Reina pulang ke kosannya dengan wajah yang lesu. Hampir semua komentar di postingan itu, menyudutkannya dan mengatainya. Reina benar-benar tidak tahu harus bagaimana menanggapi semua ini. Apalagi dengan akunnya yang di tandai oleh si pembuat cerita itu, tentu saja banyak teman kantor dan teman sekolahnya yang melihat itu semua. Apalagi yang berteman dengannya di sosial media.
Seseorang yang berdiri di depan kosannya membuat Reina semakin kacau. Di saat dia sedang tidak ingin melihat wajah pria yang telah menghancurkan hidupnya. Pria itu malah muncul dengan senyuman bahagia di wajahnya. Apa dia bahagia dengan penderitaan yang Reina rasakan saat ini. Saat semuanya tersebar luas dan semua orang sebagai menghujatnya sekarang. Tapi, masih bisakah Elion tersenyum dengan begitu bahagianya di saat semuanya sedang benar-benar kacau.
"Sayang..."
Gila.. Bahkan dia bisa setenang itu memanggilnya dengan sebutan itu. Reina sampai ingin menampar wajah pria tak berhati itu, seenaknya dia menghancurkan hidup Reina dan sekarang hadir dengan raut wajah bahagia. Apa dia begitu bahagia dengan penderitaan yang Reina alami saat ini.
"Ngapain kesini? Pergi, aku tidak mau bertemu denganmu lagi"
Elion begitu terkejut dengan apa yang dikatakan Reina. Seharusnya Reina bahagia melihat kedatangannya, seperti Reina yang biasanya menggoda Elion. Namun, Reina malah menunjukan kebenciannya pada Elion bahkan sebelum Elion mengatakan kabar bahagia yang akan dia katakan.
"Pergi dari sini, aku gak mau melihat wajahmu"
Reina mengambil kunci dari tas selempangnya dan segera membuka pintu. Elion ingin mencoba untuk menghalangi Reina yang ingin masuk ke dalam kosannya dengan menahan pintu agar tidak terbuka lebar.
"Apaan si, lepasin gak. Lebih baik pergi sana" kata Reina dengan memalingkan wajahnya, dia tidak ingin melihat wajah Elion.
"Ada apa si? Kamu kenapa?"
Reina menoleh, dia menatap nyalang pada Elion. Bisa-bisanya pria itu masih bertanya seperti itu setelah apa yang dia lakukan pada Reina. "Kenapa? Hidup aku udah hancur gara-gara Daddy, masih belum cukup juga Daddy menghancurkan hidup aku Hah? Sekarang Daddy pergi darisini, jangan pernah temui aku lagi!"
Reina masuk ke dalam kosannya dan menutup pintu dengan kasar. Dia tidak ingin kembali terperangkap pada Elion yang jelas-jelas telah menghancurkan kehidupannya. Reina menyandar di balik pintu, air mata yang sejak tadi di tahannya. Kini, tumpah juga. Reina menangis sejadi-jadinya. Semuanya terlalu sulit untuknya, apalagi dia harus menghadapi tentang scandal yang sedang tersebar dan menjadi perbincangan banyak orang. Bagaimana Reina harus menghadapi semuanya?
Sementara itu, di luar Elion masih berdiri diam di depan pintu kamar kos Reina. Elion benar-benar tidak mengerti kenapa Reina tiba-tiba semarah itu padanya. Karena sejak Reina izin pindah pun, dia tidak terlihat semarah itu padanya. Elion menjadi bingung dengan semuanya.
Sebenarnya apa yang terjadi. Aku kesini hanya untuk menjelaskan semuanya dan memperbaiki hubungan kami. Tapi ternyata tidak semudah itu.
Elion akhirnya memutuskan untuk pergi, dia membiarkan Reina untuk menenangkan dirinya dulu. Sebelum Elion akan datang lagi dan menjelaskan semuanya.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Besok paginya, Reina kembali di hadapkan dengan dua pria yang tiba-tiba menjemputnya untuk bekerja. Reina menatap Darren dan Elion yang berdiri berdampingan, tapi tidak saling menyapa. Tidak seperti keponakan dan paman pada selayaknya. Namun, Reina tidak ingin memperdulikannya. Saat ini dia sedang tidak mau berbicara dengan siapapun.
"Rein berangkat sama aku"
"Gak! Kamu harus berangkat sama Dad"
Reina berjalan menuju motornya tanpa menghiraukan kedua pria itu yang sedang saling melempar tatapan permusuhan. Reina menyalakan mesin motornya dan segera melajukan motornya meninggalkan dua pria yang membuatnya jengah dan membuat mood nya buruk karena kehadiran mereka.
Elion dan Darren yang baru sadar dengan kepergian Reina langsung menoleh ke arah suara motor yang melaju semakin jauh dari tempat mereka berada.
Sial..
Keduanya saling menatap tajam sebelum akhirnya mereka pergi meninggalkan kosan Reina. Hingga sore hari nya, Elion masih tetap datang ke kosan Reina. Pria itu benar-benar tidak ada kata menyerah sebelum dia mendapatkan maaf dari gadisnya itu. Elion tahu jika Reina pasti sangat kecewa dengan sikapnya. Tapi, semuanya Elion lakukan hanya demi kebaikannya. Elion hanya tidak ingin Reina akan ikut sedih dan kefikiran tentang masalah yang di ciptakan Zayna.
Reina kembali dari tempat kerjanya, hari ini cukup melelahkan baginya karena hampir semua teman kerjanya tidak ada yang mau dekat dengannya. Bahkan saat makan siang pun, Reina hanya sendirian di saat semuanya makan bersama teman kerja mereka.
Dan sekarang dia harus menghadapi Ayahnya yang tidak ada puasnya mengganggu hidupnya. "Ada apalagi si datang kesini? Udah aku bilang, aku gak mau ketemu lagi sama Daddy. Apa itu gak cukup?"
Elion memaksa meraih tangan Reina, dia benar-benar tidak sanggup melihat Reina yang terus menerus membencinya. "Rein dengerin dulu, aku bisa jelaskan semuanya. Kita bisa bicara baik-baik"
"Cukup Dad! Aku udah terlalu hancur karena Daddy. Melihat Daddy hanya membuatku terluka, jadi lebih baik Daddy pergi dan jangan pernah menemuiku lagi"
Deg
Elion mematung mendengar ucapan Reina. Ucapan Reina benar-benar menusuk tepat di hatinya. Elion merasa sakit mendengar semua yang di katakan Reina berusan. Dia adalah luka bagi Reina. Elion hanya membuat gadisnya terluka dengan kehadirannya.
Reina masuk ke dalam kosan, meski dia merasa menyesal dengan apa yang saja dia katakan pada Elion. Tapi, ini lebih baik baginya. Lebih baik Elion membencinya daripada semuanya semakin rumit karena hubungan mereka yang sudah tersebar luas. Reina tidak ingin terus terjebak dengan cinta yang memang sudah terlarang baginya sejak awal.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
"Anak itu bisa di andalkan juga, rencananya cukup jitu untuk membuat hubungan Elion dan Reina semakin kacau"
Zayna tersenyum puasa melihat postingan sebuah akun yang menandai akun sosial media pribadi milik Reina. Melihat banyaknya komentar negatif tentang Reina membuat Zayna semakin puas.
"Sudah saatnya aku yang beraksi"
Zayna turun dari mobilnya dan berjalan anggun ke arah rumah mewah di depannya. Zayna sudah memasang wajah tersedihnya sejak turun dari mobil. Menekan bell rumah dan seorang pelayan membukakan pintu. Zayna segera masuk dan menemui seorang wanita yang sedang duduk di sofa ruang tamu. Zayna segera berlari menghampirinya.
"Tante, kenapa El melakukan ini? Aku sangat kecewa dengan El. Hiks.." tangisan darmatis tersebar memenuhi ruangan itu.
Rinjani tentu terkejut dengan kedatangan Zayna yang tiba-tiba di tambah dengan kondisi wanita itu yang menangis terisak.
"Ada apa Na? Apa yang Elion lakukan?"
Zayna menunjukan ponselnya yang masih menampilkan postingan tentang Reina dan Elion.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Retno Anggiri Milagros Excellent
nah.. bagaimana?
2024-02-09
0