Disaat Ranu sedang berjalan di kampung Mekar Serumpun tanpa dia sadari tiba segerombol orang telah mengepungnya, tampak orang-orang tuan Gecik membawa golok dan dan senjata tajam lainnya, mereka dibantu oleh beberapa orang Portugis yang juga membawa senjata api laras panjang.
Dengan bersiap-siap Ranu mulai waspada tentang hal-hal yang akan terjadi pada dirinya, orang-orang Portugis itu mengacungkan senjata apinya dan tanpa dikomando orang-orang tuan Gecik menyerang Ranu.
Hiaaaatttt....ciaaaattt..
eaaat..hup..huppp...
wuf..wuf....eaaaat.....
Puluhan orang-orang itu menyerang dengan senjata tajam, Ranu melompat kesana kemari menghindari serangan mereka.
Ciaaaattt....heaattt....
wuff....hup....eaat..
bug...bug....
Tangkisan dan pukulan mulai melesat, satu-demi satu Ranu memukul orang-otang itu hingga beberapa diantaranya jatuh tersungkur ke tanah.
Hupp....eaaatttt.....
ciaaattt....hiaaatt....
wuff...wuff...
Ranu terus menangkis dan menghindar serangan demi serangan itu dengan sesekali jika ada kesempatan ia mengrluarkan pukulan dan tendangan kearah mereka.
Ciaaatt...hiaaatt...
wuff..wuf...
bug..bug...akhhh...
dengan melompat sambil melakukan pukulan-pukulan pamungkas dan membuat beberapa diantaranya ada yang jatuh dan ada pula yang mati seketika.
Pertarungan mangkin panas kini giliran orang-orang Portugis yang menyerang Ranu dengan senjata apinya.
Dar....dar....
dor...dor...
hup...hup...hiaaattt...
ciaaaattt....
Ranu menghindar kesana kemari, melompat-lompat bagaikan seekor tupai di dedahanan pohon, dengan sambil berjungkil balikan diudar Ranu mengeluarkan ilmu kedigjayaannya dengan menghantam pukulan itu ke arah pasukan portugis itu.
Huppppp...hiaaaaattt....
daaaaaaarrr...darrrr.......
suara bergelegar bagaikan sambaran petir menyambar orang-orang Portugis itu dan seketika itu beberapa diantaranya mati bersimbah darah dengan tubuh yang hangus terbakar.
Melihat kejadian itu para orang-orang Portugis itu keheranan dan sedikit mundur kebelakang.
Ranu telah mencecahkan kakinya dibumi sambil berancang-ancang dengan kuda-kuda ilmu silatnya.
Kini kembali orang-orang tuan Gecik yang menyerang Ranu.
Hiaaaaattt......hiaaattt.
hup..hup....
dug..bug...bug...dug.
hiaaattt...
kembali Ranu meladeni semua serangan dari mereka dan seketia memukul dan menendang orang-orang itu, mereka jatuh bergulingan ke tanah...
Dengan ancang-ancang orang-orang tuan Gecik mengepung Ranu.
Hahahahahahahahaha...
hahahahahahahahaha....
"Bagus...bagus....hebat kau anak muda" terdengar suara yang entah dari mana sumbernya.
Ranu mencari-cari dari mana sumber suara itu. Namun tiba-tiba sesosok bayangan berkelebat menyerang dan mengarahkan sebuah tongkat kayu ke dada kiri Ranu.
Hupppp....
buggg...akhhh...
Ranu terkena pukulan itu dan seketika ia jatuh sambil terlihat keluar darah segar dari mulutnya.
"Hahahahaha....ayo bangkit anak muda tunjukan semua ilmumu" kata orang tersebut.
Ternyata orang itu adalah ki Lengus yang sedari tadi mengamati perkelaian mereka.
Ranu bangkit sambil memegang dada kirinya, dia merasakan kesakitan di wilayah dadanya, dengan semangat yang tinggi Ranu kini telah bangkit dan mulai berancang-ancang untuk menyerang.
Hiaaatttt....ciaaattt....
eaaattt...hup...huppp...
Kini giliran Ranu yang menyerang ki Lengus dengan serangan bertubi-tubi.
Hiaaattt...hiatttt...
bug...bug...akhhhh....
Dengan sebuah pukulan dari ki Lengus mengenai rahang Ranu sehingga membuatnya terjungkal dan jatuh sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.
Hahahahahahaha.......
hahahahahahaha....
"Ayo...bangun anak muda, ayo...keluarkan semua ilmu dan jurus-jurusmu" kata ki Lengus sesumbar.
Ranu terlihat kepayahan, sepertinya dia sudah mengalami luka dalam yang berat, namun dia tetap berusaha untuk bangkit, dengan sisa tenaga yang ada dia berdiri sambil bersiap mengeluarkan jurus-jurusnya dan kemudian menyerang ki Lengus
Hiaaatt...hiaaattt....
ciaaattt....heaaatt...
dar...dar....dar...
perkelahian kali ini tidak hanya dengan jurus-jurus kanuragan saja akan tetapi sudah mulai dengan ilmu-ilmu tenaga dalam, sehingga benturan-benturan energi dari ilmh tenaga dalam keduanya mengakibatkan suara-suara ledakan.
Hiaaaattt....ciaaatt...
hupp...hup...
bug...bug....
Kini sebuah pukulan dari Ranu mengenai dada ki Lengus dan membuat ki Lengus kini jatuh bergulingan di tanah.
Sesaat kemudian terlihat ki Lengus berusaha untuk berdiri kembali sambil memegang dadanya dengan mimik wajah yang bengis, ki Lengus kemudian menunjukkan jurus-jurusnya dan langsung menyerang Ranu.
Hiaaatttt...ciaaattt....
hup...hup....
wuff...wuff....
Ranu menghindari serangan demi serangan yang kancarkan oleh ki Lengus.
Kini keduanya terlihat terbang di udara dan setelah itu mereka beradu pukulan di udara telapak tangan keduanya berlaga sehingga mereka terpental dan jatuh.
Kini Ranu semangkin kepayahan darah kembali keluar dari mulutnya, begitu juga ki Lengus yang kini tampak mengeluarkan darah dari mulutnya, pukulan keduanya tadi mengandung energi tenaga dalam hingga membuat mereka sama-sama terluka dalam.
"Kau memang hebat anak muda" ucap ki Lengus sambil berdiri
Kini keduanya telah sama-sama berdiri dan saling akan menyerang.
Hiaaatt....ciaaattt.....
eaaattt...eaaattt...
huppp....huppp...
hiaaaattt....bug...bug....
kali ini tendangan berputar dari Ranu mengenai dada dan perut ki Lengus dan diapun terlempar jauh kemudian jatuh.
Hup....akhhh.....
ki Lengus tampak sudah sulit kembali bangkit, darah semangkin banyak keluar dari mulutnya.
Kini tampak ki Lengus akan mengeluarkan ilmu andalannya, sejenak mulutnya komat-kamit bagai membaca mantra dengan mengangkat tongkatnya, diapun menghapus tongkatnya perlahan dengan telapak tangannya, seketika itu tongkatnya mengeluarkan cahaya berwarna merah bagaikan cahaya api.
"Oh ilmu tongkat halilintar" kata Ranu dalam hatinya.
Benar, kini ki Lengus mengekuarkan ilmu tongkat halilintarnya.
Ranu pun bersiap dengan ilmu tapak naga yang dia miliki sebagai penangkal serangan dari ki Lengus.
Hiaaatttt....
ciaaattt....ciaattt....
hupp...huppp...
ki Lengus menyerang dengan ilmu tongkat halilintarnya.
Ranu menghindar lompat kesana-kemari sambil menangkis dan juga memberikan serangan balasan ke ki Lengus.
Ciaaaaattttt.....haiiitttt...
heaaattt...heaaattt...
Pertarungan semangkin sengit dengan mempertontonkan ilmu-ilmu pamungkas dari keduanya.
Hiaaaattt.....ciaaattt....
bug...bugg...akhhhh
pukulan telapak tangan ki Lengus mengenai wajah Ranu dan diapun kembali jatuh.
Huaaakkkk....
darah segar keluar dari mulut Ranu, kini dia telah muntah darah, tubuhnya semangkin lemah, dia tetap berdiri kembali.
Sambil mulutnya membaca mantra-mantara ilmu tapak naganya diapun bersiap melakukan penyerangan.
Hiaaaatttt....heaaattt...
ciaaattt...ciaaattt....
bug.....akhhhhh....
kini pukulan tapak naga milik Ranu mengenai dada dari ki Lengus seketika itu ia pun terjatuh dan mengeluarkan darah.
Kemudian ki Lengus coba untuk bangkit, akan tetapi Ranu memberikan pukulan tapak naganya dari kejauhan dengan sisa tenaga dalamnya.
Hiaaaaaatttttt........
sianar kilat berwarna putih keluar dari telapak tangannya dan sinar itu tepat mengenai tubuh ki Lengus.
Seketika itu pula suara ledakan terjadi bersamaan tubuh ki Lengus terpental dan hangus.
Kini ki Lengus sudah tak bernyawa lagi, tubuhnya gosong terbakar akibat pukulan tapak naga Ranu.
Terlihat seluruh orang-orang tuan Gecik yang tersisa berlari berhamburan.
Tampak kini Ranu mencoba untuk bangkit dengan sisa-sisa tenaganya, dia mengalami luka dalam yang hebat.
Dia berjalan perlahan-lahan menuju sebuah hutan yang ada di dekat bukit mangaraja, diapun terus berjalan menuju kesana dia akan menyembuhkan luka dalamnya di dekat bukit mangaraja tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
rajes salam lubis
lanjutkan mantap
2023-10-31
1
Herdianti Putri
jangan sepelehkan ranu
2023-06-10
2
Putra Al - Bantani
nama nya tokoh utama dan anak mudanya 😁😁😁
2023-06-10
1