Beberapa hari ini suasana kampung Mekar Serumpun terlihat tenang dan damai usai kerusuhan dan perampokan kemarin.
Para penduduk bekerja dan berdagang dengan tenang, dimana pasar-pasar terlihat ramai dalam kesibukan.
Ki Broto dan Ranu yang saat itu sedang memantau situasi kampung sangat senang dengan hal tersebut.
"Jika situasi seperti ini terus, terasa damai hati ini," ucap ki Broto.
"Mudah-mudahan mereka sudah tidak lagi mengganggu para warga dan melakukan perampokan lagi" jawab Ranu sambil menghela nafasnya.
Meraka terus melanjutkan perjalanannya melihat kondisi keadaan kampung tersebut.
Diujung jalan ada sebuah warung yang terlihat ramai,merekapun menuju kesana.
"Eh Ki Broto dan den Ranu, mari mampir den" sapa seorang wanita paruh baya si pemilik warung itu.
Dengan tersenyum, ki Broto dan Ranu segera masuk ke dalam warung tersebut.
"Mau makan apa den?" kata wanita itu menawarkan dagangannya.
"Ah saya apa saja boleh ni, dan kalau bisa air putih aja" ucap Ranu
"Kalau ki Broto?" tanya perempuan itu.
"Saya air putih sama pisang rebus saja kalau ada" jawab ki Broto.
Sambil berlalu wanita paruh baya itu mennuju dapur untuk mempersiapkan makanan.
tidak berapa lama kemudian wanita paruh baya itupun kembali dengan membawa pesanan mereka.
Kemudian ia meletakkan hidangan itu dimeja.
"Silahkan den aki" kata wanita itu.
"Ah trima kasih ni" kata Ranu.
Kemudian Ranu dan ki Broto menuang air minum dari kendi ke cawan mereka masing-masing dan meneguknya.
Rasa haus telah hilang dari kerongkongan mereka.
Kemudian mereka asyik bercerita diwarung tersebut.
Tidak lama kemudian datanglah tiga orang pria berbadan besar dengan wajah sangarnya duduk diluar warung itu.
"Siapkan makanan dan minuman buat kami" teriak salah seorang dari mereka untuk memesan makanan.
Seorang wanita muda pelayan warung itupun keluar untuk menanyakan pesanan mereka.
"Minumnya apa den" tanya wanita itu.
"Kami minta arak dan makanan yang paling enak" kata mereka.
"Baikklah, sebentar den" jawab wanita itu sambil berlalu dari mereka.
Ketiga wanita itupun melihat sekeliling warung itu, kemudian mata merekapun tertuju kepada Ranu dan ki Broto.
Merekapun berbicara sambil setengah berisik diantara mereka.
Tak lama kemudian minuman dan makanan yang dipesanpun datang.
"Silahkan den" kata wanita pelayan itu.
Mereka kemudian melalap hidangan itu dengan lahapnya.
Sementara itu terlihat Ranu dan ki Broto terlihat santai dan berbicara ringan di dalam warung itu.
Seusai makan kelihat para tiga lelaki tadi meminum arak hingga hampir mabuk.
"Hey.....mana minumnya lagi...!!!" teriakan dari salah seorang dari mereka.
kemudian diiringi tawa dari teman-temannya.
hahahahaha.....
hahahahahaha...
Tak lama berselang wanita muda tadi berlari pelan sambil membawakan arak yang ada disebuah bambu besar.
perempuan itupun menuangkan arak-arak itu ke cawan pria-pria itu satu persatu.
Salah seorang dari pria itu memegang bokong dari wanita itu.
Lantas wanita itupun menjerit sambil memukul tangan pria itu.
hahahahahaha....hahahahaha....
hahahahahaha....hahahahaha...
tawa dari ketiga pria itu.
Jeritan dari wanita itu bukan membuat mereka takut tapi malah menambah membuat mereka berani memeluk wanita muda itu dan berusaha untuk menciumnya dengan paksa.
Wanita muda itupun berteriak dan meronta berusaha melawan dan melepaskan pelukan pria itu.
Jangannn....jangan....
hentikan..haaaaa....
suara perempuan itu meronta.
Namun mereka malah semangkin menggila memeluk wanita itu.
Hahahahaha....hahahahaha....
hahahahaha...hahahahahahahahahaaaaa....
gelak tawa ketiga pria itu.
Kemudain pada saat itu tiba-tiba saja sebuah batu kecil melayang dan mengenai wajah dari salah seorang dari ketiga pria sangar itu.
"Aduuuuhhh...." suara kesakitan dari pria yang wajahnya terkena lemparan batu kecil itu.
seketika suasana menjadi hening.
Ketiga pria itupun lantas melepaskan gadis itu dan langsung mata mereka menatap sekeliling area itu.
"Siapa yang melakukan ini...?" ucap salah seorang dari mereka dengan wajah kesal dan sangar.
Namun tak satupun ada yang menjawab, sehingga membuat kegiganya menjadi marah dan membuang meja dan kursi yang ada dihadapan mereka.
Hiaaaattt......
braaaakkkkkk.....
mereka mengobrak abrik warung itu.
terlihat para tamu warung itupun lari berhamburan.
Tidak lama kemudian.
Ciaaattttt.....
hiaaattt.....
bug...buggg... Akhhh....
Dengan cepat kilat Ranu memukul salah seorang dari mereka untuk menghentikan tindakan mereka itu.
Sontak saja pria itupun terjajar terkena pukulan Ranu.
"Kurang ajarrrr......" ucap seorang dari mereka.
dengan secepat kilat mereka menyerang Ranu secara bersama-sama.
Hiaaaaattt....hiaaat...
hup...hup....eaaatt...
ciaaaatttt....
Perkelahianpun terjadi
Mereka saling memukul dan melakukan tendangan silih berganti.
Tangkisan dan pukulan saling terjadi
Hiaaaaattt....ciaaaaaattt....
eeeeaaatt...hup..hup...
Terlihat Ranu lompat kesana dan kemari menghindari serangan dari ketiga pria itu.
Ciaaaaaattttt.....
buggggggg......akhhhhhh...
Satu pukulan dari Ranu mendarat diwajah salah satu dari mereka dan langsung pria itupun jatuh dengan darah keluar dari hidungnya.
Kemudian kedua rekannya menyerang bertubi-tubi kearah Ranu.
Kini Ranu hanya terlihat menghindari serangan keduanya.
Hiyaaaaattt....ciaaaattttt
hupppp.....huppp.....
eeeaaaaatttt....ciaaaatttt...
Tangkisan Ranu membuat semua serangan musuh tidak berhasil masuk ke wajahnya.
Hupppp...hiaaattt...
ciaaaatttt....ciaaaat.....
buggg...baggggg....
akhhh....aaakkhhhhh....
Sebuah tendangan dan pukulan mengenai wajah dan perut kedua pria tersebut,sontak keduanya jatuh dan menahan sakit.
Lalu ketiganya kembali bangkit dan bersama-sama menyerang Ranu.
Hiaaaaatttt.....hiatttttt...
eaaattt....huppp....
Buggggg....bugggg...baggggg...
aaaaaakkkkhhhh....
Tangan Ranu berhasil mematahkan batang leher dari salah satu pria itu dan seketika itu iapun tewas tersungkur.
Hiiiiaaatt......
ciiiiiaaaaatttttt
sebuah tendangan berputar dari Ranu mengenai perut dari salah satu pria itu.
aaaakkkkhhhhh......
Sontak seorang lagi tersungkur dan tak bernyawa lagi.
Kini tinggal seorang lagi yang memberikan perlawanan dengan sengit.
Ciaaaatttt...hiaaattttt.....
Ranu menarik tangan dari pria itu,dan kemudian mematahkannya.
hiaaaattt....
kraatttt...
aaakkkhhhhhhh...
Pria itupun kemudian tersungkur ke tanah dan tak bergerak lagi.
Kini seluruh pria itu telah tewas di tangan Ranu.
Ranu tampak membersihkan tubuhnya setelah menlakukan perkelahian itu.
Ki Broto mendekatinya.
"Mereka itu pasti orang-orangnya Tuan Gecik," ucap Ki Broto.
"Mungkin saja," jawab Ranu.
"Ah sudahlah, mari kita minum lagi," ajak Ranu kepada Ki Broto.
Mereka tersenyum sambil berjalan masuk ke dalam warung itu.
Tidak berapa lama si pemilik warung tersebut menghampiri mereka.
"Terima kasih den Ranu," ucap si pemilik warung itu.
"Ah, sudah lah ni, tidak apa-apa," kata Ranu.
"Kita sesama manusia sudahselayaknya saling membantu," ucap Ranu kembali.
"Bukannya begitu ki?" tanya Ranu kepada kj Broto.
Mereka pun tertawa lepas.
Ya, sejak Ranu berada di kampung itu semua penduduk merasa aman dari gangguan orang-orangnya Tuan Gecik.
Ranu selalu ada dan menolong orang-orang kampung apabila datang kelompok orang-orang Tuan Gecik.
Kink suasana Desa Mekar Serumpun sedikit tenang dan nyaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
marrydiana
mantap adegan pertarungannya, detail banget, seruu🔥
2024-01-09
0
rajes salam lubis
mantap
2023-10-29
1
Herdianti Putri
akhirnya sang penolong telah tiba
2023-06-09
1