Malam ini adalah malam paling canggung yang di rasakan oleh Elion. Keluarganya telah kembali sore tadi. Sikap Ibunya yang begitu agresif dalam menjodohkan Elion dan Zayna. Namun, Elion tidak terlalu menanggapinya karena yang ada di fikiran Elion saat ini hanyalah Reina. Apa yang telah di lakukan dia padanya.
Reina turun dari kamarnya untuk mengambil air minum. Melewati ruang tamu untuk menuju dapur, namun langkahnya langsung terhenti karena panggilan dari sang Ayah yang dia kira sudah tertidur, ternyata masih terjaga semalam ini.
Reina mengurungkan niatnya, dia berjalan mendekat ke arah Elion yang duduk di sofa.
"Duduklah"
Reina mengangguk, dia tahu apa yang ingin Elion bicarakan dengannya. Salahnya juga yang tidak bisa menahan perasaannya itu. Dengan cerobohnya dia mencium ayah angkatnya sendiri.
"Jadi, bisa jelaskan tentang tadi siang Rein?"
Suara berat Elion semakin membuat Reina gemetar gugup. Tangannya meremas baju piama tidur yang dia kenakan.
Duh.. apa yang harus gue katakan? Jujur aja deh, dari pada kasih alasan yang bertele-tele.
Reina memang tipe gadis yang tidak suka bertele-tele. Dia selalu asal nyeplos dengan apa yang dia ketahui. Termasuk saat ini, dia akan mengatakan perasaannya yang sejujurnya. Apapun jawaban Elion nantinya, Reina tidak peduli. Yang jelas dia akan terus berjuang dan tidak akan membiarkan Elion bersama dengan Zayna atau perempuan manapun selain dirinya. Biarlah dia egois saat ini.
"Reina jatuh cinta sama Dad"
Anaknya ini memang benar-benar paling bisa membuat Elion shock mendadak. Setelah ciumannya yang tiba-tiba. Kini ungkapan cintanya yang sama sekali tidak Elion sangka.
Elion berdiri seketika, dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh anaknya. Bagaimana bisa Reina jatuh cinta padanya, Ayahnya sendiri.
"Kau sudah gila"
Elion melangkah menuju anak tangga, saat ini perasaannya benar-benar kacau. Cinta terlarang Reina padanya harus segera di hentikan.
"Dad..."
Langkah Elion langsung terhenti mendengar panggilan dari anaknya itu. Tanpa menoleh, dia hanya ingin mendengar apa lagi yang ingin di katakan oleh Reina.
"....Perasaan itu hadir dengan begitunya. Rein sudah berusaha menahannya, tapi tidak bisa. Aku sudah terlanjur jatuh cinta pada Daddy"
Elion menghembuskan nafas berat, rasanya seperti mimpi saat anak yang kita sayangi selama ini, malah memiliki perasaan yang tidak seharusnya. Elion melangkahkan kakinya, dia tidak berkata apapun lagi. Meninggalkan Reina yang masih diam di tempatnya.
Terserah Daddy mau bersikap seperti apapun. Yang jelas aku tidak akan menyerah.
Reina tersenyum penuh semangat, tekadnya sudah kuat. Dia akan memperjuangkan cintanya pada Elion. Apapun yang terjadi.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Pagi ini Reina di sibukan dengan membuatkan sarapan dan bekal untuk Ayahnya pergi ke kantor. Dia sampai memasang alarm sejak pagi buta tadi agar bisa membuatkan sarapan untuk Elion.
"Pagi Dad"
Elion yang baru turun dari lantai atas, hanya menanggapi dengan wajah datarnya saat mendengar sapaan dari Reina. Dia masih bingung dengan sikap apa yang harus dia lakukan sekarang setelah Elion mengetahui perasaan anaknya sendiri padanya.
"Rein ambilin ya, Dad"
Reina tetap tersenyum meski Elion bersikap dingin padanya pagi ini. Dengan cekatan dia mengambilkan sarapan untuk Ayahnya. Dia juga menyiapkan secangkir coklat panas kesukaan Elion.
Reina menaruh piring yang sudah terisi makanan di depan Elion, dia tersenyum begitu manisnya. "Selamat menikmati, Dad"
Elion hanya berdehem, sambil memalingkan wajahnya saat wajah Reina begitu dekat dengan wajahnya. Senyuman Reina juga cukup mengganggu untuk Elion.
Reina tersenyum puas melihat telinga Elion yang memerah. Dia tahu jika Ayahnya itu sedang malu. Reina duduk di kursi meja makan yang berhadapan langsung dengan Elion. Mengambil sarapannya dan memakannya dengan sesekali mencuri pandang pada pria tampan di depannya.
Gila.. Dad semakin terlihat tampan.
Reina menggigit sendok dengan gemas melihat bibir merah Elion yang terlihat berminyak karena sedang makan. Sungguh membuat dia gemas dan ingin segera menciumnya lagi. Eh.
Sabar Rein, belum waktunya.
Elion menyelesaikan sarapannya dengan cepat, dia mengelap bibirnya dengan tisu. Dan etah kenapa hal yang di lakukan Elion itu benar-benar terlihat menggoda di mata Reina. Gadis itu sampai menggeleng pelan mengusir fikiran kotor di kepalanya.
Elion berlalu begitu saja tanpa berpamitan atau berbicara apapun pada Reina. Sepertinya dia masih canggung dengan situasi ini.
Reina segera menyelesaikan sarapannya, dia meminum air dan menaruh gelas di atas meja dengan kasar hingga terdengar dentingan. Menyambar tas selempangnya, dan segera berlari menyusul Ayahnya.
"Dad tunggu..." teriak Reina membuat Elion yang membuka pintu mobil langsung menghentikan gerakannya itu. Menoleh dan melihat Reina yang sedang berlari kearahnya.
"Daddy melupakan sesuatu..."
Tanpa aba-aba Reina langsung menarik leher Ayahnya agar sedikit menunduk dan.. Cup.. Elion terbelalak kaget saat merasakan benda kenyal dan hangat menempel di pipi kirinya.
"Semangat bekerjanya Dad" Reina melambaikan tangannya dan berlari menuju garasi untuk mengambil motornya.
Sementara Elion masih diam mematung dengan apa yang baru saja terjadi. Reina benar-benar melakukannya dengan secepat kilat, hingga Elion tidak sempat untuk menghindar.
Elion mengerjap, lalu dia masuk ke dalam mobil. "Ini tidak akan aman untuk hidupku, Reina benar-benar gadis yang nekat. Kalo ada yang lihat sudah pasti akan menjadi gosip besar"
Reina yang sudah memarkirkan motornya dan siap untuk berangkat bekerja sedikit mengintip ke arah mobil Elion yang masih diam di tempatnya.
Reina tahu jika Elion sedang menatap ke arahnya di balik kaca jendela mobil yang gelap itu. Untuk itu Reina segera melambaikan tangannya ke arah mobil Elion sambil tersenyum.
"I Love You Dad" teriaknya sebelum melajukan motor keluar dari gerbang ruamhnya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Mamah Kekey
seruu.. seruu....
2024-03-09
0
Tarmi Widodo
gila renia
2024-03-07
0
Winsulistyowati
Asiik.Ni Thor Critanya..Suka...👍👍👍😊
2024-02-09
0