Episode - 5

Sore itu di kediaman tuan Gecik yang juga sebagai pusat pemerintahannya terlihat ramai, mereka akan melaksanakan sebuah pesta pertunjukan tari-tarian.

Segala keperluan untuk acara tersebut sedang dipersiapkan oleh para pekerja yang ada di dalam istana kecil itu.

Tuan Gecik yang berada di dalam kamar beserta istri dan anak gadisnya terlihat sibuk pula untuk mempersiapkan pakaian yang akan mereka gunakan untuk acara nanti malam.

"Kamu harus berpenampilan cantik malam ini wahai istriku" ucap tuan Gecik kepada istrinya.

Sang istripun tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.

Nyi Savitri adalah istri dari tuan Gecik, dia adalah wanita yang berparas cukup cantik dengan kulit yang kuning dan bersih, serta memiliki rambut yang hitam dan panjang. Dengan bola matanya yang bulat dan berwarna hitam membuat Savitri terlihat menawan meskipun usianya sudah tidak muda lagi dan juga telah melahirkan putra dan putri dari tuan Gecik.

"Aku akan berpakaian sesuai seleramu Ki!" ucap Savitri kepada suaminya itu.

"Hahahahahaha .... kamu memang istri yang pandai menyenangkan hatiku," kata tuan Gecik.

"Bagaimana dengan aku ayah!" ucap Damarwati kepada ayahnya tuan Gecik sambil menunjukkan pakaian yang sedang ia kenakan.

Damarwati adalah putri sulung dari tuan Gecik, sama seperti ibunya. Damarwati mempunya tubuh yang ideal berkulit putih bersih, rambutnya yang panjang terurai dengan beberapa hiasan rambut yang sering ia gunakan.

"Oh ... hahahaha, kamu juga cantik dengan gaun itu putriku," ucap tuan Gecik.

Hari itu memang mereka benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Malam hari pun menjelang, dimana acara tersebut akan di selenggaran.

Terdengar alunan musik-musik dari gamelan-gamelan para pemainnya yang membentuk nada-nada berirama.

Para tamu undanganpun satu persatu telah berdatangan, ada pula perwakilan dari kerajaan yang terlihat hadir disana.

Penari-penari wanita dengan gaun kemben yang melilit tubuhnya dan selendang-selendang dipundak mereka mulai mempertunjukan tarian-tarian ditengah-tengah ruangan yang digunakan sebagai pusat acara tersebut.

Ting...nang....ning...nung....

ning...nang...ning..nung...

bunyi dari suara-suara alat musik tersebut sebagai pengiring acara.

Para tamu sudah mulai duduk ditempat masing-masing yang sudah disediakan, makanan dan minuman telah tersaji.

mulai dari air putih hingga minuman yang memabukkan juga tersedia.

Tak lama kemudian terlihat tuan Gecik dengan istri dan kedua anaknya keluar dari ruangan mereka menuju tempat acara tersebut.

Tuan Gecik dan keluarganya menuju tempat duduk mereka.

sesaat kemudian musik dan tari-tarian itupun berhenti.

Terlihat tuan Gecik berdiri untuk melakukan pidato sebagai kata sambutan darinya

"Para hadirin dan undangan, saya mengucapkan selamat datang kepada tuan-tuan semua, yang telah memenuhi undangan saya," ucap tuan Gecik di pidatonya.

"Hari ini adalah hari istimewah bagi kami, masyarakat kami telah melakukan panen raya, hasil pertaniannya tumbuh subur dan melimpah ruah." sambung tuan Gecik.

"Mereka menyumbangkan sebahagian dari hasilnya untuk pelaksanaan acara ini, sebagai rasa syukur kepada alam semesta yang telah menjaga bumi kami ini," ucap tuan Gecik kembali.

"Nah, untuk itupula kami mengundang tuan-tuan semua untuk hadir disini, saling berbagi dan menikmati hasil ini." ucapnya lagi.

"Saya dan keluarga mengucapkan selamat mengikuti acara pesta ini, mari kita lanjutkan acaranya," ucap tuan Gecik sambil mempersilahkan para pemusik dan penari untuk melanjutkan tariannya.

Ning...nang...ning...nung....

Ning...nang...ning....nung....

Ning...nang...ning....nung.....

kembali suara-suara musik itu terdengar dan diiringi dengan masuknya para penari-penari itu ketengah-tengah acara tersebut.

Para tamu undunganpun telah makan dan minum sambil melihat pertunjukan itu.

Tawa canda pun terdengar dari para tamu-tamu itu. Para pelayan wanita terus mendampingi tamu-tamu yang didominasi oleh para pria.

Mereka umumnya adalah para kolega dari tuan Gecik, mulai dari pengusaha pribumi hingga pejabat kerajaan.

Tak luput pula para pengusaha asing dari China, Belanda dan India juga turut hadir disana.

Mereka ditemani para wanita-wanita pelayan yang semuanya siap untuk digunakan sebagai pemuas syahwat mereka jika diinginkan.

Kamar-kamar untuk itu juga disediakan oleh tuan Gecik.

para tamu-tamu itu juga turut berjoget dengan para penari wanita.

Suasanapun menjadi sudah tidak beraturan lagi mana kala terlihat para tamu-tamu itu sudah mabuk akibat minuman keras.

Mereka ada yang mulai menarik wanita-wanita itu untuk masuk kedalam kamar yang telah disediakan oleh tuan Gecik untuk memuaskan nafsu para tamu-tamunya.

Sementara itu tuan Gecik dan keluarganya tertawa riang sambil menikmati hidangan yang ada dan menyaksikan tarian-tarian tersebut.

Dipojok ruangan tampak seorang pria eropa sedang menarik tangan seorang wanita penari disana, dengan tersenyum wanita itupun mengikuti ajakan pria eropa itu untuk masuk kedalam bilik kamar.

Hari semangkin larut malam, istri dan kedua anak tuan Gecik meminta ijin kepada tuan Gecik untuk beristirahat.

Suasana pestapun masih begitu ramai dengan tarian yang disusul dengan tawa dan canda dari para tamu undangan.

Terlihat tuan Gecik memanggil salah satu pengawalnya dan terlihat dia berbisik kepada pengawalnya itu.

Tak lama kemudian sang pengawalpun mendatangi para pengusaha asing dari China dan india kemudian pengawalpun bersisik kepada mereka.

Dua orang pengusaha asing dari China dan India itu kemudian berjalan menuju tuan Gecik.

Lantas tuan Gecikpun mengajak mereka kebelakang ruangan.

"Hahaha ... tuan-tuan malam ini ada yang istimewa buat tuan-tuan berdua," kata tuan Gecik kepada tamunya itu.

"Saya sudah mempersiapkan gadis-gadis yang masih perawan buat tuan-tuan, silahkan tuan-tuan pilih mereka, pakailah mereka sepuas hati tuan-tuan," ucap tuan Gecik kembali sambil tertawa

Hahahahaha.....

hahahahahahaha.....

Merkapun berjalan menuju ruangan yang berisikan wanita-wanita tawanan tuan Gecik yang diambil dari desa tempat mereka tinggal.

Pintu ruanganpun dibuka, sontak para gadis-gadis muda itu kaget dan takut melihat kedatangan tuan Gecik dan beberapa lelaki asing disana.

Hahahahaha....

hahahahahaha.....

tawa mereka ketika melihat wanita-wanita itu.

"Hayo tuan silahkan dipilih dan selamat menikmati," kata tuan Gecik.

Kemudian kedua tamunya pun berjalan menuju wanita-wanita itu sambil tertawa.

Satu persatu mereka perhatikan wanita-wanita itu.

Hahahahaha .... hahahahaha ....

"Oe mau yang ini le," ucap pria China itu sambil menunjuk seorang wanita.

"Oh silahkan tuan ... silahkan!" ucap tuan Gecik.

Tak lama anak buah tuan Gecik menarik paksa wanita itu untuk dibawa kekamar.

"Kalau saya pilih yang ini tuan," kata pria India itu kepada tuan Gecik.

"Ia ... silahkan ... silahkan!" balas tuan Gecik.

Akhirnya wanita tadipun dibawa sama seperti wanita pertama yang dipilih oleh pria China itu.

Hahahahaha .... tawa pria China itu didalam kamar saat melihat wanita pilihannya.

"Jangan tuan ... jangan ..." ucap gadis muda itu penuh ketakutan.

"Hayooo ... mali ... mali lu pasti akan menikmati surga dunia lo, ayo jangan takut ama oe, kita main pelan-palan saja!" ucap pria China kepada gadis muda itu sambil memeluk dan memaksanya.

Jangan ..... jangan....!

Tolong .... jangan tuan...!

Gadis itu berontak saat pria China mulai melepasi pakaiannya satu demi satu.

Plakkk ... Plakkkk ....

tamparan mendarat diwajah gadis itu.

Namun apadaya seorang gadis tersebut, dia tidak mampu melawan tenaga si pria China itu.

Akhirnya gadis muda itupun diperkosa oleh pria China itu.

Sama seperti nasib temannya yang juga diperkosa malam itu oleh pria asal India.

Akhirnya malam itu pria asal China itu menggarap dua kali pagar ayu dari gadis itu.

Hingga menjelang pagi, usai melampiaskan dua kali nafsunya pria China itu meninggalkan gadis itu begitu saja dikamar.

"Hqhahahaha ... telima kasih ... telima kasih, lu olang udah membuat oe puas," kata pria China itu kepada sang gadis.

"Lu punya masih bagus lo, kapan-kapan kita sambung lagi," ucap kembali pria China itu kepada sang gadis sambil berlalu meninggalkan kamar tersebut.

Gadis itupun masih menangis di atas kasur dengan tubuh yang lemas dia mencoba bangkit dari tempat tidur, rasa sakit teramat dalam ia rasakan ketika melihat beberapa bercak darah di selangkangannya, iapun mencoba untuk bangkit dari kasur itu.

Demikianlah yang juga dirasakan oleh temannya yang dipaksa melayani pria India.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan harinya, kedua gadis tersebut dibawa oleh dua pengawal tuan Gecik, mereka dibawa dengan menggunakan kuda keluar dari istana tuan Gecik.

Pria-pria itu membawa kedua gadis itu jauh meninggalkan istana menuju hutan belantara.

Sesampai dihutan itu, kedua gadis tersebut disuruh turun dari atas kuda, lalu mereka meninggalkan kedua gadis itu begitu saja dihutan.

Begitulah seterusnya, gadis-gadis yang telah dinodai mereka buang kehutan dalam keadaan hidup atau mati, dan ada pula yang mereka kembalikan ke keluarga mereka.

Namun ada juga yang diambil untuk dijadikan gundik tuan Gecik.

Terpopuler

Comments

rajes salam lubis

rajes salam lubis

tetap semangat

2023-10-29

1

rajes salam lubis

rajes salam lubis

vote ku kirim thor

2023-10-15

1

rajes salam lubis

rajes salam lubis

kopi meluncur

2023-09-30

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2 Episode - 2
3 episode-3
4 Episode - 4
5 Episode - 5
6 Episode - 6
7 Episode - 7
8 Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9 Episode - 9
10 Episode - 10
11 Episode - 11
12 Episode - 12
13 Episode - 13
14 Episode - 14
15 Episode - 15
16 Episode - 16
17 Episode - 17
18 Episode - 18
19 Episode - 19
20 Episode - 20
21 Episode - 21
22 Episode - 22
23 Episode - 23
24 Episode - 24
25 Episode - 25
26 Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27 Episode - 27
28 Episode - 28
29 Episode - 29
30 Episode - 30
31 Episode - 31
32 Episode - 32
33 Episode - 33
34 Episode - 34
35 Episode - 35
36 Episode - 36
37 Episode - 37
38 Episode - 38
39 Episode - 39
40 Episode - 40
41 Episode - 41
42 Episode - 42
43 Episode - 43
44 Episode - 44
45 Episode - 45
46 Episode - 46
47 Episode 47
48 Episode - 48
49 Episode - 49.
50 Episode - 50
51 Episode - 51
52 Episode 52
53 Episode -53
54 Episode - 54
55 Episode - 55
56 Episode -56
57 Episode - 57. Jalan pengembaraan
58 Episode - 58
59 Episode -59
60 Episode - 60
61 Episide - 61
62 Episode - 62
63 Episode - 63
64 Episode - 64
65 Episode - 65
66 Episode - 66
67 Episode - 67
68 Episode - 68
69 Episode - 69
70 Episode - 70
71 Episode - 71
72 Episode - 72
73 Episode - 73
74 Episode - 74
75 Episode - 75
76 Episode -76
77 Episode - 77
78 Episode - 78
79 Episode - 79
80 Episode - 80
81 Episode - 81
82 Episode - 82
83 Episode - 83
84 Episode - 84
85 Episode - 85
86 Episode - 86
87 Episode 87
88 Episode - 88
89 Episode - 89
90 Episode - 90
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2
Episode - 2
3
episode-3
4
Episode - 4
5
Episode - 5
6
Episode - 6
7
Episode - 7
8
Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9
Episode - 9
10
Episode - 10
11
Episode - 11
12
Episode - 12
13
Episode - 13
14
Episode - 14
15
Episode - 15
16
Episode - 16
17
Episode - 17
18
Episode - 18
19
Episode - 19
20
Episode - 20
21
Episode - 21
22
Episode - 22
23
Episode - 23
24
Episode - 24
25
Episode - 25
26
Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27
Episode - 27
28
Episode - 28
29
Episode - 29
30
Episode - 30
31
Episode - 31
32
Episode - 32
33
Episode - 33
34
Episode - 34
35
Episode - 35
36
Episode - 36
37
Episode - 37
38
Episode - 38
39
Episode - 39
40
Episode - 40
41
Episode - 41
42
Episode - 42
43
Episode - 43
44
Episode - 44
45
Episode - 45
46
Episode - 46
47
Episode 47
48
Episode - 48
49
Episode - 49.
50
Episode - 50
51
Episode - 51
52
Episode 52
53
Episode -53
54
Episode - 54
55
Episode - 55
56
Episode -56
57
Episode - 57. Jalan pengembaraan
58
Episode - 58
59
Episode -59
60
Episode - 60
61
Episide - 61
62
Episode - 62
63
Episode - 63
64
Episode - 64
65
Episode - 65
66
Episode - 66
67
Episode - 67
68
Episode - 68
69
Episode - 69
70
Episode - 70
71
Episode - 71
72
Episode - 72
73
Episode - 73
74
Episode - 74
75
Episode - 75
76
Episode -76
77
Episode - 77
78
Episode - 78
79
Episode - 79
80
Episode - 80
81
Episode - 81
82
Episode - 82
83
Episode - 83
84
Episode - 84
85
Episode - 85
86
Episode - 86
87
Episode 87
88
Episode - 88
89
Episode - 89
90
Episode - 90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!