Episode - 7

Senja telah menyelimuti desa Mekar Serumpun disaat langit berwana merah jingga dan hewan-hewan liar kembali kesarangnya.

Suasana hening menyelimuti desa itu, mentari sudah mulai meninggalkan tempatnya yang kemudian akan berganti dengan sang rembulan.

Para penduduk telah berada dirumah mereka dan berkumpul bersama keluarganya untuk menikmati suasana malam.

Dari atas dahan pohon sepasang mata mengamati sebuah rumah penduduk, rumah itu adalah milik ki Broto, seorang berpakaian serba hitam dengan menutup wajahnya menggunakan kain arung seperti seorang ninja, orang itu melompat dari satu dahan ke dahan lainnya, kemudian ke atas atap rumah ki Broto untuk melihat situasi rumah tersebut.

Ranu yang masih terjaga mengetahui hal itu, dia segera bangkit dari tempat tidurnya dan melihat ke atas atap-atap rumah, dengan sigap dan perlahan Ranu berlari keluar rumah, melalui pintu belakang dia keluar dan melihat keatas atap rumah.

Ada sesosok yang sedang berada disana, dengan sigap Ranu segera melompat keatas rumah tersebut dan menarik orang itu unuk turun.

Huppp.....hiaaaaaatt......

Ranu terbang sambil menarik orang itu, kontan saja pria itu terkejut melihat kejadian itu.

Sesampainya dibawah, Ranu mengintrogasi orang tersebut.

"Hei siapa kamu?" tanya Ranu kepada sorang pria berjubah hitam itu, tetapi pria itu hanya diam dan memberikan perlawanan keoada Ranu.

Hiaaaattt....eaaaatttt...ciaaatt...

hup.....heaatt...hupp...

perkelahian terjadi, Ranu hanya menangkis dan menghindari serangan-serangan orang itu.

Ciaaattt.....heaaaattt....

hiaaaaatttt....hupppp.....

kali ini Ranu mulai memberikan perlawanan.

Ciaaaatttt....huppp.....

bugggg...akhhhh...

pria berjubah itu terkena pukulan dari Ranu dan kemudian ia terjatuh.

Tidak berapa lama pria itu bangkit kembali dan menyerang Ranu dengan sebuah golok.

Huffff....hufff....

hiaaattt..heeeaaaaaatttt....

ciaaaattttt.......

Ranu menangkis serangan orang itu dan kemudian menjatuhkan goloknya, sambil memegang pria itu Ranu membuka tutup wajahnya.

"Siaapa kamu dan siapa yang menyuruhmu?" tanya Ranu.

namun orang tersebut masih diam sambil menahan sakit ditangannya yang dipatahkan oleh Ranu, dengan sekali tekanan ditangannya orang tersebut menjerit kesakitan.

"Ayo katakan, siapa yang menyuruhmu?" tanya Ranu kembali.

"Aaa..tu..tu..tuan Gecik" jawab orang itu sambil terbatah-batah menahan sakit ditangannya.

Setelah mendapatkan jawaban itu Ranu melepas orang tersebut, sambil hoyong-hoyong orang itupun berlari menjauh memasuki hutan.

Tak lama kemudian ki Broto yang sedari tadi melihat pertarungan itu segera menghampiri Ranu yang berdiri melihat pria itu lari menjauh.

"Apakah dia orangnya tuan Gecik?" tanya ki Broto.

"Benar" jawab Ranu.

"Aku harus segera bertindak mereka telah memantau setiap gerak-garik saya" ucap Ranu

Ki Broto hanya menghela nafas, kemudian dia mengajak Ranu untuk kembali masuk ke rumah karena hari masih malam.

...****************...

Ke esokan harinya Ranu segera bersiap-siap untuk menuju ke rumah tuan Gecik.

"Apkah kamu sudah siap untuk kesana?" tanya ki Broto.

"Ia ki, aku harus sega mencari tau tentang semua ini" jaeab Ranu.

Tetapi tiba-tiba terdengar suara tawa beberapa orang pria diluar rumah ki Broto.

hahahahaha....

hahahahaha.....

"Tidak perlu kau datang kesana, kami sudah mendatangimu" ucap orang itu.

Rupanya mereka mendengar pembicaraan Ranu dengan ki Broto.

Ranu segera keluar rumah, dengan tenang dia menghampiri enam orang pria yang datang itu.

"Hey anak muda, jangan kau meresa hebat dikampung ini" kata seorang dari mereka.

"Kau adalah pendatang, jangan ikut campur dengan semua ini" katanya lagi.

Ranu hanya diam dan tersenyum mendengarkan perkataan orang itu, sementara ki Broto sendiri merasa ketakutan melihat kedatangan orang-orang ki Gendis.

"Aku tidak akan diam melihat semua perbjatan kalian" jawab Ranu.

Sontak hal ini membuat geram para gerombolan itu.

"Hey anak muda, sombong sekali kau, kalau begitu hadapin aku si tombak api" kata pria pimpinan mereka.

Dengan sigap mereka menyerang Ranu bersama-sama.

Hiaaaattt....ciaaattt...

wuffff...wuff....

hiaaatt.....hup...hupp...

perkelahian terjadi diantara mereka.

Hiaaattt....

ciaaattt.....hiaaaattttt.....

huppp....hupppp...

bugg....bugg....

akhhhh.........

satu pukulan mengenai seorang dari mereka, seketika itu pria itupun jatuh tak bernyawa.

Hiaaaatttt......

ciaaaatttt.......

bugg.....

akhhhhhh....akhhhhh...

dengan tendangan berputar Ranu mengahantam rahang-rahang mereka dan seketika itu semua jatuh ke tanah dan tak bernyawa lagi.

Kini tinggallah si tombak api sebagai pemimpin mereka yang tersisa, dengan wajah yang sayang emosi si tombak api menyerang Ranu dengan senjata pamungkasnya sebuah tombak.

Hiaaaatttt....hiaaaaatttt...

ciaaatt....heaatttt...

hupp...hupp...

Pertarungan terjadi dengan sengit diantara keduanya, si tombak api menyerang Ranu menggunakan tombaknya.

Hiaaattt....ciaaattt...

huppp....

Bug..buggg...akhhhhh....

sebuah pukulan menghantam dada si tombak api, kemudian dia terjajar dan terjatuh, darah keluar dari sudut bibirnya.

"Kurang ajar...." kata si tombak api dengan geram.

Kemudian ia mengeluarkan jurus pamungkasnya, ujung tombaknya mengeluarkan asap. Sementara itu Ranu sedikit mundur selangkah sambil bersiap-siap menerima serangan musuh.

Hiaaaattt....ciaaattt

wuff..wuff...

si tombak api menyerang Ranu dengan serangan yang dahsyat, terlihat Ranu sedikit kewalahan menerima serangan demj serangan itu.

Hiaaaattt...ciaaattt..

eaaattt....hiaaatttt...

buggg...bugggg...

dua pukulan dari si tombak api mengenai dada kanan dan wajah dari Ranu, sontak Ranu terjajar dan tersungkur di tanah.

Kelihatannya si tombak api bukan lawan sembarangan, kini dari mulut Ranu mengeluarkan darah akibat pukulan pamungkas si tombak api.

Perlahan Ranu bangkit sambil menahan rasa sakit didadanya, Ranu mencoba mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya yang merupakan salah satu ilmu kedigjayaan yang dia miliki, kedua tangannya tertutup rapat dan debuah sinar memantul dari tangannya, pukulan rembulan adalah salah satu ilmu andalannya ketika ia terdesak

Hupppp...hiaaatt....

Ranu nulai menyerang orang itu dengan ilmu kedigjayaannya, kini si tombak api yang terlihat kesulitan nenghadapi Ranu. Dari atas dahan pohon si tombak api menyerang Ranu, tombaknya mengeluarkan sinar api.

Hiaaattt...

darr..dar....

menghindar dari cahaya api itu dan cahaya itu menghantam tanah lalu terjadi kedakan

hiaaatt....

darr...dar...

Ranu terus menghindar, kemudian melompat terbang menyerang si tombak api, oerkalian di udara kini terjadi dengan sengit.

Eaaatttt...ciaaattt....

ciaattt...huppp

bug.....

satu pukulan dari Ranu mengenai dada kiri si tombak api dan langsung dia tesungkur di tanah sambil diiringi darah yang keluar dari mulutnya.

Lalu diapun bangkit kembali dan menyerang Ranu dengan melemparkan tombaknya ke arah Ranu, tombaknya melayang-layang menyerang Ranu namun ujung tombak itu mengenai bagian kengan dari Ranu dan ia jatuh ke tanah.

Tombak itu kembali kepada si tombak api, dan perlahan Ranu kembali bangkit dan menyerang si tombak api.

Hiaaattttt...ciaattt

ciaaatt....eaaatt..

bug..bug...

akhhh...

Si Tombak api terkena pukulan Ranu dan membuatnya terjajar keatas dahan pohon, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Ranu dia segera memukulkan trkapak tangan kanannya ke tanah dan mengeluarkan pukulan rembulan miliknya, cahaya kilat keluar dari tangannya dan menghantam si tombak api

hiaaatttt.......

wufffff.......

daarrrrr........

Kilat itu menyambar tubuh si tombak api dan seketika itu dia meregang nyawa serta tubuhnya meledak dan hancur.

Terpopuler

Comments

marrydiana

marrydiana

huhuuu seruu, bagian actionnya keren🔥

2024-01-09

0

rajes salam lubis

rajes salam lubis

lanjutkan

2023-10-31

1

rajes salam lubis

rajes salam lubis

wow

2023-10-31

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2 Episode - 2
3 episode-3
4 Episode - 4
5 Episode - 5
6 Episode - 6
7 Episode - 7
8 Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9 Episode - 9
10 Episode - 10
11 Episode - 11
12 Episode - 12
13 Episode - 13
14 Episode - 14
15 Episode - 15
16 Episode - 16
17 Episode - 17
18 Episode - 18
19 Episode - 19
20 Episode - 20
21 Episode - 21
22 Episode - 22
23 Episode - 23
24 Episode - 24
25 Episode - 25
26 Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27 Episode - 27
28 Episode - 28
29 Episode - 29
30 Episode - 30
31 Episode - 31
32 Episode - 32
33 Episode - 33
34 Episode - 34
35 Episode - 35
36 Episode - 36
37 Episode - 37
38 Episode - 38
39 Episode - 39
40 Episode - 40
41 Episode - 41
42 Episode - 42
43 Episode - 43
44 Episode - 44
45 Episode - 45
46 Episode - 46
47 Episode 47
48 Episode - 48
49 Episode - 49.
50 Episode - 50
51 Episode - 51
52 Episode 52
53 Episode -53
54 Episode - 54
55 Episode - 55
56 Episode -56
57 Episode - 57. Jalan pengembaraan
58 Episode - 58
59 Episode -59
60 Episode - 60
61 Episide - 61
62 Episode - 62
63 Episode - 63
64 Episode - 64
65 Episode - 65
66 Episode - 66
67 Episode - 67
68 Episode - 68
69 Episode - 69
70 Episode - 70
71 Episode - 71
72 Episode - 72
73 Episode - 73
74 Episode - 74
75 Episode - 75
76 Episode -76
77 Episode - 77
78 Episode - 78
79 Episode - 79
80 Episode - 80
81 Episode - 81
82 Episode - 82
83 Episode - 83
84 Episode - 84
85 Episode - 85
86 Episode - 86
87 Episode 87
88 Episode - 88
89 Episode - 89
90 Episode - 90
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Episode 1 - Pendekar Lau kawar
2
Episode - 2
3
episode-3
4
Episode - 4
5
Episode - 5
6
Episode - 6
7
Episode - 7
8
Episode -8. Kemarahan tuan Gecik
9
Episode - 9
10
Episode - 10
11
Episode - 11
12
Episode - 12
13
Episode - 13
14
Episode - 14
15
Episode - 15
16
Episode - 16
17
Episode - 17
18
Episode - 18
19
Episode - 19
20
Episode - 20
21
Episode - 21
22
Episode - 22
23
Episode - 23
24
Episode - 24
25
Episode - 25
26
Episode - 26. Penumpasan Tuan Gecik
27
Episode - 27
28
Episode - 28
29
Episode - 29
30
Episode - 30
31
Episode - 31
32
Episode - 32
33
Episode - 33
34
Episode - 34
35
Episode - 35
36
Episode - 36
37
Episode - 37
38
Episode - 38
39
Episode - 39
40
Episode - 40
41
Episode - 41
42
Episode - 42
43
Episode - 43
44
Episode - 44
45
Episode - 45
46
Episode - 46
47
Episode 47
48
Episode - 48
49
Episode - 49.
50
Episode - 50
51
Episode - 51
52
Episode 52
53
Episode -53
54
Episode - 54
55
Episode - 55
56
Episode -56
57
Episode - 57. Jalan pengembaraan
58
Episode - 58
59
Episode -59
60
Episode - 60
61
Episide - 61
62
Episode - 62
63
Episode - 63
64
Episode - 64
65
Episode - 65
66
Episode - 66
67
Episode - 67
68
Episode - 68
69
Episode - 69
70
Episode - 70
71
Episode - 71
72
Episode - 72
73
Episode - 73
74
Episode - 74
75
Episode - 75
76
Episode -76
77
Episode - 77
78
Episode - 78
79
Episode - 79
80
Episode - 80
81
Episode - 81
82
Episode - 82
83
Episode - 83
84
Episode - 84
85
Episode - 85
86
Episode - 86
87
Episode 87
88
Episode - 88
89
Episode - 89
90
Episode - 90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!