Resepsi pernikahan Anna dan Alex pun berakhir, semua keluarga kembali ke Rumah masing-masing dan ada juga yang menginap di Hotel.
Begitupun dengan Alex dan Anna, keduanya langsung menuju ke Hotel dimana Alex sudah menyiapkan semua nya.
Luna dan yang lainnya pun sudah berpamitan sejak tadi, bahkan mereka tak ada yang menunggu sepasang pengantin baru itu agar tidak mengganggu nya.
"Mas, kita hanya berdua kesana? Kemana Harun?" tanya Anna setelah masuk ke dalam mobil.
"Harun tadi pulang duluan bersama Lyona, entahlah mungkin mereka sedang dinner" jawab Alex dengan terkekeh.
Anna hanya tertawa kecil saja, kemudian mobil melaju meninggalkan pelataran Gedung yang mewah itu.
"Syukurlah hari ini acara nya berjalan dengan lancar dan tanpa ada gangguan apapun" ucap Anna sambil menyenderkan punggung nya ke sandaran mobil.
"Tidurlah jika lelah" balas Alex dengan mengusap lembut kepala Anna.
Anna hanya mengangguk, lalu dia memejamkan mata nya yang cukup lelah.
"Aku yakin ada sesuatu terjadi, tidak mungkin Harun akan pergi begitu saja sebelum acara selesai" batin Alex dengan terus menerka.
🍌
Sedangkan di kediaman Mahendra, Luna dan yang lainnya sudah berkumpul. Mereka tinggal menunggu Daddy Alex saja untuk sampai kesana.
"Bagaimana, apa ada kabar dari Harun atau Lyona?" tanya Kakek Mahendra.
"Belum Kakek, kita tunggu Tuan Robi saja dan setelah nya kita akan langsung pergi ke Tkp" jelas Ishak dengan yakin.
Hingga tak berselang lama terdengarlah suara mobil berhenti dan klakson di bunyikan.
Luna, Frisil dan Ishak langsung keluar, sedangkan Sofia akan menjaga Kakek dan Nenek di mansion.
"Hati-hati" ucap Nenek dengan cepat.
"Iya Nek" balas Frisil dan yang lain hanya mengangguk.
Sedangkan Tunangan Luna sudah pergi sejak tadi, kebetulan dia juga adalah pengacara handal sama seperti Lyona.
"Coba tanyakan dimana posisi mereka berada" ucap Daddy Bimo setelah mobil meninggalkan kediaman Mahendra.
Luna menganggukan kepala nya, dia lalu mengambil ponselnya dan mencoba menelpon sang Tunangan.
"Dimana posisi sekarang?" tanya Luna to the point.
"......."
"Baiklah, kami juga sedang dalam perjalanan" ucap Luna.
Tut.
"Bang Ishak, kita ke jalan X, Abang tahu kan?" ucap Luna dengan menyimpan ponselnya kembali.
"Aku tahu, biar aku yang akan menunjukan jalannya" balas Frisil.
Hening.
Di dalam mobil itu sangat hening sebelum suara Frisil yang mengomando Ishak menyala.
Hingga beberapa saat mereka tiba di lokasi, banyak orang disana dan ada juga anak buah Mahendra serta Grissam, banyak juga warga sekitar yang ikut serta disana.
"Lyona, Harun" panggil Daddy Bimo.
"Kami disini Paman" balas Lyona dengan berteriak.
Lalu kerumunan disana terbuka dan tampaklah di tengah mereka beberapa oknum polisi dan Bu Gina yang sudah tergeletak tak bernyawa.
"Bu Gina" gumam Luna.
"Ibuuu" teriak Frisil dengan air mata yang berjatuhan.
"Mbak jangan sentuh dulu, kita akan lakukan autopsi dulu" larang Luna dengan memegangi tubuh Frisil.
Frisil memang menjauh dari Ayah dan Ibu nya, namun dia tak pernah menaruh dendam sama sekali pada kedua orangtua angkat nya.
"Tenanglah sayang" bisik Ishak memeluk tubuh Frisil.
"Bagaimana kronologi nya? Dan apakah sudah meminta yang berwajib datang?" tanya Daddy Bimo
"Sudah Tuan, mereka sedang menuju kesini bersama dengan tunangan Mbak Luna" jawab Harun dengan kode mata.
"Tuan, Nona, kalau begitu kami permisi dulu ya" pamit warga disana.
"Terimakasih sudah mau membantu kami, Pak, Buk" balas Lyona dengan ramah.
"Sama-sama Nona" ucap mereka dengan serempak.
Setelah kepergian warga, anak buah Grissam menggiring oknum yang terlibat dan tak lama kemudian serine ambulance dan polisi datang kesana.
"Bawa dan lakukan autopsi segera" ucap tunangan Luna.
"Baik Tuan" balas tenaga medis.
"Tuan Bimo" sapa komandan polisi dengan sopan.
"Saya kecewa dengan anak buah mu, bagaimana bisa hal ini terjadi dan oknum kalian membantu nya" bentak Daddy Bimo penuh emosi.
"Maaf Tuan, kami lengah" balas nya dengan menundukan kepala.
"Pergi dan carilah kedua bajingan itu, kalau perlu seret orang yang ada di belakang mereka" ucap Daddy Bimo dengan aura yang begitu dingin.
"Baik Tuan" patuh sang komandan.
Kemudian mereka masuk ke dalam mobil, mereka akan langsung ke markas dimana oknum yang sudah berada disana.
"Laura, ya keluarga Laura dan Beliana patut kita awasi" ucap Luna dengan yakin.
"Kau benar Kak, kita akan awasi dua keluarga itu" timpal Lyona.
Sedangkan Frisil dan Ishak ikut serta ke Rumah sakit dengan beberapa anak buah Harun.
🍌
Tiba di markas, langkah mereka semakin menggema dan mendekati ruangan dimana penyekapan.
Namun sebelum itu, Daddy Bimo mengajak mereka ke ruangannya dulu untuk mendengar cerita dari Lyona dan Harun.
"Ceritakanlah dengan jelas" ucap Daddy Bimo dengan tegas.
🍀FlashBack🍀
"Nona Lyona, lapas tempat penyekapan Jodie dan keluarga nya kebakaran" lapor salah satu polisi disana.
"....."
"Saya tidak tahu pasti, namun saya juga bersembunyi karena ada yang terlibat dari rekan kami. Anda segera datang sebelum mereka kabur" ucap nya lagi dengan berbisik.
Tut.
Lyona, Harun dan Tunangan Luna pun tiba di lokasi, disana sudah banyak warga yang membantu karena melihat api yang sangat besar.
Para oknum terlibat pun sangat kaget saat melihat tempat itu sudah di kepung oleh para anak buah Mahendra dan Grissam, bahkan disana juga sudah ada Lyona.
Terdapat 5 oknum yang di tangkap dan di seret paksa oleh anak buah Grissam, dari gerak gerik nya pun sudah menunjukan ketakutan dan sangat berbeda dengan polisi lainnya.
"Tuan, mereka lari kesana karena ada warga yang melihat nya" teriak salah satu anak buah Mahendra dengan menunjuk ke arah hutan.
Harun dan beberapa anak buah nya langsung berlari, mereka tidak takut sama sekali padahal hari sudah akan larut malam.
Lyona dan Tunangan sang Kakak pun ikut, namun mereka sambil mengamati sekitar dan tidak terlalu cepat.
"Itu ada yang tergeletak" teriak salah satu warga tak jauh dari pinggiran Hutan.
Lyona langsung menuju kesana, dan Harun pun ikut serta karena sudah tertinggal jauh dengan jejak Jodie dan keluarga nya.
"Bu Gina" ucap Lyona.
"Jangan ada yang menyentuh nya lebih dulu, kita akan menunggu polisi dan pihak rumah sakit. Kalian tunggu disini dan aku akan memanggil mereka kemari" ucap Tunangan Luna yang kebetulan mrmang disana ada Rumah sakit yang lumayan besar.
🍀FlashNow🍀
Daddy Bimo mendengarkan dengan seksama, dia hanya manggut-manggut dengan wajah sangar nya.
"Harun, berikan penjagaan ketat untuk Anna dan Alex. Jangan ada yang memberitahu dulu mereka tentang ini, bisa gagal aku mendapatkan Cucu kalau mereka di beritahu malam ini" ucap Daddy Bimo sedikit nyeleneh.
Luna dan Lyona langsung saja tertawa dengan geli, keduanya bisa membayangkan bagaimana malu nya Anna saat mendengar mertua nya berkata seperti itu.
Kemudian mereka berlalu ke ruangan penyekapan, aura Daddy Bimo sudah berubah dan mereka sangat merinding saat di dekat nya.
Begitu pintu di buka, oknum yang ada di dalam langsung pucat dan meneguk ludah dengan kasar.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Anissa Magfirah
mengapa juga jodie cari perkara, dan si laura malah buat masalah dengan para singa mahendra ya thor
2022-09-26
0
Nindy 2212
ditunggu adegan pemersatu bangsa nya
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
2022-09-26
0