SEMBILAN BELAS

Selena dan Aether menatap kagum tangan kaisar yang sedang menggoyangkan wajan di atas kompor batu.

Aelia tidak bisa menutup mulutnya karena mencium wangi makanan.

Setelah tangannya yang terluka sudah diatasi dengan baik, kaisar mengambil alih untuk memasak.

Kaisar kembali menambahkan bumbu ke dalam makanan yang dimasaknya. "Selena, coba rasakan. Apakah makanan ini pas?"

Selena menunjuk dirinya sendiri dengan bingung. "Aku?"

"Ya, kamu. Siapa lagi yang bernama Selena disini?" Tanya Kaisar.

Selena maju lalu berdiri di samping kaisar.

Aelia mengerutkan kening sekaligus bingung dengan semua tindakan kaisar sekarang. "Bukankah dulu anda tidak pernah memasak?" Tanyanya yang menyuarakan pikiran.

Kaisar mengalihkan tatapan ke Aelia. "Apakah seorang Kaisar tidak boleh memasak?"

Bukan itu yang dimaksud Aelia.

Kedua mata Selena berbinar ketika merasakan masakan kaisar lalu menoleh ke Aether.

Aether menatap Selena dengan tatapan bertanya. "Bagaimana?"

"Rasanya enak sekali." Jawab Selena dengan takjub.

Kaisar tersenyum puas lalu mematikan kompor batu dengan menutup apinya memakai batu mana yang sudah diubah fungsinya sebagai sumbat tahan api dan mematikan api.

Kaisar melihat meja bagian Aelia yang sudah bersih. "Apakah memasak kuenya sudah selesai?"

Aelia menggeleng. "Belum, masih kami taruh di oven dan besok akan ditata untuk buat kue ulang tahun."

Kaisar, Selena dan Aether terdiam begitu mendengar kue ulang tahun.

Aelia yang menyadari perubahan suasana mendadak, bertanya. "Ada apa?"

Tidak lama, Aelia menyadari kesalahannya. Kue ulang tahun hanya ada di dunia modern, di masa sekarang saat merayakan ulang tahun hanya membuat makanan lezat lalu menyalakan kembang api untuk orang-orang kaya. "Aku... Aku... Aku pikir menggunakan kue yang dijual lebih bagus dan hemat."

Aelia merutuki kebodohannya saat mencari alasan. Hemat? Yang ulang tahun adalah putri kaisar yang lahir dari rahim permaisuri sementara anak perempuan kaisar lainnya dari selir merayakan pesta ulang tahun dengan mentraktir rakyat.

Selena cemberut. "Aku tidak suka kembang api, bisa melukai burung yang sedang terbang."

Perasaan Selena sangat halus jika terkait dengan hewan.

Aether memberikan saran. "Makan bertiga pun tidak akan menjadi masalah di hari ulang tahun kamu, Selena. Aku, kamu dan ibu."

Aelia mengangguk semangat. "Kita rayakan di istana ibu, jauh dari keramaian."

Kaisar yang sedang memindahkan makanan, mengerutkan kening dengan heran. "Kenapa aku tidak ada di dalam undangan?"

Aether menatap dingin kaisar. "Bukankah anda akan menghadiri pesta Cassia seperti biasanya?"

Kaisar tidak bisa menjawab. Sebelumnya dia tidak berniat menghadiri pesta siapapun karena lebih suka menghabiskan waktu dengan bekerja, namun entah kenapa ratu dan selir bisa mengajak para bangsawan yang dia butuhkan untuk hadir ke pesta Cassia.

Tentu saja sebagai kaisar, dia tidak boleh melewatkan hal itu. Namun, dia sendiri lupa bahwa putrinya dari permaisuri juga merayakan ulang tahun di tanggal yang sama.

Kaisar tidak bisa berkelit karena Aether dan Selena tidak akan pernah percaya alasan apa pun, Aelia juga terlihat tidak tertarik dengan alasan yang akan diberikan.

Aelia mengalihkan pandangannya dari kaisar. Karena sudah terlanjur membuat kue, mau tidak mau harus dibuat untuk acara ulang tahun Selena. "Ibu juga membuat kue untuk ulang tahun."

Kaisar menjadi semakin bersalah. "Selena, setelah acara Cassia selesai- ayah akan datang ke istana Permaisuri."

Selena mengerutkan kening. "Selesainya jam berapa? Waktu itu aku sudah tidur."

Kaisar ingin mengatakan sesuatu, Aether mendahului. "Ayah, tidak masalah jika tidak bisa hadir ke pesta ulang tahun Selena. Ada ibu yang menemani."

Kaisar menghela napas, dadanya semakin sesak ketika mendengar perkataan Aether.

Aelia juga tidak berniat memperbaiki hubungannya dengan kaisar. "Yang Mulia, jika anda sudah selesai, tolong kembali dan obati tangan anda. Kita tidak mau menjadi sasaran amarah ratu dan para selir yang menjaga Kaisar seperti barang berharga."

Kaisar terkejut dengan kalimat sarkas yang dilontarkan permaisuri. Dulu permaisuri selalu bicara dengan lembut dan berusaha merayu dirinya, atau bersikap cemburu jika ada wanita yang mendekat. Namun sekarang malah berusaha mengusir dirinya dengan kalimat sarkas?

Aether dan Selena ikut terkejut dengan tindakan Aelia.

Selena bergegas memeluk tangan Aelia dengan raut wajah sedih. "Ibu-"

Aelia menepuk kepala Selena dengan sayang.

Aether melakukan hal yang sama di sisi lain.

Kaisar menjadi kesal lalu keluar dari dapur.

Selena dan Aether diam-diam saling menatap di belakang ibu mereka lalu tersenyum licik. Tiada maaf untuk pria mata keranjang yang memiliki banyak istri dan banyak anak.

Namun harapan mereka jadi runtuh ketika kaisar kembali dengan wajah berseri dan terlihat tidak tahu malu beberapa menit setelahnya.

"Apakah ada yang ketinggalan?" Tanya Aelia dengan bingung.

Dengan wajah berseri, Kaisar bicara ke istri dan dua anaknya. "Ayah sudah bicara ke penasehat istana dan mereka bilang ayah terlalu tidak peka dan sepertinya kalian bertiga ingin kehadiran ayah di ulang tahun Selena.

Aelia, Selena dan Aether mengerutkan kening dan menatap jijik kaisar bersamaan.

"Tidak apa, ayah sudah memutuskan untuk hadir ke pesta ulang tahun Selena."

Aelia, Selena dan Aether tidak tahu harus berkomentar apa.

Beberapa menit sebelumnya, kaisar keluar dapur dengan aura hitam di sekelilingnya.

Penasehat istana yang baru saja tiba untuk melapor otomatis menjadi tegang sekaligus penasaran. "Yang Mulia, apakah anda bertengkar lagi dengan Permaisuri?"

Sudah menjadi rahasia umum bahwa permaisuri mengejar-ngejar kaisar sementara yang dikejar sangat kesal sehingga berakhir perdebatan sengit.

Permaisuri tidak akan pernah menyesali tindakannya sementara kaisar semakin marah dan melampiaskannya dengan wanita lain supaya permaisuri menjauh.

Kaisar menghela napas. "Selena tidak mau aku hadir ke acara ulang tahunnya. Aelia dan Aether bahkan mengusirku."

Penasehat istana dan orang-orang yang berjaga di luar ruangan terkejut dengan perkataan kaisar.

Sekretaris kaisar bertanya dengan nada hati-hati. "Saya tidak pernah mendengar putri Selena mengadakan pesta ulang tahun, apakah beliau akan mengadakan pesta diam-diam menggunakan harta keluarga Birendra?"

Sekretaris kaisar wajar berpikiran seperti itu karena orang-orang putri Selena tidak memberikan dokumen untuk mengajukan acara pesta ulang tahun, yang paling logis adalah memakai harta keluarga kakeknya yang perdana menteri. Duke Birendra.

Kaisar menggeleng. "Duke saat ini kesulitan keuangan karena kerugian yang ditimbulkan duke Aruna. Kamu jangan lupa menyuruh duke Aruna segera mengembalikan kompensasi, aku tidak mau melihat wajah kecewa Aether."

Orang-orang di sekitar kaisar kembali terkejut dengan perkataannya.

Apakah kaisar telah berubah?

Penasehat istana yang berusia setengah baya dan sudah makan asam garam kehidupan selama puluhan tahun, bertanya dengan hati-hati. "Kalau boleh tahu, apa yang dikatakan Permaisuri, Pangeran dan Putri saat mengusir anda, Yang Mulia?"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!