"Kenapa kincir nya gak gerak juga sih?aku takut,rasanya mau pipis di dalam celana," protes Nesya yang masi memeluk Austin dengan erat.
"Sabar kincirnya Masi di perbaiki," ucap Austin menenangkan Nesya.
"Dari tadi udah sabar.tapi ni kincir gak gerak gerak juga.sumpah demi apa pun aku tidak mau lagi naik wahana ini,biarpun ada orang yang membayar ku sekalipun aku tetap gak mau!" omelnya dengan nada sedikit bergetar menahan takut.
Tak lama kemudian kincir angin itu kembali berputar,tidak ada lagi rasa senang dan antusias yang Nesya rasakan.
Di lubuk hatinya hanya ada rasa kesal dan ingin marah,mood nya berubah seratus delapan puluh derajat saat kincir angin berhenti mendadak tadi.
"Wajah nya biasa aja dong," tegur Austin setelah turun dari kincir angin.
"Emang wajah ku begini!" balas nya ketus.
"Yang salah itu kincir angin nya tapi kamu cemberut nya ke aku sih.kan,aku gak tau apa apa." ungkap Austin membuat wajah Nesya semakin memburuk.
"Aku mau pulang," pinta Nesya sambil berjalan mendahului Austin.
"Memang benar wanita itu mahluk yang paling susah untuk di mengerti." Austin mengelus dada.sungguh saat ini ia butuh energi lebih untuk menghadapi Nesya yang tengah merajuk.
Austin melihat Nesya duduk di jok motornya.tadi Austin merasa khawatir jika Nesya nekat pulang sediri tanpa menunggu dirinya.namun wanita itu tidak seberani yang Austin kira.
"Pake helem nya,kita pulang." pinta Austin sambil menaiki motor nya.
Nesya tanpa menjawab langsung mengenakan helm tersebut dan memegang jok belakang motor agar dia tidak terjatuh.
Sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan keduanya bungkam,sebenarnya Austin ingin berbincang namun ia bingung memulai nya dari mana.
"Gak enak banget diem diem kayak gini,apa yang harus gue lakuin ya agar mood Nesya membaik?" pikir Austin sambil menggigit bibir bawahnya.
Tiba tiba ada ide berlian yang terbesit di otak Austin,tanpa pikir panjang dia mengambil arah berlawanan dari jalan menuju rumah Nesya.
"Perasaan ini bukan jalan menuju kos gue atau ada jalan lain untuk ke kosan,ya?" pikir Nena sambil memperhatikan jalanan.
Austin memakirkan motornya di salah satu mall ternama,Nesya sedikit terkejut Austin berhenti di sini dan tidak mengantar nya pulang.
"Kenapa kita kesini?" tanya Nesya sudah tidak tahan menahan rasa penasaran nya.
"Aku ingin beli sesuatu.ayo masuk!" ajak Austin namun Nesya tidak bergerak dari tempatnya.
"Kamu saja yang masuk.Aku akan menunggumu di sini," tolaknya sambil bersandar di sisi motor Austin.
"Yakin mau nunggu disini,kamu lihat lampu disini redup lo.kamu gak takut lihat sesuatu yang mengerikan.nanti jika kamu menjerit aku pasti gak denger soalnya aku di dalam," jelas Austin sengaja menakuti Nesya agar mau ikut dengan nya.
"Takut ... " ejek Nena dengan wajah mengesalkan.
"Ternyata kamu wanita pemberani,baiklah aku akan masuk sendiri.jika kamu takut silahkan susul aku kedalam." Austin berjalan masuk dan meninggalkan Nesya.
Setelah kepergian Austin suasana mencekam mulai Nesya rasakan.Dia melihat sekeliling ternyata sepi tidak ada orang hanya ada kendaraan yang terparkir.
"Kok gue jadi merinding ya,ini pasti karena ucapan Austin tadi.aku susul austin atau tidak ya," pikir Nesya sambil berjalan mondar mandir.
Tanpa sengaja mata Nesya melihat ayunan kosong bergerak sendiri,tanpa pikir panjang Nesya langsung berlari kencang masuk kedalam mall menyusul Austin.
"Kenapa kakak itu lari ya?" tanya bocah yang baru berdiri,karena mengambil kelereng di bawah ayunan dan kembali duduk di ayunan itu.
"Gak tahu sayang," balas sang mama yang ikut heran.
Bugh.
"Kalau jalan lihat lihat dong,Mbak!" tegur Satpam yang tak sengaja Nesya tabrak.
"Maaf pak maaf." Nesha langsung menangkupkan kedua tangan nya dan kembali melanjutkan perjalanan menyusul Austin.
"Ini orang kemana sih,mana tempat nya luas lagi.kira kira dia dimana ya?kenapa gue nyesel ya gak ikut dia dari awal?" berbagai pernyataan muncul setelah Nesya masuk kedalam mall itu.
"Cari siapa,Neng?" tanya seseorang sambil menepuk bahu Nesya yang lagi termenung.
"Allahuakbar!" jerit Nesya kaget sedangkan Austin tertawa kecil.
"Dari mana aja sih?gue lama nunggu Lo di luar.capek tahu gak nunggu Lo yang gak nongol nongol dari tadi!" Omel Nesya dengan nada tidak bersahabat.
"Perasaan gue pergi gak lama deh,belum ada setengah jam," balas Austin sambil melihat jam tangan nya.
"Ya namanya menunggu itu pasti lama. meskipun hanya satu detik," ucap Nesya tak mau kalah.
"Oh gitu ya.itu kenapa kamu keringetan seperti orang habis lari aja?" tanya Austin melihat keringat di kening Nesya.
"Tadi sebenarnya aku lihat ayunan yang bergerak sendiri.jadi aku kabur dan masuk kesini,aku tadi buru buru masuk sampai nambrak Satpam." Pada akhirnya Nesya berkata jujur dan Austin tertawa renyah mendengar nya.
"Hahaha beneran.kasihan banget.coba aja kamu dari awal ikut aku pasti kamu gak takut seperti ini," balas austin membuat Nesya semakin kesal.
"Udah ah jangan di bahas lagi.mending kamu antar aku pulang," desak Nesya sambil berjalan di belakang Austin.
"Kenapa kamu malah jalan di belakang ku?sini jalan di samping ku.kamu jalan seperti itu mirip Koruptor yang tertangkap basah.tahu gak," ledek Austin namun Nesya tetap bejalan di belakang nya.
"Aku takut.disini tu terkenal angker.apa lagi gedung kosong di depan sana?ihhh makin serem," adu nesya kini dia memegang jaket Austin dari belakang.
"Nes ... " panggil Austin ketika didepan matanya ada ayunan yang di ceritakan Nesya tadi.
"Apa?" balas Nesya.
"It-itu ... ada siapa?" tanya Austin dengan nada sedikit bergetar.
"Kalau ngomong yang jelas dong?kamu sebenarnya lihat apa,sih?" tanya Nesya lagi karena Austin tiba tiba tidak jelas.
Karena penasaran Nesya berjalan kedepan dan kini dia berdiri di samping Austin.Nesya terkejut karena di hadapan nya ada sesosok baju putih tengah bermain ayunan.
Sosok anak kecil dengan rambut panjang di tambah kaki yang menjuntai membuat pikiran kedua sejoli itu tidak karuan.
Mereka bedua saling bertatapan dengan hati yang was was mereka mundur secara perlahan,Nesya kabur duluan sedangkan Austin mendorong motornya menyusul Nesya.
"Hantu!" teriak mereka berdua.
"Astaghfirullah anak gue dikira hantu," omel Ibu Ibu yang baru saja berdiri dari duduknya di rumput tadi.
"Emang Eka mirip hantu ya ma?" tanya anak itu.
"Sebenarnya gak mirip jika kamu gak main ayunan malam hari seperti ini.udah mainnya ya," pinta wanita itu.
"Sebentar lagi ma," tawar anak itu,wanita itu hanya mampu menghela nafas sabar.
"Huh huh huh." Nafas kedua sejoli itu saling bersautan.
"Ternyata benar ada hantu," uja Austin dengan nafas memburu.
"Kamu takut hantu juga rupanya,itu motor kenapa tadi kamu gak nyalain malah kamu dorong?" tanya Nesya sambil mengatur nafasnya.
"Lupa," balas Austin gamblang.
"Hahahaha." Tawa Nesya pecah mendengar jawaban Austin.
"Loh bukannya ini gedung angker itu," ujar Austin setelah sadar mereka duduk di tepian gedung itu.
"Ayo kita cabut.sebelum lihat yang aneh aneh," ajak Nesya yang telah duduk di jok motor Austin.
Austin segera naik ke motornya dan melajukan nya,tanpa terasa Austin telah sampai di gang melati tempat Nesya tinggal.
"Akhirnya sampai," ujar Nesya sambil mengembalikan helem milik Austin.
"Yah pulang sendiri gue," ujar Austin lesu.
"Siapa bilang?nanti ada Neng Kunti kok yang nemenin kamu.biasanya dia itu suka duduk tiba tiba di jok belakang motor,jadi jangan sedih ya.
aku yakin kok neng Kunti pasti mau nemenin kamu pulang malam ini," jelas Nesya membuat Austin sedikit takut.
"Jangan nakut nakutin atuh,malam ini nginep aja deh di rumah mu.besok pagi aja aku baru pulang," pinta Austin tidak berani pulang sendirian.
"Eh jangan,lebih serem di gerebek warga loh di banding boceng Neng kunti.balik aja ya!" tolak Nesya panik mendengar Austin ingin menginap di kosan nya.
"Tapi aku takut," ucap austin dengan wajah pucatnya.
"Ihh ternyata kamu lebih takut dari pada aku ya?tu ada motor lewat buruan,kamu ikutin aja biar kamu gak takut." Saran Nesya melihat ada motor yang lewat.
Austin segera mengikuti motor tersebut hingga keluar dari gang,dalam hati dia mengucap rasa syukur karena tidak berjumpa dengan Neng Kunti itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments