Bab 13

Anna masuk ke dalam mansion dengan gontai, dia lalu berlari menuju ke kamar bekas orangtua nya.

Ceklek.

"Aku lemah, Ayah, Bunda" gumam Anna sabil berjalan ke arah ranjang.

Anna merebahkan tubuh nya di atas ranjang, dia lalu menatap langit-langit kamar tersebut dengan air mata yang sudah menetes.

"Jodie Adiningrat, ini belum seberapa saat apa yang kau lakukan padaku dulu. 5 tahun lebih bahkan hampir 7 tahun aku berpura-pura tersenyum di balik kesedihan ini, aku tahu semua ini sudah kalian rencanakan agar harta Nenek ku bisa kalian rampas" gumam Anna dengan memejamkan mata nya terisak.

🍀Flashback🍀

5 tahun yang lalu, dimana saat Anna sakit dan di rawat jalan di Rumah mertua nya.

Semua keluarga berkumpul disana , bahkan Beliana pun ada menjenguk Anna yang sakit. Hanya Frisil dan Sofia yang tak ada karena sedang di luar Negeri dan Kota.

Saat itu, Anna bangun dari tidur nya dan merasa haus. Dia mencari sang Suami, Jodie. Namun hingga beberapa saat menunggu tak ada siapapun yang masuk kesana.

"Kemana Ibu dan Mas Jodie" gumam Anna bangkit dari tidurannya.

Anna memutuskan untuk keluar dari kamar, namun langkah kaki nya urung ia gerakan saat mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh kedua mertua nya, Suami serta Beliana di ruang tamu yang dekat dengan kamar nya.

"Bagaimana rencana kalian?" tanya Ayah Robi.

"Besok kami akan menikah di KUA secara diam-diam, dan kalian jaga Anna sampai kami selesai menikah" jelas Jodie menatap Beliana dengan penuh cinta.

"Baiklah kalau begitu, surat-surat tentang aset Nenek Anna pun sudah di tangan kita. Kita jangan berubah dan terus saja berbuat baik pada Anna sampai semua aset milik Nenek nya jatuh padamu, Jodie" ucap Ayah Robi kembali.

Jodie mengangguk tanpa mengerti, dia juga bahkan tak malu saat memeluk Beliana di hadapan orangtua nya.

Anna yang masih berdiri di dekat pintu pun langsung terduduk lemas, dia menangis tanpa suara dengan tubuh yang bergetar hebat.

"Apa maksudnya ini dan kenapa aku bodoh sekali" gumam Anna dengan menyeka air mata nya.

Anna langsung menyeka air mata nya dengan cepat saat dia mendengar derap langkah mendekat ke kamar nya.

Anna pun langsung berbaring kembali dengan selimut yang dia naikan sampai ke leher.

"Hemm dia masih tidur" ucap Beliana dan kembali pergi dari sana.

Anna lagi dan lagi meneteskan air mata nya, dia tidak percaya apapun sekarang. Namun untuk pergi pun dia tak bisa karena cinta nya pada Jodie sangatlah besar.

"Aku akan bertahan dan semoga saja ini hanya bohong belaka mereka" gumam Anna dengan penuh tekad.

Hari demi hari Anna lalui dengan semangat dan senyuman, namun lagi dan lagi di balik senyuman itu banyak air mata yang keluar. Apalagi saat Anna memergoki Beliana dan Jodie sedang bercumbu ataupun bermesraan di belakang nya.

🍀FlasNow🍀

Anna menangis dengan begitu pilu, bertahun-tahun dia bahagia dan tersenyum di balik kepura-puraan semata. Dia juga tegar dan kuat saat semua keluarga menusuk nya dengan keji dari belakang.

"Ayah, aku rapuh dan aku gak kuat apa yang Ayah minta. Bunda, aku sudah melakukan apa yang Bunda ajarkan yaitu sabar, dan Nenek aku juga sudah berikan apa yang milik Nenek pada orang yang pantas untuk menerima nya" ucap Anna menatap deretan poto keluarga yang ada di kamar itu.

Hiks Hiks.

"Dada ini sesak Ayah, aku tak sanggup" ucap nya lagi dengan bahu bergetar dan air mata yang terus saja menetes.

"Menangislah Anna, habiskan semua nya hari ini dan jangan ada lagi tangisan untuk esok hari. Apalagi untuk orang yang tak ada artinya seperti mereka" ucap Alex yang entah sejak kapan ada disana.

Anna membalikan tubuh nya, dia dengan gegas memeluk lelaki itu dengan erat. Tangis yang semakin meraung dan kepalan tangan yang semakin kuat.

Alex, dia adalah pria yang membuatnya bangkit sejak saat dirinya rapuh. Menghadapi masalah yang datang bertubi dalam kehidupannya, bukan hanya masalah saja yang Anna hadapi di luaran sana. Namun, teror orang-orang Jodie yang selalu datang.

Dan semuanya Anna lalui berkat bantuan Alex, dia pria yang selalu ada di samping nya dan membuat semangat nya bangkit yang sempat down beberapa bulan ke belakang.

"Hiks hiks, aku sakit Alex. Aku tak terima semua ini, Jodie dan keluarganya telah membohongiku dan dia masih menyimpan aset Nenek yang seharus nya sudah aku berikan pada panti asuhan" lirih Anna dengan sesak di dada.

"Sudah aku bereskan dan aset itu sudah aku berikan pada yang berhak. Sekarang kamu bangkit dan berikan semua bukti itu agar Jodie dan keluarga nya tinggal lama di penjara" balas Alex lembut.

Anna menghentikan tangisannya, namun masih terdengar sesegukan di bibir ranum nya.

"Be benarkah Alex?" tanya Anna dengan serius dan tersendat karena masih terisak.

"Apapun akan aku lakukan untukmu, An" jawab Alex menganggukan kepala nya.

Anna langsung menghambur memeluk Alex kembali, lalu dia berterimakasih pada pria itu.

"Ayo makan siang dulu, sejak tadi kau belum makan kan?" tanya Alex lembut.

Anna mengangguk seraya tersenyum, walaupun ada sisa air mata yang masih terlihat di mata dan pipi nya.

Kemudian Alex membawa Anna ke lantai dasar, dia sudah menyuruh pelayan untuke menyiapkan makanan yang sengaja di buat oleh sang Mommy untuk Anna.

🍌

Malam hari nya, Jodie dapat kunjungan dari Laura. Laura datang dengan membawa makanan yang cukup enak serta menggiurkan untuk Jodie.

"Makanlah dulu, nanti setelah itu aku akan bicara yang cukup serius" ucap Laura dengan lembut.

Jodie menganggukan kepala nya, dia terlihat sangat menikmati makanan itu dengan lahap dan juga tidak ingat sama sekali pada orangtua nya.

Hingga dalam hitungan menit, makanan yang di bawa Laura sudah habis tanpa tersisa.

"Aku seperti tidak melihat Beliana?" tanya Laura.

"Dia sudah keluar sejak sore tadi, karena kasus nya hanya ringan jadi dia bisa bebas dengan jaminan" jawab Jodie kesal.

"Pantas saja tadi aku melihat Ibu nya menggendong Putra" ucap Laura.

Jodie hanya diam, dia sudah mengira kalau Putra sudah di ambil dari Apartemen oleh mertua nya.

"Ada apa, Laura?" tanya Jodie.

Laura menatap Jodie dengan tatapan yang sangat serius, bahkan dia menegakan duduk nya.

"Aku bisa membantu kamu keluar dari sini, tapi dengan satu syarat" ucap Laura.

"Apa syarat nya?" tanya Jodie dengan cepat.

"Bercerai dari Beliana dan menikah denganku" jawab Laura tegas.

"Aku beri kamu waktu 1 minggu, aku akan datang kembali jika sudah 1 minggu" jelas Laura kembali.

Laura bangkit dari duduk nya dan pergi dari sana bersama penjaga, jam waktu besuk sudah habis jadi Laura langsung pergi.

Sedangkan Jodie di antarkan kembali ke sel oleh petugas lainnya, dia akan memikirkan apa yang Laura katakan barusan.

"Bagaimana ini, aku bahkan berniat akan membuat Anna kembali padaku dan saat itu juga aku akan membalas nya dengan keji" gumam Jodie setelah masuk ke dalam sel.

"Ah tapi aku bisa manfaatkan Laura, aku akan menerima ajakan itu dan aku akan membalas Anna serta keluarganya. Tunggu aku Anna" gumam Jodie kembali dengan senyuman miring di wajah nya.

Jodie memutuskan hal tanpa berpikir panjang, dia hanya ingin membalas Anna saja dan menguasai kembali yang di miliki Anna.

🌸Ig: heniisw24

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Anissa Magfirah

Anissa Magfirah

hhedeh , sifat jahat koq di pelihara,,
laura dendam apa ya sama anna
tapi anna bahagia sama alex ya thor, dan belliana hancur ,begitu juga laura, si jodie biar sengsara dulu, ortu jodie biar dapat pelajaran berharga

2022-09-26

0

heni diana

heni diana

Si jodie bukan nya menyesali perbutnnya mlah makin menjadi ya..
Yg kuat yg anna kebahagian akan dtang kepadamu dengan keluarga yg menyayangimu serta alex tentunya..

2022-09-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!