Bab 7

Sampai jam 9 malam Jodie masih setia di Restoran tersebut bersama Laura.

"Tuan, boleh saya ngasih saran?" ucap Laura dengan gaya sopan nya.

"Apa?" tanya Jodie menatap wanita cantik di hadapannya.

"Menurut saya, anda mulai besok fokus di perusahaan saja dan jangan libatkan oranglain ataupun orang Rumah. Karena apa? Karena itu akan membuat anda pusing sendiri, saya punya Kakak yang bekerja di perusahaan besar dan saya akan mengenalkan anda padanya" jelas Laura dengan serius.

Jodie memikirkannya, dia manggut-manggut dengan mata berbinar.

"Benar juga apa katamu, Lau. Aku semakin pusing dengan ocehan Ayah dan Beliana yang selalu meminta ku untuk mencari investor yang banyak. Mereka kira itu hal gampang apa" keluh Jodie dengan kesal.

"Ya jadi menurut saya anda biarkan saja dulu masalah di Rumah. Karena apa? Itu sudah terjadi juga dan tak akan kembali lagi dengan semula" ucap Laura kembali.

Jodie mengangguk setuju, dia lalu membahas rencana agar pertemuan dengan Kakak Laura di percepat saja agar semua bisa di atasi.

"Ikan masuk ke perangkap" batin Laura dengan bahagia.

Setelah di rasa cukup, Jodie mengantarkan Laura pulang ke Rumah orangtua nya. Keduanya kembali berbincang dengan asyik di dalam mobil.

Bahkan Jodie melupakan ponsel nya yang sejak tadi di matikan oleh nya.

Hingga laju mobil Jodie berhenti di pelataran Rumah yang cukup mewah.

"Terimakasih Tuan" ucap Laura dengan tersenyum.

"Sama-sama" balas Jodie.

Setelah Laura melenggang ke teras Rumah nya, Jodie lalu melajukan mobil nya keluar dari sana dengan hati dan perasaan yang cukup tenang.

"Pembawaan Laura sama dengan Anna, dia cukup kalem dan memikirkan banyak strategi di bandingkan ocehan yang monohok" gumam Jodie dengan helaan nafas kasar.

"Anna, sampai kapanpun aku tak bisa menerima semua ini. Lihatlah Anna, kau berhasil membuatku muak dengan segala nya. Aku tahu aku salah, namun jangan hukum aku sampai begini, Ann" gumam Jodie kembali.

Jodie menikmati udara malam hari dengan laju mobil yang pelan, dia tidak ingin sampai ke mansion Ayah nya karena sudah pasti akan di cecar dengan segala hal.

Namun sayang, mansion sang Ayah sudah ada di depan mata dan mau tak mau dia memasuki halamannya.

Terlihat di luar Beliana sudah menunggu dengan wajah tak enak di pandang nya.

"Mas, kenapa baru pulang?" tanya Beliana dengan cepat.

"Diam dan jangan ganggu aku dulu, aku lagi pusing Bel" jawab Jodie dengan melangkah ke arah dalam mansion.

Beliana menghentakan kaki nya dan ikut masuk kembali ke dalam, dia juga membawa teh hijau kesukaan Jodie ke kamar nya.

Ceklek.

"Mas ini teh nya" ucap Beliana.

"Hmm" balas Jodie.

Jodie langsung masuk ke kamar mandi, dia meninggalkan Beliana yang masih berdiri menatap nya dengan tak mengerti.

"Ah mungkin lagi banyak pikiran" gumam Beliana.

Beliana lalu merebahkan tubuh nya di atas ranjang, dia sudah merasakan kantuk sejak tadi namun bertahan karena Jodie belum juga pulang.

🍀🍀

Matahari naik dengan cahaya yang begitu menyegarkan, para penghuni Bumi sudah sejak tadi ada yang menikmati nya dan ada juga yang masih bergulung dengan selimut tebal nya.

Seperti di kamar mewah ini, Beliana masih memejamkan mata nya dan Jodie sendiri sudah sejak tadi bangun dan bersiap.

"Apa memang begini jika Beliana di Rumah nya seorang diri" gumam Jodie dengan gelengan kepala.

Sret.

Jodie membuka gorden di kamar nya dan otomatis cahaya matahari langsung masuk.

"Bangun Beliana, ini sudah siang" ucap Jodie dengan suara tegas nya.

Deg.

Eungh.

Beliana langsung bangun dan mengucek mata nya, dia lupa bahwa sekarang dia sedang bersama Jodie dan di Rumah mertua nya.

"Mas, kamu mau kemana sudah rapih?" tanya Beliana dengan tatapan bingung.

"Bangun dan mandi makannya, lihat kalender serta jam" sentak Jodie kesal.

Brak.

Jodie keluar kamar dengan menutup pintu kasar, dia sungguh kesal karena Beliana tidak secekatan Anna.

"Sial, kenapa aku lupa kalau hari ini adalah Senin dan pasti nya Mas Jodie akan bekerja, apalagi perusahaan sedang goyah" gumam Beliana masuk ke dalam kamar mandi.

Beliana mandi dan bersiap dengan cepat, dia melupakan untuk masak sarapan pagi dan mengurus Putra nya. Beliana sungguh sial apalagi saat turun ke bawah Suami nya sudah berlalu dengan mobil nya.

"Bel, apa kamu begadang semalam? Bukannya Putra bersama dengan kami" celetuk Bu Gina dengan tatapan sinis.

"Ma maaf Bu, aku semalam capek dan malah kesiangan begini" balas Beliana dengan menundukan kepala nya.

Bu Gina memalingkan wajah nya dan berlalu dari sana, dia menghampiri Suami nya yang sedah menjemur cucu mereka di halama depan.

"Sial" gerutu Beliana dengan menghentakan kaki nya.

Beliana langsung menuju ke ruang makan, dia akan sarapan lebih dulu sebelum memberi asi pada Putra.

"Huh, lihat saja nanti akan aku balas kau wanita tua" gerutu Beliana dengan mengunyah makanannya.

"Dan kenapa Mas Jodie gak nungguin aku makan lagi" gerutu nya lagi dengan kesal.

"Lihat jam, dia sudah kesiangan karena siap-siap sendiri" balas Bu Gina yang entah sejak kapan ada disana.

Beliana langsung gelagapan, dia memalingkan wajah nya ke arah jam dinding dan seketika mata nya membelak karena sudah hampir jam 8 pagi.

Beliana meneguk nasi di mulut nya dengan susah payah, dia menatap mertua nya yang memandang nya dengan sinis.

Lalu setelah itu Bu Gina kembali pergi dari sana, dia cukup muak dengan kelakuan sang menantu.

🍌

Jodie, dia langsung ke ruang rapat untuk bertemu dengan petinggi perusahaan yang masih setia bersama nya.

"Tuan, kenapa sampai telat begini? Ayo masuk" ucap Laura dengan wajah serius.

Jodie masuk bersama dengan Asistennya, mereka langsung saja memulai rapat dan syukurnya mereka masih percaya akan Jodie dan tetap mempertahankan saham mereka.

Hampir 2 jam mereka membahas semua nya, dan setelah nya Jodie keluar dengan wajah yang cukup lega.

"Tuan, besok malam Kakak saya ingin bertemu dengan anda" ucap Laura dengan sopan.

"Benarkah? Atur jadwal dan tempat nya sesuai keingan Kakak mu" balas Jodie dengan binar bahagia.

Laura mengangguk, dia lalu kembali ke meja kerja nya dan meninggalkan Jodie di ruangan sendirian.

"Aku akan membuat Kaka Laura terkesan saat bertemu nanti, siapa tahu dia bisa membawa kejayaan bagi perusahaan ini" gumam Jodie dengan terkekeh kecil.

🍀🍀

Bagaimana dengan Anna? Dia saat ini sedang berada di mansion yang begitu mewah dan megah nya.

Terlihat dari semua furniture di Rumah itu, ada banyak pajangan dan gucci yang begitu pantastic harga nya.

Namun Anna biasa saja dan tidak terlihat kaget, karena dia tahu siapa yang membawa nya kesana.

Tap.

Tap.

"Akhirnya kalian datang juga" ucap Anna datar.

"Biarkan aku pergi dan jangan ikut campur urusanku lagi" ucap Anna kembali dengan aura yang begitu kejam.

.

.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

heni diana

heni diana

Apakah ana d tempat aman ya????

2022-09-22

0

Nindy 2212

Nindy 2212

haduhhhh siapa lagi ini.....

2022-09-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!