Bab 8

Anna menatap kedua orang yang ada di hadapannya dengan tatapan penuh kebencian.

"Tinggalah sebentar disini, Nak. Kakek dan Nenek rindu padamu" ucap wanita tua yang cukup renta dengan tatapan sedih.

"Buat apa? Buat kalian bunuh juga sama seperti orangtua ku?" tanya Anna.

Pria tua di hadapannya langsung menundukan kepala nya, dia cukup terhenyak dengan ucapan sang cucu.

"Maafkan kami, Nak" ucap Kakek nya dengan penuh sesal.

Hufh.

Anna membuang nafas kasar, dia lalu menatap Kakek dan Nenek nya.

"Aku sudah memaafkan kalian sejak saat itu, aku hanya ingin hidup mandiri dan jangan kalian ganggu aku lagi. Jika tiba waktunya aku akan datang sendiri pada kalian" tegas Anna bangkit dari duduk nya.

"Baiklah jika memang itu keinginan kamu Nak, Kakek dan Nenek akan membiarkan kamu pergi. Namun, jangan pernah larang kami jika sesekali datang bertamu" ucap Nenek penuh harap.

Anna hanya menganggukan kepala nya, dia lalu pergi dari mansion mewah itu dengan suasana hati yang jelek.

Saat ini Anna ada di Australia, dia berada di Negara kelahiran sang Ayah dan mansion tadi juga adalah hak Ayah nya.

Anna membawa mobil milik sang Ayah, dia akan pergi ke Kota yang masih ada di Negara itu. Dia akan memulai karir nya yang sejak kecil sudah menjadi kesukaannya.

🍀🍀

Hari demi hari berlalu, Jodie berusaha dengan sekuat tenaga untuk membuat perusahaannya kembali bangkit.

Dia dan Laura saling membantu untuk memajukan perusahaan itu dengan bantuan Kakak Laura.

Sudah hampir 7 bulan sejak kejadian dimana perusahaan Jodie hampir bangkrut, dan untunglah sampai hari ini masih beroperasi dengan baik.

Jodie benar-benar mengupayakan perusahaan tersebut agar tetap berdiri, dia juga rela kesana kemari demi perusahaannya.

Seperti sore ini, Jodie pulang ke mansion dengan wajah cerah nya. Dia baru saja menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan cukup besar di Negara tetangga.

"Mas" panggil Beliana dengan menggendong Putra.

"Kenapa?" tanya Jodie sambil membawa Putra ke pelukannya.

"Aku boleh minta uang? Perlengkapan Putra sudah menipis dan aku juga ingin belanja" ucap Beliana dengan tersenyum manis.

Jodie menatap Beliana dengan tatapan heran, dia baru saja kemarin memberi uang untuk kebutuhan Beliana dan Putra.

"Uang kemarin kemana? Kamu tahu kan bahwa perusahaan aku baru saja bangkit kembali, bahkan aku meminta bantuanmu untuk meminjam modal pada orangtua mu pun kau tak mendengarnya" balas Jodie dengan tajam.

Glek.

"I itu, uang kemarin a aku simpan" ucap Beliana terbata.

"Yasudah pakai saja dulu uang itu, aku juga sedang tak ada uang karena habis bayar gajihan karyawan dan juga menyiapkan untuk modal lagi" tegas Jodie berlalu ke arah balkon bersama Putra.

"Sial" gerutu Beliana dengan kesal.

Beliana lalu duduk di pinggir ranjang dengan wajah kesal nya, dia menatap Jodie dengan tatapan tajam.

"Mas, aku ingin menginap di Rumah Ayah dan Bunda" teriak Beliana.

Jodie datang dan memberikan Putra pada Beliana.

"Yasudah sana berkemas dan bersiaplah, jangan lupa bawa baju kerja untukku besok" ucap Jodie.

Beliana mengangguk dengan tersenyum, dia sudah menyusun rencana agar Jodie memberikan uang untuk nya.

Kemudian Beliana menyimpan Putra di dalam boxs bayi, dia langsung berkemas dan menata pakaian serta perlengkapan Putra di dalam koper.

"Pakaian kamu dan Putra agak banyak, soalnya aku besok akan keluar Kota untuk beberapa hari dan kalian menginap saja disana" ucap Jodie kembali.

"Loh kok mendadak" kaget Beliana menghentikan aktifitas nya

"Ya, barusan ada kabar bahwa proyek pembuatan Mall di Semarang sudah selesai dan aku harus meninjau nya dulu" jelas Jodie.

Hufh.

Beliana mengangguk dengan wajah patuh nya, dia lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.

🍌

Tepat jam 5 sore Jodie dan Beliana pergi dari mansion sang Ayah. Mereka langsung melajukan mobil nya ke arah Rumah mertua Jodie yang ada di Tangerang.

Selama perjalanan, baik Beliana maupun Jodie mereka sama-sama diam dan tak mengeluarkan sepatah kata apapun.

Hingga tepat jam makan malam mereka tiba di kediaman orangtua Beliana, Jodie membawa koper mereka masuk dan Putra di gendong Beliana.

"Ayah, Bunda" panggil Beliana dengan semangat.

Tap Tap Tap

"Tuan dan Nona langsung saja ke ruang makan, karena Tuan Besar menunggu disana" ucap pelayan disana dengan nafas ngos-ngosan.

"Yaudah, tolong antarkan koper ini ke kamar saya Bi" balas Beliana dengan cepat.

Kemudian Beliana membawa Jodie ke ruang makan dan benar saja disana orangtua nya sedang makan malam.

"Kalian sudah sampai, ayo makan malam dulu" ucap Ayah Beliana dengan ramah.

"Terimakasih, Ayah" balas Jodie.

Lalu mereka mulai makan malam kembali dengan tenang dan damai.

🍌

Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga. Beliana ikut serta setelah menidurkan Putra di kamar nya.

"Bagaimana perusahaan kamu, Nak?" tanya Ayah mertua Jodie.

"Baik, Ayah" jawab Jodie singkat.

"Hemm syukurlah, boleh tidak kalau Ayah minjam uang untuk suntikan dana di perusahaan Ayah?" tanya Ayah mertua nya kembali.

Cih.

Jodie berdecih dengan sangat pelan, bahkan mereka yang ada disana tak ada yang tau dan menyadari nya.

"Maaf Ayah, kalau untuk suntikan dana seperti nya tidak bisa. Perusahaan ku juga masih belum stabil dan masih perlu banyak suntikan dana. Bukannya perusahaan Ayah kemarin sudah tandatangan kontrak dengan perusahaan x yang lumayan besar" jawab Jodie dengan santai.

Beliana membelakan mata nya, kenapa Jodie tahu bahwa perusahaan Ayah nya sedang baik-baik saja bahkan jauh di atas milik nya.

"Tapi Ayah masih butuh dana" keukeuh Ayah mertua nya.

"Tapi aku tidak bisa" tegas Jodie.

Brak.

"Kau sombong sekali Jodie, perusahaan kecil begitu juga" bentak Bunda dengan menggebrak meja.

"Kalau memang perusahaan ku kecil lalu kenapa Suami anda ingin meminjam dana padaku, Bunda?" tanya Jodie, dia sebenarnya tahu bahwa itu alibi untuk Beliana mendapatkan uang dan mereka berdua juga akan kecipratan.

"Kalau begitu berikan uang untuk Istrimu liburan" ucap Ayah dengan tenang.

"Liburan? Bukannya dia meminta uang untuk kebutuhan Putra?" kaget Jodie, dia kemudian menatap Beliana tajam.

"Kau keterlaluan Beliana, kemanakan uang yang baru saja kau kirim kemarin?" tanya Jodie dengan tatapan yang tajam.

"Habis, aku belanja tas dan baju kemarin" jawab Beliana dengan menundukan kepala.

Plak.

"Jodie" bentak Ayah mertua nya saat melihat Beliana di tampar oleh Jodie.

"Kenapa? Kalian jangan ikut campur urusan rumah tangga ku" balas Jodie dengan tegas.

Sedangkan Beliana hanya bungkam dan meraba pipi nya yang sangat perih terkena tamparan dari Jodie.

"Tapi dia Putri ku" bentak Bunda tak terima.

"Dan dia adalah Istri ku" tegas Jodie.

.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

up lg thor

2022-09-22

0

Indah 122

Indah 122

Nah kan mulai deh perkelahian para ular aseekk siapa nih yg duluan berdarah

2022-09-22

0

Nindy 2212

Nindy 2212

teruskan lah .....teruskan lah....
lama2 hancur nih hubungan Jodie SM beliana

2022-09-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!