Reina Fitria, gadis kecil yang malang itu kini telah tumbuh dewasa. Begitu beruntung hidupnya saat dulu di adopsi oleh seorang pria muda yang tampan juga kaya raya. Kejadian 12 tahun lalu telah membuat Reina trauma setiap ada hujan deras yang di sertai petir.
Setelah satu minggu di nyatakan koma pada saat itu, akhirnya Reina terbangun dengan kenyataan yang harus dia terima. Kedua orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan maut yang menimpa mereka, juga dirinya.
Merasa hancur dan terpuruk, tapi Reina masih bisa mengucap syukur karena ada pria baik yang mau merawatnya. Jadi, Reina tidak harus tinggal di panti asuhan.
"Pagi Dad"
Daddy, begitulah Reina memanggil Ayahnya sekarang. Sesuai dengan permintaan Elion saat dia baru tersadar dari koma beberapa tahun lalu.
"Call me is Daddy"
Begitulah yang di katakan oleh Elion saat itu.
Reina datang dari lantai atas dan langsung duduk di kursi meja makan untuk memulai sarapannya. Hari ini dia harus pergi ke perusahaan untuk melakukan interview kerja setelah beberapa bulan dia menganggur di rumah sejak lulus kuliah.
"Pagi Rein. Hari ini jadi interview kerjanya?"
Reina mengangguk sambil mengolesi sehelai roti dengan selai coklat kesukaannya. "Jadi, Dad. Makanya aku bangun pagi. Hehe"
Reina terkekeh sendiri mengingat kebiasaan buruk dirinya. Dia selalu tidak bisa bangun pagi hari jika tidak membunyikan alrm. Selama beberapa bulan terakhir, Reina hanya diam diri rumah dengan sesekali mengirimkan beberapa lamaran kerja ke beberapa perusahaan. Selebihnya, dia hanya menjadi kaum rebahan saja.
"Dasar, lagian kenapa kamu gak mau kerja di perusahaan Daddy saja?"
Reina berdecak, dia memang tidak berniat untuk masuk kerja di perusahaan Ayahnya. "Males ahh. Nanti Oma nyerocos lagi"
Nyonya Rinjani Barney, memang selalu bersikap sinis pada Reina. Bahkan sejak Reina di adopsi oleh Elion. Memang sejatinya Nyonya Rinjani tidak pernah benar-benar menyetujui Elion untuk mengadopsi Reina.
Elion menghela nafas, entah apa yang harus dia lakukan agar Ibu dan anak angkatnya ini bisa akur. "Kamu maklumin saja ya, Oma memang seperti itu"
Reina mengangguk "Iya Dad, aku memakluminya karena aku hanya anak angkat Daddy 'kan"
Elion beranjak dari duduknya setelah dia menyelesaikan sarapannya. Dia mengelus kepala anaknya dengan sayang "Tidak perlu membahas itu Rein. Kau adalah anak Daddy"
Rein hanya memanyunkan bibirnya, membuat Elion gemas dengan tingkah anaknya ini yang selalu ada-ada saja.
"Mau berangkat bareng aja sama Daddy?"
Reina menggeleng pelan, dia lebih suka membawa motor sendiri daripada harus naik mobil karena pasti akan terjebak macet.
"Rein bawa motor aja, seperti biasa"
Elion mengangguk, lalu dia mengambil tas kerjanya yang dia letakan di kursi meja makan yang kosong tadi. "Yaudah, kalo gitu Daddy berangkat duluan. Kamu habiska dulu sarapannya"
Cup
Kecupan perpisahan Elion berikan di puncak kepala Reina. Hal itu sudah biasa dia lakukan sejak Reina menjadi anak angkatnya.
"Daddy berangkat dulu ya"
Reina mengangguk, dia menatap punggung Ayah angkatnya itu dengan tatapan penuh arti.
Maaf Dad, karena Rein memiliki perasaan ini. Tapi, Rein tidak bisa menahannya. Rein juga tidak tahu, kenapa perasaan ini bisa muncul begitu saja di hati Rein.
Reina selalu merasa bersalah karena perasaan yang tumbuh di hatinya. Dia merasa telah mengkhianati kasih sayang dan kebaikan Daddy nya itu dengan perasaan suka di hatinya.
Sejak kelas tiga sekolah menengah atas, Reina mulai bisa merasakan dan tahu apa itu cinta yang sebenarnya. Meski sebelum-sebelumnya, dia pernah menjalani pendekatan dengan beberapa pria teman sekelasnya. Namun, perasaan cinta itu tidak muncul. Hatinya tetap biasa saja. Berbeda sekali saat Reina berdekatan dengan Elion. Hatinya selalu berdesir senang, jantungnya pun selalu berdegup kencang.
Hingga saat itulah Reina mulai menyadari jika apa yang dia rasakan pada Elion. Bukan sekedar rasa sayang pada seorang Ayah, tapi lebih dari itu. Reina telah jatuh cinta pada Ayah angkatnya sendiri. Kebaikan Elion dan ketulusannya dalam merawat Reina selama ini, telah menimbulkan perasaan berbeda di hati Reina.
Ya, ini memang aneh. Cinta pertama Reina malah jatuh pada Ayah angkatnya sendiri. Pria baik hati yang mau merawatnya selama ini dengan segala ketulusannya. Namun, Reina hanya mampu memendam perasaannya itu. Karena dia tahu jika perasaan yang di miliki ini bak cinta terlarang baginya.
Hah...
Reina menghela nafas berat jika dia sudah memikirkan perasaannya yang terlarang itu. Dia berdiri lalu melangkah ke lantai atas rumah ini, menuju kamarnya untuk mengambil tas dan ponselnya.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Interview kerja berjalan lancar, Reina sudah mulai bekerja hampir satu minggu ini. Dan hari ini adalah hari libur pertamanya setelah dia tidak lagi menjadi seorang pengangguran.
"Nanti siang Oma mau kesini, katanya mau makan siang bersama"
Reina yang sedang melahap sarapannya langsung terhenti sejenak. Sampai saat ini, Oma Rinjani memang masih belum menerimanya di keluarga ini.
"Emm. Ya gak papa, biar aku masak makanan kesukaan Oma"
Jangan ragukan Reina yang tampak manja karena kemewahan yang di berikan oleh Ayah angkatnya. Tapi, kenyataannya Reina masih mampu mengerjakan pekerjaan rumah bahkan memasak. Setiap hari, dia selalu memasak makan malam untuk Ayahnya itu. Terkecuali sarapan karena Reina selalu bangun kesiangan.
Elion mengangguk "Baiklah, kamu maklumin saja sikap Oma. Dia memang seperti itu"
"Iya Dad, Rein ngerti"
Akhirnya pagi ini setelah sarapan selesai, Reina benar-benar memasak makanan kesukaan dari Oma Rinjani.
Sibuk dengan segala peralatan memasak dengan apron yang dia pakai. Rambut yang di cepol asal-asalan. Rein benar-benar mirip pembantu saat ini.
"Gila.. Gue bisa bener-bener jadi pembantu nih"
"Emang lu udah kayak pembantu"
Reina terkejut mendengar suara sahabatnya itu. Dia menoleh dan benar saja, Rista sudah duduk di kursi meja makan dengan bertumpang kaki. Menatap meledek pada Reina yang sedang sibuk dengan masakannya.
"Ish. Cepetan deh bantuin gue"
"Oke"
Rista hanya membantu sebisanya saja, karena sejatinya dia memang tidak bisa memasak. Makanya dia sangat ingin mempunyai waktu untuk bisa benar-benar belajar memasak pada sahabatnya ini.
"Darren datang juga Rein?"
"Gak tau, Daddy gak bilang siapa aja yang dateng. Kayaknya bakal dateng si" Reina masih fokus pada masakannya di atas wajan.
"Susah banget buat deketin Babang Darren. Dia tuh dingin banget sama gue, gak kayak ke elo. Pasti selalu senyam senyum gitu. Apa mungkin dia suka sama lo ya"
Uhuk..Uhuk..
Reina terbatuk-batuk mendengar kalimat terakhir sahabatnya itu. Bukan hanya Rista, Reina juga merasakan hal itu. Namun, sampai saat ini Reina hanya berpura-pura tidak tahu tentang perasaan sepupunya itu.
"Gak mungkinlah Ris, dia itu 'kan sepupu gue. Masa dia suka sama gue"
"Iya juga ya, masa sepupu saling suka si"
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Akhirnya jam makan siang pun tiba, Reina telah menyelesaikan semua masakannya meski dengan sedikit heboh karena kehadiran Rista yang selalu kena omelannya.
Rista dan Reina sedang menata masakan hasil mereka berdua di atas meja makan. Meski hanya membantu memotong beberapa sayuran dan mencucinya. Tapi, Rista merasa bangga dengan dirinya sendiri saat melihat hasil masakan Reina yang terlihat begitu menggiurkan.
"Rein semuanya sudah siap?"
Elion turun dari lantai atas, dia menatap Reina dan Rista yang sedang menata makanan di atas meja makan.
Reina menoleh ke arah tangga, dimana Ayahnya sedang menuruni anak tangga itu. "Sudah Dad, apa Oma sudah akan sampai?"
"Mereka masih di perjalanan, Om Rio dan Tante Alena juga ikut"
Tak berapa lama, Oma Rinjani bersama Tante Alena, Om Rio dan juga Darren telah sampai di rumah Elion. Namun, ada yang menarik perhatian Reina disini.
Ada seorang wanita cantik yang datang bersama mereka. Reina tidak mengenalnya sebagai keluarga Barney selama dia di angkat menjadi bagian dari keluarga Barney ini.
Apa mungkin dia juga saudara Daddy ya?
"El, kamu masih ingat 'kan sama Zayna ini. Dia adalah teman kuliahmu dulu, minggu lalu Mami tidak sengaja bertemu dengannya dan hari ini sengaja Mami mengajaknya ke sini agar Zayna bisa lebih dekat denganmu"
Deg...
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
hoomano1D
ngapain pake is
call me daddy is enough
2023-03-05
0
RATNA RACHMAN
wah calon istri buat si El nih ..😁
2022-12-04
1
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
wah mau di jodohin kayak nya
2022-10-28
0