Episode - 20

Pagi itu terlihat seorang pria sedang mengendarai kuda menuju gerbang kota Keresidenan Tanjung Mulia, dipintu gerbang tersebut dia dihadang oleh prajurit pengawal.

"Ada perlu apa anda kemari?" tanya seorang prajurit penjaga.

"Saya ingin bertemu dengan Datuk Pulau Mabar?" jawab pria itu.

"Darimana asal anda dan perlu apa kemari?" tanya sang pengawal tersebut sambil memperhatian pria itu.

"Aku Tuan Gecik, kepala Desa Mekar Serumpun ingin bertemu dengan baginda Datuk Pulau Mabar," ucap tuan Gecik.

Rupanya pria berkuda itu adalah tuan Gecik yang telah sampai di gerbang Keresidenan.

Setelah mengetahui yang datang tersebut adalah Kepala Desa Mekar Serumpun lantas seorang prajurit itu masuk ke istana untuk melaporkan kedatangan tuan Gecik.

"Lapor baginda, diluar ada seorang pria yang mengaku sebagai Kepala Desa Mekar Serumpun yang bernama Tuan Gecik ingin menghadap," ucap prajurit itu kepada Datuk Pulau Mabar.

"Suruh dia masuk!" jawab Datuk.

Kemudian prajurit itu segera keluar dan membawa tuan Gecik untuk masuk menghadap.

Dengan berjalan pelan dan kemudian duduk bersembah dihadpan Datuk.

"Hamba Gecik menghadap paduka yang Mulia Datuk Pulau Mabar," kata tuan Gecik sambil memberikan salam hormat.

"Ada apa gerangan kau kemari wahai Kepala Desa Mekar Serumpun!" tanya Datuk.

"Hamba datang kemari selain untuk silaturahmi, ada hal paling penting yang ingin hamba sampaikan," kata tuan Gecik.

"Hal apakah itu yang membuat engkau sampai datang kemari?" tanya Datuk.

"Dikampung hamba saat ini sedang terjadi kekacauan, dimana ada dua pemuda pendatang selalu membuat onar di desa kami," kata tuan Gecik mulai dengan laporan palsunya.

"Saya mencoba mengatasi, tetapi beberapa orang-orang saya mati terbunuh ditangan mereka," lanjut tuan Gecik dengan wajah sedih yang dia perankan.

Datuk Pulau Mabar hanya diam mendengarkan laporan itu.

"Kedatangan hamba kemari, ingin meminta bantuan kepada yang Mulia Datuk Pulau Mabar untuk memberikan bantuan keamanan didesa kami," lanjut tuan Gecik.

Datuk Pulau Mabar diam sejenak sambil berfikir.

Datuk Pulau Mabar adalah orang yang arif dan bijak sana, dengan perawakan yang santun dan murah senyum, dia bertubuh sedang dan berwajah tampan dengan kulit kuning langsat.

Namun kali ini dia termakan ucapan si tuan Gecik tersebut.

"Darimana asal kedua pemuda itu?" tanya Datuk menyelidiki.

"Hamba kurang begitu tau ya Datuk, tetapi salah seorang dari mereka adalah seorang wanita," jawab tuan Gecik kembali.

"Mereka telah banyak membunuh orang-orang kampung, serta sering melakukan perampokan terhadap penduduk," ucap tuan Gecik kembali dengan tetap menundukkan kepalanya.

Datuk Pulau Mabar masih berfikir dengan dalam menghayati setiap laporan tuan Gecik tersebut.

"Kalau begitu, bawalah beberapa pasukanku, dan tangkap pemuda itu, bawa mereka kemari!" perintah Datuk.

"Sutan Babulah, pimpin orang-orang kita dan tangkap pemuda-pemuda yang bikin onar di Desa Mekar Serumpun, dan hadapkan mereka kemari!" perintah Datuk kembali.

Kini Datuk Pulau Mabar memerintahkan orang kepercayaannya Sutan Babulah untuk memimpin rombongan Keresidenan menangkap Ranu dan Cut Nilam.

Sutan Babulah sendiri adalah seorang pendekar pilih tanding pengawal utama keresidenan, dia berrubuh kekardengan tinggi besar, berwajah lembut dan tampan, dia juga berjiwa lemah lembut dan penuh wibawa.

Akhirnya rombongan pengawal Keresidenan itu berangkat bersama tuan Gecik menuju Desa Mekar Serumpun.

...****************...

Pagi itu di istana tuan Gecik telah dipersiapkan penangkapan Ranu dan Cut Nilam.

Para pengawal-pengawal dibawah kepemimpinan Sutan Babulah berangkat menuju rumah Ki Broto.

Warga kampung saat itu merasa keheranan melihat kehadiran pasukan Keresidenan tersebut yang datang ke kampung mereka.

Beberapa penduduk memberikan salam hormat kepada Sutan Babulah.

Memang orang kampung banyak mengenal pengawal setia Datuk Pulau Mabar itu dengan kesaktiannya yang tinggi.

"Mau ada apa ya para pengawal Datuk kemari?" ujar penduduk yang saling bertanya-tanya.

Pengawal itupun terus berjalan menuju rumah Ki Broto.

Sesampainya di rumah Ki Broto, rumah itu lantas dikepung oleh para pengawal Keresidenan.

Cut Nilam dan Ranu yang sedang berada di dalam rumah beserta Ni Limpung tidak mengetahui kedatangan pengawal tersebut.

Namun Ki Broto yang saat itu berada di depan rumahnya langsung datang mendekat dengan memberikan hormat kepada Sutan Babulah yang duduk diatas kudanya.

"Ampun den, selamat datang dirumah hamba," kata Ki Broto yang sedikit merasa ketakutan.

"Aku dengar dirumah Ki Broto ada dua pemuda asing yang suka membuat onar dikampung ini? Siapa dia?" tanya Sutan Babulah.

Sejenak Ki Broto terdiam, dia tidak memahami yang dimaksud pembuat onar itu.

"Ampun beribu-ribu ampun den, saya tidak tau siapa yang den Sutan maksud?" tanya Ki Broto lagi dwngan wajah kebingungan.

"Kami mendapat laporan, bahwa dirumahmu ada dua pemuda asing!" kata Sutan Babulah kembali.

Cut Nilam dan Ranu yang mendengar keributan diluar langsung keluar rumah untuk mengetahui apa yang terjadi.

Melihat Ranu dan Cut Nilam keluar, Sutan babulah tersenyum.

"Oh ini rupanya dua pemuda dan pemudi itu?" tanya Sutan Babulah.

"Mereka anak angkat saya den!" kata Ki Broto.

"Berarti kalian yang sering bikin onar dikampung ini!" kata Sutan Babulah.

"Tutup Mulutmu! Kami tidak pernah melakukan keonaran disini!" jawab Ranu dengan tegas.

Melihat kejadian itu Ki Broto segera mendekati Ranu dan cut Nilam, dia takut akan terjadi sesuatu kepada mereka berdua.

"Nak Ranu dan den Nilam, ayo beri hormat, ini tuan Sutan Babulah orang kepercayaannya Datuk Pulau Mabar kepala Keresiden kota," kata Ki Broto.

"Hmmm .... tidak pantas kami menghormati orang-orang ini yang telah menuduh kami sembarangan!" kata Cut Nilam dengan tegas.

Melihat kejadian itu Ki Broto mangkin ketakutan.

Sementara itu Sutan Babulah hanya tersenyum.

"Pengawal ... tangkap mereka!" perintah Sutan Babulah.

Akhirnya para pengawal tersebut mengepung Ranu dan Cut Nialm.

"Den Nilam dan nak Ranu, ikut sajalah dulu sama mereka, barangkali ini fitnah, sampaikanlah hal sesungguhnya kepada Datuk," kata Ki Broto kepada Ranu dan Cut Nilam yang telah bersiap-siap memberikan perlawanan.

"Datuk itu orangnya sangat bijaksana, barangkali inilah kesempatan kita untuk melaporkan kejahatan tuan Gecik," ucap Ki Broto kembali.

Mendengar permintaan Ki Broto itu, Ranu berfikir sejenak.

Akan tetapi Cut Nilam akan menyerang para pengawal itu.

"Ahhh ... mereka telah menuduh kita sembarangan, mereka harus diberi pelajaran!" ucap Cut Nilam yang akan menyerang pengawal itu.

Melihat kejadian itu Ranu segera menahan Cut Nilam.

"Tunggu! tunggu! Jangan gegabah, ada benarnya apa yang dikatakan oleh Ki Broto," ucap Ranu menahan Cut Nilam.

"Kita ikutin aja kemauan mereka, kita akan lihat apa yang sebenarnya terjadi!" kata Ranu kembali.

Dengan sedikit kesal, akhirnya Cut Nilam mengikuti saran dari Ranu.

"Baiklah tuan, kami akan ikut anda ke istana!" kata Ranu kepada Sutan Babulah.

Sutan Babulah yang sedari tadi menyaksikan dari atas kudanya hanya tersenyum.

"Pengawal! Bawa mereka!" kata Sutan Babulah.

Akhirnya Ranu dan Cut Nilam dibawa oleh pasukan Keresidenan untuk dihadapkan kepada Datuk Pulau Mabar ke kota Tanjung Mulia.

Sebenarnya Ki Broto dan Ni Limpung merasa sedih dan khawatir melihat keadaan Ranu dan Cut Nilam yang dibawa oleh orang-orang pengawal Datuk Pulau Mabar tersebut.

Terpopuler

Comments

rajes salam lubis

rajes salam lubis

itu jauh lebih baik,dasar tuan gecik botol

2023-12-28

0

Dewi Payang

Dewi Payang

selidiki dulu adipati, jangan langsung percaya

2023-09-19

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2 Episode - 2
3 episode-3
4 Episode - 4
5 Episode - 5
6 Episode - 6
7 Episode - 7
8 Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9 Episode - 9
10 Episode - 10
11 Episode - 11
12 Episode - 12
13 Episode - 13
14 Episode - 14
15 Episode - 15
16 Episode - 16
17 Episode - 17
18 Episode - 18
19 Episode - 19
20 Episode - 20
21 Episode - 21
22 Episode - 22
23 Episode - 23
24 Episode - 24
25 Episode - 25
26 Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27 Episode - 27
28 Episode - 28
29 Episode - 29
30 Episode - 30
31 Episode - 31
32 Episode - 32
33 Episode - 33
34 Episode - 34
35 Episode - 35
36 Episode - 36
37 Episode - 37
38 Episode - 38
39 Episode - 39
40 Episode - 40
41 Episode - 41
42 Episode - 42
43 Episode - 43
44 Episode - 44
45 Episode - 45
46 Episode - 46
47 Episode 47
48 Episode - 48
49 Episode - 49.
50 Episode - 50
51 Episode - 51
52 Episode 52
53 Episode -53
54 Episode - 54
55 Episode - 55
56 Episode -56
57 Episode - 57. Jalan pengembaraan
58 Episode - 58
59 Episode -59
60 Episode - 60
61 Episide - 61
62 Episode - 62
63 Episode - 63
64 Episode - 64
65 Episode - 65
66 Episode - 66
67 Episode - 67
68 Episode - 68
69 Episode - 69
70 Episode - 70
71 Episode - 71
72 Episode - 72
73 Episode - 73
74 Episode - 74
75 Episode - 75
76 Episode -76
77 Episode - 77
78 Episode - 78
79 Episode - 79
80 Episode - 80
81 Episode - 81
82 Episode - 82
83 Episode - 83
84 Episode - 84
85 Episode - 85
86 Episode - 86
87 Episode 87
88 Episode - 88
89 Episode - 89
90 Episode - 90
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2
Episode - 2
3
episode-3
4
Episode - 4
5
Episode - 5
6
Episode - 6
7
Episode - 7
8
Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9
Episode - 9
10
Episode - 10
11
Episode - 11
12
Episode - 12
13
Episode - 13
14
Episode - 14
15
Episode - 15
16
Episode - 16
17
Episode - 17
18
Episode - 18
19
Episode - 19
20
Episode - 20
21
Episode - 21
22
Episode - 22
23
Episode - 23
24
Episode - 24
25
Episode - 25
26
Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27
Episode - 27
28
Episode - 28
29
Episode - 29
30
Episode - 30
31
Episode - 31
32
Episode - 32
33
Episode - 33
34
Episode - 34
35
Episode - 35
36
Episode - 36
37
Episode - 37
38
Episode - 38
39
Episode - 39
40
Episode - 40
41
Episode - 41
42
Episode - 42
43
Episode - 43
44
Episode - 44
45
Episode - 45
46
Episode - 46
47
Episode 47
48
Episode - 48
49
Episode - 49.
50
Episode - 50
51
Episode - 51
52
Episode 52
53
Episode -53
54
Episode - 54
55
Episode - 55
56
Episode -56
57
Episode - 57. Jalan pengembaraan
58
Episode - 58
59
Episode -59
60
Episode - 60
61
Episide - 61
62
Episode - 62
63
Episode - 63
64
Episode - 64
65
Episode - 65
66
Episode - 66
67
Episode - 67
68
Episode - 68
69
Episode - 69
70
Episode - 70
71
Episode - 71
72
Episode - 72
73
Episode - 73
74
Episode - 74
75
Episode - 75
76
Episode -76
77
Episode - 77
78
Episode - 78
79
Episode - 79
80
Episode - 80
81
Episode - 81
82
Episode - 82
83
Episode - 83
84
Episode - 84
85
Episode - 85
86
Episode - 86
87
Episode 87
88
Episode - 88
89
Episode - 89
90
Episode - 90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!