Beberapa bulan berlalu, kehidupan Reina dan Elion masih berjalan lancar. Namun, sampai saat ini Reina masih belum bisa bertemu dengan Rista. Sahabatnya itu seolah hilang di telan bumi, hingga dia tidak bisa menemukannya dimana pun.
Semuanya masih berjalan lancar hingga hari ini kabar yang tidak di inginkan terjadi. Salah satu perusahaan yang Elion menanam saham terbesar disana terancam bangkrut karena penipuan yang terjadi. Elion sedang dalam kondisi kacau. Berusaha menanganinya, namun semuanya seolah tidak ada jalan keluar. Elion sudah tidak punya pilihan lain selain mengikhlaskan semua yang telah dia investasikan itu. Dana terbesarnya telah hilang, Elion harus mulai mencari pekerjaan baru untuknya. Tidak mungkin dia terus-terusan menurut pada penghasilan Reina yang tidak seberapa.
"Yasudah, aku dukung saja apa keputusan kamu"
Reina tentu mendukung apapun keputusan Elion. Meski dia tidak tega juga melihat Elion membawa sebuah map coklat yang berisi lamaran kerjanya kembali ke rumah. Elion tidak mendapatkan pekerjaan selama beberapa hari ini.
"Minum dulu Mas" Reina menyimpan secangkir coklat hangat untuk Elion. Dia benar-benar tidak tega melihat wajah lelah Elion. Reina pernah merasakan bagaimana sulitnya mencari pekerjaan di kota besar seperti ini. Meski pendidikan dan pengalaman cukup menunjang Elion untuk bisa lebih gampang mendapat pekerjaan. Tapi, kenyataannya tidak semudah itu.
Apalagi dengan latar belakang keluarganya yang semakin menyulitkan Elion untuk mendapat pekerjaan baru. Hampir setiap perusahaan yang di datanginya, dia selalu di tolak dengan alasan jika belum ada posisi yang cocok untuk Elion bekerja. Seolah semuanya ragu jika Elion juga bisa bekerja hanya sebagai karyawan biasa saja. Namun, karena sebelumnya dia adalah seorang presdir, maka setiap perusahaan menjadikan itu alasan untuk tidak menerima Elion di perusahaan mereka.
Reina duduk di samping Elion, sedikit memijat lengannya yang pasti lelah seharian ini mencari pekerjaan. "Jangan terlalu di paksakan, kamu juga butuh istirahat. Kalo gak sekarang, mungkin besok kamu akan mendapat pekerjaan yang cocok dengan kamu, Mas. Yang sabar ya"
Elion tersenyum tipis, dia menarik gadisnya ke dalam pelukan. Masih ada Reina yang menyemangatinya saat ini. Elion tidak boleh putus asa begitu saja.
"Terimakasih Sayang" Di kecupnya puncak kepala Reina dengan lembut.
"Iya, Mas"
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Hari ini Reina pulang lebih cepat, sampai di rumah Elion ternyata masih belum pulang. Mungkin dia masih mencari pekerjaan di luar sana. Reina duduk bersantai di atas sofa, menunggu Elion pulang. Sampai suara bell pintu membuat Reina segera berjalan menuju pintu utama. Reina bingung sendiri, jika itu adalah Elion mungkin tidak akan membunyikan bell. Dia pasti akan langsung masuk saja. Mungkin memang ada tamu. Fikir Reina.
Ceklek
Pintu terbuka, dan Reina langsung terkejut saat melihat orang yang berdiri di depannya saat ini. Alena tersenyum tipis pada Reina. "Boleh saya masuk"
Reina mengerjap, segera dia mengangguk dan mempersilahkan Alena masuk. Reina membawakan minum untuknya sebelum dia ikut duduk disana. Entah kenapa hatinya mulai terasa tidak nyaman dengan semua ini. Reina merasa jika ada hal yang tidak beres, karena tidak mungkin Alena sampai datang menemuinya jika tidak ada hal yang ingin dia bicarakan padanya.
"Rein sini" Alena menepuk ruang kosong di sampingnya. Reina sedikit ragu, namun melihat senyuman tulus Alena membuat dia mengusir keraguannya. Lagian tidak mungkin Alena akan melakukan hal aneh-aneh padanya. Sedari kacil, saat Reina pertama kali masuk ke dalam keluarga Barney, Alena begitu hangat menyambutnya. Dia begitu baik, namun Reina tetap merasa segan padanya.
"Rein, maaf kalo Tante menyinggung perasaanmu"
Reina mulai merasa hal yang ingin di katakan Alena pasti bersangkutan dengan hubungannya dengan Elion. Karena Reina juga yang membuat Elion harus berseteru dengan keluarganya. Tapi, semuanya juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Karena Zayna juga ikut andil dalam hal ini. Hanya saja, kebohongan Zayna masih belum terbongkar oleh Nyonya Rinjani dan Alena. Itulah yang menjadi masalahnya.
Alena meraih tangan Reina dan menggenggamnya. Menatap mata besar Reina yang terlihat gelisah. "Rein, kamu juga tahu jika keluarga yang kacau membuat sakit hati. Aku sangat merasakan itu Rein, kamu juga pasti bisa merasakan bagaimana adik dan Ibuku bertengkar sehebat ini. Bahkan Elion rela meninggalkan keluarganya haya demi cinta. Maaf Rein, bukan Tante menyalahkanmu. Tapi, apa bisa kamu mengembalikan Elion pada kami. Mami sedang sakit, aku sudah beberapa kali menelepon Elion. Tapi tidak pernah merespon..."
"... Jadi, tolong kembalikan Elion pada kami"
Deg..
Reina tentu merasa bersalah dengan ini. Bagaimana perasaan Alena, tentu Reina cukup mengerti. Perasaan seorang anak dan seorang Kakak yang melihat adik dan Ibunya yang berseteru. Tapi, apa Reina yang harus mengalah. Reina tahu apa yang di maksud Alena sebenarnya. Dia ingin Reina mengembalikan Elion pada keluarganya. Namun, tidak akan pernah berhasil jika Reina masih berada di sisi pria itu. Apa mungkin Reina harus meninggalkannya?
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Malam hari Elion pulang dengan wajah sedikit berbinar. Tidak seperti hari sebelumnya yang selalu lesu, Reina menyambutnya dengan senyuman meski hatinya sedang benar-benar gelisah. Membuatkan Elion minum dan ikut duduk di sampingnya.
"Sayang, tadi aku ketemu sama teman lama aku. Dan dia sedang mencoba mendirikan perusahaan baru gitu. Nah kebetulan bangat aku punya pengalaman yang cukup untuk mengurus perusahaan. Jadi dia ngajak aku untuk bekerja sama dengannya. Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan juga"
Elion memeluk Reina dengan erat, terlihat sekali binar bahagia di wajahnya. Reina ikut senang melihat kebahagiaan Elion. Meski hatinya sangat sakit mengingat apa yang harus dia lakukan setelah ini.
Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu, Mas. Ada atau tidak adanya aku di sisimu.
"Mandi dulu Mas, abis itu makan malam. Aku sudah masak"
Elion mengangguk, dia kecup kening Reina lalu melepaskan pelukannya. Elion berdiri dan berlalu ke kamarnya. Reina menatap punggung lebar itu dengan tetesan air mata yang sedari tadi sudah dia tahan. Reina hanya memiliki dua pilihan. Elion tetap bersamanya, namun harus mendapatkan kesulitan. Atau mengembalikan Elion pada keluarganya yang sudah jelas bisa menjamin kebahagiaan Elion. Tidak perlu lagi Elion berkeliling kota untuk mencari sebuah pekerjaan.
Apalagi dengan mendengar kabar jika Ibunya sedang sakit. Tidak mungkin Reina masih mempertahankan egonya. Sementara dirinya juga sudah merasakan bagaimana sakitnya kehilangan keluarga. Dan Reina tidak ingin itu terjadi pada Elion. Jadi, dia memilih mengalah demi kebaikan Elion.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Retno Anggiri Milagros Excellent
sabar Raina.. jangan tinggalkab dadymu...
2024-02-09
0
Neng Ati
duh kayanya Reina ninggalin elion ya,dilema juga pastinya buat Reina,yg sabar ya semoga kebahagiaan nnt milik kalian
2022-11-28
0