Hiks...
Sudah beberapa menit yang lalu Elion selesai menceritakan semuanya. Tapi sampai saat ini, Reina masih saja terisak. Gadis itu menangis di pelukan Elion dengan sesekali memukul dada pria itu dan memakinya dengan kesal.
"Kenapa gak cerita dari awal coba. Jadinya aku gak salah faham kayak gini" kesal Reina, apalagi jika dia mengingat perkataan kejamnya pada Elion.
Elion mengecup puncak kepala Reina dengan tangan yang memeluk erat gadisnya itu. "Sudahlah, semuanya sudah berlalu. Yang aku butuhkan saat ini, adalah kamu yang selalu berada di sisiku"
Reina mendongak dengan mata sembab dan hidung yang memerah akibat menangis, membuat Elion gemas dan juga kasihan pada gadisnya yang menangis sampai segitunya karena kasihan padanya.
"Tuhkan sampai merah begini hidung kamu, matanya juga bengkak. Udah jangan nangis terus. Mulai sekarang kita lewati semuanya sama-sama. Pokoknya mulai sekarang, tidak ada yang boleh di tutup-tutupi dari kita. Harus saling jujur satu sama lain" kata Elion, dia tidak mau membuat kesalah fahaman lagi dan membuat hubungannya dengan Reina menjadi kacau.
"Iyalah, salah Dad kemarin gak kasih tahu aku apa yang sebenarnya terjadi. Membuat aku kesal dan marah saja"
"Yasudah sekarang tidak perlu marah lagi. Kita pasti bisa melewati semuanya"
Akhirnya sejak saat itu, Reina dan Elion kembali bersama dengan cinta mereka yang semakin tumbuh besar di hati masing-masing. Elion tidak menyesal dengan keputusannya meninggalkan keluarganya itu demi Reina. Karena dia sekarang bisa merasakan bahagia yang luar biasa.
Apalagi dengan waktunya yang semakin banyak bersama Reina, karena dirinya yang belum juga mendapatkan pekerjaan. Elion hanya mengandalkan hasil dari penanaman sahamnya di beberapa perusahaan yang tentunya masih mencukupi kebutuhan dirinya dan Reina.
"Rein, berangkat kerja dulu ya Dad"
Elion yang sedang duduk diam di atas sofa ruang tamu langsung menatap gadisnya dengan tajam. Tidak suka dengan panggilan Reina. Mereka telah menyetujui untuk merubah panggilan mereka satu sama lain setelah kini resmi menjadi sepasang kekasih lagi setelah banyaknya rintangan di antara keduanya.
"No Sayang, aku bukan lagi Daddy mu"
Reina langsung tersenyum, dia menghampiri Elion dan memberikan kecupan hangat di pipinya. "Rein pergi dulu ya Mas El. Bye"
Elion tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya saat mendapatkan ciuman kejutan dari gadis kecilnya. Dia tersenyum melihat Reina yang berlalu dari rumahnya. Sudah sering menawarkan untuk mengantarkan Reina, tapi gadis itu tetap tidak mau. Dia selalu menolak dengan bermacam alasan agar Elion tidak mengantarnya ke tempat bekerja.
Hari-hari berikutnya hanya seperti ini, Reina dan Elion hanya terus saling memberikan cinta dan kasih sayangnya dengan cara masing-masing. Bagaimana Reina yang masih suka menggoda Elion dan berakhir dengan dirinya yang tidak bisa menandingi kekuatan Elion di atas ranjang.
"Sudahlah Mas, aku lelah"
"Sebentar lagi Sayang, tanggung"
Elion menyerang nikmat saat pelepasannya yang ke sekian terjadi di dalam milik Reina yang membuatnya menggila karena itu. Elion ambruk di samping Reina dan memeluknya dari belakang. Mengecup beberapa kali bahu polos Reina.
"Mas, kalo nanti Rein hamil gimana?"
Sungguh, Reina sedang sangat memikirkan hal itu. Melakukan ini dengan sangat sering dengan Elion, tentu resiko mengandung anak Elion akan semakin besar. Sebenarnya Reina selalu ingin menolak saat melakukannya, namun tubuhnya juga menginginkan sentuhan itu. Tubuhnya benar-benar tidak bisa menolak setiap sentuhan hangat yang memabukkan dari Elion, membuat Reina selalu terbuai setiap malamnya.
"Aku senang jika kau hamil. Sepertinya, kita harus mulai merencanakan pernikahan kita sesegera mungkin. Sebelum kamu benar-benar hamil anak aku, meski hal itu tidak menjadi pengaruh apapun untuk aku. Aku akan tetap mencintamu"
"Tapi, bagaimana dengan Oma? Tante Alena juga?" lirih Reina
Dua orang itu masih menjadi kendala dalam hubungan Reina dan Elion. Meski sering kali Elion mengatakan jika Reina tidak perlu memperdulikan mereka lagi. Tapi, hati dan fikiran Reina tetap memikirkannya. Reina juga ingin seperti wanita lain, yang menikah karena restu keluarga. Semnetara, Elion menjadi renggang bersama keluarganya juga karenanya. Reina benar-benar frustasi jika memikirkan hal itu.
Elion melepaskan pelukannya dari Reina, dia mengubah posisinya menjadi menghadap langit-langit kamar. Elion juga memikirkan itu, tapi keegoisan Ibunya sudah benar-benar membuat Elion muak saat ini. Elion hanya ingin memilih masa depannya sendiri. Tanpa ikut campur Ibunya yang selalu mengatur hidupnya.
Reina berbalik menjadi menghadap Elion yang tidur terlentang menatap langit-langit kamarnya. Reina tahu jika Elion juga bingung dengan semua ini. Dengan perlahan Reina beringsut ke dada Elion. Memeluk pria itu dengan menyandarkan kepalanya di dada Elion.
Elion mengecup puncak kepala Reina. Keduanya hanya saling berpelukan hingga terlelap. Tidak ada lagi pembahasan apapun. Mereka terlelap dengan saling berpelukan.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
"Jadi karena ini kamu tidak mau menemuiku saat itu? Tatapan bencimu dan sikap teman kerjamu. Katakan siapa dia?"
Elion menatap nyalang pada Reina. Dia baru saja masuk ke dalam kamar dan melihat ponsel Reina yang tergeletak dan menampilkan postingan yang semakin hari semakin banyak yang lihat dan yang mengomentari. Elion benar-benar tidak tahu soal postingan itu. Dia tidak terlalu aktif di sosial media yang tidak berkaitan dengan bisnis. Dan sekarang Elion tahu permasalahan Reina. Dan dia sangat marah pada gadisnya yang tidak bercerita apapun tentang hal ini.
Reina menunduk dengan memegang ponselnya. Akhirnya semuanya ketahuan juga. Sebenarnya Reina ingin mengurus hal ini sendiri, tanpa melibatkan Elion. Tapi prianya itu sudah tahu duluan sebelum Reina benar-benar bisa menyelesaikan semuanya.
"Siapa pemilik akun itu Reina? Jawab! Kamu tidak mungkin tidak tahu 'kan"
Reina semakin kuat merem*as ponselnya. Sebenarnya dia ingin menutupi semua ini, bahkan bisa saja Reina melaporkannya atas pencemaran nama baik. Tapi, yang menyebarkan scandal itu adalah sahabatnya sendiri. Orang yang paling Reina percaya selama ini. Bahkan sudah beberapa kali Reina menghubunginya, tapi nomor ponselnya tidak aktif. Bahkan datang ke rumahnya pun, Rista tetap tidak ada di rumahnya. Entah kemana gadis itu pergi setelah memunculkan masalah di hidup Reina.
"Rista" lirih Reina
"Kurang ajar!"
Reina langsung memegangi lengan Elion dan menahan pria itu agar tidak langsung pergi mencari Rista dan memberikan pelajaran pada gadis itu. Reina tidak mau Elion menyakiti sahabatnya. Meski apa yang di lakukan Rista sudah sangat keterlaluan.
"Mas, jangan pergi. Rein akan mencoba menghubungi Rista dan membicarakan soal ini. Rein tidak mau jika kamu akan melukainya, Mas. Dia itu sahabat aku"
"Sahabat? Sahabat macam apa yang melakukan ini pada sahabatnya. Disini hanya kamu yang menganggapnya sahabat. Dia tidak Rein"
Rein mendongak dan menatap wajah marah Elion yang berdiri di depannya. Memasang wajah memelas agar Elion mau menuruti apa katanya. "Plisss. Aku hanya ingin menyelesaikan semua ini dengan baik-baik"
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Retno Anggiri Milagros Excellent
yah itu karena ada campur tangan Darren .. lemoar batu sembunyi tangan. 🙏😂😍
2024-02-09
0
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
wah kira" Resta kemana ya
2022-11-19
0