Reina mengerjapkan matanya saat sinar mentari pagi masuk lewat celah jendela. Samar Reina melihat tubuh tegap yang sedang membuka tirai jendela kamarnya. Reina tahu siapa pria itu, tentu saja seseorang yang telah menidurinya semalam.
Ketika ingat apa yang di lakukannya semalam, membuat Reina malu dan langsung menarik selimut untuk menutupi wajahnya. Pantas saja Reina di juluki gadis bar-bar oleh teman-temannya. Karena dalam hal ranjang pun dia begitu mendominasi sebagai seorang wanita.
Karena menahan rindu selama itu dan Reina yang sudah lelah untuk berpura-pura bahagia saat bersama Darren. Dan terlihat biasa saja saat melihat kedekatan Elion dan Zayna.
Jujur, Reina begitu tersiksa dengan semua ini. Hingga tadi malam dia benar-benar meluapkan segala rindu bercampur kesal di atas ranjang bersama Elion. Reina seolah melupakan apa yang pernah dia katakan pada Elion. Untuk mencoba melupakannya. Karena nyatanya Reina tidak bisa menghapuskan perasaan itu, sedikit saja. Reina tidak bisa.
Elion berbalik dan melihat sebuah pergerakan dan gumaman kecil di bawah selimut. Dirinya tersenyum dan mendekat ke arah tempat tidur, duduk di pinggir tempat tidur. Dengan perlahan Elion menarik selimut yang menutupi wajah Reina. Dan gadis itu langsung terbelalak kaget dengan hal itu.
"Selamat pagi Sayang" kata Elion dengan senyuman hangat, senyuman bahkan sangat sulit di tunjukan di setiap harinya.
Deg..
Duh Reina semakin malu saja, wajahnya sudah memanas dan dia yakin sudah pasti wajahnya berubah merah. Reina semakin mengeratkan selimut di dadanya, takut tubuh polosnya akan terlihat.
Elion mengelus kepala Reina lalu memberikan kecupan di keningnya "Mandi sana, biar aku siapkan sarapan untukmu"
Aku? Sejak kapan Elion merubah panggilan untuk dirinya pada Reina. Tidak ada lagi panggilan Daddy untuknya. Sungguh, Reina hampir tidak percaya dengan hari ini.
"Dad, apa artinya kejadian semalam?"
Reina harus memastikan semuanya, jika Elion memang benar-benar melakukannya atas dasar cinta bukan karena naf*su sesaat. Reina menatap cemas pada Elion yang terlihat berfikir untuk menjawab pertanyaan Reina. Semakin panik saat Elion masih juga belum menjawabnya setelah sekian detik berlalu.
Cup....
Tiba-tiba saja Elion memberikan kecupan lembut di bibirnya. Reina terdiam beberapa saat sampai perlahan dia mulai memejamkan matanya. Elion memberikan luma*tan lembut di bibirnya. Keduanya saling memberikan kehangatan di pagi hari dengan menunjukan perasaan masing-masing.
Elion melepas tautan bibir mereka, dia menatap penuh cinta pada Reina. "I Love You"
Reina tersenyum puas saat mendengar ungkapan cinta dari Elion. Dia menatap mata Elion yang jelas memancarkan ketulusan saat mengungkapkan cintanya itu. Kini, Reina yakin jika Elion benar-benar mencintainya.
"Oke"
Elion mengerjap tidak percaya dengan jawaban Reina yang begitu membingungkan bagi Elion. "Oke?" Elion mempertanyakan apa maksud dari kata Oke yang Reina ucapkan itu.
"Kan Rein udah pernah mengatakan cinta sama Daddy, tapi Dad malah nyuruh Reina berhenti mencintai Daddy. Jadi, hari ini Rein anggap ungkapan cinta Daddy itu adalah balasan yang waktu itu. Tidak perlu Rein jawab lagi 'kan? Jadi, mulai sekarang kita adalah kekasih. Rein bukan lagi anak Daddy"
Elion terkekeh lucu mendengar penjelasan Reina. Dia mengelus kepala Reina dan mengecup keningnya yang langsung beralih ke bibir dan mereka pun berciuman dengan begitu lembut tapi penuh dengan gairah.
Akhirnya yang terjadi semalam, kembali terulang di pagi hari.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
"Ada apa si?" Tanya Darren malas, saat Zayna terus memaksanya untuk pergi berdua karena ada yang ingin di bicarakan. Namun, Darren merasa jika yang ingin di bicarakan oleh Zayna adalah hal tidak penting. Tapi karena Zayna terus memaksa dengan menarik-narik tangannya membuat Darren akhirnya mau tidak mau mengikutinya.
Berhenti di sebuah bukit dengan pemandangan hijau yang indah di pandang mata. Darren hanya menatap lurus pada bukit hijau itu, saat ini suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja. Dia masih merasa terluka dengan apa yang Reina perbuat dengan pamannya tadi malam. Bahkan Reina belum menjawab ungkapan cintanya, tapi dengan apa yang Darren dengar tadi malam. Sudah cukup sebagai jawaban.
Beberapa saat mereka hanya saling diam, akhirnya Zayna buka suara lebih dulu. "Aku ingin kau bekerja sama denganku untuk memisahkan Elion dan Reina"
Darren langsung menoleh ke arah Zayna, dia menatap wajah gadis itu yang menunjukan keseriusan. "Caranya?"
Tidak munafik, jika Darren juga ingin memisahkan mereka berdua. Darren masih mencintai Reina yang sekarang bertambah menjadi sebuah obsesi. Sakit hati yang dia rasakan harus di rasakan juga oleh Elion dan Reina. Cintanya yang selama bertahun-tahun itu akhirnya harus terkhianati dengan perlakuan Reina dan Elion.
"Aku mempunyai ini"
Zayna menunjukan sebuah video di dalam ponselnya. Tentu Darren begitu terkejut melihat video yang di putar di ponselnya, bukan hanya terkejut Darren bahkan sampai memegang dadanya yang terasa berdenyut nyeri dan juga marah dengan semua yang dia lihat di video itu.
Pagi tadi, Zayna kembali mendengar suara-suara orang bercinta dari dalam kamar Reina. Dan bodohnya Elion tidak mengunci pintu kamar sejak semalam, membuat Zayna membuka sedikit pintu lalu memasukan tangannya yang memegang ponsel. Zayna berhasil mengambil video memalukan itu di ponselnya. Dimana Reina dan Elion sedang bercucuran keringat karena pertempuran mereka di atas ranjang.
"Kau gila, kenapa kau bisa mendapatkan ini?" Teriak Darren tertahan
Zayna tertawa puas "Tentu saja aku bisa, karena aku cerdas. Kita bisa menggunakan ini untuk mengancam Elion agar bisa melepaskan Reina. Dengan itu kau bisa bersama Reina dan aku bisa bersama Elion"
Darren berfikir sejenak, dia tidak yakin dengan rencana Zayna. Namun, hatinya yang terluka membuat Darren menutup hati nuraninya. Yang dia inginkan adalah Reina. Hal itu membuat Darrem menyetujui rencana Zayna.
Sore hari mereka pulang dari villa ini, seminggu pas mereka berlibur disini. Dan tempat ini menjadi kisah terindah untuk Reina dan Elion. Tidak ada yang curiga karena keduanya masih bersikap biasa saja di depan keluarganya. Hanya Darren dan Zayna yang mengetahui soal scandal di antara mereka.
Karena paksaan Nyonya Rinjani, membuat Elion menjadi satu mobil dengan Zayna. Sementara Reina bersama Darren, Elion menatap tidak suka saat Darren membukakan pintu mobil untuk Reina. Namun, Elion masih belum bisa melakukan apapun saat ini karena hubungan mereka masih menjadi rahasia.
Di perjalanan Zayna mencoba untuk mengajak Elion mengobrol. Tapi pria itu tidak menanggapinya. Elion hanya fokus pada jalanan dan kemudinya.
"Tinggalkan Reina, El"
Perkataan Zayna itu berhasil membuat Elion menginjak rem mendadak. Tubuh mereka sampai terhuyung ke depan. Elion menatap tajam ke arah Zayna, apa yang barusan di katakan Zayna menunjukan jika wanita itu telah mengetahui tentang hubungannya dengan Reina.
"Tinggalkan Reina atau video ini akan ku sebar saat ini juga"
Deg...
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Retno Anggiri Milagros Excellent
Zayna .. keterlaluan..
2024-02-09
0
Erna Fadhilah
apa reyna udah biasa melakukan adegan 21+,,, kok waktu melakukan sama dadynya pas pagi pagi ga ngerasain sakit di area sensitifnya,,,, dan emang reyna sama daddynya bodoh masak ngelakuin kaya gitu lupa kunci pintu 🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️kan jadi ketahuan
2022-12-28
0