Bab 18

Jam makan malam tiba, Anna dan Alex menunggu kedatangan Daddy dan rombongan yang sudah di jalan menuju ke Rumah.

"Awas saja kalau berita buruk yang mereka dapatkan" gerutu Alex.

Nenek, Kakek dan Sofia pun sudah berada di sana sejak tadi. Anna menyuruh mereka datang dan berkumpul di kediaman Alex tersebut.

"Mbak Anna, apa benar Ibu meninggal?" tanya Sofia dengan wajah sedih, mata sendu dan dia juga menunjukan berita yang sangat jelas wajah Bu Gina ada disana.

Anna memeluk Sofia dengan lembut, sedari dulu Sofia sangat dekat dengan Anna. Bahkan Anna sangat menyayangi Sofia seperti adik kandungnya sendiri.

"Iya sayang, besok pagi jenazahnya akan di bawa kemari untuk di makamkan. Kamu yang tabah dan sabar ya, disini masih banyak yang menyayangi kamu" balas Anna lembut.

Hiks hiks.

"Aku ikhlas kok Mbak, namun yang aku sesali adalah Ibu meninggal belum taubat dan meminta maaf pada kamu Mbak" ucap Sofia lirih.

"Mbak sudah memaafkan Ibu kok, Ibu itu orang yang baik dan Mbak gak pernah naruh dendam pada dia. Mbak memenjarakannya karena itu hukuman atas apa yang telah mereka lakukan" balas Anna menyeka air mata Sofia.

Sofia menganggukan kepala nya, dia tahu apa yang di lakukan Anna adalah kebaikan dan balasan untuk keluarga nya.

Mommy dan Alex hanya diam saja, mereka cukup terharu dengan tindakan yang dilakukan oleh Anna pada Sofia.

Hingga perhatian mereka teralihkan pada segerombolan orang yang datang, siapa lagi kalau bukan Daddy dan yang lainnya.

"Bagaimana?" tanya Daddy dengan wajah tanpa dosa nya.

"Bagaimana apa nya, Dadd?" tanya Alex balik dengan wajah bingung.

"Itu pembuatan Cucu ku" jawab Daddy dengan santai nya.

Blush.

Anna langsung memalingkan wajah nya dan tidak mau menatap semua orang.

"Aman, sekarang kalian ceritakan bagaimana bisa Jodie dan keluarga nya kabur" ucap Alex dengan bangga.

Hahha.

Tawa Luna dan Lyona langsung saja pecah, keduanya sejak tadi sudah menahan tawa karena melihat wajah Anna yang memerah.

"Huh, ternyata dia di bantu keluarga Laura. Dan yang parah nya lagi, Laura dengan tega nya menipu Ayah nya hanya untuk membuat rencana ini berhasil" jelas Daddy.

"Benarkah? Pantesan aku semalam lihat raut wajah Ayah Laura sangat menahan amarah" timpal Anna dengan mode serius.

"Lalu bagaimana sekarang kasus nya?" tanya Alex.

Hufh.

"Daddy ingin istirahat dulu dan juga lelah sangat" ucap Daddy dengan kode yang lainnya tidak menyadari, hanya Alex dan Harun saja yang mengerti.

"Emm Paman, bagaimana dengan Ibu?" tanya Sofia takut.

"Ibu mu ternyata bukan meninggal karena kecelakaan, dia sengaja di ditinggalkan setelah seseorang memberinya racun dengan dosis tinggi. Entah siapa itu yang memberikannya Paman pun belum mengetahui nya" jelas Daddy.

Deg.

Sofia memeluk Anna dengan erat, dia merasa sesak saat tahu kenyataan ini.

"Apa salah satu dari oknum itu?" tanya Anna sambil terus mengusap lembut punggung Sofia.

"Bukan, aku yakin mereka tidak akan melakukan hal itu. Karena menurut tim Dokter, racun itu baru menyebar beberapa saat sebelum dirinya di temukan oleh Lyona" jawab Daddy.

"Aku yakin itu perbuatan Ayah, karena Ibu pasti menolak rencana ini dan pasti Ayah geram dengan penolakan Ibu" lirih Sofia.

Mommy memeluk tubuh Sofia, dia begitu Iba melihat Sofia yang begitu terpukul.

"Kenapa kamu begitu yakin, Dek?" tanya Lyona.

"Karena aku pernah memergoki Ayah memukul Ibu saat Ibu menolak untuk memberikan obat tidur pada Mbak Anna. Saat itu orangtua Beliana akan mengadakan makan malam namun Mbak Anna ada di Rumah" jelas Sofia dengan terisak.

Hufh.

Anna membuang nafas kasar, dia lalu menyuruh Luna dan Lyona untuk istirahat saja.

Lalu dia pun membawa Sofia ke kamar untuk istirahat, masalah ini akan di bicarakan besok setelah pemakaman Bu Gina.

Begitupun dengan Mommy dan Daddy, keduanya langsung menuju ke kamar. Sedangkan Alex dan Harun izin ke ruang kerja terlebih dahulu.

🍌

Anna masuk ke dalam kamar nya setelah di rasa Sofia tidur dengan terlelap, dia melihat kamar nya yang kosong dan dapat di pastikan bahwa Alex belum kembali.

Anna juga tak lupa melihat kamar Kakek dan Nenek nya, dia memaksa untuk keduanya tinggal bersama nya agar Anna dapat memantau kesehatan keduanya.

Ceklek.

Pintu terbuka, nampak Alex masuk dengan menenteng laptop di lengannya.

"Belum tidur?" tanya nya dengan lembut.

"Belum ngantuk, Mas" jawab Anna.

Alex mendekati Anna, dia membawa Anna ke dalam pelukannya dan mengecupi pucuk kepala Anna dengan lembut.

"Jangan banyak pikiran, kami akan terus mencari keduanya. Kamu jangan khawatir" ucap Alex dengan lembut.

"Iya Mas, padahal aku akan mengembalikan perusahaannya jika mereka berubah" balas Anna.

"Oh iya, Lusa aku ada pemotretan dengan tema alam bebas" ucap Anna yang mengingat tadi sang Asisten memberinya pesan.

Alex mengangguk, dia akan mendukung apapun yang membuat Anna bahagia dan tersenyum.

"Boleh, tapi aku tak menemani karena lusa ada meeting dengan klien cukup penting" balas Alex.

"Tak apa, aku akan menjaga diriku baik-baik saja" ucap Anna tersenyum.

Cup.

"Kau selalu membuatku gemas" kekeh Alex dengan memeluk Anna semakin erat.

🍀🍀

Sedangkan di keluarga Beliana. Mereka baru tahu kabar yang sedang heboh, terlihat wajah tegang Beliana dengan raut khawatir.

"Bagaimana ini Bun, aku takut mereka akan menuduh keluarga kita yang membantu Jodie dan keluarga nya" ucap Beliana dengan takut.

"Kamu tenang saja, itu tidak akan mungkin. Keluarga mereka jauh akan lebih hati-hati di bandingkan kita, dan mereka akan menangkap pelaku nya dengan mudah" balas Ayah Beliana dengan tenang.

Bunda mengangguk, dia memberikan Putra pada suster nya.

"Ya dan aku berharap Jodie akan di temukan kembali, karena itu juga akan menjadi ancaman bagi kita" timpal seorang pria yang duduk di dekat Beliana.

"Ya, dia pasti akan mengambil Putra" balas Beliana.

"Itu tidak akan terjadi, kita akan pindah dalam waktu dekat ini" ucap pria tersebut dengan tegas.

Beliana mengangguk patuh, kemudian mereka memutuskan untuk masuk ke dalam kamar masing-masing karena hari sudah semakin malam.

Beliana tidak bisa memungkiri bahwa dia masih gelisah, dia masih takut kalau keluarga dirinya akan menjadi tersangka bahwa yang membantu Jodie.

"Kau salah mencari lawan Jodie, keluarga Anna bukan tandingan kamu sekarang. Dia sudah semakin kuat dan tidak akan mungkin lemah, apalagi Suami Anna yang sangat berpengaruh di dunia bisnis" gumam Beliana dengan mencoba memejamkan mata nya.

Beliana tidur dengan sesekali gelisah, dia merasa kalau hati nya belum tenang dan sesekali bangun lalu tidur kembali.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!