi santapan hewan buas.

Wilayah hutan tersebut sangat luas, sehingga hewan-hewan buas sangat betah tinggal di hutan tersebut.

Terpopuler

Comments

rajes salam lubis

rajes salam lubis

ok mantap

2023-11-01

0

Dewi Payang

Dewi Payang

ini namanhaa menjajajah rakyat sendiri

2023-06-12

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2 Episode - 2
3 episode-3
4 Episode - 4
5 Episode - 5
6 Episode - 6
7 Episode - 7
8 Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9 Episode - 9
10 Episode - 10
11 Episode - 11
12 Episode - 12
13 Episode - 13
14 Episode - 14
15 Episode - 15
16 Episode - 16
17 Episode - 17
18 Episode - 18
19 Episode - 19
20 Episode - 20
21 Episode - 21
22 Episode - 22
23 Episode - 23
24 Episode - 24
25 Episode - 25
26 Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27 Episode - 27
28 Episode - 28
29 Episode - 29
30 Episode - 30
31 Episode - 31
32 Episode - 32
33 Episode - 33
34 Episode - 34
35 Episode - 35
36 Episode - 36
37 Episode - 37
38 Episode - 38
39 Episode - 39
40 Episode - 40
41 Episode - 41
42 Episode - 42
43 Episode - 43
44 Episode - 44
45 Episode - 45
46 Episode - 46
47 Episode 47
48 Episode - 48
49 Episode - 49.
50 Episode - 50
51 Episode - 51
52 Episode 52
53 Episode -53
54 Episode - 54
55 Episode - 55
56 Episode -56
57 Episode - 57. Jalan pengembaraan
58 Episode - 58
59 Episode -59
60 Episode - 60
61 Episide - 61
62 Episode - 62
63 Episode - 63
64 Episode - 64
65 Episode - 65
66 Episode - 66
67 Episode - 67
68 Episode - 68
69 Episode - 69
70 Episode - 70
71 Episode - 71
72 Episode - 72
73 Episode - 73
74 Episode - 74
75 Episode - 75
76 Episode -76
77 Episode - 77
78 Episode - 78
79 Episode - 79
80 Episode - 80
81 Episode - 81
82 Episode - 82
83 Episode - 83
84 Episode - 84
85 Episode - 85
86 Episode - 86
87 Episode 87
88 Episode - 88
89 Episode - 89
90 Episode - 90
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2
Episode - 2
3
episode-3
4
Episode - 4
5
Episode - 5
6
Episode - 6
7
Episode - 7
8
Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9
Episode - 9
10
Episode - 10
11
Episode - 11
12
Episode - 12
13
Episode - 13
14
Episode - 14
15
Episode - 15
16
Episode - 16
17
Episode - 17
18
Episode - 18
19
Episode - 19
20
Episode - 20
21
Episode - 21
22
Episode - 22
23
Episode - 23
24
Episode - 24
25
Episode - 25
26
Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27
Episode - 27
28
Episode - 28
29
Episode - 29
30
Episode - 30
31
Episode - 31
32
Episode - 32
33
Episode - 33
34
Episode - 34
35
Episode - 35
36
Episode - 36
37
Episode - 37
38
Episode - 38
39
Episode - 39
40
Episode - 40
41
Episode - 41
42
Episode - 42
43
Episode - 43
44
Episode - 44
45
Episode - 45
46
Episode - 46
47
Episode 47
48
Episode - 48
49
Episode - 49.
50
Episode - 50
51
Episode - 51
52
Episode 52
53
Episode -53
54
Episode - 54
55
Episode - 55
56
Episode -56
57
Episode - 57. Jalan pengembaraan
58
Episode - 58
59
Episode -59
60
Episode - 60
61
Episide - 61
62
Episode - 62
63
Episode - 63
64
Episode - 64
65
Episode - 65
66
Episode - 66
67
Episode - 67
68
Episode - 68
69
Episode - 69
70
Episode - 70
71
Episode - 71
72
Episode - 72
73
Episode - 73
74
Episode - 74
75
Episode - 75
76
Episode -76
77
Episode - 77
78
Episode - 78
79
Episode - 79
80
Episode - 80
81
Episode - 81
82
Episode - 82
83
Episode - 83
84
Episode - 84
85
Episode - 85
86
Episode - 86
87
Episode 87
88
Episode - 88
89
Episode - 89
90
Episode - 90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!