SEBELAS

Aelia bisa mengerti sikap kedua anaknya yang terkejut begitu mendengar pertanyaan seperti itu.

Aelia di masa lalu hanya mengejar kaisar dan ingin selalu bersamanya, tanpa peduli pada nasib kedua anaknya.

Aelia menjelaskan pada Selena dan Aether. "Di masa lalu ibu telah melakukan kesalahan yang mungkin tidak bisa kalian berdua maafkan. Jadi, ibu ingin memperbaikinya dan fokus mengurus kalian berdua."

Selena menggeleng tidak setuju. "Jika ibu mundur, ratu akan semakin menekan kita."

Aether tidak suka ibunya kembali sebagai permaisuri, tapi jauh lebih tidak suka melihat ratu bisa bersikap semena-mena. Kaisar sudah tidak peduli pada nasib permaisuri dan anak-anaknya, terbukti dengan hukuman Bence yang dicabut dan pangeran gila itu pamer kemana-mana.

Aelia menatap cemas kedua anaknya. "Ibu ingin mengajukan cerai."

"Tidak! Tidak bisa!" Selena bangkit dari kursi. "Kakak jaga ibu, aku akan bicara ke kaisar!"

Aether berdiri menghalangi Selena. "Kamu mau apa?"

"Aku hanya ingin memastikan, tolong jaga ibu." Selena berjalan melewati Aether.

Aelia mengenal Selena sejak kecil, anak itu sangat penakut dan tidak berani bicara pada kaisar maupun dirinya. Tapi sekarang, kenapa malah Selena berubah sebanyak itu? Malah dia berinisiatif sendiri bertemu dengan kaisar, padahal di masa lalu Aelia susah sekali mengajak Selena untuk bergabung acara keluarga.

Apa yang membuat Selena berubah?

Aelia bertanya pada Aether, mungkin di masa lalu dirinya tidak terlalu perhatikan anak-anak, jadi tidak tahu perubahan sikap kedua anaknya. "Aether-"

Aether menggeleng tidak berdaya. "Biarkan saja, bu. Jika dia sudah berteķad- tidak ada yang bisa mengubah pendiriannya."

Aelia menggigit bibir tidak mengerti.

Butuh waktu menuju ruang kaisar, Selena tanpa sengaja bertemu dengan saudara tirinya, Cassia Hansa.

Cassia menyapa Selena dengan ceria. "Hallo, kakak."

Selena melirik sekilas Cassia lalu berjalan melewatinya.

Dua pelayan yang menjaga Cassia tidak suka melihat kesombongan Selena.

"Hanya karena anak Permaisuri, menjadi sombong seperti itu?"

"Saya rasa lebih baik Putri Cassia yang memiliki sifat baik dan murni daripada Putri seperti dia."

Selena tidak mau repot-repot menurunkan standarnya untuk membalas dua pelayan.

"Sebut namaku, aku ingin bertemu dengan kaisar sekarang!" Perintah Selena pada dua penjaga pintu ruang pertemuan. "Aku tidak mau menunggu, jika hukuman Bence bisa dicabut."

Kedua penjaga pintu saling bertukar tatapan sebentar lalu salah satunya masuk ke dalam ruangan.

Dahi Kaisar berkerut semakin dalam ketika mendengar Selena ingin masuk ke dalam dan bicara padanya. "Apakah dia tidak bisa menunggu nanti?"

Sekretaris mengulang ancaman Selena.

Kaisar memijat kening. "Apakah sekarang anak-anak aku menjadi pemberontak semua?"

Kaisar bisa memaklumi Aether yang posisinya terdesak, Bence adalah pangeran idiot yang harus dia maklumi tapi Selena? Selena memiliki kepribadian yang hampir sama dengan Aether namun lebih agresif.

Kaisar terpaksa mengalah, ingin tahu apa yang diinginkan Selena di tengah pertemuan penting, jika anak itu melakukan sesuatu yang tidak berguna- hukuman apa yang pantas?

Para menteri dan bangsawan terdiam ketika mendengar pintu dibuka.

Selena masuk dengan percaya diri lalu memberikan salam kepada kaisar.

"Apa yang kamu inginkan?" Tanya kaisar. "Kamu tahu kami sedang sibuk bukan?"

Selena mengedarkan pandangan di sekeliling lalu menatap Duke Aruna. "Hanya ingin melapor sekaligus meminta kepada Yang Mulia."

Duke Aruna terkejut ketika pandangan Selena jatuh pada dirinya.

Kaisar mengerutkan kening tidak setuju. "Apakah kamu ingin melamar Duke Aruna? Aku tidak setuju.'

"Tidak, saya tidak mungkin menjadikan keturunan idiot sebagai pasangan saya." Jawab Selena.

Duke Aruna menatap geram Selena. "Putri, hati-hati dalam berbicara. Anda harus menghormati yang lebih tua."

"Saya harus menghormati anda? Lalu bagaimana dengan anda yang tidak menghormati Permaisuri sama sekali? Saya tahu apa yang anda lakukan dengan ratu di belakang, harus saya ungkapkan sekarang?"

Duke Aruna terkejut, tidak menyangka Selena menjawab seperti itu. "Putri."

"Kaisar, ini permintaan saya sebagai Putri tertua kekaisaran. Saat ini Permaisuri sedang sakit dan tidak memiliki kekuasaan internal di dalam. Saya tidak ingin kejadian Ratu menekan Permaisuri, terulang kembali," kata Selena.

"Apakah Putri juga ingin memegang harem?" Tanya Kaisar.

"Ya." Jawab Selena.

Kaisar semakin sakit kepala berhadapan dengan Selena. Diantara anak-anaknya, yang memiliki sifat sama dengan dirinya adalah Selena, ditambah dengan sifat ambisi Permaisuri yang suka menjatuhkan lawan. "Selena, apakah kamu sudah belajar-"

"Di kekaisaran, posisi yang pantas menjaga internal istana dan harem adalah Permaisuri atau Ratu. Seperti yang Kaisar ketahui, Permaisuri saat ini sedang sakit dan terlalu kecewa terhadap Kaisar yang tidak pernah menjenguk sama sekali sehingga mengajukan cerai."

Ucapan Selena yang terus terang, menyakitkan hati Kaisar. Kaisar memang memiliki selir lain yang tidak disentuh, kecuali satu selir yang memiliki anak perempuan darinya.

Selena kembali melanjutkan. "Sementara Ratu tidak pantas memimpin karena melakukan kesalahan yang diungkapkan saat pesta ulang tahun Pangeran Mahkota."

Duke Aruna mengerutkan kening tidak percaya. "Putri, hanya karena Ratu melakukan satu kesalahan, jadinya menutup kebaikan yang lain. Toh tuduhan tersebut masih belum dibuktikan."

"Bagaimana jika saya membuktikannya sekarang?" Tantang Selena ke Duke Aruna.

Duke Aruna yang percaya diri, menerima tantangan Selena. "Tentu saja jika ada bukti, saya tidak akan membantahnya."

Selena menghela napas lalu mengeluarkan dokumen dari balik roknya.

Kaisar hampir jantungan melihat kelakuan anaknya, dia turun dari singgasana dan menyentuh tangan Selena. "Apa yang kamu lakukan dengan membuka rok?"

Kedua mata Selena berkedip. "Hanya mengeluarkan dokumen."

Kaisar menghela napas lega sambil mengambil dokumen di tangan Selena. "Apa yang kamu ingin tunjukkan?" Tanyanya lalu membalik halaman dokumen.

Selena tidak menjawab, biarkan Kaisar membaca semua sendirian.

Kaisar membaca semua isi satu persatu lalu berteriak ke ayah kandung Ratu. "DUKE ARUNA!"

Duke Aruna terkejut sekaligus penasaran, apa isi dokumen yang ditunjukkan Selena.

"BAGAIMANA BISA KAMU MELAKUKAN HAL ITU?!" Teriak kaisar.

"Ha- hal apa yang saya lakukan Yang Mulia?" Tanya Duke Aruna dengan wajah pucat.

"Kamu- telah membuat kesalahan bersama ratu, aku tidak akan memaafkan kalian atas kesalahan ini!" Teriak kaisar sambil menutup dokumen dan menatap lurus Selena. "Baik, jika kamu menginginkannya. Aku serahkan masalah istana kepada kamu, Selena. Tapi, tetap harus melaporkan semuanya kepadaku."

"Tidak masalah!" Selena tersenyum kecil lalu pergi memberikan salam dan pergi meninggalkan ruang pertemuan.

Kaisar kembali duduk ke singgasana lalu kembali membuka dokumen kosong yang dibawa Selena, hanya ada satu lembar yang berisi coretan tangan Selena.

Ibu bersikeras ingin menceraikan ayah. Jika ayah ingin pertahankan pernikahan, berikan jabatan ibu sebelumnya kepadaku. Jika ayah ingin melepas ibu, aku dan Aether keluar dari istana.

Ps.

Aether sudah menemukan bukti kejahatan seseorang, pastikan salah satu bangsawan Ayah bisa memenuhi kompensasi duchy Birendra.

Terpopuler

Comments

Aas

Aas

wow selena

2023-05-01

1

DEWI Xback and EXO-Ls

DEWI Xback and EXO-Ls

Selena good job

2023-04-21

0

AbC Home

AbC Home

😅😂🤣🤣🤣🤣
ngakak baca akhir part ini, goodjob thor

2023-01-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!