Ditengah cuaca yang sedikit mendung, siang itu Ranu dan ki Broto berjalan menuju perkebunan tembakau milik petani di kampung itu, mereka berjalan dengan perlahan sambil menilmati suasana di siang itu.
"Cukup indah pemandangannya," kata Ranu, "ya, beginilah kampung kami ini nak Ranu," kata ki Broto, "oh ya, selama saya tinggal bersama aki, saya belum pernah melihat anak aki, apakah aki sudah memiliki anak?" kata Ranu, "saya mempunyai seorang anak perempuan, saat ini dia sedang bekerja di Istana Kerajaan sebagai pelayan Sultan," kata ki Broto, "dia gadis baik, usianya saat ini sudah dua puluh satu tahun," sambung ki Broto.
Ranu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja.
Diujung perkebunan itu mereka mendengar suara keributan, lalu mereka mencoba untuk mendekatinya.
"Jangan tuan jangan...!" ucap seorang lelaki paruh baya sambil bersujud didepan laki-laki bertubuh sangar, lelaki itu dikawal oleh beberapa orang anak buahnya, tetapi bukan seorang lelaki paruh baya itu yang sedang bersujud yang terlihat, akan tetapi ada beberapa orang juga yang sedang didudukkan di tanah sambil diintrogasi.
"Pokoknya kami akan ambil sebagian dari hasil tembakau kalian," ucap si laki-laki bertubuh sangar.
"Siapa mereka ki?" tanya Ranu kepada ki Broto, "mereka orang-orangnya tuan Gecik," kata ki Broto menjawab.
Prakkk!! Aduh... Ampun tuan, seorang lelaki paruh baya itu ditampar oleh laki-laki bertubuh sangar itu.
Bugg!! Bugg!! Aduh...! Kini mereka memukuli orang-orang disana.
Namun tiba-tiba seorang wanita dengan menggunakan pakaian serba putih, wanita itu memakai cadar hitam dan menggunakan topi capin, sehingga tidak begitu kelihatan wajahnya, dia membawa dua buah pedang yang diikatnya secara menyilang dipunggungnya.
"Hai siapa wanita itu?" tanya Ranu dalam hati.
"Dasar cecunguk kampung yang beraninya sama orang lemah," kata wanita itu, "siapa kau?" tanya laki-laki bertubuh sangar, "tak perlu kau tau aku!" jawab wanita itu, "bajingan! Setan betina! Kau belum tau sedang berhadapan dengan siapa?" kata laki-laki tersebut.
"Aku tidak mau tau siapa kau!" jawab wanita itu, "sombong kau! Jangan main-main kau dengan si Tapak Naga," kata laki-laki sangar tersebut.
Ternyata laki-laki yang bertubuh sangar itu adalah si Tapak Naga, orang bayaran tuan Gecik. Tanpa membuang waktu si Taoak Naga memerintahkan anak buahnya untuk menyerang wanita itu.
Hiaaaattt..ciaaattt...! Pertarungan terjadi, anak buah si Tapak Naga telah menyerang secara bersama-sama kepada wanita itu, wuffff! Hiaaatt...ciaaattt...bug...!! Bug!! Bug!! Akhh..aaakh...
Pukulan-pukulan wanita tersebut menghantam beberapa anak buah si Tapak Naga, dan merekapun jatuh bergulingan.
Sementara itu Ranu dan ki Broto menyaksikan dari kejauan.
"Siapa wanita itu ki" kata Ranu, "entahlah aku jiga tidak tau," "mungkin saja dia wanita misterius itu," kata ki Broto, "jika melihat ciri-cirinya, dialah wanita yang sering membantu warga saat warga diganggu oleh orang-orang tuan Gecik," "kedatangannya sering kali tidak terduga," ucap ki Broto kembali.
Ranu hanya diam dan terus menyaksikan pertarungan itu, "wanita itu sepertinya memiliki ilmu yang cukup bagus," kata Ranu sambil terus melihat kejadian itu.
Eaaattt...hup..hup..., bug! Bug! Akhh...!!
Beberapa anak buah si Tapak Naga telah tewas dan ini membuat si Tapak Naga menjadi murka, diapun menyerang wanita itu.
Hiaaaattt.. Bug!!! Sebuah tendangan mendarat didada wanita itu, dan diapun terpental "akhhh...." suara wanita itu menahan sakit saat dia jatuh ke tanah, topi capinnya telah terbuka, terlihat wanita itu memiliki rambut yang hitam panjang sepundaknya, dan diikat dengan bermacam tocangan.
Aakkkhh...!! Wanita itu sedikit kepayahan saat bangkit akibat tendangan yang dia terima dari si Tapak Naga.
Hahahahahaha .... suara gelak tawa Tapak Naga dan kawan-kawannya.
"Hanya segitu kemampuanmu?" kata si Tapak Naga.
Terlihat wanita itu telah kembali bangkit dan dia langsung menyerang si Tapak Naga.
Hiaaaatttt...ciatttt..hup...!! Wufff!! Wuff! Perkelahian antara wanita itu dengan si Tapak Naga terjadi.
Ilmu-ilmu kanuragan keduanya terlihat berimbang, sesekali pukulan dari keduanya mengenai sasaran, hiaaattt...hup...bug!! Bug!! Si Tapak Naga terpental beberapa meter terkena pukulan wanita itu.
Tapak Naga mengeluarkan darah dari mulutnya, kini dia sedikit terdesak oleh perlawanan wanita itu, "kurang ajar!!" geram si Tapak Naga.
Lalu dia menyerang kembali dengan Tombak saktinya.
Hiaaatttt...wuff! Wuff!! Wanita itu menghindar kesana kemari, serangan si Tapak Naga kali ini lebih kuat.
Duaarr!! Duaarr!! Sebuah ledakan terjadi menghantam pepohonan, tatkala Tombak saktinya mengeluarkan cahaya api dari ujung senjata itu, wanita itu pun menghindar dengan terbang diudara sambil melakukan salto.
Tapak Naga terus menyerang hingga wanita itu terdesak, hiaaattt..wuff!! Wuf!! Bug!! Wanita itu terkena pukulan dari gagang tombak itu dan diapun terpental.
aaakkkhhhh ... suara jeritan wanita itu saat terkena pukulan, dia terlempar jauh dan dari mulutnya mengeluarkan darah.
Ranu masih menyaksikan pertarungan itu, akan tetapi dia sedikit gusar melihat keadaan wanita itu.
Kini wanita itu terlihat bangkit kembali, dia sepertinya sudah terdesak, sehingga dia mengeluarkan senjata pamungkasnya dua buah pedang kembar yang dia bawa di punggungnya, saat pedang itu lepas dari sarungnya angin kencang tiba-tiba datang dan sinar terang menyilaukan keluar dari cahaya kedua pedang itu, suasana menjadi mencekam.
"Pedang kembar mutiara utara!" kata Ranu yang saat itu sedang terus menyaksikan pertarungan tersebut. "Siapa wanita ini? Mengapa dia mempunyai pedang itu?" tanya Ranu dalam hatinya.
Wanita itu mulai menyerang si Tapak Naga dengan sangat cepat, pedang-pedangnya menyambar kesana-kemari, duaaarrr!! Duarrr!! Suara-suara kedakan terjadi dari benturan energi ilmu kedua orang yang sedang bertarung itu.
Hiaaattt.... ******!!! Sebuah tebasan pedang wanita itu mengenai lengan kiri si Tapak Naga.
Melihat kejadian itu, si Tapak Naga kini mengeluarkan ilmu seribu api miliknya, haaaatttt..... Duaaarrr!! Pukulan jarak jauh seribu api mengenai pepohonan, hiaaaattt....duaaaarrr!! Lagi-lagi wanita itu menghindar dengan melakukan salto diudara, akan tetapi naas bagi wanita itu, satu pukulan jarak jauh seribu api mengenai dada kanannya, hiaaaattt....duaaarr!!! Akhhhhh.... Seketika wanita itu terpental jauh dan pedang kembarnya lepas dari tangannya.
Akan tetapi pada saat bersamaan Ranu datang menangkap tubuh wanita itu.
Kini wanita itu dalam pelukan Ranu, dia memberikan sebuah totokan didada dekat lengan kiri wanita itu untuk menghentikan pendarahan dan racun yang menyebar dari pukulan itu, kemudian Ranu meletakkan perlahan-lahan tubuh wanita itu diatas tanah.
Ranu kini bangkit dan memandang si Tapak Naga.
"Siapa kau anak muda?" tanya si Tapak Naga.
"Aku Ranu, pendekar dari Lau Kawar!" jawab Ranu.
"Oh, jadi rupanya kau yang dicari-cari oleh tuan Gecik!" kata si Tapak Naga, "beruntung aku bertemu dengan kau!" katanya kembali, kalau begitu terimalah ini, hiaaattt.... Hup...hup..!!
Tapak Naga kini menyerang Ranu dengan gencarnya, eaaattt....!! Wuf!!! Wuf!! Ranu menghindari serangan dari Tapak Naga hiaaatt.. Bug!! Bug!! Akhhh..!! Sebuah pukulan Ranu mengenai wajah si Tapak Naga.
"Sialan! Rasakan ini!" hiaaatt...hupp.. Wuf! Wuf! Bug! Hiaaaaattt bug!!
Tendangan Ranu menghantam rahang si Tapak Naga diapun terpental jauh.
Dari mulutnya kini kembali mengeluarkan darah segar, si Tapak Naga berusaha bangkit dan diapun kini mengeluarkan kembali pukulan seribu api miliknya, hiaaatttt..duaaarr!! Hup... Hiaaatt..duarr!!!
Ranu menghindar kesana dan kemari, hiaaaattt..!! Hup... Duarrrr!!! Tak satupun pukulan itu mengenai Ranu.
Kali ini Ranu yang menyerang orang itu dengan pukulan naga lau kawar miliknya. Hiaaaattttt.....!! Duaaarrrr!! Pukulan itu tepat mengenai jantung dari si Tapak Naga, seketika itupula tubuh si Tapak Naga meledak dan hancur berkeping-keping. Kini tewaslah si Tapak Naga ditangan Ranu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu Ranu mendatangi wanita itu yang sedang menahan sakit, "mari aku bantu," kata Ranu sambil membopong wanita itu, kemudian Ranu memungut dua pedang milik wanita itu dan kemudian memasukkan kedalam sarungnya.
Ki Broto juga turut membantu wanita itu, mereka membawa wanita itu ke rumah ki Broto.
Sesampainya dirumah, ni Limpung segera membantu mereka membawa wanita itu masuk kerumah ki Broto.
Kini wanita itu dibaringkan ditempat tidur. "Aku akan mengobati lukamu," kata Ranu, "terima kasih, kalian sangat baik" ucap wanita itu, "sekarang kamu istrirahat saja dulu," "aku telah menghentikan darah yang ada ditubuhmu," kata Ranu, "aku akan pergi untuk mencari daun-daunan sebagai obat penawar lukamu," kata Ranu kembali, "jagalah dia ki!" "aku akan keluar sebentar," kata Ranu sambil berlalu meninggalkan rumah ki Broto.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
rajes salam lubis
mantap mantap
2023-12-03
2
Herdianti Putri
saya kasih bunga biar tambah semangat
2023-06-12
2
Elisabeth Ratna Susanti
mampir 👍
2023-06-08
2