Harun datang ke mansion Alex, dia langsung saja menuju ke ruang kerja dimana Alex berada.
Ceklek.
"Ada apa Tuan?" tanya Harun yang cukup heran, karena tidak biasanya Alex memanggil Harun di hari weekend.
"Coba selidiki tentang Ishak, suami nya Kak Frisil. Aku merasa dia menyembunyikan hal besar" ucap Alex dengan serius.
Harun menganggukan kepala nya, dia lalu kembali pergi dari sana. Tak lupa juga Harun menghubungi bawahannya agar ke markas sekarang juga.
"Berani sekali dia berbohong pada kami" gumam Harun dengan cepat melajukan mobil nya.
Harun menuju ke markas, dia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Hingga laju nya masuk ke arah pinggiran hutan dan sudah terlihat Rumah yang terbengkalai disana.
Ckitt.
Harun langsung turun dan masuk ke dalam rumah itu.
Brak.
"Bawa mereka ke hadapanku" ucap Harun dengan wajah snagar.
"Baik Tuan" balas anak buah nya dengan patuh.
Sebagian dari mereka langsung menuju ke ruang tahanan yang ada di bawah. Dan yang lainnya berjaga di sekitaran sana, para anak buah Harun cukup takut saat melihat wajah sangar dari tangan kanan Boss nya itu.
Bugh.
"Buka ikatan mereka" suruh Harun.
"Baik Tuan" balas nya.
"Ada apa Tuan?" tanya salah satu dari mereka dengan takut.
Bugh
Bugh
Bugh
Harun memberikan bogeman pada ke lima orang tersebut, dia bahkan sangat terlihat begitu emosi.
"Katakan yang sebenarnya, siapa yang menyuap kalian" bentak Harun.
"La laura Tuan" jawab nya.
Bugh.
"Jawab yang jujur, kalau tidak aku akan memerintahkan anak buah ku untuk menyekap keluarga kalian" bentak Harun dengan nafas memburu.
Deg.
"Ja jangan Tuan, kami benar di suap Laura" ucap yang lainnya
"Berikan aku senjata" ucap Harun pada dingin.
Glek.
Para oknum pun langsung meneguk ludah nya kasar, mereka saling lirik dengan pandangan penuh arti.
"Berikan jawaban yang benar, atau nyawa dari salah satu kalian akan melayang oleh pistol ini" ucap Harun dengan dingin.
Deg.
Glek.
Glek.
"Ja jangan Tuan" ucap mereka dengan serempak dan tubuh yang bergetar.
"Siapa yang menyuap dan menyuruh kalian?" tanya Harun kembali.
Mereka masih diam, tidak ada yang berani membuka mulut nya. Bahkan mereka terlihat seperti saling lirik dengan pandangan yang memberikan kode.
Brak.
"Jawab" bentak salah satu anak buah mereka.
Bruk.
Saking terkejut nya, salah satu dari mereka langsung terduduk di lantai dengan ketakutan.
"Baiklah, kalian sudah memancing emosi ku. Bukan hanya kalian saja yang akan aku lenyapkan, tapi aku juga akan melenyapkan keluarga kalian" ucap Harun dengan serius.
"Jangan" teriak mereka dengan menggema.
"1 2 3"
Dor.
Arrgghhh.
"Kalian kira aku main-main" bentak Harun.
Tap.
Tap.
"Harun, ada apa ini?" tanya Daddy Bimo yang baru saja tiba.
"Mereka berbohong Tuan, bukan hanya Laura yang membayar mereka ternyata" jawab Harun tegas.
Bugh.
Daddy melayangkan tinju nya pada komandan sang oknum, lalu dia menatapnya dengan tatapan yang nyalang.
"Kau berani sekali menipu ku, sialan. Boy, berikan aku rantai" teriak Daddy pada sang Asisten.
Boy memberikan rantai panjang, lalu mereka perlahan mundur dari sana. Harun pun ikut mundur dengan para bawahannya.
"Aku memberikan kesempatan mereka, tapi setelah ini apa mereka akan tetap hidup" gumam Harun dengan tatapan tajam.
Argghh
Argghh
"Ampun Tuan"
"Jangan Tuan"
Begitulah suara jeritan dari mereka, bahkan darah sudah bercucuran dari wajah dan bagian tubuh lainnya.
"Katakan yang sebenarnya, siapa yang menyuruh kalian bajingan" teriak Daddy dengan penuh emosi.
"Tuan Is ishak" jawab salah satu dari mereka dengan pasrah.
Dor.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Masfaah Emah
wah ada musuh dalam selimut, ni ada apa dengan Ishak,,,?
2023-03-10
0
Ilan Irliana
wah2...kirain Ishak org bnr..tau'y sm kek c Jhody..
2022-09-28
0
heni diana
Haduch ishak ada apa dengnmu??? Musuh dlm selimut..
2022-09-27
0