Episode - 12

Di pagi yang cerah matahari bersinar dengan terang dan embun-embun masih membasahi dedaunan, Ranu berjalan menuju kampung Mekar Serumpun melalui hutan belantara.

Sesampainya dia di kampung itu Ranu langsung menuju rumah ki Broto.

"Apa kabar ki." Kata Ranu kepada ki Broto yang sedang membelah kayu bakar, dengan sapaan itu ki Broto secepatnya membalikkan tubuhnya ke arah Ranu yang telah berdiri dibelakangnya.

"eh, nak Ranu, darimana saja?" Tanya ki Broto kepada Ranu.

"Ah, ceritanya panjang ki." Jawab Ranu, "marilah kita masuk dulu," Ajak ki Broto.

Sambil berjalan menuju rumahnya.

"Bagaimana keadaanmu?" Tanya ki Broto,

"Saya diserang oleh orang-orangnya tuan Gecik, dia telah menyewa pendekar-pendekar untuk menangkap dan mumbunuhku," Kata Ranu.

"Saat itu aku berkelahi melawan ki Lengus, dan dia telah tewas ditanganku" kata Ranu kembali.

"Tetapi aku terluka, aku sempat terkena pukulannya, oleh sebab itu akupun menyembuhkan luka dalam yang aku alami di tepi hutan dekat bukit Mangaraja." Kata Ranu yang menceritakan kisahnya.

Sesaat suasan menjadi hening dan sepi.

"Sejak nak Ranu pergi, orang-orang tuan Gecik telah menyerang kampung ini," Ki Broto bercerita pada Ranu, "mereka semangkin merajalela, kami tidak mampu untuk melawan mereka," Sambung ki Broto. Sambil menarik nafas yang dalam.

Ranu memperlihatkan mimik wajah kesedihan saat mendengarkan cerita ki Broto tersebut, kampung itu bagaikan kemelut yang berkepanjangan, kehidupan masyarakatnya yang tidak bisa tenang akibat upeti yang tinggi, belum lagi kejahatan lainnya yang meneror orang-orang kampung.

Sesaat kemudian terlihat Ni Limpung keluar sambil membawakan cawan air minum dan beberapa gorengan yang terdiri dari singkong dan pisang.

"Sudah lama aden tidak kemari," kata ni Limpung,

"Ia ni, saya harus memulihkan diri saya dari luka pukulan tenaga dalam orang suruhan tuan Gecik," jawab Ranu.

"Mudah-mudahan setelah nak Ranu kembali kemari, kami bisa merasa aman kembali," jawab ni Limpung.

"Sudahlah, mari kita makan dan minum dulu," ajak ki Broto sambil menuangkan air di gelas yang terbuat dari tanah liat tersebut.

Kemudian Ranu dan ki Broto meminum air itu untuk membasahi tenggorokan mereka. Ranu kemudian mengambil singkong goreng tersebut dan kemudian memakannya untuk mengganjal perutnya yang sudah lapar.

***********************************************

Sementara itu di istana tuan Gecik terlihat para anak buahnya sedang melakukan latihan beladiri. "Hmmm .... dari hari kehari mereka sudah terlihat kemajuannya" kata si Tulah Batu kepada tuan Gecik.

"Bagus, mereka harus tetap kuat dan semangat dalam berlatih," ucap tuan Gecik, "mereka harus bisa menjadi benteng yang tangguh," kata tuan Gecik kembali sambil memperhatikan para pengikutnya yang sedang berlatih di halaman rumahnya.

"Bagaimana perkembangan kampung kita?" tanya tuan Gecik kepada si Tulah Batu, "akhir-akhir ini semua aktifitas kita berjalanan baik dan aman, serta penarikan upeti pun berjalan cukup normal." sambung si Tulah Batu, "lalu bagaimana dengan pemuda itu?" tanya tuan Gecik kembali, "sejak pertarungannya dengan ki Lengus dia sudah tidak pernah lagi kelihatan di kampung kita, ada beberapa orang-orang dari kita yang mengatakan kalau dia telah menyingkir ke hutan." Kata si Tulah Batu kepada tuan Gecik.

Sesaat tuan Gecik terdiam, kelihatannya dia sedang berfikir sesuatu.

"Kalau begitu, nanti malam kalian lakukan perampokan kembali dikampung itu!" perintah tuan Gecik sambil tersenyum, sedangkan si Tulah Batu sendiri hanya menganggukkan kepalanya saja tanda siap menjalankan perintah.

Seperti perintahnya tuan Gecik pagi tadi, malam itupun mereka bersiap-siap melakukan perampokan, seluruh anak buah tuan Gecik telah siap menjalankan perintah.

Dengan mengendarai kuda yang perkasa mereka mendatangi Kampung Mekar Serumpun dengan menggunakan tutup muka ala ninja seperti mana yang biasa mereka lakukan saat merampok rumah-rumah warga.

Hiaaaattttt....hiaaatttt....!!! Dengan sergapan yang dikomando mereka mulai menerobos rumah-rumah penduduk, sontak saja saat itu keributan terjadi.

Ciaaatt..!! pukulan-pukulan dilesatkan ke arah warga yang melawan untuk mempertahankan harta bendanya.

Hiaaaatt...hiaaattt...!!! Ayo...habisi mereka!

Tolong..!! Tolong...!! Teriakan warga yang kini sedang di rampok oleh kawanan penjahat itu.

Hahahaha..hahahaha.... Ayo cepat habisi mereka! Lagi-lagi perintah itu di lontarkan oleh pemimpin mereka.

Namun tiba-tiba sebuah bayangan berkelebat dan menebas leher-leher perampok itu dengan pedang, hiaaat....!! Ciaaaattt..!! Akkkkhhhhhh.....!

Beberapa dari orang-orang tuan Gecik tewas seketika.

Melihat kejadian itu suasana menjadi hening, mereka tidak mengetahui dari mana asal penyerang itu.

"Hei, siapa kau?" "tunjukan wujudmu," kata seorang dari pemimpin mereka.

Tiba-tiba terdengar suara tawa seorang wanita, hahahahaha....hahahaha...! "dasar para begundal, beraninya hanya dengan orang lemah saja," kata suara wanita itu.

"Siapa kau? Cepat tunjukan wujudmu!" tanya pria pemimpin rombongan itu dengan nada kesal.

Saat itu sekelebat bayangan turun dari sebuah pohon besar, mereka orang-orang tuan Gecik sontak kaget dan merekapun langsung bersiap siaga.

"Hei, siapa kau?" tanya Pemimpin kelompok itu, "tidak perlu kalian tau namaku," jawab si wanita itu yang menutup wajahnya dengan kain dan menggunakan topi capin serta membawa dua belah pedang dipunggungnya.

Pernyataan dari wanita itu membuat geram pemimpin kelompok itu.

"Setan alas..! Iblis betina..! Ayo serang dia!" perintah pemimpin kelompok itu.

Dan dengan sigap para perampok itupun menyerang si wanita itu. Hiaaattt.... Ciaat..ciat...hupp..perkelahianpun terjadi, mereka mengkibaskan pedang-pedang nya ke arah wanita itu. Kini wanita itupun menangkis dan menghindari serangan mereka.

Huuuuppp...hiaaattt...ciaaaattt satu pukulan mengenai kawanan perampok itu, akkkhhhh..! Mereka bergelimpangan ke tanah.

Melihat kondisi tersebut mereka memahami bahwa wanita ini bukan orang sembarangan, dia pasti memiliki ilmu kanuragan yang sangat mumpuni.

Seranganpun masih mereka lakukan kepada wanita itu, hiaaattt....ciaaaattt..wufff..wufff... Kembali tendangan beruntun yang dilakukan wanita itu mengenai orang-orang si tuan Gecik, mereka bergelimpangan dan ada pula yang tewas seketika.

Ciaaattt..hup..praakkk...akhhhh seorang dari mereka dipatahkan tangannya oleh si wanita tersebut, sontak pria itupun menjerit kesakitan akibat tulang tangannya patah. Melihat kondisi tersebut, akhirnya beberapa orang tersisa melarikan diri dari tempat itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan harinya Ranu mendengar kabar kerusuhan itu yang terjadi malam tadi.

"Tadi ada warga yang menemui saya," kata ki Broto, "mereka bilang, kalau tadi malam telah terjadi perampokan kembali," lanjut ki Broto.

"Akan tetapi tidak berlangsung lama," sambung ki Broto kembali, "ada seorang pendekar wanita misterius yang membantu warga, ilmu si wanita itu cukup tinggi, sehingga ada beberapa orang-orangnya tuan Gecik yang tewas ditangannya," kata ki Broto lagi.

Ranu sendiri yang mendengarkan kisah itu hanya terdiam.

Kemudian dia pun bertanya kepada ki Broto. "Siapa si wanita misterius itu ki?" tanya Ranu.

"Entahlah, aku sendiri tidak tau," jawab ki Broto, "wanita itu sudah dua kali datang di kampung ini pada saat warga diganggu oleh orang-orangnya tuan Gecik," jawab ki Broto.

"Tetapi kedatangannya itu tidak bisa diduga, dan setelah dia membantu warga si wanita itu langsung pergi tanpa berkata satu patah pun kepada warga," lanjut ki Broto, Ranu hanya terdiam mendengarkan cerita ki Broto itu.

"Namun, apapun yang terjadi, jika dia berbuat baik dan menolong kami, tidak menjadi masalah!" ucap ki Broto kembali.

Hari itu ki Broto dan Ranu hanya bercerita saja di rumahnya, tidak ada aktifitas apapun yang mereka lakukan, meski pada malam hari tadi ada beberapa rumah warga yang diserang perampok-perampok orang-orang suruhannya tuan Gecik. Ranu hanya menerawang jauh kedepan sambil bertanya-tanya dalam hatinya tentang siapa si wanita misterius itu.

Terpopuler

Comments

rajes salam lubis

rajes salam lubis

lanjutkan
kopi meluncur

2023-11-01

1

վմղíα | HV💕

վմղíα | HV💕

2 iklan meluncur

2023-06-19

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2 Episode - 2
3 episode-3
4 Episode - 4
5 Episode - 5
6 Episode - 6
7 Episode - 7
8 Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9 Episode - 9
10 Episode - 10
11 Episode - 11
12 Episode - 12
13 Episode - 13
14 Episode - 14
15 Episode - 15
16 Episode - 16
17 Episode - 17
18 Episode - 18
19 Episode - 19
20 Episode - 20
21 Episode - 21
22 Episode - 22
23 Episode - 23
24 Episode - 24
25 Episode - 25
26 Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27 Episode - 27
28 Episode - 28
29 Episode - 29
30 Episode - 30
31 Episode - 31
32 Episode - 32
33 Episode - 33
34 Episode - 34
35 Episode - 35
36 Episode - 36
37 Episode - 37
38 Episode - 38
39 Episode - 39
40 Episode - 40
41 Episode - 41
42 Episode - 42
43 Episode - 43
44 Episode - 44
45 Episode - 45
46 Episode - 46
47 Episode 47
48 Episode - 48
49 Episode - 49.
50 Episode - 50
51 Episode - 51
52 Episode 52
53 Episode -53
54 Episode - 54
55 Episode - 55
56 Episode -56
57 Episode - 57. Jalan pengembaraan
58 Episode - 58
59 Episode -59
60 Episode - 60
61 Episide - 61
62 Episode - 62
63 Episode - 63
64 Episode - 64
65 Episode - 65
66 Episode - 66
67 Episode - 67
68 Episode - 68
69 Episode - 69
70 Episode - 70
71 Episode - 71
72 Episode - 72
73 Episode - 73
74 Episode - 74
75 Episode - 75
76 Episode -76
77 Episode - 77
78 Episode - 78
79 Episode - 79
80 Episode - 80
81 Episode - 81
82 Episode - 82
83 Episode - 83
84 Episode - 84
85 Episode - 85
86 Episode - 86
87 Episode 87
88 Episode - 88
89 Episode - 89
90 Episode - 90
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2
Episode - 2
3
episode-3
4
Episode - 4
5
Episode - 5
6
Episode - 6
7
Episode - 7
8
Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9
Episode - 9
10
Episode - 10
11
Episode - 11
12
Episode - 12
13
Episode - 13
14
Episode - 14
15
Episode - 15
16
Episode - 16
17
Episode - 17
18
Episode - 18
19
Episode - 19
20
Episode - 20
21
Episode - 21
22
Episode - 22
23
Episode - 23
24
Episode - 24
25
Episode - 25
26
Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27
Episode - 27
28
Episode - 28
29
Episode - 29
30
Episode - 30
31
Episode - 31
32
Episode - 32
33
Episode - 33
34
Episode - 34
35
Episode - 35
36
Episode - 36
37
Episode - 37
38
Episode - 38
39
Episode - 39
40
Episode - 40
41
Episode - 41
42
Episode - 42
43
Episode - 43
44
Episode - 44
45
Episode - 45
46
Episode - 46
47
Episode 47
48
Episode - 48
49
Episode - 49.
50
Episode - 50
51
Episode - 51
52
Episode 52
53
Episode -53
54
Episode - 54
55
Episode - 55
56
Episode -56
57
Episode - 57. Jalan pengembaraan
58
Episode - 58
59
Episode -59
60
Episode - 60
61
Episide - 61
62
Episode - 62
63
Episode - 63
64
Episode - 64
65
Episode - 65
66
Episode - 66
67
Episode - 67
68
Episode - 68
69
Episode - 69
70
Episode - 70
71
Episode - 71
72
Episode - 72
73
Episode - 73
74
Episode - 74
75
Episode - 75
76
Episode -76
77
Episode - 77
78
Episode - 78
79
Episode - 79
80
Episode - 80
81
Episode - 81
82
Episode - 82
83
Episode - 83
84
Episode - 84
85
Episode - 85
86
Episode - 86
87
Episode 87
88
Episode - 88
89
Episode - 89
90
Episode - 90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!