Elion mengangkat kotak yang berisi barang-barang nya selama dia menjabat sebagai bos di perusahaan keluarganya ini. Namun semuanya harus terhenti mulai sekarang. Elion harus benar-benar meninggalkan semuanya karena ucapan Ibunya sendiri. Elion tidak akan mungkin terus-terusan menuruti semua keinginan Ibunya yang sangat egois itu. Elion tidak mau menjadi budaknya seumur hidup. Elion juga berhak memilih masa depannya sendiri.
Rumah yang dia tinggali bersama Reina, bukanlah hasil pemberian dari keluarga Barney. Semuanya hasil dari beberapa saham yang Elion tanam di beberapa perusahaan. Sehingga di usia muda, bahkan saat dia belum menyelesaikan kuliah S2 nya dulu. Elion telah mempunyai rumah ini. Jadi, rumah ini tentu tidak akan di ambil darinya oleh Ibunya yang egois itu.
Elion menatap sekelilingnya, ruangan ini cukup menyimpan banyak cerita baginya. Dia memulai semuanya disini, sejak Ayahnya tiada. Elion yang harus bekerja keras untuk mempertahankan perusahaan yang hampir bangkrut karena rekan bisnis Ayahnya yang telah menipunya. Elion harus berdiri tegak melindungi Ibu dan Kakaknya yang hampir menyerah dengan semua permasalahan keluarganya saat itu. Namun, dengan bantuan dari suami Kakaknya, Elion bisa mulai mempelajari semuanya dan bisa mempertahankan perusahaan yang di ambang kehancuran saat itu.
Masa muda Elion hampir di habiskan di ruangan ini, hanya untuk mepelajari semuanya agar dia tetap bisa mempertahankan perusahaan Ayahnya ini. Hingga akhirnya berhasil dan perusahaannya bisa bertahan sampai sekarang.
Elion keluar dari ruangannya, berjalan menuju lift. Akhirnya Elion meninggalkan perusahaan ini juga. Perusahaan yang dia perjuangkan mati-matian agar tidak hancur. Namun, keegoisan Ibunya membuatnya harus berhenti sampai disini. Berhenti melanjutkan perjuangannya.
Elion sampai di rumah, dia tiduran di atas sofa ruang tamu. Matanya terpejam dengan di halangi oleh lengannya. Saat ini Elion hanya butuh seseorang untuk bisa menemaninya. Namun, orang yang dia harapkan itu sedang membencinya. Elion tidak bisa terus-terusan membuat Reina terluka karena kehadirannya. Namun, saat ini dirinya juga sedang sangat membutuhkan Reina di sisinya. Hanya untuk menemaninya saja.
"Dad"
Panggilan itu terasa nyata untuk Elion, sangat merindukan Reina sampai Elion berhalusinasi separah ini. Elion menggeleng pelan saat panggilan itu semakin terasa nyata. Sampai ada sentuhan di lengannya membuat Elion membuka keduanya matanya.
Tidak... Ini hanya halusinasi ku saja. Mana mungkin Reina ada disini, bahkan dia sangat membenci ku. Ini semua pasti hanya halusinasi saja.
Elion jelas melihat Reina berlutut di pinggir sofa yang dia tempati. Jelas sekali jika itu adalah gadisnya. Elion menggeleng pelan saat dirinya sudah mulai berhalusinasi.
"Dad"
Elion bangun dan terduduk di atas sofa, mengucek kedua matanya. Merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Benarkah itu adalah Reina? Apa mungkin dia kembali lagi? Kembali untuk dirinya?
"Rein" Elion memberanikan diri untuk memanggil bayangan Reina itu. Jika itu hanya sebuah bayangan, Elion tidak masalah. Asalkan dirinya bisa melihat wajah Reina dari dekat saat ini. Tidak peduli itu hanya sebuah bayangan atau nyata.
"Iya Dad"
Namun, jika itu hanya sebuah halusinasi atau bayangan saja. Kenapa Reina menjawabnya. Elion mulai merasa heran. Dia mengangkat tangannya dan memberanikan untuk menyentuh wajah Reina. Namun, tidak jadi karena Elion takut jika dia menyentuhnya maka bayangan Reina akan musnah seketika. Elion tidak mau itu terjadi. Meski tidak benar-benar ada Reina di sini, bayangannya saja sudah cukup bagi Elion untuk mengobati rasa ridunya ini.
Saat tangannya akan Elion turunkan kembali, Reina langsung menahannya dan menggenggam tangan besar itu lalu membawanya ke pipinya. Sesuai apa yang ingin di lakukan Elion sebelumnya. Menyentuh wajahnya.
Elion mengerjap, kini dia sadar jika yang saat ini berada di depannya bukanlah hanya halusinasi saja atau bayangan Reina. Itu memang benar-benar Reina yang nyata. Bukan halusinasi.
"Rein"
Elion langsung menghambur ke pelukan Reina. Dia benar-benar sedang sangat rapuh saat ini. Elion di usir dari keluarganya, tidak lagi di anggap keluarga dan dia juga harus meninggalkan perusahaan peninggalan Ayahnya. Elion benar-benar sedang kacau sekarang.
Reina mengelus punggung Elion yang sedikit bergetar. Terdengar isakan pelan dari Elion, membuat Reina juga ikut meneteskan air mata melihat keadaan pria ini yang begitu rapuh saat ini. Berbeda sekali dengan Elion yang biasanya.
Reina mengetahui kabar ini dari sekretaris Elion yang menghubunginya tadi siang. Tentu Reina sangat kefikiran dengan semua ini. Meski dia berkata jika dia membenci Elion. Tapi, hatinya tetap menolak hal itu. Mau bagaimana pun, Elion tetap sosok malaikat yang menolongnya 12 tahun lalu.
Reina tetap menyayangi Elion. Bahkan lebih dari itu. Selama ini dia menghindarinya bahkan seolah sangat membencinya. Semuanya karena scandal yang kini muncul di publik. Reina tidak sanggup menghadapi semua ini. Jadi dia ingin menyangkal semuanya dengan tidak lagi bertemu atau berurusan dengan Elion. Tapi, nyatanya tidak semudah itu. Dia tetap membutuhkan lelaki itu dalam hidupnya.
Selama beberapa menit, Reina hanya membiarkan Elion menumpahkan segalanya dalam pelukan Reina. Hingga Elion sudah mulai tenang, barulah mereka bisa berbicara dengan tenang sekarang. Duduk berdua di atas sofa, Reina maupun Elion masih saling diam. Belum ada yang mau memulai pembicaraan.
"Jadi, ada apa kamu tiba-tiba datang ke sini Rein?" Bukannya aku selalu membuatmu terluka. Bahkan hanya dengan melihat wajahku saja.
Elion ingin sekali mendengar alasan Reina yang tiba-tiba kembali ke rumah ini setelah dia mengatakan jika dirinya selalu terluka setiap kali melihat wajah Elion. Ucapan yang membuatnya begitu sakit hati.
"Aku kesini untuk melihat keadaan Dad, dan ingin meminta penjelasan Daddy tentang semua ini" jelas Reina
Elion terdiam beberapa saat, dia mengerti apa yang di maksud Reina. Penjelasan yang dia inginkan tentu semuanya bersangkutan dengan hubungan mereka yang kandas di waktu yang begitu singkat. Mengingat itu, Elion mengepalkan tangannya, dia sangat kesal dan membenci Zayna dan Darren. Orang-orang yang telah menghancurkan hubungan mereka.
"Semuanya berawal dari video kita Rein..."
Cerita mulai mengalir begitu saja dari Elion. Semuanya dia ceritakan pada Reina. Tidak sedikitpun dia melewatkan hal-hal yang terjadi sejak mereka berpisah. Dan tentu hal itu membuat Reina menangis, menyesali ucapannya sendiri yang telah melukai hati Elion. Padahal semuanya Elion lakukan hanya demi dirinya.
"Maafkan aku, Dad"
Bersambung
Jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Retno Anggiri Milagros Excellent
yah.. ceritakan semua nya biar jellas permasalahannya apa.. 😂🙏🙏
2024-02-09
0
Winsulistyowati
Sedih juga ..😢
2024-02-09
0
Rara Kusumadewi
ahhh sugar Daddy....kira kira umur mereka berpa skrg ya
2023-04-08
1