Part 9

"Nesya ... " panggil Austin sambil melambaikan tangan di depan wajah Nesya.

"Iya kenapa?" tanya Nena sedikit kaget dan bingung.

"Kamu kenapa diam aja? Seperti orang kesambet," ledek Austin dengan senyum manis nya membuat Nesya semakin terpesona.

"Ya Allah senyum nya manis banget,jika begini terus Aku bisa meleleh.Jangan sampai aku kebablasan mencubit pipi nya itu,"

"Hem hehe,anu.Aku ... lagi mikir mau jajan apa nanti di pasar malam?secara kan ini gratis jadi rencananya gue mau borong," dusta Nesya.

"Oh ya,tidak masalah.belanja lah sepuas yang kamu mau," balas Austin kembali tersenyum.

"Oke.kita lihat aja nanti,aku akan buat dompetmu kosong melompong," ujar wanita itu sambil menaiki motor tanpa di persilahkan oleh Austin.

"Ni cewe ternyata bar bar juga ya." pikir Austin.

"Kenapa motornya gak jalan jalan sih!" protes Nesya setelah berhasil duduk di motor namun Austin tidak kunjung menghidupkan motor keren itu.

"Pegangan dulu,Neng.entar jatuh,soalnya gue kalau bawa motor suka ngebut," dusta nya agar Nesya memeluk pinggang nya.

"Modus banget sih jadi cowok.jalankan motornya atau aku pulang dan gak jadi nemenin kamu ke pasar malam!" ancam Nesya sambil melipat kedua tangannya.

Brum.

Austin langsung menjalankan motor secara tiba tiba,Nesya yang tidak siap langsung kaget dan tubuhnya oleng kedepan mengenai punggung Austin.

"Hmmm ... empuk juga." Batin Austin merasakan beda kenyal milik sang wanita.

Tiba tiba Austin kaget karena merasa nyeri di pinggang nya,sakit itu sangat tidak asing seperti ada seseorang yang sengaja mencubit pinggang nya.

"Kurangi laju motornya atau aku akan semakin kuat mencubit pinggang mu!" ancam Nesya sambil berteriak di telinga Austin.

Karena cubitan Nesya semakin nyeri di pinggang nya.Austin memelankan laju motornya,Nesya kegirangan.Dua berpegangan di jok belakang dan sesekali dia menjaga jarak agar tidak duduk berdempetan dengan Austin.

Sebenarnya dia kesal,karena tadi dadanya mengenai punggung Austin dia tahu pasti Austin juga merasakan itu.dan Nesyaa pikir Austin sengaja melajukan motornya agar dada milik nya menempel kembali di punggung Austin.

"Kenapa cemberut gitu?" tanya Austin setelah tiba di parkiran.

"Gue pulang jalan kaki aja," ujar nya dengan wajah tak enak dipandang.

"Loh kok gitu,kita kan perginya bareng jadi pulang pun bareng!" bantah Austin sungguh dia tidak rela jika Nesya tidak pulang bersama nya.

"Kamu kalau naik motor suka cari kesempatan dalam kesempitan,kamu sengaja kan bawa motornya ngebut supaya dada ku terbentur di punggung mu," ungkap Nesya tanpa malu sama sekali.

"Kok kamu mikir nya begitu sih.Aku bawa motor ngebut emang udah kebiasaan aku dan lagi biar kita cepet sampai.supaya kita lebih banyak waktu menaiki wahana," jelas Austin.sungguh dia tidak menyangka Nesya dapat berpikir seperti itu.

"Benarkah.tapi ... tadi dada ku sempat terbentur di punggung mu kamu merasakan nya,kan.dan pasti kamu kesenangan.ayo ngaku!" tuding Nesya sambil menunjuk Austin.

"Dengar ya Nesya?laki laki mana sih gak kesenangan jika dapat merasakan dada perempuan," balas Austin dengan vulgar nya,Nesya langsung merona malu mendengar nya.

"Dasar pria mesum!" umpat Nesya sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada.

"Udah ya bahas dada perempuan.lebih baik sekarang kita beli tiket untuk masuk ke pasar malam." Austin turun dari motor begitupun Nesya.

Dua sejoli itu kini telah masuk ke pasar malam,mereka berkeliling dahulu sebelum menaiki wahana.rencanya Austin ingin merasakan semua permainan dan wahana di sana.

"Ada cilok.beli yuk," ajak Nesya langsung menggandeng tangan Austin menuju ke penjual cilok tersebut.

Mendapat perlakuan seperti itu hati Austin berbunga bunga.Dia terus melihat tangan yang di genggam oleh nesya.tanpa peduli Nesya yang terus terusan jajan dan dia yang selalu membayarnya.

Nesya membawanya duduk di salah satu bangku dan Austin memperhatikan Nesya yang tengah makan segala jenis jajanan yang dia beli tadi.

"Kamu kenapa diam aja?kesambet janda kembang." Canda nesya dengan pipi yang cubby karena mengunyah makanan.

"Ngawur banget sih ngomongnya." Austin tanpa sadar mencubit pipi Nesya membuat Nesya terbengong sesaat.

"Eh maaf maaf gak sengaja,habis nya Lo makan nya imut banget sih.jadi gue gak tahan untuk gak nyubit pipi Lo." Austin sedikit gugup dia takut Nesya marah padanya.

"Emang dasar kang modus lo.kadang ngomong gue elo kadang aku kamu.gak bener banget sih!" omel Nesya sedikit kesal makanan pun di kunyah nya sedikit kasar.

"Hehehe kan kita baru kenal.jadi aku masi menyesuaikan panggilan," jawab Austin sambil terkekeh.

"Hmm.kamu gak jajan?" tanya Nesya mengubah topik pembicaraan.

"Enggak,lagi gak kepengen.lagi pula lihat kamu makan aja aku udah kenyang," balas Austin.

"Kalau begitu mari kita pulang," ajak Nesya setelah jajanan habis dan Austin tersentak kaget.

"Loh kenapa pulang?ini baru jam delapan loh dan kita belum lama disini," protes Austin sedangkan Nesya dengan santainya mengelap sisa makanan di bibirnya mengunakan ujung jilbab yang ia gunakan.

"Kan kamu bilang kamu gak mau jajan,lah terus kita ngapain terus di sini?mending pulang,kan. istirahat," jelas Nena membuat Austin menatap nya kesal.

"Naik wahana Nengelis,satu pun belum ada kita mencoba permainan," balas Austin membuat Nesya langsung mangut mangut saja.

"Oh iya ya aku lupa.Ayo pergi naik kincir angin," ajak Nesya dengan semangatnya.

Nesya sedang berdiri melihat baling baling besar itu tengah berputar,tak lama Austin datang membawa dua tiket untuk naik kesana.

Dengan hati gembira keduanya pun mulai masuk dan duduk berdua di sana.namun saat kincir kincir mulai berputar,Nesya yang awalnya biasa saja.kini mejadi panik dan takut karena kincir kincir itu tiba tiba berhenti.

"Ini kenapa berhenti?jangan bilang ada orang jahat yang sengaja melakukan ini.kamu punya musuh ya?" tanya Nesya dengan wajah paniknya.

"Ngomong apa,sih?jangan ngaur.mungkin mesin kincir nya lagi ada masalah paling sebentar lagi akan jalan kembali," jelas Austin tapi tidak membuat Nesya tenang.

"Aku gak percaya.ini pasti kincirnya akan segera meledak karena ada bomnya.aku mau turun!" ujarnya sambil merengek mengoncang badan Austin.

"Kamu ini korban sinetron,lihat yang lain tenang semua.gak kayak kamu seperti ulet kebakar," omel Austin sambil memegang tangan Nena yang terus memukul bahunya.

"Aku takut,mana tinggi banget lagi.kalau aku nekat turun pasti aku langsung inalilahi," ucapnya sambil melihat kebawah.

"Sini peluk aku biar takut nya hilang." Saran Austin membuat Nesya langsung memeluknya dan memejamkan mata.

"Apakah ini yang di namakan dibalik musibah terdapat berkah." pikir Austin sambil menikmati pelukan Nesya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!