Salah satu bangsawan mulai mengumpulkan dosa Aelia. "Permaisuri telah menuduh ratu dan tidak berterima kasih atas upayanya, masih sama seperti dulu. Kaisar, permaisuri telah mempermainkan hukum dengan melukai banyak orang. Jika ratu tidak muncul dan menjadi penengah, entah dosa apa lagi yang akan muncul nantinya."
Selena menatap tajam bangsawan tua itu. "Kamu berani menghina permaisuri karena berlindung di belakang ratu?"
"Putri, anda harus bijak membela siapa. Rakyat saat ini membutuhkan pemimpin bijak, bukan egois seperti permaisuri."
"Permaisuri juga banyak menghabiskan harta kekaisaran, berbeda dengan ratu dan selir yang hanya menampilkan kesederhanaan."
"Benar, apa yang dikatakan Count."
Aether menertawakan para penjilat ratu. "Berarti semua kemewahan dalam ulang tahun aku, bukan bagian dari rencana ratu melainkan rencana ibuku dan aku? Aku hanya menghamburkan uang kekaisaran?"
Para bangsawan penjilat terkejut lalu salah satunya buru-buru menjelaskan.
"Pangeran mahkota hanya anak kecil yang menuruti perintah orang tua sementara rencana ini dari awal memang dibuat permaisuri, ratu hanya meneruskan."
Selena menghela napas panjang. "Ah, mau dibuat apa pun tetap saja yang salah permaisuri."
Aelia bertukar tatapan diam-diam dengan Aether.
Aether yang paham segera bicara dengan kaisar. "Yang Mulia, jika memang itu yang dikatakan para tamu terhormat. Bagaimana jika acara ulang tahun saya sampai di sini saja?"
Para tamu undangan terkejut, mereka tidak menyangka pangeran mahkota melakukan hal ekstrim.
Kaisar melirik sekilas Aelia lalu menepuk pundak putra sulungnya. "Ini acara pangeran mahkota, kaisar tidak berhak ikut campur."
Aether berdiri dan memeluk bahu ibunya. "Permaisuri, cuaca malam sangat tidak cocok untuk anda. Sebaiknya kembali ke istana timur."
"Permaisuri, jika kondisi sudah baikan. Bisa kembali ke istana permaisuri." Potong kaisar, sorot mata tetap dingin seperti biasanya.
Para pengikut ratu menjadi marah, bukan seharusnya beakhir seperti ini.
"Kaisar, kami meluangkan waktu untuk bertemu dengan pangeran mahkota tapi sekarang malah menyelesaikan acara?"
"Kaisar, pertemuan dengan pangeran mahkota sangat penting untuk mendapat dukungan dari para bangsawan."
"Kaisar, pikirkan masa depan pangeran mahkota."
Kaisar menatap lurus putra sulungnya dan bertanya. "Bagaimana?"
Aether tetap pada pendiriannya. "Membangun hubungan baik tidak hanya di pesta saja, permaisuri dan saya mengadakan pesta untuk bersenang-senang bersama bangsawan lain seusia saya. Jadi pertemuan itu, bukan urusan saya. Lain halnya lagi jika ratu mengadakan pertemuan terselubung di belakang saya.
Ratu terkejut dan hampir pingsan, selir buru-buru menangkapnya.
Kaisar mengambil keputusan. "Pergilah, antar permaisuri ke kamarnya."
Pangeran mahkota bergegas membawa permaisuri dan putri ke istana timur.
Para bangsawan yang berkerumun, memberikan jalan untuk mereka.
"Bukankah hubungan pangeran mahkota dan putri buruk terhadap permaisuri? Kenapa mereka terlihat akur?"
"Ah, aku juga mendengar hal itu. Aneh sekali."
"Sejak kapan mereka berbaikan?"
Para bangsawan bergosip dengan suara besar.
Mereka bertiga keluar dari hall dan berjalan melewati lorong, Aether dan Selena melirik bingung ibu mereka. Kenapa memakai jalan memutar?
Pertanyaan itu terjawab ketika terdengar keributan dari salah satu ruang yang disediakan untuk tamu pesta.
"Hentikan!"
"Kamu tidak bisa kabur! Aku akan menjadi pangeran mahkota di negeri ini, jadilah kekasihku!"
"Tidak!"
"Diam! Jika kamu tidak diam, aku akan memberitahu ke seluruh negeri bahwa ayah kamu terlibat mengirim makanan rusak ke wilayah keluarga permaisuri!"
Aether dan Selena terkejut.
"Selena, panggil kaisar dan buat kehebohan supaya para tamu kita datang. Aether, kamu pegang ibu erat-erat di seberang sana." Aelia menunjuk tembok, tepat berseberangan dengan ruang khusus tamu.
Selena segera memanggil ayahnya dan membuat keributan di hall.
Aether memegang erat-erat ibunya. "Mereka datang."
Aelia pura-pura bertubuh lemah sehingga jatuh ke lantai.
Aether bergegas memeluk ibunya.
Kaisar dan para pengikutnya bergegas menuju ruang tamu dan menendang keras pintu hingga hancur.
Ratu hampir menjerit ketika melihat putranya, pangeran Bence menindih seorang perempuan bangsawan.
Bence mendorong perempuan itu hingga terjatuh dari meja. "A- ayah-"
Kaisar menatap dingin Bence. "Apa yang kamu lakukan di pesta saudara kandung kamu sendiri?"
"I- itu-"
"Apa yang kamu lakukan dengan makanan yang dikirim ke wilayah Birendra?" tekan Selena.
Bence membentak Selena. "Apa yang kamu bicarakan? Tidak bisakah kamu sopan dengan kakak kandung sendiri?"
Selena tidak takut dengan Bence. "Kakak? Kakakku hanya satu. Ah, bukankah kamu tadi bilang akan menjadi pangeran mahkota? Memangnya apa yang akan kamu lakukan terhadap kakakku?"
Kaisar memberikan perintah ke anak buahnya. "Selidiki anak perempuan itu dan aku ingin mendapatkan hasilnya malam ini. Pangeran, kamu mendapat hukuman kurungan selama satu minggu."
Ratu benar-benar pingsan ketika mendengar kaisar menghukum putranya.
"Jika memang mereka membuat kesalahan terhadap duchy Birendra, aku ingin kompensasi," kata Aelia di balik pelukan Aether.
Kaisar melirik Bence sekali lagi lalu balik badan menatap Aelia. "Apakah dia membuat kerugian untuk duchy permaisuri?"
Aether mengangguk dan hendak menjawab.
Kaisar memotong. "Aku bicara pada ibumu, Aether."
Aelia mengingat masa lalunya, saat sakit dan setelah pesta. Pangeran mahkota mendapat tuduhan telah melakukan hubungan tidak bermoral saat pesta sekaligus merusak makanan duchy kakeknya sendiri.
Inilah yang membuat hubungan pangeran mahkota merenggang dengan kakek kandungnya sendiri.
Sebelum masuk pesta, Aelia mengamati para undangan dan gaun yang dikenakan wanita itu karena saat penyelidikan waktu itu, si wanita menyerahkan gaunnya.
Aelia hafal di luar kepala, tapi wanita yang memakai gaun sama tidak ada di dalam pesta, di mana wanita itu?
Dengan mencoba bertaruh, dia melewati ruang khusus untuk tamu bersama anak-anaknya, ternyata-
"Selena, suruh wanita itu mendekat kepadaku."
Selena bingung dengan permintaan aneh ibunya, tapi dia tetap menurut dan membawa wanita itu dengan bantuan para ksatria kerajaan, mendekat.
Kaisar mengamati permintaan aneh permaisuri.
Baju wanita itu robek dan sudah rusak, Aelia mungkin sedikit lupa dengan kondisi gaunnya tapi dia tidak akan pernah lupa detail gaun yang membuat nama baik putranya tercoreng.
Aelia berlutut dan menelusuri gaun wanita itu yang sudah robek di bagian bawah dengan jari tangannya lalu melihat gambar bunga mawar di bagian bawah yang robek, robeknya sama dengan waktu itu.
"Pangeran Bence perkosa kamu tapi kamu akan menuduh putraku yang melakukannya?" tanya Aelia.
Wanita itu terkejut, itu adalah rencana pangeran Bence dengan menggunakan pelayan tapi ternyata pelayan yang akan digunakan lari ketakutan karena tahu hukuman yang akan menanti adalah kematian.
Jadi pangeran Bence yang murka, mengganti rencana dengan perkosa dirinya. Meskipun orang tuanya memiliki wilayah kecil, tapi mereka tetap berdarah bangsawan dan bisa terhindar dari kematian.
Aelia sempat merasakan keanehan di masa lalu karena putranya tidak pernah sekalipun menyentuh wanita, tapi di mana Aether waktu itu ketika semua orang menuduhnya? Dan kenapa Aether tidak bisa menjawab semua pertanyaan kaisar waktu itu?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
mikay
tolong di perjelas alur dan latar cerita nya Thor
2023-01-10
0
onalia Sukatendel
kg ngerti jln ceritannya
2022-09-25
0