"Apa masakan ku enak?" tanya Nesya ketika Austin baru memasukan satu sendok makanan kedalam mulutnya.
"Ini sangat enak,nasi nya dimasak dengan pas,mungkin di masak dengan sepenuh hati mengunakan api sedang ... " Perkataan Austin terhenti ketika Nesya merampas sendok ditangan nya.
"Yang aku tanya itu,ini ... bukan ini ... .Ini ... bukan ini ... .Ini ... bukan ini ... !" omel Nesya,yang berulang kali menunjuk lauk dan nasi secara bergantian.
Dia meminta pendapat tentang lauk yang dia masak.namun,Austin malah memberi komentar rasa nasi yang dia cicipin.
Bik Tutik menahan senyum melihat perdebatan itu.Diam diam bik Tutik berpikir seandainya mereka berjodoh pasti mereka akan memiliki keluarga yang harmonis dan humoris.
"Ehmm ... ehmm ... " Austin keselek karena mendapat Omelan yang terdengar menggemaskan di telinga nya.
"Oke,Nengelis.akan kita ulangi!" seru Austin mengambil kembali sendok dari Nesya dan kembali makan.mencicipi masakan pujaan hati.
"Enak.asin nya dapet,pedes nya terasa,terus sambel nya gurih banget.Ini bisa membuat yang makan masakan kamu nagih terus, sampai gak terasa udah nambah berulang kali." puji Austin bertubi tubi.
"Beneran?" tanya Nesya memastikan.
"Coba aja kamu rasa sendiri,kalau masi ragu." Austin menggeser piring yang dia cicipi tadi agar lebih dekat dengan Nesya.
Nesya yang penasaran langsung melahap makanan itu,tanpa sadar dia makan satu piring yang sama dengan Austin.Austin yang melihat Nesya makan mengunakan sendok bekas dirinya langsung tersenyum penuh arti,tidak dapat di pungkiri bahwa dia sangat bahagia saat ini.
"Hm ... memang enak," ujar Nesya kegirangan tanpa sadar mengembalikan piring itu kepada Austin.
"Aku bilang juga apa?" ucap Austin lalu melanjutkan makan.
Austin makan sangat lahap,itu karena berkat Nesya mengunakan sendok bekas dirinya,entah mengapa dia merasa makanan yang ia telan jauh lebih nikmat.
"Apakah seenak itu?Sampai sampai menghabiskan satu mangkuk nasi!" Nesya terheran karena tubuh kurus Austin dapat menghabiskan nasi satu mangkuk besar.
"Sangat enak!" ungkap Austin dengan jujur.
"Austin bolehkan aku menginap di sini,soalnya subuh nanti aku dan bik tutik ingin membungkus nasi.aku takut nya tidak terkejar jika aku menginap di kosan ku,secara jarak dari kosan ku ke tempat mu lumayan jauh." Bagai mendapat durian runtuh,Austin benar benar beruntung hari ini.sang pujaan hati akan tidur satu atap yang sama dengan dirinya tanpa di minta.
"Tentu saja boleh,jika kamu mau kamu bisa tidur di kamar ku." Raut wajah Nesya langsung berubah mendengar tawaran Austin.
"Kamu jangan salah paham dulu.malam ini aku akan pulang ke rumah orang tua ku.jadi karena kamar ku tidak di tempati,lebih baik jika kamu yang tidur disana," jelas Austin membuat Nesya mengerti.
"Oke,terimakasih telah mengijinkan aku menginap." ciri khas Nena adalah ketika dia mengucapkan terimakasih maka dia akan tersenyum tulus.senyuman itu mampu membuat hati seorang Austin terpaku karena terjatuh dalam pesona seorang Nesya.
"Apa aku harus terus melakukan kebaikan?agar dapat melihat senyum tulus itu terus menerus."
***
"Ma!" Panggil Bimo menghampiri sang istri.
"Jangan panggil panggil,mama.karena mama Masi merajuk dengan papa." omel Tina tanpa mengalihkan pandangan dari majalah.
"Tapi ini penting,ma.mama harus mengetahui nya." Bimo duduk di samping sang istri yang kian berwajah kusut itu.
"Mama gak peduli!" ucap Tina dengan kesal.
Tina benar benar membeli emas dan parahnya dia langsung mengenakan nya.tidak tanggung tanggung dia membeli emas satu set lengkap.
Mulai dari gelang kaki,kalung,anting anting dan bahkan sepuluh jarinya ia kenakan cincin semua.Bimo mengelus dada berulang kali melihat kelakuan sang istri.
"Mama udah dong marah nya." Bujuk Bimo selembut mungkin.
"Jika mama tidak mau,papa mau apa?mau kawin lagi," ucapan Tina makin lama makin pedas menusuk gendang telinga Bimo.
"Astaga,ma.berhentilah merajuk,papa kan sudah minta maaf.bahkan berulang kali," ucap Bimo sambil memegang lembut tangan sang istri.
"Jika perempuan telah marah,kesalahan mu itu akan dia ungkit dan ia ingat sampai ujung hayat mu."
Petuah nenek Bimo tiba tiba tergiang dengan sendirinya di telinga Bimo.Bimo diam diam bergedik ngeri sendiri jika sampai petuah itu benar benar terjadi di hidup nya.
"Ma ... papa baru dapat kabar dari mata mata papa,dia melapor bahwa Austin membawa seorang wanita di dalam apartemen miliknya." Tina langsung menutup majalahnya karena tertarik dengan cerita Bimo.
"Beneran,pa?Apa mata mata papa punya foto wanita itu?" tanya Tina.Dengan seketika dia melupakan bahwa ia sekarang sedang mode ngambek dengan suaminya.
"Mama mau tahu jawaban nya?" Tina langsung mengangguk.
"Lepaskan dulu semua perhiasan ta*i itu,mata papa bisa katarak jika terus melihat nya." Tanpa membantah tina langsung melepaskan perhiasan itu dengan segera.
"Sudah,pa.ayo sekarang jawab!" desak Tina tak sabaran.
"Mata mata papa,ada memberikan beberapa foto pada,papa." Bimo menggoyangkan amplop yang kini berada ditangan nya.tanpa di perjelas, Tina sudah tahu bahwa isi amplop itu adalah gambar wanita misterius itu.
"Tunggu apa lagi,pa?ayo segera buka amplopnya!" titah Tina membuat Bimo tiba tiba tertawa renyah,Tina sampai keheranan mendengar tawa suaminya.
"Jika papa membuka amplop nya,maka mama harus membuka baju mama." Degan sebait kalimat itu Tina tahu maksud dan tujuan suaminya.
"Oh ini pak suami harus di kasi pelajaran,mentang mentang sedari tadi aku menuruti permintaan nya dia seenaknya saja menuntut ku ini dan itu."
Tina menurunkan dress yang ia gunakan,kini terlihatlah bahu yang mulus dan warna bra merah menyala yang ia gunakan.dengan susah payah Bimo menahan gairah nya yang tiba tiba hadir tanpa di undang.
"Seksi sekali." Mata Bimo terfokus dengan dalaman merah menyala itu.
"Pa ... buka amplopnya," pinta Tina dengan suara manja nya,membuat Bimo semakin gelisah sendiri.
Bimo perlahan membuka amplop itu.dari kejauhan Tina dapat menebak bahwa gambar itu lebih dari satu.
"Didalam amplop ini ada lima gambar,jadi nanti papa akan lihat kan satu persatu gambar dengan mama.tapi ingat,satu gambar ... satu baju melayang.mama ngerti,kan?" jelas Bimo membuat Tina mengangguk.
"Dasar papa mesum,udah tahu gak muda Masi aja pikiran nya kotor.itu pinggang udah berapa kali encok karena kelebihan kapasitas goyangan."
"Ini adalah gambar yang pertama.Ii pertama kalinya Austin kencan dengan gadis itu.mereka makan di warteg." Bimo melihatkan gambar itu dari jauh.
"Coba sini ... mama gak jelas lihat gambar nya." Tina menengadah tangan untuk mengambil gambar itu dari tangan suaminya.
"Etts,buka dulu dong." Bimo menjauhkan gambar itu sehingga Tina tidak dapat menjangkaunya.
Tina segera melepas dress itu,kini dia hanya memakai dalaman,jika orang luar akan bilang jika dia kini telah mengenakan bikini.
"Kenapa kamu semakin hari semakin seksi?" puji Bimo memandang keindahan dihadapan nya.
"Mama udah turutin keinginan papa,sekarang berikan foto itu ke mama!" seru Tina tanpa menghiraukan pujian sang suami.
Setelah mendapat gambar itu,Tina berlalu meninggalkan bimo sambil terus menatap foto di tangan nya.
"Mama mau kemana,urusan kita belum selesai!" pekik Bimo melihat kepergian sang istri yang menuju ke arah ruang ganti.
"Mau pake baju," balas Tina sedikit keras.
"Terus gimana nasib tongkat papa yang terlanjur berdiri." Adu Bimo.
"Minta kempesin aja dengan nona citra!" seru Tina membuat Bimo mengacak rambutnya karena Baru sadar bahwa istrinya telah mengerjai nya.
"Astaga!" pekik nya mengerang marah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments