Bab 11

"Kita tiba di penghujung acara sebelum menyantap hidangan yang sudah di sediakan. Di ujung acara ini akan ada 2 berita yang menghebohkan bagi kita semua yang ada disini maupun yang menonton di berbagai media sosial dan televisi" ucap Mc dengan sangat lantang.

"Kita panggilkan keluarga Mahendra dan keluarga Grissam" ucap nya lagi dengan senyum ramah.

Prok Prok Prok

Langkah kedua keluarga tersebut di sambut hangat dan tepuk tangan yang sangat riuh oleh semua tamu yang ada.

Sang Mc memberikan mic pada mereka dan dia kembali lagi ke tempat nya berada.

Cek Cek.

"Selamat malam semuanya" sapa Tuan Anton Mahendra.

"Malam"

"Saya disini akan mengumumkan kedatangan Cucu tunggal saya yang selama ini tidak di publikasikan, dia saat ini sudah siap menggantikan saya di seluruh Mahendra Group. Mungkin di luaran sana sudah yang mengenalnya namun tidak tahu akan fakta ini" jelas Tuan Anton dengan tegas.

"Naiklah Nak, Brianna Aulia Mahendra" panggil Tuan Anton kembali dengan mengulurkan tangannya.

Semua mata tertuju pada seorang wanita yang datang bersama dengan pria dari arah belakang.

"Jadi benar, Anna adalah Cucu dan pewaris Mahendra" gumam Jodie.

"Loh bukannya itu mantan Istri anda, Tuan?" tanya Laura dengan kaget.

"Hemm iya" balas Jodie yang masih tetap memandang kecantikan Anna yang sudah bergabung di atas panggung.

"Dan pria yang ada di samping nya adalah Putra tunggal saya, Alexander Grissam. Mereka akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini" ucap Tuan Bimo Grissam dengan wajah bangga nya.

Riuh tepuk tangan menggema disana, bukan hanya tepuk tangan saja yang mereka berikan bahkan tim wartawan pun dengan sigap memotret ataupun menayangkan secara langsung berita heboh ini.

Bagaimana tidak heboh, kedua perusahaan besar akan menjadi satu dalam ikatan pernikahan yang sebentar lagi akan di lakukan.

Kedua keluarga itu langsung saja menyuruh Mc untuk memberikan komando agar para tamu undangan menikmati hidangan yang sudah di sediakan disana.

Anna dan keluarga lainnya turun dari panggung dan langsung menuju ke arah meja yang sudah disediakan khusus untuk mereka.

"Mommy, kenapa anak itu bisa ada disini sedangkan kemarin dia berkata akan membiarkan aku sendirian di acara ini" ucap Anna pada Mommy Alex dengan tatapan mendelik ke arah Alex.

"Jangankan kamu sayang, Mommy juga kaget kamu bersama dengan anak nakal itu" balas Mommy dengan heran.

"Ck, bagaimana aku tidak datang kalau Daddy mengancam akan memberikan calon istriku pada pria lain" gerutu Alex dengan wajah kesal nya.

Hahaha.

Sontak saja mereka langsung tertawa renyah, apalagi dengan wajah Alex yang sangat terlihat kesal sedangkan sang Daddy? Dia santai saja.

"Maaf Tuan, ada yang mau bertemu" ucap sang ajudan Tuan Bimo.

"Siapa?" tanya Tuan Bimo yang mana membuat mereka menghentikan tawa nya.

"Tuan Jodie" jawab sang Ajudan.

Anna langsung mengepalkan tangannya dan mengubah raut wajah nya menjadi dingin, dan Alex langsung saja duduk di samping nya dengan cepat memegang tangan Anna.

"Tenanglah, ada aku dan yang lainnya" bisik Alex dengan lembut.

Nenek dan Kakek nya pun menatap Anna dengan mengisyaratkan semua baik-baik saja selama ada kami.

Daddy menatap Anna dengan tatapan sebuah pertanyaan.

"Tidak apa Dadd, suruh saja dia kesini" ucap Anna tersenyum kecil.

"Baiklah, pergi dan suruh kemari dia" titah Daddy pada sang Ajudan.

Mereka kembali hening hingga terdengarlah suara kaki melangkah ke arah mereka semua.

"Selamat malam Tuan Bimo dan Tuan Anton" sapa Jodie dengan wajah ramah yang di buat-buat.

"Malam, ada apa gerangan yang membawa anda datang menemui kami?" tanya Tuan Bimo dengan to the point.

"Tidak ada maksud apapun Tuan, saya hanya ingin menyapa wanita yang ada di samping Putra anda saja" jawab Jodie dengan santai.

"Apakah anda tahu status wanita itu? Meskipun dia Cucu tunggal dari Tuan Mahendra sekalipun dia itu adalah seorang janda" jelas Jodie dengan wajah tengil yang menatap Anna.

Alex mengepalkan tangannya saat tamu yang tak jauh dari sana menatap ke arah mereka.

"Lalu kenapa?" tanya Tuan Bimo.

"Saya tahu siapa Anna, dia adalah seorang janda tanpa anak yang di khianati dan di bohongi oleh Suami nya. Ah bahkan yang lebih parah nya lagi, mantan Suami Anna adalah orang yang menabrak Nenek nya" celetuk Tuan Anton.

Deg.

"Kenapa? Apa kau kaget Tuan Jodie?" tanya Alex dengan terkekeh.

"Apa kau hanya ingin menjelekan calon istriku saja? Ah atau mungkin kau masih mencintainya dan tak terima jika dia bersamaku?" celetuk Alex kembali.

Jodie mengepalkan tangannya dan wajah nya sangat jelas terlihat emosi.

"Apa kau tak akan menyesal Tuan Alex, dia itu wanita mandul" ucap Jodie dengan lantang nya.

Brak.

"Apa kau sudah selesai Tuan Jodie yang terhormat? Apa kau sudah mengembalikan semua aset milik Nenek ku pada orang yang berhak? Kenapa anda seolah ingin menjatuhkan saya, padahal anda sendiri sangat mengenaskan" ucap Anna penuh emosi.

"Apa saya perlu jabarkan apa saja yang anda rebut dari saya dan mengubahnya jadi milik anda? Apa saya juga perlu membeberkan siapa anda sebenarnya?" ucap Anna kembali dengan tatapan yang tajam.

Jodie menatap Anna dengan mata yang membulat, dia tidak menyangka Anna akan bersikap tegas seperti ini.

"Hei Nona, jaga bicara anda" bentak Laura menunjuk wajah Anna.

"Anda yang harus menjaga bicara anda Nona Laura, apa saya juga perlu membeberkan apa motif anda membantu Jodie" kekeh Anna dengan santai nya

"Mau jangan berkelit dan menumpahkan kesalahn pada orang lain Ann, kau memang seorang janda dan wanita mandul. Kau menuduhku pembunuh Nenek mu tapi ternyata sampai sekarang aku tidak terbukti" ucap Jodie dengan menantang.

Anna terkekeh kecut pada Jodie, dia lalu menatap Jodie dengan sengit.

"Kau sudah menantangku Jodie, tunggu saja apa yang akan kau hadapi setelah ini" ucap Anna.

Jodie tertawa mengejek pada Anna, dia merasa sudah aman karena semua bukti sudah dia dan Ayah nya hancurkan.

"Aku tunggu itu, Anna" ucap Jodie dengan sombong.

"Jangan lupakan siapa keluarga ku dan calon mertuaku, Tuan Jodie" balas Anna dengan enteng.

Deg.

Jodie melupakan semua itu, dia meneguk ludah saat melihat tatapan dari kedua keluarga kaya raya dan berkuasa itu.

"Sial, aku lupa dengan status Anna sekarang" batin Jodie.

Jodie lalu pergi dari sana bersama dengan Laura, keduanya langsung pulang karena tatapan mencomooh dari para tamu undangan yang ikut mendengarkan percakapan mereka semua.

"Kau adalah wanita hebat" puji Mommy memberikan pelukan hangat pada Anna.

Anna memeluk Momny dengan erat dan terisak disana, Alex yang mendengarkannya pun menyuruh sang Ajudan untuk membubarkan pesta tersebut.

.

.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Anissa Magfirah

Anissa Magfirah

hheedeh si jodie, bukannya sadar dan insyaf ,malah meraja lela

2022-09-24

0

Defi

Defi

Jodie masih saja bersikap jahat pada Anna

2022-09-24

1

heni diana

heni diana

Ayo anna sekrng waktunya kmu bertindak jngn takut karena keluargamu akan berda d garda terdepan untuk membantumu... Tunjukan pada jodie bahwa kmu bukan lah wanita lemah buat dia menyesal telah menyia nyiakn kamu

2022-09-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!