Akhirnya Reina benar-benar pergi jalan-jalan bersama Darren setelah mereka selesai makan siang. Namun, Reina merasa begitu kesal karena Elion dan Zayna juga ikut bersama mereka karena suruhan Oma. Reina tahu maksud Oma Rinjani agar Zayna dan Elion semakin dekat.
Elion lebih banyak diam sejak mereka pergi jalan-jalan bersama. Sementara Reina sedang asyik bercerita dan bercanda dengan Darren. Karena sejatinya Reina adalah gadis supel yang asyik di jadikan teman.
Jalan-jalan keliling sekitar villa benar-benar sangat membosankan bagi Zayna. Karena hanya dia yang terus mencoba mengajak Elion berbicara, dan Elion hanya menjawab sekenanya saja. Pria itu masih saja menjaga jarak dengannya.
Hingga kembali lagi ke villa, Elion masih saja bersikap seperti itu. Dia seolah sedang memikirkan hal yang benar-benar membuat fikirannya kacau saat ini.
Malam ini Elion duduk sendirian di kursi kayu yang berada di halaman villa. Tatapannya lurus menatap heningnya air danau buatan itu. Tatapannya menerawang, dia sedang memikirkan perasaan anaknya padanya yang lebih dari perasaan seorang anak pada Ayahnya.
Tentu Elion selalu memikirkan solusinya, meski dia terlihat tenang dan biasa saja saat Reina melakukan hal-hal yang membuatnya tergoda. Seperti menciumnya.
Elion memijat pelipisnya yang terasa pening. Permasalahan ini benar-benar menguras fikirannya. "Apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku membiarkan Reina terus seperti ini terhadap aku. Ayahnya sendiri."
Akhirnya Elion memutuskan untuk menghentikan harapan Reina padanya. Elion tidak bisa menerima perasaan anak angkatnya. Terlalu rumit jika hubungan mereka berlanjut lebih dari sekedar hubungan Ayah dan anak. Cinta Reina terlarang untuk Elion.
Tepat pada saat itu seseorang duduk di sampingnya. Elion menoleh dan mendapati Reina telah duduk di sampingnya. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakan apa yang seharusnya Elion katakan sejak lama pada Reina.
"Ngapain disini sendirian Dad, dingin tau" kata Reina dengan merapatkan mantel tebal yang di pakainya.
Elion memikirkan kata yang tepat untuk mengatakan semua tujuannya ini. Dia menatap wajah polos Reina yang tanpa make up itu. Sungguh, Elion juga merasakan getaran berbeda di dadanya. Namun, dia mencoba untuk menghindarinya.
"Rein, Daddy minta kamu hentikan semua ini...." Elion menatap Reina dengan serius "...lupakan perasaanmu pada Dad, semuanya tidak benar Rein"
Deg....
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Reina menatap kosong pemandangan di luar jendela kamarnya. Pintu balkon yang terbuat dari kaca transparan itu tentu dapat melihat langsung ke arah danau buatan yang ada di villa ini.
Perkataan Elion tadi, membuat Reina tidak bisa tidur malam ini. Cahaya lampu membuat air danau terlihat tenang.
Reina mulai bingung harus bersikap seperti apalagi pada Elion. Perkataan Elion jelas sekali menolak dan ingin mengakhiri perasaan Reina padanya. Tapi, Reina tidak bisa semudah itu untuk melupakan perasaannya yang sudah bertahun-tahun dia pendam.
Jika akhirnya seperti ini, untuk apa Reina sampai melupakan harga diri dan rasa malu nya hanya untuk mengungkapkan perasaan cinta pada Elion. Semuanya Reina lakukan hanya demi memperjuangkan cintanya dan dia tidak ingin jika Elion harus menikah dengan wanita lain.
Reina yang menyukai ayah angkatnya sendiri, lalu harus menerima jika Elion benar-benar menikah dengan wanita lain. Kehidupan Reina sudah pasti tidak akan sama lagi seperti sebelumnya. Membayangkan nya saja sudah membuat Reina takut. Apalagi jika hal itu benar-benar terjadi.
Semalaman Reina benar-benar sangat sulit untuk tidur. Perkataan Elion terus terngiang-ngiang di telinganya. Karena terlalu terkejut, membuat Reina langsung pergi tanpa menjawab lebih dulu ucapan Ayahnya.
Namun, pagi ini sepertinya Reina tidak bisa lagi menghindar seperti semalam. Dia harus menghadapi Elion, entah apa yang akan di lakukan Ayahnya itu setelah ucapannya semalam pada Reina.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga..
aku baru bisa up karena novel ini yang di sarankan sama editor noveltoon. Jadi aku gak bisa asal up, harus melalui pemeriksaan editor dulu. Ini saja revisi banyak.. Jadi mohon bersabar untuk menunggu up bab selanjutnya ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments