Sore hari, Reina baru saja pulang bekerja. Memarkirkan motornya di garasi, lalu dia segera masuk ke dalam rumah. Reina ingin menyiapkan makan malam untuk sang Ayah tercinta.
Semangat membuat Dad jatuh cinta. Berteriak sambil mengangkat kepalan tangannya. Selesai mandi dan berganti pakaian, Reina langsung menyiapkan semua bahan masakan yang akan di masaknya untuk makan malam.
Hmm..Hmm...
Bersenandung ria sambil mengaduk masakannya di atas wajan. Benar-benar tidak ada wajah tertekan pada Reina. Gadis itu benar-benar tidak punya rasa bersalah setelah membuat Ayah angkatnya shock karena pengakuan cintanya.
Sementara itu, Elion yang baru pulang bekerja langsung berjalan menuju dapur saat mendengar suara musik yang begitu memekakkan telinganya. Saat sampai di dapur, Elion melihat Reina yang sedang berjoged ria sambil sesekali mengaduk masakannya di atas wajan.
Ya ampun, anak itu. Masih kekanak-kanakan seperti itu. Tapi sudah berani mengatakan cinta padaku, Ayahnya sendiri.
Reina berbalik setelah memindahkan masakan terakhirnya ke atas piring. Reina cukup terkejut saat melihat kehadiran Elion disana yang tidak dia sadari sama sekali.
"Daddy sudah pulang, ayo makan malam atau mau mandi dulu? Mau Rein mandiin sekalian"
Reina berjalan santai ke arah meja makan, dimana Ayahnya berdiri di dekat sana. Menyimpan piring berisi masakannya di atas meja makan.
Ya Tuhan..
Elion segera berlalu dari dapur, dia benar-benar tidak habis fikir dengan tingkah anaknya itu. Bahkan selalu saja membuat Elion shock mendadak.
Reina tertawa geli melihat wajah Ayahnya yang gugup karena ucapannya itu. Yakin gak mau di mandiin, Dad.. Reina kembali berteriak saat Elion sedang menaiki tangga menuju lantai atas. Yakin gak mau di mandiin, Dad..
Elion mempercepat langkahnya, tidak ingin terpengaruh dengan godaan dari anak angkatnya itu. Sepertinya Elion harus benar-benar waspada dengan anaknya ini. Reina benar-benar tidak menyerah begitu saja. Dia benar-benar nekat dengan terus membuat Elion salah tingkah dengan segala celetukannya.
Cukup lama Reina menunggu Ayahnya untuk turun. Namun, Elion belum juga muncul sampai saat ini. Membuat Reina kesal dan akhirnya dia menyusul Elion ke kamarnya.
Tok..tok..tok..
Mengetuk pintu kamar Elion beberapa kali sambil terus berteriak memanggil Ayahnya itu. Sementara di dalam kamar, Elion sedang duduk di atas tempat tidur. Dia memang berniat untuk menghindari Reina. Namun, sepertinya Reina tidak akan menyerah begitu saja.
"Dad, Daddy.. Ayo makan malam, ngapain si di dalem? Semedi ya?"
Elion hanya menghela nafas mendengar teriakan nyaring dari Reina. Apa yang harus aku lakukan? Bergumam dalam hati dengan fikiran yang kacau. Menghindar, ternyata bukan cara yang benar untuk Reina yang tak kenal kata menyerah mendekati nya.
Akhirnya Elion memilih bersikap biasa saja pada anaknya. Seolah dia tidak pernah mendengar ungkapan cinta dari Reina. Elion akan tetap bersikap seperti biasanya, selayaknya seorang Ayah saja.
Reina tersenyum manis saat Elion telah membuka pintu kamarnya. Reina menarik tangan Elion, mengajaknya untuk makan malam bersama.
Reina mengambilkan makan malamnya Elion ke atas piring. Lalu menyimpannya tetap di depan Elion. "Ayo dimakan, Dad. Rein masak spesial untuk Daddy"
Elion hanya mengangguk, dia memilih untuk tidak terlalu banyak bicara. Takut dia akan salah bicara. Secara saat ini, hati dan fikirannya sedang kacau.
Ting...
Suara bel pintu mengalihkan keduanya yang sedang fokus pada makanan mereka. Dengan sigap, Reina langsung beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu. Meski sambil menggerutu kesal karena maka malamnya dengan sang Ayah harus terganggu. Siapa si yang datang. Bergumam pelan sambil terus berjalan menuju pintu.
Ting...
Tamu yang datang ke rumahnya benar-benar tidak sabaran. Belum juga Reina sampai di depan pintu, dia sudah kembali membunyikan bel. Sabar bentar dong. Kesal Reina sambil menggerutu kesal.
Reina membuka pintu dan menatap tidak percaya pada tamu yang datang ke rumahnya. Namun, sedetik kemudian tatapan itu berubah menjadi tatapan tidak suka yang penuh permusuhan.
"Ngapain datang lagi? Sudah ku bilang, Daddy tidak akan mau menikah sama Tante"
Reina benar-benar to the point sekali, dia memang gadis yang tidak suka bertele-tele. Zayna yang berdiri di depannya hanya mendengus kesal. Anak angkat dari pria yang dia sukai ini memang benar-benar sangat menyebalkan.
"Darimana kau tahu kalau Elion tidak akan menikah denganku? Dia sendiri yang memintaku datang kesini"
Reina menatap tidak percaya pada apa yang barusan di ucapkan oleh Zayna. Mana mungkin Ayahnya mau mengundang seorang wanita malam-malam begini. Mengingat sikap cuek dan dingin Elion, Reina semakin merasa tidak yakin dengan ucapan Zayna.
"Hai, Na udah dateng ya. Kenapa gak langsung masuk aja"
Reina langsung berbalik dan menatap tak percaya pada Ayahnya yang sudah berada di belakangnya. Melihat dari sikap Elion, tentu Reina tahu jika apa yang di ucapkan Zayna tadi adalah benar. Saat ini, Reina jadi malu sendiri.
Zayna tersenyum puas ke arah Reina sambil berjalan melewati tubuh gadis itu, dengan sedikit menyenggol bahu Reina. Seolah memperlihatkan jika dialah yang menjadi pilihan Elion.
Elion dengan sengaja merangkul pinggang Zayna dan mengajaknya masuk ke dalam rumah mereka. Sungguh saat ini, Reina sangat merasakan nyeri di hatinya. Elion tahu jika Reina mencintainya, tapi dengan sengaja Elion bermesraan dengan wanita lain di depan Reina. Elion benar-benar membuat Reina sakit hati, sebagai wanita yang mencintainya.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Syakirah Dzaky
Raina koq terkesan g tau malu dan g tau diri yeah
2024-01-25
0
Erna Fadhilah
reyna pergi atau cuek aja biar daddymu bingung
2022-12-28
0
noer faizah
ayo...Reina semangat
2022-11-22
0