"Kita bicarakan semuanya di Rumah saya" ajak Jodie pada pria di hadapannya.
"Baik, namun tunggu pengacara saya dulu" balas pria paruh baya tersebut.
Jodie mengepalkan tangannya.
"Kenapa harus pakai pengacara? Kita bahas secara kekeluargaan saja" ucap Ayah Robi.
"Tidak bisa, karena ini sudah kesepakatan antara saya dan Nona Anna sebagai hak waris yang ada" balas pria itu dengan sangat tegas.
"Sial" gumam Jodie.
Tak Tak Tak.
"Ah ternyata sudah ada disini anda, Tuan" sapa Lyona dengan sopan.
"Ayo berangkat" ajak Pria tersebut pada semuanya
"Katanya mau menunggu pengacara anda, Pak?" ucap Beliana.
"Saya pengacara Tuan Pram" balas Lyona dengan senyum yang cukup miring.
Hah.
Beliana dan Jodie menatapnya dengan cukup kaget, mereka menatap Lyona dengan tatapan tak suka.
"Kenapa kau selalu ikut campur, hah" bentak Jodie dengan kesal.
"Karena saya di tunjuk langsung oleh Nona Anna untuk menyelesaikan masalah ini" tegas Lyona.
Lyona lalu pergi bersama dengan Pram, keduanya memasuki mobil milik Lyona dan melaju ke arah mansion Jodie.
Jodie dan keluarganya pun langsung masuk ke dalam mobil, mereka juga akan langsung pulang.
🍀🍀
Sedangkan Anna, dia saat ini sudah sampai di Rumah Lyona bersama dengan Luna, Ishak dan Frisil.
"Anna, kamu mau ikut dengan Kakak ke Jepang?" tanya Frisil penuh harap.
"Pergilah dengan mereka, disana kamu bisa mencari jati dirimu dan mulai semuanya dari awal" timpal Luna.
Anna menggelengkan kepala nya, dia akan berdiri dengan usaha nya sendiri dan tanpa ada bantuan siapapun.
"Izinkan Anna pergi kemanapun Anna mau, aku ingin berdiri dengan usahaku dan tanpa ada bantuan kalian lagi. Bukannya menolak, namun aku ingin mandiri" ucap Anna menatap Luna dan Frisil bergantian.
Hufh.
"Baiklah kalau itu mau kamu, Sayang. Kamu boleh pergi tapi jangan putus kontak dengan kita" tegas Frisil.
Anna menganggukan kepala dengan tersenyum, dia lalu memeluk Kakak Ipar nya yang sudah sangat baik.
Luna pun ikut memeluk mereka, ketiga wanita itu saling menjaga dan menyayangi satu sama lainnya.
Ishak tersenyum kecil, dia juga amat menyayangi Anna sama seperti Istri nya. Bahkan kedua orangtua nya pun selalu antusias jika ada Anna berkunjung kesana.
"Anna akan pergi hari ini, kalian cukup mengantarkan sampai depan gerbang saja dan jangan ada yang sedih. Anna hanya meminta kalian do'a kan Anna agar semuanya berjalan lancar dan Anna bisa meraih kebahagian Anna di luar sana" ucap Anna dengan lembut.
"Tentu sayang, kau akan selalu bahagia" balas Luna.
Anna tersenyum, lalu dia beranjak ke kamar nya untuk mengemas pakaian milik nya.
Luna dan Frisil hanya mampu menuruti apa kemauan Anna, mereka tahu bahwa Anna sangat tak ingin privasi nya ada yang tahu.
🍌
Luna dan Frisil memeluk Anna bergantian, keduanya nampak menahan tangis saat melihat Anna masuk ke dalam taxi.
Perlahan namun pasti, mobil yang membawa Anna pun melaju meninggalkan halaman Rumah milik Lyona.
Tes.
"Berbahagialah, Dek" gumam Luna dengan menyeka air mata nya.
Ishak memeluk tubuh Frisil, dia tahu bahwa Istri nya sedang menahan tangis.
"Lun, kami juga permisi untuk langsung ke Bandara" pamit Ishak.
"Apa mau langsung pulang ke Jepang?" tanya Luna.
"Iya Lun, anak-anak disana sama Momny dan aku keinget terus sama mereka. Aku hanya berharap Anna bisa melewati semua ini dengan lancar" jelas Frisil.
"Amin" balas Luna.
Luna mengantar kepergian Frisil sampai ke Bandara, karena mereka kesini naik taxi dan tidak membawa mobil pribadi.
🍌
Anna sendiri sudah sampai di stasiun kereta api, dia akan pergi ke sebuah Kota dimana orang tidak akan menemui nya dan tidak menyangka bahwa Anna kesana.
Anna hanya ingin sendiri dan tak mau merepotkan kembali orang-orang di sekitarnya.
"Selamat tinggal" gumam Anna saat dirinya sudah masuk ke dalam kereta.
Bahkan Anna membuang ponsel nya lewat jendela saat kereta yang dia tumpangi sudah berjalan dan melewati sungai cukup panjang.
"Maafkan aku Kak Luna, Kak Frisil, Mas Ishak dan Lyona. Aku akan kembali jika semuanya sudah pantas, terimakasih atas semua bantuan dan kasih sayang kalian" gumam Anna dengan tatapan keluar jendela.
Anna mengingat bagaimana dia dulu saat bertemu dengan Kakak Ipar nya, Frisil. Dimana keduanya langsung akrab dan begitu nyambung jika bertemu, hingga Anna di pertemukan dengan Lyona dan Luna yang sedang kesusahan uang. Saat itu Anna membantu keduanya hingga Luna selesai kuliah dan Lyona masuk kuliah.
Anna juga mengingat bagaimana dia begitu mencintai Jodie, sampai dia rela menekan kebenaran yang sudah di ketahui nya demi rasa cinta itu.
Anna memejamkan mata nya dengan air mata yang kembali menetes, dia menyekanya dengan gerakan lembut.
"Aku harus kuat, jangan jadi wanita lemah" gumam Anna menguatkan diri nya.
Kemudian dia memilih untuk tidur karena cukup lelah dengan hari ini, dia merasa emosi, tenaga dan pikirannya terkuras akibat berdebat dengan Jodie.
Hingga Anna tak sadar bahwa orang di samping nya sejak tadi melirik nya. Bahkan sesekali melihat sekeliling nya memantau keadaan.
"Argghh" pekik Anna tertahan saat sesuatu seperti jarum suntik menembus kulit lengan atas nya.
"Sshhh siapa kamu?" tanya Anna dengan mata yang sayu.
Lambat laun kesadaran Anna pun menghilang, dia tak sadarkan diri di pelukan pria tersebut.
"Dia sudah aman bersama saya" ucap pria tersebut dengan setengah berbisik.
Sampai di pemberhentian kereta pertama pria itu menggendong tubuh Anna dengan santai, dan seorang wanita membawa tas serta koper milik Anna.
Orang di sekitarnya hanya cuek saja dan tak memikirkan ataupun curiga sama sekali.
Hingga mereka keluar dan sudah ada sebuah mobil yang menunggu mereka di luar.
"Ayo cepat" ucap pria yang membawa tubuh Anna.
"Iya, sebelum orang-orang curiga" balas wanita yang baru saja selesai memasukan koper ke dalam bagasi.
Huh.
Mereka menghela nafas lega setelah mobil melaju keluar dari stasiun yang ada di Kota tersebut.
"Kita langsung ke Bandara, Bos sudah menunggu kita disana" ucap pria yang tadi menggendong Anna.
"Ya kita langsung saja" balas temannya yang jadi sopir.
Lalu mereka kembali diam dengan pikiran yang cukup lega, bahkan mereka memikirkan berapa bonus yang akan mereka dapatkan saat menyerahkan Anna pada Bos nya.
"Kita akan liburan dengan bonus yang tebal" kekeh pria yang jadi sopir.
"Kau benar, tidak sia-sia kita mengikuti wanita ini dan mendapatkannya dengan penuh perjuangan" balas wanita di belakang.
"Kalian benar, mana aku lagi butuh uang buat berobat Ibu ku lagi" timpal pria yang lain.
Mereka lalu tersenyum dengan ceria dan saling melemparkan tatapan pada yang lainnya.
"Kau membawa berkah, Nona" celetuk pria yang menggendong nya tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Nur Hayati
siapa yg menculik ana
2022-09-22
0
Ilan Irliana
pst kakek'y Anna dah...kakek kandung gt..
2022-09-21
0
Defi
siapa yg menculik Anna, apa Tuan yang mengaku Kakeknya Anna 🤔
2022-09-21
0