Bab 4

Pada malam hari, Beliana izin keluar untuk membeli keperluan sang Anak pada Jodie. Dia mengatakan tak akan lama karena akan membeli di supermarket depan sana.

Beliana berjalan ke arah mobil Jodie, karena halaman yang cukup luas jadi memutuskan memakai mobil saja.

Hingga beberapa saat dia sampai di supermarket dan melihat seseorang yang akan menemui nya sudah menunggu.

"Maaf lama" lirih Beliana sambil mengotak-atik ponsel nya

"Ada apa? Kenapa kau mau bertemu di jam rawan begini?" tanya Pria di hadapannya.

Beliana menjelaskan maksud dan tujuannya, setelah itu dia masuk ke dalam supermarket agar Jodie tidak ngomel karena terlalu lama.

"Kau bukan mencintai nya Beliana, tetapi kau terobsesi saja. Aku yakin lambat laun kau akan meninggalkan Jodie karena bosan dan bodoh nya Jodie mau saja sama wanita sepertimu" gumam Pria tersebut sambil berlalu dari depan supermarket.

Beliana langsung pulang dengan membawa semua keperluan untuk Putra nya, dia menatap sekilas tempat duduk tadi dan sudah tak ada siapapun disana.

🍌

Tiba di mansion, Beliana langsung masuk ke kamar saja. Dia tidak ingin ikut campur masalah mertua dan suami nya yang cukup pelik dan membuat dirinya pusing.

Di ruang keluarga, Ayah Robi, Ibu Gina dan Jodie sedang duduk untuk membahas masalah yang belum kelar juga.

"Apa yang akan kita lakukan? Anna sudah menggugatmu dan bahkan surat itu sudah ada padamu?" tanya Ayah Robi.

"Aku sudah membayar pengacara untuk kasus ini dan aku yakin akan menang melawan Anna hingga dia tidak bisa cerai dariku" jawab Jodie dengan yakin.

"Ck, ini itu salah kamu sendiri Jodie. Dulu Ibu dan Ayah menyarankan kamu mengangkat Anna sebagai adik saja eh kamu malah mau nikahin dan begini kan akhirnya" ucap Ibu Gina dengan helaan nafas kasar.

"Dan yang lebih salah lagi, belum juga kau membalik nama atas harta peninggalan Nenek nya kau sudah ketahuan oleh Anna" timpal Ayah Robi.

"Besok aku akan menemui nya, dia itu sudah tidak punya siapapun dan akan jadi apa tanpa kita? Dia sendiri tidak punya keahlian sama sekali" ucap Jodie dengan pongah nya.

Ayah menganggukan kepala nya setuju, dia juga berpikiran begitu sama dengan Putra nya.

Mereka lalu memilih untuk istirahat dan masuk ke dalam kamar nya masing-masing.

🍀🍀

Pagi hari nya, Jodie sudah bersiap untuk menemui Anna. Namun, langkah nya terhenti saat ponsel nye berdering dengan sangat nyaring.

"Halo, apa ada perkembangan?" tanya Jodie to the point saat tahu siapa yang menelponnya.

"....... "

"Apaa, baik saya dan keluarga saya akan hadir" ucap Jodie dengan lantang.

Ayah dan Ibu nya yang baru saja keluar kamar kaget, keduanya langsung menghampiri Jodie yang sudah tegang.

"Beliana" panggil Jodie dengan lantang.

"Ada apa Jodie? Kenapa kamu berteriak" ucap Ibu Gina heran.

Tap.

Tap.

Beliana tiba di bawah dengan menggendong sang Putra.

"Semuanya bersiap dan suruh kepala pelayan untuk menjaga Putra kita, Beliana. Kita akan ke pengadilan hari ini juga" ucap Jodie dengan tegas dan raut wajah yang panik.

"Apaaa" teriak Ayah dan Ibu dengan kaget.

Sedangkan Beliana hanya mengangguk dan memberikan Putra nya pada kepala pelayan. Mereka semua langsung bersiap dan melupakan sarapan yang memang sudah telat.

🍌

Tepat jam 10 mereka tiba di pengadilan, dan bertepatan dengan itu pula Anna tiba dengan rombongannya. Terlihat disana juga ada Ishak dan Frisil.

"Anna" teriak Jodie.

Wanita cantik tersebut menghentikan langkah nya, dia lalu membalikan tubuh nya dan berhadapan langsung dengan keluarga mantan Suami nya.

"Anna, kenapa kamu memilih berpisah sayang? Kamu disini tak punya siapapun dan hanya kami yang kamu punya, Anna. Mas mohon cabut gugatan ini dan batalkan sidang ini" ucap Jodie dengan wajah yang kalang kabut.

"Hei jaga omongan kamu, Anna masih punya kami" bentak Luna dengan wajah ketus nya.

Anna menatap kedua mertua nya, lalu dia beralih pada Beliana dan Jodie.

"Kamu bukan memohon untuk kembali rujuk denganku, Mas Jodie. Tapi kamu memohon agar aku tetap bersamamu dan tentu saja semua aset yang aku miliki akan tetap dengan mu" jelas Anna datar

"Dan kamu bilang aku tidak punya siapapun selain kalian? Aku lebih baik sebatang kara daripada hidup dengan pembunuh dan pembohong seperti kalian" tekan Anna dengan wajah dinginnya.

"Kau" pekik Ayah Robi dengan tertahan.

Anna hanya menaikan alis nya dan berlalu pergi dari sana karena sidang akan segera di mulai.

Jodie mengepalkan tangannya, dia dan keluarga nya pun ikut serta masuk ke dalam ruangan sidang.

Sidang di mulai dan perdebatan alot pun mulai berjalan dengan membosankan. Lyona hanya diam saja saat pengacara Jodie menyerangnya dan tentu saja itu tidak akan membuatnya takut.

"Saya mempunyai bukti kuat dimana saudari Jodie memang bersalah bersama dengan keluarga nya" telak Lyona dengan memberikan flasdish pada hakim.

Jodie mengerutkan kening nya, dia tidak bergeming karena tidak ada bukti untuk hakim menyetujui perceraian mereka selain bukti dimana dia menabrak Nenek Anna yang sampai meninggal.

Namun pikirannya salah, dia terperangah saat vidio dirinya dan keluarganya berada di Apartemen bahkan pernikahan tersembunyi nya ada disana.

"Itu rekayasa mereka yang mulia" teriak Jodie tak terima.

Tuk Tuk

"Ini semua asli dan saya bisa dengan jeli mana yang asli dan palsu" ucap hakim.

"Dan dengan ini saya mengatakan bahwa permohonan perceraian atas saudari Brianna pun di kabulkan. Dan kalian sudah bukan suami istri lagi"

Tuk Tuk Tuk

Palu di ketuk dengan menimbulkan suara menggema yang begitu bahagia bagi Anna, dia lalu menatap Lyona dan Luna tersenyum kecil.

"Dan saudari Brianna menuntut mengembalikan semua aset milik pribadi nya dalam waktu 1x24 jam, jika tidak maka kasus ini akan berujung dengan ke polisian" ucap Hakim kembali membuat Jodie menatap Anna dengan tatapan benci.

Mereka semua keluar dari ruangan tersebut, Anna berjalan bersama dengan Luna dan Frisil. Sedangkan Lyona masih di dalam mengurus sesuatu yang belum selesai.

"Anna, kau akan mendapatkan balasannya. Dan aku tidak akan memberikan aset itu padamu karena kamu bukan Cucu kandung Nenek" ucap Jodie dengan tajam.

"Apa kamu melupakan surat wasiat itu? Memang aset itu bukan untukku namun untuk panti asuhan milik nya" balas Anna dengan santai.

"Itu terserah kamu, aku tak ada hubungannya dengan aset tersebut. Namun, kamu akan berhubungan dengan dia" ucap Anna kembali menunjuk seseorang yang baru saja tiba.

"Sialan kau wanita murahan, kau itu wanita mandul yang tak bermutu. Kami menampungmu karena kasihan dan kau adalah wanita tanpa kemampuan" bentak Jodie penuh emosi.

"Jaga bicaramu Jodie" teriak Frisil dengan mengepalkan tangannya.

Plak.

"Kau bukan manusia, tetapi kau monster serakah" ucap Luna dengan lantang, dia lalu mengibaskan tangannya yang sudah menampar Jodie dengan kencang.

Anna? Dia menatap Jodie dengan tajam dan pergi begitu saja. Dia tidak ingin menambah luka yang mereka berikan padanya.

Lalu seorang pria menghampiri Jodie dan keluarga nya.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Ammar Boy

Ammar Boy

jgan2 anaknya orag itu

2022-09-21

0

Defi

Defi

Up lg thor

2022-09-21

0

Nindy 2212

Nindy 2212

detik detik kehancuran sudah mulai....
🤣🤣🤣🤣

2022-09-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!