Sudah hampir 1 bulan Anna di rawat di Rumah sakit dan hari ini adalah hari kepulangannya, dia mengemas sendiri pakaiannya tanpa bantuan siapun dan tidak ada yang tahu bahwa dia hari ini akan pulang.
Setelah selesai, Anna melangkah keluar dari kamar tersebut dengan wajah tanpa exspresi apapun. Bahkan wajah ceria, periang dan lembut nya hilang entah kemana setelah sadar dari koma.
Jodie maupun keluarganya selalu datang kesana dan mengajak nya berbincang, namun lagi dan lagi Anna hanya bisa diam tanpa mau menjawab ataupun menegur mereka.
"Terimakasih Kak Frisil" gumam Anna dengan nafas kasar.
Yap, selama ini hanya Frisil yang setia menemani Anna di Rumah sakit. Dia bahkan rela berjauhan dengan keluarganya hanya demi Anna, dan kemarin dia pamitan karena Putra sulung nya sakit dan terus menerus menanyakan Frisil.
Langkah kaki Anna terhenti di halte depan Rumah sakit, hingga tak lama kemudian mobil taxi pun datang dan Anna langsung menuju ke mansion milik Jodie yang selama ini menjadi tempat dia berlindung.
"Maafkan aku Nek, ternyata aku menikah dan mencintai orang yang sudah membuat Nenek tiada" gumam Anna menatap keluar jendela dengan nanar.
Perjalanan itu Anna lewati dengan banyak melamun. Hingga beberapa saat mobil tersebut pun tiba di pelataran mansion megah itu, banyak mobil yang terparkir disana dan itu tidak membuat Anna urung memasuki mansion.
"Cih"
Anna berdecih saat mendengar tawa bahagia keluarga Suaminya, dia masuk dengan wajah dingin tanpa exspresi dan menghentikan tawa keluarga itu.
"Anna, kenapa tidak bilang kalau kamu akan pulang?" tanya Jodie bangkit dari duduk nya.
Anna diam dan tak peduli, dia berlalu ke atas kamar utama untuk membereskan semuanya.
"An Anna" panggil Jodie dengan terbata.
Ceklek.
Deg.
Brak.
Anna menutup kembali pintu nya dengan wajah merah nya, dia lalu menatap Jodie tajam.
"Dimana pakaian dan barang ku?" tanya Anna dingin.
Jodie hanya diam, dia lalu menunjuk ke arah kamar tamu yang ada di dekat kamar pembantu.
Anna langsung saja turun dan menuju ke kamar tamu, dia membawa pakaian dan berkas penting nya.
"Bahkan kalian sudah membuang semua perlengkapanku dari sana" desis Anna dengan tangan mengepal.
Setelah selesai, dia keluar dan menghampiri keluarga Jodie yang masih bungkam di ruang keluarga bersama keluarga Beliana.
"Entah kesalahan apa yang telah aku lakukan pada kalian hingga kalian berbuat setega ini padaku, di saat aku tak ada tumpuan hidup kamu datang dengan sejuta kebaikan dan betapa bodoh nya aku karena itu adalah hanya bentuk rasa bersalah.
Bertahun-tahun aku mencintai dan menyayangi kalian tanpa iming-iming ataupun apapun itu dan aku juga sangat bahagia saat kalian menyayangi ku" ucap Anna dengan tatapan lurus.
"Semuanya salah dan aku yang bodoh, hingga saat aku mengetahui fakta dimana Suamiku menikah dengan Beliana yang sudah aku anggap sahabat, Kakak dan keluarga. Dan 5 tahun aku membodohi diriku agar tidak percaya akan hal itu, hingga rahasia terbesar terkuak saat kemarin.
Ayah, Ibu, maafkan aku jika memang aku ada salah pada kalian. Jodie, Beliana dan Om, Tante aku juga minta maaf jika ada salah pada kalian. Aku lebih baik di penjara daripada harus di hukum seperti ini, apa kalian tahu apa yang aku rasakan?" lanjut Anna menatap keluarga besar disana.
Mereka hanya diam dengan menatap Anna yang sudah meneteskan air mata nya.
"Sakit sangat sakit dan juga sesak di dada" ucap Anna lirih.
"Maafkan aku, Anna" ucap Jodie melangkah mendekati Anna.
"Jangan mendekatiku, aku mohon talak aku sekarang juga" tegas Anna dengan tangan menyeka air mata nya.
Deg.
"Tidak akan, tidak akan pernah aku menceraikanmu Anna" tegas Jodie dengan gelengan kepala yang kuat.
Anna menatap Ibu mertua nya, dia juga sama menggelengkan kepala dengan air mata menetes.
"Baik kalau begitu, biar aku yang menggugat kamu dan tunggu surat itu datang" balas Anna membalikan tubuh nya.
"Anna tunggu, jangan pergi sayang" teriak Beliana dengan menarik tangan Anna.
Anna menghentikan langkah nya dan menatap Beliana dengan tanpa exspresi apapun.
"Jangan pernah menghalangiku, karena orang yang aku anggap Ayah dan Ibu serta tumpuanku pun tidak melarangku pergi" ucap Anna menatap mertua nya tajam.
"Dan aku tak akan melupakan bahwa Suamiku sendiri pembunuh Nenek ku" lanjut Anna dingin.
Deg
Jodie menatap Anna dengan nanar.
"Diam kau Anna, anakku bukan pembunuh dan jika memang kau akan pergi silahkan. Kau tidak punya siapapun lagi di Dunia ini dan hanya ada kami yang menampung mu" bentak Ayah dengan tangan menunjuk Anna.
"Ayah"
Teriak mereka dengan kaget.
"Baik Tuan, lihat saja aku akan kembali dengan nama yang melambung dan saat itu kalian akan memohon padaku" balas Anna tak kalah sengit nya
Anna melangkah pergi, dia mengepalkan tangannya kuat karena menahan emosi.
"Anna, Anna" teriak Jodie dengan lantang.
Namun sayang, Anna sudah masuk ke dalam taxi dan melaju begitu saja pergi dari sana.
"Maafkan aku Anna" ucap Jodie meneteskan air mata nya.
🍀🍀🍀
Sedangkan di Bandara, sepasang paruh baya baru saja tiba di Tanah air. keduanya langsung saja menuju ke mansion milik nya.
"Apa benar kau sudah menemukan Cucu ku?" tanya sang Nyonya saat mendudukan tubuh nya di dalam mobil.
"Benar Nyonya, aku yakin dia adalah Cucu anda karena wajah nya yang sangat mirip dengan Nona muda" jawab anak buah nya sangat yakin.
"Besok kau bawa dia ke mansion" titah Sang Tuan dengan tegas.
"Baik Tuan" balas nya patuh.
Lalu mobil melaju meninggalkan Bandara, tak ada yang bersuara sama sekali di dalam mobil itu. Hanya keheningan yang mereka ciptakan disana.
🍀🍀
Saat ini Anna singgah di pengadilan dan mengajukan gugatan cerai nya. Dia di bantu oleh sahabat nya yang merupakan pengacara kondang di tanah air.
"Ayo sekarang ke Rumah ku saja, kebetulan Kakak ku ada di Rumah dan kamu bisa tanya-tanya tentang pekerjaan padanya" ajak Lyona pada Anna.
"Oke, sekalian aku numpang dulu ya sebelum dapat kost" balas Anna dengan cengengesan.
Lyona hanya memutar bola mata dengan malas, Anna selalu saja tak enakan padahal mereka sudah bersahabat sangat lama.
Hingga tak lama kemudian mereka tiba di Rumah minimalis milik Lyona.
Keduanya di sambut hangat oleh Kakak Lyona yang kebetulan baru pulang setelah perjalanan bisnis ke luar negeri.
"Apa kabar Anna?" tanya Luna dengan hangat.
"Baik Kak Lun" balas Anna memeluk Luna dengan erat.
Lyona memberi kode pada sang Kakak, lalu mereka langsung masuk saja ke dalam Rumah.
"Apa kamu sudah tahu yang sebenarnya, Anna? Apa kau sekarang percaya pada Kakak?" tanya Luna lembut.
Hiks Hiks.
Bukannya menjawab, Anna malah menangis dengan terisak. Dia selama ini membendung tangisannya dan kesedihannya, hanya hari ini dia mengeluarkan semuanya di hadapan Kakak dari sahabat nya.
"Menangislah jika itu membuatmu lega, Kakak harap setelah ini jangan ada tangisan lagi untuk mereka" ucap Luna kembali memeluk Anna.
Lyona menundukan kepala dengan tangan mengepal kuat, dia tidak rela melihat sahabat baik nya menangis karena seseorang. Apalagi karena ulah lelaki bajinga* seperti Jodie.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
pelangi
semangat kaka.aku udah kasih vote sama 🌹
2022-09-20
0
DISTYA ANGGRA MELANI
Sepertinya ortu anna dulu bukan orang sembarangan deh..... Seru kya nya kisah nya tp jngn buat Anna kembli bersama jodie ya kak. Biarkan anna bhgia dengn yg lain
2022-09-20
2
Defi
Anna kamu harus kuat agar dapat membalaskan rasa sakitmu
2022-09-20
0