Ijab qobul sudah berlangsung dengan begitu khidmat dan sangat penuh haru.
Saat ini, rombongan pengantin langsung menuju ke arah Gedung yang akan menjadi tempat resepsi mereka.
Alex menggenggam tangan Anna dengan lembut, senyuman bahagia terpancar dari wajah mereka berdua.
"Aku tau mungkin hatimu masih belum seutuh nya milik ku, tapi aku akan terus berusaha hingga saat nya nanti kau tak bisa berpaling dan akan terus menjadi milikku" ucap Alex menatap manik mata Anna dalam.
"Terimakasih untuk semua ini, maafkan aku yang belum bisa mencintaimu sedalam kau mencintaiku. Namun, aku akan tetap berusaha untuk hal itu" balas Anna lembut.
Cup.
Alex mengecup kening Anna dengan lama, dia benar-benar bersyukur karena bertemu dengan Anna yang notabena nya adalah wanita apa adanya dan selalu terbuka tentang apapun itu.
🍀🍀
Gedung tersebut sudah penuh dengan para tamu undangan dan kolega bisnis dari kedua belah pihak. Apalagi Anna yang terkenal dengan model papan atas serta desainer yang sudah mencuat nama nya.
Banyak yang berdecak kagum akan semua dekorasi, pilihan warna serta makanan yang ada di sana. Tak banyak juga yang hanya mencibir atau lebih tepat nya iri.
"Kalau orang miskin gak akan seheboh gini"
"Katanya dia itu Janda loh"
Begitulah cibiran untuk Anna yang memang status nya Janda sudah di ketahui publik.
Namun banyak juga yang menjadikan Anna sebagai motivasi karena dia adalah wanita kuat dan tegar.
Pintu utama terbuka dengan lebar, suara Mc yang memberitahu bahwa raja dan ratu sudah tiba pun mengalihkan pandangan para tamu.
Sejenak mereka melongo begitu melihat pengantin baru itu masuk, tepat di atas karpet merah berjalan dan dari atas bertabur bungan mawar merah yang bertaburan dengan begitu indah nya.
Anna tersenyum dengan bahagia saat melihat banyak nya kejutan yang di berikan Alex untuk dirinya.
Di belakang pengantin, kedua keluarga berjalan dengan sangat gagah dan anggun.
"The Real Sultan"
Decak kagum para tamu saat melihat bagaimana gaya kedua keluarga itu.
"Sederhana namun pantastic"
"Woah tas dan wedges nya sangat menyilaukan mata"
Dan masih banyak lagi yang terus berdecak kagum akan kedua keluarga itu.
"Ck, mereka norak banget sih" gerutu Sofia saat melihat ada segerombolan sosialita yang dengan santai nya mencicipi setiap makanan.
"Hus diam, tuh acara nya mau di mulai" ucap Frisil menunjuk ke arah depan.
Sofia mengangguk, dia kemudian fokus kembali ke arah depan.
Serangkaian acara pun di mulai dengan penuh haru dan tangis bahagia.
Dan sekarang hanya tinggal poto-poto serta ucapan selamat dari para tamu undangan.
Tumpukan kado pun berjejer di sudut ruangan yang di jaga oleh salah satu pengawal yang menyamar jadi OB.
"Kak, ayo kita makan dulu saja" ajak Luna pada Frisil dan yang lainnya
"Iya, nanti kita naik ke pelaminannya kalau sudah agak lenggang" balas Frisil.
Kemudian para cewe pun berjalan ke arah stand makanan, sedangkan Ishak duduk bersama tunangan Luna dan Asisten Alex.
"Hmm, apa kau sedang memperhatikan wanita yang ada di pojokan dengan pakaian glamor" ucap Ishak pada Harun, Asisten Alex.
"Ya, dia begitu mencurigakan dengan ekor mata yang terus kesana kemari" balas Harun santai.
"Bukannya dia adalah model yang berhasil di geser oleh Anna kedudukannya" celetuk tunangan Luna.
Harun langsung memberi kode pada anak buah nya dengan mengirimkan percakapan mereka lewat ponsel nya.
"Kita jangan terlalu menonjol agar tak membuat mereka yang berniat jahat mengetahui gerak-gerik kita" ucap Ishak kembali.
Harun dan tunangan Luna pun mengangguk setuju, mereka menikmati minuman yang di bawakan oleh pelayan dengan tatapan yang sangat awas.
🍌
Sedangkan di stand makanan, Luna menatap wanita yang di bicarakan Ishak tadi. Dia menghampiri bersama yang lainnya karena mereka kenal betul siapa wanita itu.
"Ehemm, kenapa kau terlihat sedang membaca situasi?" tanya Luna langsung.
Hah.
"Ti tidak, aku sedang mencari teman se agensi ku" elak wanita itu dengan sedikit gugup.
"Bukannya mereka sedang di atas pelaminan, mereka sedang berpoto ria dengan Anna" tunjuk Lyona dengan santai.
"Jangan gegabah, karena disini banyak Cctv yang tak terlihat" celetuk Sofia.
Lalu mereka meninggalkan wanita tersebut yang mematung dengan tatapan tajam.
"Ck, kalian hanya pengganggu saja. Lihat saja aku akan membuat Anna hancur, karena dia aku tergeser dari dunia permodellan" gumam Wanita itu dengan mengepalkan tangannya kuat.
"Aku yakin bahwa dia juga mendapatkan Tuan muda Alex dengan menjajakan tubuh nya" gumam nya lagi dengan kesal.
Wanita itu pergi dari sana dengan wajah kesal dan kaki menghentak kuat.
Pergerakannya sejak tadi di awasi oleh mata elang Harun, dia tidak melepaskan tatapannya karena tidak ingin mengambil resiko.
Begitupun dengan Luna dan kawan-kawannya, mereka masih menatap wanita itu sampai keluar dari pintu Gedung.
"Dia itu model yang berhasil di geser oleh Anna kan?" tanya Lyona pada Asisten Anna.
"Ya, dia adalah Angel. Anna menggeser nya saat dia baru saja 2 bulan bergabung di dunia model" jelas Asisten Anna dengan santai.
"Pantesan kayak dendam gitu ya" celetuk Frisil.
"Pasti, pernah juga kan dia mau nyelakain Anna saat potoshot dan untungnya dengan sigap kita tahu dan akhirnya Anna bisa selamat" jelas Asistennya kembali.
"Dan dia juga tak sendirian, ada temannya 1 lagi yang tak suka pada Anna" ucap Asisten Anna kembali.
Luna mendengarkan dengan seksama tanpa komentar, dia sudah tahu semuanya karena selalu memantau Anna dan Lyona.
"Kita ingatkan Anna dan Alex supaya jangan lengah, karena bisa saja mereka berencana menyakiti Anna kembali" ucap Luna.
"Anda benar Nona, namun aku rasa dia tak akan berani nekad. Karena kalian tahu sendiri agensi itu adalah milik Anna" celetuk Frisil.
Mereka menganggukan kepala, lalu mereka fokus kembali pada pelaminan yang masih banyak orang mengantri.
Tamu undangan memang sangat banyak dan bukan dari kalangan atas saja, Anna dan Alex mengundang mereka yang dekat walaupun dari kalangan bawah.
Drrt.
Drrrt.
"Lyona, ponsel mu bergetar" ucap Frisil.
"Ahh iya, eh mau apa kantor polisi menelpon" balas Lyona heran.
Lalu Lyona menjauh dari mereka, Luna langsung memberi kode pada tunangannya dan Harun agar mendekat.
Sedangkan Lyona sedang menelpon dengan raut wajah yang mengeras serta amarah mencuat.
"Ada apa?" Harun menghampiri dengan dan bertanya pelan.
"Aku akan menyelidiki ini semua, jika kalian terlibat maka tidak ada kata ampun dari kami. Kalian tahu bukan siapa keluarga Mahendra dan Grissam" bentak Lyona dengan emosi.
Tut.
"Ada apa?" tanya Harun kembali.
"Lapas tempat dimana Jodie dan orangtua nya di sekap hangus terbakar, dan ketiga orang itu berhasil kabur sedangkan yang lainnya masih terkurung disana" jawab Lyona dengan berbisik.
"Ayo kita pergi, nanti kita jelaskan pada mereka. Aku akan mengabarkan anak buah ku untuk bergerak cepat ke tkp" ajak Harun dengan wajah datar nya.
"Kalian pergilah, aku akan menjelaskan pada yang lainnya dan jangan ada yang memberitahu dulu Alex dan Anna" ucap Tunangan Luna.
Lyona dan Harun mengangguk, lalu keduanya pergi lewat jalan belakang agar Anna dan Alex tak melihat mereka.
Lyona menelpon rekan nya, dia ingin kasus ini di usut dengan tuntas dan benar. Dia akan memastikan tak akan ada yang lolos jika polisi disana terlibat.
🌸Ig: heniisw24
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments