Reina masih mencoba bersikap biasa saja di depan Elion. Meski nyatanya situasinya sudah berbeda sekarang. Sarapan bersama pagi ini di villa ini, sungguh tidak menggambarkan keharmonisan sebuah keluarga.
Hingga selesai sarapan, Reina sengaja mengajak Elion untuk berbicara berdua di halaman villa. Tempat semalam Elion meminta Reina agar melupakan perasaannya.
"Ada apa Rein?"
"Emm. Reina sudah memutuskan untuk tidak lagi mengganggu Daddy. Reina akan melakukan apa yang Dad katakan semalam. Tapi, tolong izinkan Reina pergi dari rumah"
Tentu Elion sangat terkejut dengan ucapan Reina. Bukan masalah perkataan Reina yang tidak akan lagi menganggu Elion, tapi tentang Reina yang ingin pergi dari rumah.
"Tidak!" Elion menolak tegas keinginan putrinya itu, dia berdiri dan berbalik membelakangi Reina yang masih duduk diam di tempatnya. "Dad tidak izinkan kamu pergi dari rumah. Kamu anak Daddy dan kamu tidak perlu pergi dari rumah ini hanya karena permasalahan ini"
Setelah berkata seperti itu, Elion langsung pergi tanpa menghiraukan lagi Reina yang mungkin masih ingin berbicara serius dengannya. Elion memang meminta Reina untuk melupakan perasaan cinta padanya. Namun, tidak dengan harus meninggalkan rumah.
Sementara Reina akan merasa sangat berat jika dia mencoba melupakan perasaan cintanya pada Elion. Tapi, Reina masih tinggal di rumah ini. Tinggal satu atap dengan pria yang dia cintai. Tentu itu akan sangat sulit untuk Reina.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Karena keluarga Barney masih terlalu senang berada di villa ini, akhirnya Reina meminta cuti untuk beberapa hari. Karena dia tidak mungkin pulang sendir, hal itu tentu akan membuat Oma Rinjani semakin men'cap nya sebagai cucu tidak tahu sopan santun dan menghargai keluarga.
Dan selama beberapa hari ini, Reina mulai bersikap dingin pada Elion. Dia malah lebih sering menghabiskan waktu bersama Darren. Bukan karena Reina sudah melupakan perasaan cintanya pada Elion. Namun, Darren seolah Reina jadikan sebagai tempat pelampiasan sesaat. Reina sangat butub seseorang yang bisa mengerti dirinya saat ini.
Elion dan Zayna pun semakin dekat, Reina sering melihat Elion dan Zayna jalani bersama dan mengobrol dengan santai. Selama di villa ini, benar-benar banyak perubahan dari diri Elion dan Reina. Mereka berdua seolah menjaga jarak dengan cara sendiri.
Hingga malam ini, dengan tidak sengaja Reina mendapati Elion yang berdiri seorang diri di dapur villa. Reina yang bermaksud ingin mengambil minum, merasa ragu saat melihat Elion berada disana.
Duh.. ngapain juga Daddy malam-malam begini ngelamun di dapur.
Ingin berbalik dan tidak jadi mengambil minum, namun suara berat Elion yang memanggilnya berhasil membuat Reina terdiam di tempatnya.
Elion berbalik dan menatap Reina yang berdiri diam membelakanginya. Elion mulai merasakan jika selama dia dan Reina berdiam-diaman seperti ini adalah hal yang menyakitkan bagi Elion. Dia sadar jika hidupnya tanpa keceriaan Reina sangat terasa hampa. Dia merindukan keceriaan gadis itu yang selalu menggodanya dan menbuat dirinya shock dengan perkataan asal ceplosnya itu.
"Mau ngapain Rein?"
Reina berbalik dengan ragu, Elion langsung tahu apa yang ingin Reina lakukan ke dapur. Melihat Reina yang memegang gelas di tangannya.
"Ohh, mau ambil minum ya. Yaudaha sana ambil minum, Dad mau ke kamar kok"
Reina menghela nafas lega saat Elion berlalu meninggalkan dapur. Segera Reina mengambil minum dan kembali ke kamarnya. Dia tidak mau banyak bicara dengan Elion, karena itu akan semakin menyakitinya.
Pagi ini setelah sarapan, keluarga Barney berkumpul di halaman villa dengan menggelar tikar, duduk bersama dengan pasangan masing-masing tidak dengan Nyonya Rinjani tentunya.
"Jadi El, apa kamu dan Zayna sudah memiliki niat serius?" Tanya Oma Rinjani
Elion sedikit bingung menjawabnya, semnetara Zayna sudah senyum-senyum sendiri karena kedekatannya dengan Elion sudah mulai ada kemajuan sejak mereka berada di villa.
"Mami do'akan saja yang terbaik untuk kami"
Jawaban Elion tentu membuat Reina semakin merasakan sakit di hatinya. Ucapan Elion tentu menandakan jika dirinya akan segera menikah dengan Zayna.
Nyonya Rinjani tentu sangat senang mendengar ucapan Elion barusan. Dia memang sangat berharap jika anak bungsunya itu menikah dengan Zayna.
"Darren pergi jalan-jalan yuk, bosen nih"
Reina sengaja mengajak Darren pergi agar dia bisa sedikit melepaskan penat nya berada di antara keluarga angkatnya itu. Darren yang langsung mengiyakan, langsung membuat Reina menarik tangannya dan berdiri dari duduknya.
"Pergi dulu ya semuanya" pamit Reina
Elion hanya menatap kepergian anak dan keponakan nya itu. Disini keduanya secara tidak sadar hanya sedang saling menyakiti saja.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga... terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Erna Fadhilah
sikap reyna bener kaya gitu aja
2022-12-28
1