Setelah kepulangan Pram dan Lyona, Jodie dan keluarga nya terlihat begitu maraha dan emosi.
Apalagi saat tahu bukan sedikit yang mereka pakai dari aset Nenek Anna tersebut.
"Jodie, kau harus segera mencari investor kembali agar perusahaan kita tidak goyang" ucap Ayah Robi.
"Ayah benar, kita tidak bisa tinggal diam saja dan harus melakukan sesuatu" balas Jodie.
Beliana dan Ibu memilih diam, apalagi kenyataan yang mereka dapat sangat bertubi-tubi.
"Jual saja mansion ini dan kalian pindah ke mansion Ayah, kita pakai uang nya buat nyuntik dana perusahaan agar tidak goyah selama belum ada investor" jelas Ibu Gina dengan serius.
Jodie dan Beliana saling pandang, namun Jodie langsung menyetujui saran dari Ibu nya dan tidak menerima penolakan dari Beliana walaupun sudah memberi kode.
"Baik Bu, besok aku akan jual mansion ini" balas Jodie yakin.
Beliana menatap Jodie dengan kesal, dia tidak ingin tinggal dengan mertua nya. Apalagi di sana hanya ada sedikit pelayan karena Ibu mertuanya memilih mengerjakan sesuatu dengan tangannya sendiri.
"Sekarang kalian berkemaslah, selagai Putra kalian di jaga oleh kami" ucap Ayah mengambil cucu nya dari atas pangkuan Jodie.
"Baik Ayah, nanti malam kita pergi dari sini" balas Jodie dengan beranjak dari duduk nya. Lalu Jodie menatap Beliana dan membawa nya masuk.
"Kenapa aku merasa Beliana bukan wanita baik, ya" batin Bu Gina dengan menatap Putra dan menantu nya.
"Ayah, bagaimana kalau Jodie kita suruh minta bantuan pada mertua nya saja" usul Bu Gina.
"Ah kamu benar juga, Bu. Dia pinjam uang pada mertua nya saja agar semua masalah selesai dan nanti nya Jodie tinggal bayar saja pada mereka" balas Ayah Robi.
Bu Gina mengangguk, dia memang teringat akan besan nya juga yang cukup kaya.
"Ini semua gara-gara Anna, aku kira dia tidak akan mengambil semua aset nya dan bahkan sampai mobil butut yang kita jual juga dia masih permasalahkan" gerutu Bu Gina kesal.
"Kamu benar Bu, kita harus membalas nya dan membuat Anna semakin menderita" ucap Ayah Robi dengan mengepalkan tangannya.
"Bukan salah Mbak Anna, yang salah itu kalian Ayah, Ibu" ucap seorang wanita remaja yang baru saja masuk ke dalam mansion
"Sofia"
Kaget Ayah Robi dengan menatap Putri bungsu nya yang sudah duduk di hadapan mereka.
"Ya ini aku, apa kalian tidak senang aku pulang?" tanya Sofia dengan santai.
"Bukan begitu, Nak. Kenapa kamu pulang? Bukannya ini masih belum libur semester?" tanya balik Bu Gina
Sofia memicingkan mata nya, lalu dia menatap Ayah dan Ibu nya dengan tatapan bingung.
"Ya kenapa aku pulang itu karena kalian, kalian tidak membayar kuliahku dan uang bekal selama disana belum kalian kirim" jawab Sofia kesal.
Hah.
"Jangan bohong kamu Sofia, kami sudah mengirimkannya sejak satu bulan yang lalu" bentak Ayah Robi.
Brak.
"Lihat itu jika kalian tidak percaya, disana tercatat kapan kalian terakhir ngirim uang padaku" teriak Sofia penuh dengan emosi.
Dia sangat kesal dan emosi saat Ayah nya tak percaya apa yang dia ucapkan.
"Apa kalian percaya?" ketus Sofia dengan kesal.
"Aku bertahan sampai sekarang disana itu karena kiriman dari Mbak Anna, dia yang sudah mengirimkan uang pribadi nya untukku selama disana" teriak Sofia kembali.
"Kau jangan menipu kami Sofia, Ibu sendiri yang menyuruh Beliana mengirim uang itu karena saat itu Ibu sedang sakit" ucap Bu Gina menatap Sofia tajam.
Sofia menatap Ibu nya tak percaya, kenapa dia selalu saja mempercayai Beliana di bandingkan dia dan Kakak perempuannya.
"Bu, kenapa kalian selalu saja membela dan percaya pada Kak Beliana? Apa kalian tahu karena apa aku dan Kak Frisil membenci Beliana, dia itu wanita jahat dan eanita muraha* dia tak elak nya wanita malam yang di pungut oleh Mas Jodie" teriak Sofia dengan nafas memburu.
Plak.
Plak.
"Diam kamu Sofia, bagaimana bisa anak mahasiswa hukum seperti mu bicara lancang dan tanpa kebenaran tentang Kakak Iparmu sendiri. Dan ingat Sofia, kamu jangan sesekali menuduh Beliana" bentak Bu Gina setelah menampar kiri-kanan pipi Sofia.
Sofia menatap nanar pada sang Ibu, dia lalu menyeka air mata nya agar tak menetes.
"Benar apa kata Kak Frisil, kalian di butakan oleh harta sehingga merubah pikiran kalian menjadi seperti ini. Ingat ini, kalian akan menyesal" ucap Sofia menahan laju air mata nya.
"Pergi kau dari sini, sana ikuti Kakak pungut mu yang pembangkang" bentak Ayah Robi menunjuk wajah Sofia.
Deg.
Sofia terkejut karena Ayah nya sendiri mengusir dirinya, dia lalu menatap keduanya penuh luka dan kecewa. Lalu setelah nta dia keluar dari mansion Jodie.
Sofia akan langsung terbang ke Negara dimana Kakak perempuannya berada, dia tidak punya siapapun lagi selain Frisil.
Sedangkan Jodie dan Beliana, keduanya hanya diam saja dan tak merespon apapun. Terlihat senyum tipis keluar dari bibir ranum Beliana yang tak di sadari oleh siapapun.
Setelah semua nya siap, mereka langsung menuju ke mansion Ayah Robi, para pelayan disana sudah di pecat dengan pesangon masing-masing dan hanya kepala pelayan yang ikut mereka
🍌
Tiba di mansion tersebut, Jodie tidak turun dan dia pergi kembali karena ada urusan yang cukup penting di luar.
Sedangkan Beliana di bawa masuk oleh Bu Gina, dan cucu nya di bawa oleh Ayah Robi ke kamar dirinya.
"Beliana? Apa kamu tidak mengirimkan uang itu pada, Sofia.?" tanya Bu Gina penuh selidik.
"Di di kirim Bu" jawab Beliana sedikit gugup.
"Benar? Kenapa Sofia pulang dan mengatakan bahwa dia tidak fi kirim uang olehmu" ucap Bu Gina kembali.
Beliana diam, dia memalingkan wajah nya dengan sedikit terisak kecil.
"Mungkin karena Sofia tidak suka padaku jadi dia mengarang cerita agar Ibu dan Ayah marah padaku" lirih Beliana dengan terisak.
Grep.
Bu Gina lalu memeluk Belian dan dia juga bahkan meminta maaf pada menantu nya. Sedangkan Beliana? Dia hanya tersenyum sinis dan menyeka air mata nya.
"Kamu masak untuk makan malam duluan ya, Ibu akan menari Ayah agar Sofia dapat teguran kembali" ucap Bu Gina setelah melepaskan pelukannya.
Hah.
"I iya Bu" balas Beliana dengan terpaksa.
🍀🍀
Sedangkan Jodie, dia bertemu dengan Asistennya di Restoran mewah. Keduanya akan makan malam bersama dan membahas masalah tentang perusahaan.
Wanuta cantik dengan pakaian elegant itu sesekali melirik ke arah Jodie, sang Atasan. Dia sudah menaruh perasaan pada Atasannya sejak bekerja di perusahaan itu.
"Bagaimana Tuan? Apa anda sudah menemukan Investor kembali?" tanya Laura dengan suara yang begitu mendayu.
"Belum, aku belum kepikiran karena pikiran ku sangat mumet sekali" jawab Jodie dengan helaan nafas kasar.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Cikka
sorry thor aku kurang paham dengan cerita anda...loncat"ntah kemana dan mungkin otak ku yg nggak nyampe🤷
2022-10-06
0
Nindy 2212
hahahahaha
masuk lagi uler ke keluarga Jodie
nti dibantu SM sekretaris nya
selingkuh lagiii deh
beliana di selingkuhin
ahhhhh udh gak sabar......
2022-09-22
0
heni diana
Aneh ya ada orng tua lebh percaya orng lain dri pada anak sendiri???
Apa kbar ya dengn anna siapa yg sudah menculiknya semoga saja orng baik yg akan menyelamatkn ana tkutnya orng suruhan beliana..
2022-09-22
0