Akhirnya Elion benar-benar tidak mempunyai pilihan lagi selain menuruti kemauan Zayna untuk saat ini sebelum dia benar-benar bisa menghapus video memalukan itu dari ponsel Zayna. Waktu dua hari benar-benar tidak membuat Elion bisa melakukan apa-apa tentang masalah ini. Dia tetap harus bersabar dan menemukan cara yang tepat untuk melawan Zayna dan orang-orang suruhannya.
Reina merasa suasana mulai tidak nyaman saat Elion dengan tiba-tiba mengajaknya ke ruang kerja untuk hal yang ingin di bicarakan. Namun, Reina yakin bukan hal baik yang ingin Elion katakan padanya. Terlihat sekali dari tatapan matanya dan mimik wajahnya itu.
Sebenarnya ada apa nih? Kok gue mulai was-was ya..
"Rein, sepertinya kita memang tidak bisa melanjutkan hubungan ini"
Deg..
Reina benar-benar merasa dunianya terhenti seketika. Ucapan Elion bagaikan petir dasyat yang menyambar tubuhnya. Kebahagiaannya hancur bagaikan daun kering yang berjatuhan di musim gugur. Berserakan tanpan arah. Di saat Reina telah benar-benar menyerahkan semuanya untuk Elion. Namun, kenapa pria itu mengatakan itu padanya. Apa alasannya? Reina benar-benar tidak mengerti.
"Mak-maksud Daddy?"
Saking tidak percayanya dengan apa yang Elion ucapkan padanya barusan. Reina sampai tergagap untuk bisa berbicara. Hubungan mereka hanya baru dua hari. Lucu sekali jika harus berakhir sesingkat ini. Bahkan hubungan mereka tidak bisa di katakan seumur jagung. Hubungan mereka lebih singkat dari itu jika benar-benar harus berakhir saat ini.
Elion memalingkan wajahnya, dia tidak akan sanggup untuk melihat wajah menyedihkan Reina saat dia mengakhiri hubungan ini. Cinta yang Elion rasakan sedang mekar-mekarnya, namun semuanya terpaksa Elion akhiri. Semuanya hanya demi Reina, Elion yakin semuanya hanya akan sementara saja. Semoga.
"Semua ini salah Rein, kau adalah anak ku dan aku adalah Ayahmu. Tidak seharusnya kita seperti ini. Jadi, mulai hari ini lanjutkanlah kehidupanmu dan kita kembali ke status kita yang dulu. Hubungan antara Ayah dan anak. Tidak lebih dari itu!"
Elion berdiri dan segera berlalu meninggalkan Reina yang masih mematung di tempatnya. Elion tidak ingin terlalu lama bersama Reina, karena dia takut tidak bisa menahan diri.
Menutup pintu ruang kerja, Elion langsung bersandar di pintu. Menghembuskan nafas berat. Elion merogoh ponselnya di dalam saku celana, segera mengirimkan pesan pada Zayna agar wanita itu tidak benar-benar akan menyebar luaskan rekaman video memalukan itu.
Elion tahu, apa yang di ucapkan Zayna bukanlah hanya sekedar ancaman. Zayna pasti akan melakukannya.
Aku sudah memutuskan hubunganku dengan Reina. Apa kau puas?
Begitulah isi pesan yang Elion kirim pada nomor ponsel Zayna. Pesan itu hanya terbaca dan tidak mendapat balasan apapun. Elion tidak peduli mendapat balasan atau tidak dari Zayna. Dia hanya sedang mencoba terlihat biasa saja di depan Reina esok hari dan hari-hari selanjutnya.
Sementara itu, Reina masih diam di tempat duduknya. Semuanya masih terasa mimpi bagi Reina. Elion memutuskannya setelah Reina benar-benar memberikan apa yang paling berharga di hidupnya. Apa semuanya benar-benar berakhir sesingkat ini?
Reina benar-benar tidak menyangka jika Ayah angkatnya itu ternyata hanyalah seorang lelaki bere*ngsek yang tidak bertanggung jawab. Detik ini, Reina membenci Elion.
Bere*ngsek... Aku membencimu Elion.
Teriak Reina di dalam hati. Reina merasa hidupnya telah benar-benar hancur setelah hari ini. Kehidupannya tidak akan lagi sama dengan hari esok. Reina sudah tidak punya masa depan lagi. Semua masa depannya telah di ambil oleh si berengsek, Elion. Reina bersumpah akan membenci pria itu. Tidak peduli lagi dengan cinta yang dia punya untuk Elion. Saat ini Reina hanya ingin membenci pria itu.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Pagi ini Reina telah siap dengan pakaian kerjanya, tidak ada lagi dia menyiapkan sarapan untuk Ayahnya. Reina sudah benar-benar menjadi gadis dingin di depan Elion. Dia hanya ingin membuktikan jika dirinya bisa hidup tanpa cinta dari Elion. Benarkah? Reina juga tidak yakin dengan hal itu, tapi dia akan tetap mencoba dan berusaha melupakan cintanya pada Elion.
Reina keluar dari kamarnya, tepat sekali karena Elion juga keluar dari kamarnya. Kamar mereka hanya terhalang ruang kerja saja. Jadi mereka tentu tidak akan terlalu bisa saling menghindar saat masih hidup di satu atap.
Reina segera berjalan menuju tangga dan menuruni anak tangga dengan cepat. Malas sekali, jika Reina harus menyapa Ayahnya itu. Pria yang telah melukai hatinya secara bertubi-tubi.
Elion hanya menghela nafas saat melihat sikap dingin Reina. Dan itu wajar setelah apa yang di lakukan Elion padanya. Elion melangkah menuju tangga, namun suara teriakan seseorang benar-benar membuatnya terkejut. Di bawah sana sudah ada Zayna yang tersenyum manis padanya. Tapi, Elion benar-benar membenci senyuman wanita itu.
Reina yang masih di anak tangga terakhir di lantai bawah, langsung terkejut melihat kehadiran Zayna. Apalagi dengan panggilan wanita itu pada Ayah angkatnya.
"Morning Honey"
Sungguh Reina sangat muak dengan wajah Zayna yang di buat sok imut itu. Dengan segera Reina melewati tubuh Zayna dengan sedikit menyenggol bahu Zayna. Namun, Zayna hanya tersenyum dengan mengusap bahunya seolah ada debu di sana. Hal itu membuat Reina semakin kesal. Dia memilih segera berlalu ke dapur.
"Ada apa kau kesini?" Tanya Elion dingin, dia bahkan tidak menatap Zayna sedikit pun. Tatapannya malah ke arah mana Reina pergi tadi.
Zayna mendekat ke arah Elion dan bergelayut manja di tangannya. Elion mencoba melepaskannya, namun Zayna tidak menyerah. Dia terus melingkarkan tangannya di lengan Elion, membuat pria itu semakin kesal.
Reina yang menggigit sepotong roti tawar yang telah dia olesi dengan selai coklat di dalamnya. Berjalan dari arah dapur menuju ruang tamu, Reina hampir saja menjatuhkan roti yang sedang di gigitnya saat melihat adegan yang luar biasa membuat hatinya panas sekali.
Zayna sedang merangkul lengan Elion dan saat Reina datang Zayna langsung memberikan kecupan cukup lama di pipi Elion dengan satu tangannya lagi mengusap-ngusap dada Elion dengan menggoda. Reina benar-benar muak melihat adegan itu. Dia segera pergi dari sana dengan hati yang tersakiti.
Jadi ini alasan Dad, memutuskan hubungan kami. Tega sekali. Hati Rein sakit, Dad.
Hati Reina lebih sakit saat tahu jika Elion memutuskan hubungan mereka karena hubungan dia dan Zayna. Semuanya karena Zayna. Lalu, apa Elion tidak melihat sedikit saja rasa cintanya. Reina bahkan sudah rela menyerahkan semuanya pada Elion. Namun, inilah balasan Elion padanya. Membuat Reina benar-benar terluka setelah hatinya memang sudah terluka.
Aku membencimu, Dad!
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Retno Anggiri Milagros Excellent
sabar Raina
2024-02-09
0
Erna Fadhilah
dasar ulat bulu zayna
2022-12-28
0
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
gereget deh sama ulet keket
2022-11-19
0