Reina benar-benar tidak bisa terus menerus berada di atap yang sama dengan Elion yang telah menghancurkan perasaannya. Apalagi sudah tiga hari ini Zayna selalu datang ke rumah dan memamerkan kemesraannya bersama Elion. Membuat Reina semakin panas saja.
Seperti saat ini, Zayna kembali datang di waktu makan malam. Selesai makan malam, Zayna sengaja tinggal lebih lama di rumah ini. Mengajak Elion duduk bersama di ruang tengah. Membuat Reina malas untuk melihatnya.
Reina yang memalingkan wajahnya saat melewati mereka yang duduk berduaan di sofa, tentu membuat Elion merasa tidak enak. Elion menatap punggung Reina yang sedang berjalan di atas tangga menuju lantai atas. Jujur, Elion sangat tidak sanggup melihat gadisnya murung seperti itu. Padahal, Reina yang Elion kenal adalah gadis yang ceria. Namun, keceriaan itu telah di hancurkan oleh Elion.
Bersabarlah, aku harap ini tidak akan berlangsung lama. Aku sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah ini.
Elion benar-benar sedang memerankan perannya dengan baik. Meski sebenarnya dia sudah sangat merasa jengah dengan tingkah Zayna yang terus menempel padanya bagaikan ulat bulu.
Saat Zayna pergi ke kamar mandi, Elion menatap ponsel Zayna yang tergeletak di atas meja. Segera dia mengambilnya dan mencari rekaman video yang di simpan oleh Zayna. Namun, Elion benar-benar tidak menemukan video itu di ponsel Zayna.
Sial...
Elion menggeram kesal saat wanita yang sedang di hadapinya adalah wanita licik yang bisa berbuat apa saja asalkan apa yang di inginkannya bisa dia dapatkan.
"Kenapa El? Apa kamu mencari video itu? Hahaha.. Tentu aku tidak akan sebodoh itu El, sudah pasti aku memindahkan video itu ke tempat yang aman" kata Zayna yang tiba-tiba muncul di saat Elion masih mencoba mengutak ngatik ponsel miliknya.
Elion menatap Zayna, ingin sekali dia menampar wajah wanita itu. Namun, Elion tidak mungkin melakukannya karena dia masih harus memerankan perannya dengan baik karena dia masih memilik misi yang harus di selesaikan. Selama video itu masih belum bisa Elion temukan dan memusnahkannya. Maka Elion masih harus membaiki Zayna.
Elion segera berdiri dan mendekat ke arah Zayna, dia menyerahkan ponsel Zayna "Tadi ada pesan, pas aku mau buka kamu keburu datang"
Zayna menatap tidak percaya pada Elion, dia mengambil ponselnya dan melihatnya. Ternyata benar, memang ada satu pesan masuk di ponselnya. Zayna segera membukanya saat melihat nama Darren pada pesan yang masuk. Melirik ke arah Elion sekilas, takut jika Elion membuka pesan itu.
Kau gila! Kenapa mengirim file ini padaku.
Zayna segera membalasa pesan dari Darren itu. Memang sengaja Reina mengirim file itu pada Darren dan menghapusnya di ponsel. Karena tidak akan ada yang berfikir jika Darren bekerja sama dengannya. Apalagi Elion.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Weekend ini, Reina pergi bersama Rista untuk mencari kos kosong yang dekat dengan kantor tempatnya bekerja. Reina sudah tidak tahan jika terus-terusan melihat adegan memuakkan Elion dan Zayna. Reina juga ingin mulai menatap hidupnya kembali seteleh Elion benar-benar menghancurkan masa depannya.
"Lo yakin mau keluar rumah. Emang bokap lo izinin?" Tanya Rista
Reina menggeleng pelan "Belum minta izin juga. Tapi, gue emang mau mencoba hidup mandiri Ris. Jadi, gue pengen ngekost aja"
Rista mengangguk saja, tidak ingin terlalu banyak bertanya tentang urusan pribadi sahabatnya ini. Meski sebenarnya Rista sangatlah penasaran akan hal itu.
Akhirnya setelah cukup lama mereka mendatangi beberapa kosan, mereka menemukan kamar kos yang kosong dan cocok dengan keinginan Reina juga harganya yang pas di kantong.
Berjalan pulang, Reina dan Rista mengendarai motor masing-masing. Mereka berpisah di persimpangan jalan. Reina terus melajukan motornya menuju rumah, hari besok dia harus sudah pindah dari rumah Elion.
Tin...
Suara klakson mobil membuat Reina menghentikan motornya di pinggir jalan. Reina menoleh ke arah mobil yang juga berhenti di belakangnya. Darren.. gumamnya. Reina tentu tahu mobil siapa itu.
Darren turun dari mobil dan berjalan mendekat pada Reina. "Ha Rein, abis darimana?"
Reina tersenyum "Abis cari kosan"
Darren mengerutkan keningnya, sedikit bingung dengan jawaban Reina. "Kosan?"
Reina tahu apa maksud Darren, pria itu pasti ingin penjelasan dari Reina. "Iya, aku mau pindah ke kosan yang dekat kantor. Ingin coba mandiri saja"
Darren memasang wajah biasa saja, namun hatinya sedang bersorak bahagia. Darren mulai percaya pada Zayna yang bisa menjalankan semuanya sesuai rencana.
Akhirnya, semuanya berjalan sesuai rencana.
"Ohh gitu ya, kapan pindahannya?" Tanya Darren, mencoba menetralkan suaranya yang terdengar begitu antusias
"Besok"
"Aku bantuin ya"
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Benar saja, Darren datang pagi-pagi sekali hanya untuk membantu Reina pindah. Sementara Reina sendiri belum berbicara pada Elion tentang kepindahannya ini.
"Ada apa kau datang kesini?" Elion merasa bingung saat keponakannya itu datang ke rumahnya sepagi ini.
"Mau bantuin Reina pindahan"
Elion langsung menoleh dengan terkejut ke arah Darren. "Pindahan? Siapa yang mau pindah?"
"Apa Reina belum bicara sama Om, kalo dia mau pindah dari rumah hari ini" jelas Darren, memasang wajah sepolos mungkin agar terlihat jika dia tulus dan tidak tahu apa-apa soal permasalahan keduanya.
"Tidak! Reina tidak akan pindah dari rumah ini"
Elion langsung berlari ke lantai atas untuk menemui Reina. Dia tidak akan membiarkan Reina pergi dari rumah ini. Elion membuka pintu kamar Reina dengan kasar. Dia mematung di ambang pintu saat beberapa kotak berisi barang-barang Reina dan juga tas besar dan koper. Reina akan benar-benar pindah rumah.
Reina yang sedang memasukan beberapa barang ke dalam dus langsung terkejut karena kedatang Elion yang begitu tiba-tiba.
"Jadi benar kamu akan pindah rumah?"
Reina menjadi gugup sendiri, dia bingung harus bagaimana menjelaskannya pada Elion. Akhirnya dia memberanikan diri untuk mendekat ke arah Elion setelah beberapa saat hanya terdiam di tempatnya.
"Iya Dad, Rein ingin mandiri. Jadi tolong jangan Daddy halang-halangi Reina"
Elion langsung meraih tangan Reina, namun langsung di tepis oleh gadis itu. "Rein, kamu tidak boleh pergi. Apapun yang terjadi, kamu tetap anak Dad"
"Dan anak Daddy ini sudah dewasa, sudah saatnya Reina memilih jalan hidup Reina sendiri. Jaga diri baik-baik Dad, Rein akan usahakan datang setiap minggu untuk menengok Daddy"
Tentu Reina tidak ingin menjadi anak angkat yang durhaka. Dia akan tetap menemui Elion setiap hari liburnya. Karena mau bagaimana pun Elion tetaplah sosok malaikat yang menolong kehidupannya sejak kedua orang tuanya meninggal.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Retno Anggiri Milagros Excellent
yah.. lebig mengalah untuk menang. 💪😍
2024-02-09
0