Bab 9

Jodie bangkit dari duduk nya kembali, dia lalu menatap Beliana dengan tajam.

"Bangunlah dan ayo kita pulang" ajak Jodie dengan tegas.

Beliana menggelengkan kepala nya dengan takut, dia tidak mau pulang apalagi dengan kondisi nya begini.

"Biarkan saja dia disini dulu" ucap Ayah mertuanya dengan cukup tenang.

Jodie menatap mertua nya bergantian dengan Beliana.

"Baik jika memang itu maumu Beliana" tegas Jodie.

Jodie lalu pergi dari sana, dia menuju ke kamar dimana Putra berada.

Hingga tak berselang lama, Jodie keluar lagi dengan menggendong Putra dan koper nya di bawa oleh pelayan.

"Loh, kenapa bawa Putra Mas?" tanya Beliana bangkit dari duduk nya.

"Memang nya kenapa? Dia anakku" jawab Jodie dengan berlalu dari sana.

Beliana mengikuti langkah Jodie, dia tidak akan membiarkan Jodie membawa Putra begitu saja.

"Biarkan dia bersama ku, Mas" ucap Beliana dengan lantang.

"Yaudah tinggal kamu ikut pulang dan diam di Rumah dengan tenang" balas Jodie tegas.

Beliana mengepalkan tangannya dengan kuat.

"Aku ingin Rumah sendiri dan kita tidak tinggal lagi dengan Ayah dan Ibu mu" teriak Beliana setelah melihat Jodie dan Putra masuk ke dalam mobil.

"Kenapa? Apa kau ingin bebas keluyuran?" tanya Jodie tersenyum miring.

"Dengarkan aku Beliana, sekali saja kau melakukan hal curang di belakangku, maka aku tidak akan memaafkanmu ataupun melepaskanmu begitu saja" tegas Jodie dengan tatapan yang begitu menakutkan.

Deg.

Jantung Beliana berdegup dengan kencang, dia tidak bisa berkata apapun dan menatap kepergian Putra bersama Jodie.

"Apa Jodie sudah curiga padamu, Bel?" tanya Bunda melangkah mendekati Beliana.

"Tidak tahu, Bun" jawab Beliana.

"Pergilah susul mereka pulang, karena jika tidak kamu pasti akan susah bertemu lagi dengan Jodie" jelas Bunda dengan cepat.

Beliana menganggukan kepala nya dengan cepat, dia lalu memanggil sopir keluarga Ayah nya dan bersiap untuk pulang ke mansion orangtua nya.

"Hati-hati di jalan, Nak" ucap Bunda sambil melambaikan tangannya.

"Iya Bunda" balas Beliana.

Tak lama kemudian mobil melaju dengan cepat , Beliana terus saja mencona menelpon Jodie namun tidak di angkat oleh Jodie.

"Sial, kenapa Mas Jodie tak mengangkat panggilan dari ku" gumam Beliana kesal.

Hingga tak berselang lama mobil yang mengantarkan Beliana pun tiba di mansion orangtua Jodie.

"Loh kenapa kamu kembali lagi, Beliana? Dan dimana Jodie?" tanya Bu Gina yang baru saja turun dari mobil juga.

"Emang Mas Jodie gak kesini?" balik tanya Beliana dengan bingung.

Bu Gina langsung menggelengkan kepala nya, dia lalu menatap menantu nya penuh degan curiga.

"Apa kau berbuat sesuatu hal yang mengakibatkan Jodie marah, Bel?" tanya Ayah Robi ikut menimpali.

"Ti tidak Ayah" jawab Beliana dengan gugup.

"Kau pasti bohong Beli, Jodie tidak akan mungkin pergi meninggalkan kamu jika dia tidak marah" bentak Bu Gina.

"Kenapa kau semakin kesini semakin membuat masalah Beli, kau tidak sama seperti Anna yang selalu manut dan baik" bentak Bu Gina kembali dengan tajam.

Deg.

"Apa maksud Ibu membandingkan aku dengan Anna? Jelas kami berbeda karena Anna itu mandul" balas Beliana dengan nada tinggi.

"Bukan Anna yang mandul, tapi kita yang memberikan obat pencegah kehamilan padanya" ucap Ayah Robi dengan tatapan tak mengenakan di pandang.

"Dan kami juga patut mencurigai mu, karena apa? Karena kami juga pernah memberikanmu obat itu" ucap nya lagi dengan penuh selidik.

"A apa maksud kalian?" tanya Beliana kaget sekaligus ketakutan.

Bu Gina menatap Beliana dengan terkekeh kecil, dia lalu menatap Suaminya.

"Selama menikah denganmu, Jodie selalu memberi kamu obat pencegah kehamilan dan itu selalu rutin. Hingga 1 tahun yang lalu dia jarang memberikan nya padamu, tapi kamu sudah hamil duluan sebelum Jodie menyentuhmu dengan intens" jelas Bu Gina.

Deg.

Beliana menatap mertua nya bergantian, lalu dia langsung masuk ke dalam Rumah dan menuju kamar nya.

Kedua orangtua Jodie menatap ke pergian Beliana dengan penuh keheranan.

"Jika memang dia tidak melakukan kesalahan, dia tidak akan se kaget dan takut begitu raut wajah nya" ucap Bu Gina.

🍌

Sedangkan Jodie, dia tidak pulang ke mansion orangtuanya tetapi ke Apartemen milik nya yang baru saja dia beli.

Disana sudah ada pelayan yang memang di tugaskan untuk menjaga serta membersihkan Apartemennya.

"Aku akan menyelidiki mu, Beliana. Kenapa tingkah mu dan orangtua mu selalu membuatku curiga, dan awas saja jika ada sesuatu di belakangku" gumam Jodie setelah meletakan Putra di ranjang nya.

"Kau tahu Nak, meski kau bukan Anakku tetapi aku sangat menyayangi mu" gumam Jodie membelai wajah mungil Putra.

Yap, Jodie tahu bahwa Putra bukan anaknya setelah 1 bulan yang lalu melakukan tes. Dia begitu marah pada Beliana, namun sampai sekarang dia belum juga menemukan fakta apapun lagi.

Jodie memejamkan mata, dia cukup lelah apalagi besok akan pergi ke luar Kota. Jodie juga memutuskan akan membawa Putra bersama pelayannya saat ke semarang besok.

Ck.

Jodie mematikan ponsel nya dengan kesal, dia tahu pasti Beliana yang sejak tadi menelponnya.

🍀🍀

Sedangkan di sisi belahan dunia lainnya, seorang model terkenal sedang menyiapkan persiapan untuk berangkat ke Kota dimana yang ada di tanah air.

"Semuanya sudah selesai Nona" ucap sang Asisten.

"Bagus, ayo kita langsung pergi saja ke Bandara. Acara pagelarannya juga malam hari kan?" tanya Sang model.

"Benar Nona, kita akan sampai disana sekitaran jam makan siang dan kita akan istirahat cukup lama nanti nya" jawab Asistennya.

Hmmm. Kemudian mereka langsung pergi keluar dari Apartemen mewah tersebut.

Keduanya berangkat dengan di antarkan oleh sopir pribadi sang model tersebut.

"Kita akan berapa lama disana?" tanya sang model.

"Lumayan lama Nona, selain anda mengikuti pagelaran busana, anda juga akan menjadi model dalam majalah yang akan melencurkan busana terbaru nya" jawab Asistennya dengan membaca secejul di dalam tab yang ada di tangannya.

Sang Nona hanya mengangguk dan menyandarkan kepala nya ke kursi mobil. Dia memejamkan mata nya yang cukup lelah.

Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di Bandara.

"Pak, anda tinggal saja di Apartemenku dan bilang pada Istrimu agar membersihkan nya selama aku tak ada" pesan wanita itu dengan ramah.

"Baik Nona" balas sang sopir dengan patuh.

Kemudian dia masuk kembali ke dalam mobil dan berdiam diri disana, baru setelah melihat Nona nya masuk ke dalam pesawat dia pergi dari halaman Bandara.

"Kau selalu saja berbaik hati pada siapapun Nona, semoga saja nanti ada lelaki yang mampu membuat anda bahagia dan terlindungi" gumam sang sopir dengan helaan nafas kasar.

Sang sopir melajukan mobil nya ke arah Rumah sederhana milik nya untuk menjemput sang Istri dulu.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Ilan Irliana

Ilan Irliana

wiihh...Anna jd model nih skr..

2022-09-23

0

heni diana

heni diana

Apakah sang model itu anna??? Semoga segera menemukan kebahagiaanmu anna.. Aneh jodie beliana yg begth jahat cuman d diemn aja tpi anna yg begitu perhatian kau sakiti... Karma menantimu jodie????

2022-09-23

0

Defi

Defi

Jodie akhirnya tahu juga kalau Putra bukan anak kandung nya. Itu buah dr kejahatan kamu Jodie membuang berlian malah dapat batu kali

2022-09-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!