Beberapa hari berikutnya, Reina masih melakukan hal-hal aneh hanya untuk menarik perhatian Elion. Seperti saat ini, Reina sedang membawa secangkir coklat panas untuk Ayahnya. Sengaja Reina mengantarkannya ke kamar Elion secara langsung. Sebenarnya, Elion tidak meminta untuk di buatkan itu. Hanya saja, Reina yang berinisiatif sendiri.
Reina masih ingin mendekati Elion meski dia sudah tahu jika Elion mulai menjalin hubungan asmara dengan Zayna. Tapi, bukan Reina namanya jika akan menyerah begitu saja.
Tok..tok..
Mengetuk pintu kamar sambil memanggil-manggil Ayahnya. Hingga beberapa saat kemudian, Elion membukakan pintu kamar. Reina langsung mematung saat melihat penampakan Elion saat ini. Elion hanya memakai jubah tidurnya, dada bidangnya terlihat jelas oleh Reina. Membuat dia berdebar gugup melihatnya.
"Ada apa Rein?"
Reina tersadar saat mendengar suara Elion. Bodoh banget si. Gumamnya saat Reina menyadari kelakuannya yang terlihat begitu gugup hanya karena penampilan pria di depannya ini.
Sedetik kemudian, Reina langsung merubah kembali mimik wajahnya. "Coklat hangat untuk, Daddy"
Elion mengangkat satu alisnya, bingung. Dia tidak memesan minuman ini pada anaknya, tapi Elion menerima saja secangkir coklat hangat yang di berikan oleh Reina itu.
"Terimakasih"
Reina tersenyum manis menanggapinya. Sementara Elion merasa bingung saat Reina tidak juga pergi dari hadapannya itu. Gadis itu masih saja berdiri di tempatnya, padahal Elion telah menerima minuman yang dia berikan.
"Yaudah, cepat tidur ya Rein"
Reina tersenyum simpul, dia tahu jika Ayahnya sedang menghindarinya. Tapi, bukan Reina jika akan menyerah begitu saja. Dengan secepat kilat, Reina mengecup bibir Elion yang dari tadi begitu menggodanya.
"Good night, Dad"
Reina berlari sambil melambaikan tangannya. Sementara Elion masih mematung, dia memegang bibirnya. Kenyal dan hangat kecupan dari bibir Reina masih begitu terasa.
Jantungnya tiba-tiba berdebar kencang, dia terlalu terkejut dengan kelakuan putrinya itu. Dia tidak bisa terus seperti ini. Semuanya akan kacau jika Reina masih terus berprilaku seperti ini. Elion tidak bisa menerima Reina yang seperti ini, dia masih sadar jika semua ini adalah cinta terlarang.
Aku Ayahnya, tidak boleh sampai aku juga memiliki perasaan lebih pada putriku sendiri.
Elion masih pada pendiriannya. Dia tidak bisa menikahi Reina, karena dia adalah putrinya. Tapi, kelakuan Reina yang seperti ini bisa saja membuatnya goyah.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Elion menuruni anak tangga setelah selesai bersiap untuk berangkat bekerja. Melihat Reina yang masih menata makanan di atas meja untuk sarapan pagi ini. Setelah bekerja, gadis itu mulai rajin bangun pagi. Tidak ada lagi drama kesiangan seperti saat dia masih sekolah, dulu.
"Pagi Dad"
"Pagi"
Reina tersenyum hambar saat Ayahnya kembali ke sikap dinginnya. Ayahnya memang sudah berubah sejak pernyataan cinta Reina padanya. Reina tahu jika Elion sedang mencoba menghindarinya.
"Dad, pagi ini aku ikut Daddy ya"
Elion sedikit mengerutkan keningnya, tidak biasanya Reina mau berangkat bersamanya. Tapi dia tidak menanyakan alasannya. Elion sedang menghindari pembicaraan terlalu banyak dengan Reina.
Akhirnya Reina berangkat bersama Ayahnya pagi ini. Suasana di dalam mobil begitu hening dan Reina tidak menyukai suasana seperti ini.
"Weekend besok, Oma ajak kita liburan semalam di villa keluarga. Sudah lama tidak ada acara kumpul keluarga. Kamu bersiaplah"
Sekalinya berbicara, Elion mengatakan hal yang membuat Reina tidak bersemangat. Acara pertemuan keluarga yang memang selalu di adakan setiap beberapa bulan sekali, tergantung ada waktu senggang untuk Elion dan Rio yang di sibukan dengan pekerjaan.
"Oke Dad"
Sampai di tempat kerja, Reina turun dari mobil Elion setelah dia lagi-lagi membuat Elion shock mendadak dengan kecupan di pipinya.
"Bye Dad, semangat kerjanya"
Reina berlari masuk ke dalam lobby kantor, setelah dia membuat Ayahnya shock dengan kelakuannya itu.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Akhirnya weekend ini Elion dan Reina benar-benar berangkat ke villa keluarga bersama keluarga Barney. Mereka pergi saat hampir jam makan siang. Nyonya Rinjani tentu menyambut anaknya dengan sumeringah, berbeda saat dia melihat Reina. Namun, Reina sudah terbiasa dengan itu.
Saat berjalan masuk ke dalam rumah mewah itu, Reina langsung merasa mood nya semakin buruk saat dia melihat Zayna yang duduk di ruang makan dengan tenang. Dia terlihat sedang mengobrol dengan Alena.
"El, sini duduk"
Seolah tahu tatapan tidak suka dari Reina, Zayna malah semakin memperlihatkan kedekatannya dengan Elion. Menarik tangan Elion agar terduduk di kursi sampingnya, lalu mereka melakukan cium pipi kanan dan kiri. Reina hanya diam, dia sedang mencoba menutupi perasaan cemburunya.
Elion menatap ke arah Reina yang masih diam di tempatnya. Elion jelas melihat ekspresi tidak suka dari anaknya namun kali ini dia mengerti jika tidak suka Reina bukan karena dia tidak mau mempunyai seorang ibu sambung. Tapi, karena perasaannya sendiri. Dan Elion memang harus menghentikan perasaan terlarang Reina dengan cara ini.
Suasana masih hening, sampai Darren datang dan mencairkan suasana yang hening ini.
"Rein, sini duduk samping aku"
Darren menarikan kursi untuk Reina duduk disana. Reina tersenyum, dia segera duduk di samping Darren. Lalu, mengucapkan terimakasih dengan senyuman manisnya. Hal itu tentu cukup menarik perhatian Elion, tidak biasanya Reina akan bersikap genit seperti itu pada Darren. Meski mereka sudah dekat dari kecil.
"Biar aku ambilkan makanan untukmu, Darren"
Dengan cekatan Reina mengambilkan makanan untuk Darren yang tentunya pria itu sudah tersenyum bahagia. Selama ini dia selalu mencoba mendapatkan perhatian dari Reina. Namun, gadis itu selalu bersikap acuh tak acuh padanya. Dan baru kali ini, Reina bisa bersikap manis seperti ini padanya.
Reina senang dengan hal ini, kehadiran Darren membuat dia bisa membalas sakit hatinya pada Elion. Reina hanya ingin melihat, apa benar jika Elion tidak mempunyai perasaan yang sama dengannya.
Elion merasa tidak suka melihat apa yang di lakukan oleh putrinya pada Darren. Namun, apa yang membuat Elion tidak suka? Wajar jika Reina melakukan itu pada Darren, mereka adalah saudara sepupu.
Dengan kesempatan ini, Zayna memanfaatkannya untuk mencari perhatian dari Elion. Dia juga mengambilkan makanan untuk Elion.
"Ini El"
Zayna menaruh piring berisi makanan itu di depan Elion. Tidak ada respon apapun dari Elion pada Zayna selain deheman. Elion menatap Reina, gadis itu terlihat menikmati makan siangnya. Lalu, apa yang Elion harapkan? Apa mungkin dia mengharapkan Reina akan melakukan hal yang sama saat acara makan siang di rumahnya beberapa waktu lalu.
"Darren, abis makan temenin aku jalan-jalan keliling villa yuk" kata Reina di sela-sela makan siangnya.
Tentu Darren langsung mengiyakan tanpa banyak bertanya. Bisa keluar bersama Reina saja, sudah sangat bersyukur untuknya. Tapi, ada ekspresi tidak suka dari Elion.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
dedy belum nyadar jika perasaannya sama dengan reina
2024-02-10
0
Retno Anggiri Milagros Excellent
Elion juga suka sama anak nya ya..
2024-02-09
0
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
terus reina panasin
2022-11-19
0