Akhirnya Elion hanya mampu melepaskan Reina pergi dari rumah ini. Elion mencoba mengerti perasaan Reina. Elion akan membiarkan Reina hidup mandiri dulu seperti yang di katakannya. Namun, Elion bisa memanfaatkan situasi ini agar bisa lebih leluasa melancarkan misinya.
Malam ini, Elion sengaja bertemu dengan Raekal. Namun kali ini Raekal tidak sendiri, dia bersama istrinya. Semuanya harus benar-benar segera Elion selesaikan. Elion tidak bisa untuk berlama-lama membiarkan Reina salah faham padanya karena masalah ini.
"Jadi bagaimana?"
"Aku sudah mencoba mengecek ponselnya, tapi tidak ada. Aku tidak tahu dimana Zayna menyimpan file rekaman video itu"
"Sepertinya aku tahu"
Raekal langsung menoleh ke arah istrinya, begitupun dengan Elion. "Bagaimana?" tanya Elion tidak sabar
"Kakak itu punya kayak sebuah flesdisk yang menyimpan semua file penting perusahaan. Sepertinya dia juga akan menyimpannya di situ"
Elion dan Raekal saling pandang, mereka seolah mendapat pencerahan atas masalah ini. Kehadiran istrinya Raekal yang kebetulan adalah adik dari Zayna.
"Oke Sayang, apa kamu bisa mengambil flesdisk itu dari Kakak kamu secara diam-diam" kata Raekal
"Akan aku coba, soalnya Kakak selalu menyimpan itu di dalam sebuah brangkas. Aku akan mencobanya"
"Tolong banget ya, ini soal masa depan aku soalnya. Bukan karena aku tidak menghargai Kakakmu, tapi perasaan cinta tidak bisa di paksakan"
"Iya, aku ngerti kok. Kakak emang ambisius banget orangnya. Dia selalu melakukan segala hal cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan"
Akhirnya Elion bisa mulai sedikit menenangkan diri setelah beberapa hari ini terus mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini karena yang dia hadapi adalah seorang Zayna Ramora. Bukan wanita lemah yang bisa di kalahkan begitu saja oleh seorang pria. Zayna adalah wanita ambisius yang harus selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.
*Tunggulah Sayang, semoga aku bisa segera menyelesaikan semua ini.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤*...
Sementara Reina yang baru pindahan ke tempat barunya, sedang berusaha menyesuaikan diri dengan tempat barunya ini. Sudah hampir larut, tapi matanya masih betah terjaga. Semua bayangan bersama Elion selalu melintas di fikirannya. Kejadian di villa, bagaimana Elion yang mengungkapkan cinta padanya adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup Reina. Tapi, semuanya harus hancur hanya dalam wakti dua hari saja.
Sesingkat ini?
Reina masih tidak menyangka jika hubungannya ini hanya bertahan begitu singkat. Setelah Reina memberikan semuanya pada Elion. Wajar saja jika Reina begitu terluka dan kecewa. Dia merasa di bohongi oleh pria yang paling dia percaya selama hidupnya ini.
Tak terasa air mata menetes begitu saja di sudut matanya. Reina begitu terluka dengan semua ini. Elion adalah pria yang paling dia percaya selama ini. Namun, pria itu juga yang membuatnya terluka dan kecewa pada cinta pertamanya. Membuat Reina seolah tidak lagi percaya akan cinta.
Pagi harinya, Reina telah siap untuk berangkat bekerja. Tapi saat dia keluar dari kosan nya, tiba-tiba Reina di kejutkan oleh kehadiran Darren di parkiran kosan nya ini. Segera Reina menghampiri Darren yang berdiri menyandar di bagian depan mobilnya.
"Loh kok kesini pagi-pagi begini, Dar?"
Darren tersenyum "Pengen jemput kamu untuk kerja"
Reina mengerutkan kening bingung "Lah, kan aku bawa motor sendiri. Kamu gak perlu repot-repot menjemput aku kesini"
"Gak papa, kebetulan aja aku lewat. Kan searah juga kantorku dan kantor tempat kerjamu"
Benar juga si. Gumam Reina, akhirnya dia ikut bersama Darren untuk pergi bekerja hari ini. Di dalam mobil Reina hanya lebih banyak diam, fikirannya masih di penuhi dengan bayangan Elion dan segala ucapnya saat dia menyatakan cinta dan juga saat dia memutuskan Reina.
"Sudah sampai Rein"
Reina seolah baru tersadar saat mendengar suara Darren. Dia menoleh dan tersenyum meski terkesan senyum yang di paksakan. "Makasih ya Darren, sudah repot-repot mengantarkan aku kerja"
"Gak papa Rein, kayak sama siapa aja"
Reina tersenyum lalu dia keluar dari mobil Darren. Semua ini hanya salah satu dari rencana Darren untuk kembali mendekati Reina dan merebut hatinya.
Tunggu saja Rein, kau akan menjadi milikku.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Dua hari berlalu sejak Reina pindah dari rumah Elion. Malam ini, Elion kembali bertemu dengan Raekal juga istrinya. Elion berharap semuanya akan berakhir malam ini dan dia bisa segera kembali pada Reina. Dua hari tidak melihat Reina, membuat Elion begitu merindukan gadis itu.
"Bagaimana?"
Azea merogoh tas selempangnya lalu memberikan benda kecil itu pada Elion. "Sudah, aku sampai beberapa kali gagal karena hampir ketahuan dan tidak tahu juga kode brangkas milik Kakak. Tapi, akhirnya aku bisa mendapatkan ini"
Raekal segera membuka laptopnya dan memasukan flesdisk itu, mulai mengutak ngatik laptop untuk menemukan file yang sedang mereka cari. Cukup lama Raekal mengutak ngatik laptopnya, namun hasilnya tetap tidak ada.
Raekal menggeleng pelan "Gak ada El"
Elion mengusap wajah frustasi, semuanya benar-benar di luar dugaannya. Entah dimana Zayna menyimpan file itu. Elion mencoba mengambil alih laptop dari Raekal. Dia masih penasaran dan ingin mencarinya sendiri. Sampai Elion hampir putus asa karena tidak juga menemukan file yang dia cari. Namun, sebuah file dengan nama email menbuat Elion tertarik untuk membuka file itu.
Elion tersenyum tipis saat dia menemukan file yang sedang dia cari. "Sepertinya ini Kal, tapi kenapa tidak bisa di buka"
Raekal kembali mengambil alih laptop, dia mencoba membuka file itu dan memang tidak bisa terbuka. "Sepertinya ini sudah di hapus dan di kirim pada email ini"
Elion memperhatikan alamat email yang tertera di laptop. Sepertinya dia pernah melihat nama email itu. Elion mencoba memikirkannya, sampai dia akhirnya ingat dan Elion menggeleng tidak percaya saat dia mencoba meyakinkan jika alamat email itu memang benar dengan alamat email yang dia ketahui siapa pemiliknya.
"Ini adalah alamat email Darren"
Raekal langsung menatap Elion "Darren? Riko Darrendra maksudmu? Apa itu mungkin?"
"Aku juga merasa ini tidak mungkin, tapi mengingat jika Darren pernah menyatakan cinta pada Reina, ini semua menjadi mungkin"
"Kau tenang saja El, jika alamat emainya sudah ada aku bisa mencoba meretasnya dan menghapus file yang telah di kirimkan oleh Zayna"
Elion tersenyum lega, semoga saja kali ini semuanya bisa teratasi. Semuanya bisa segera selesai.
"Cobalah Kal, aku akan menebak sandinya karena semua tentang Darren aku juga tahu"
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
Author sedih karena like nya dikit amat.. hua..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Bunda Azzam
maaf sebelumnya ya thor klu menurut ku ceritanya bagus banget hanya saja penggunaan katanya aja yg agak kurang pas klu menurut ku mending ngk usah terlalu menggunakan bahasa/kata formal karna aku sebagai pembaca setia merasa sejauh ini cerita2 yang bagus yg pernah ku baca lebih banyak pake kata2 yg biasa digunakan sehari2 aja soalnya itu akan membuat pembaca lebih merasa masuk atau bisa mendalami bacaan
tpi menurut ku sejauh ini udh bagus ko ceritanya juga ngena yaa tapi menurut ku cuma itu aja sih bahasa/kata2nya terlalu formal
maaf sekali lagi klu aku sok tau atau sok menilai tpi klu dri sudut pandang ku begitu😁
2023-09-12
0
Neng Ati
mulai ngikutin dan iya ceritanya bgs,semangat ya author
2022-11-28
0
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
padahal semua novel Thor bagus" ya
2022-11-19
0