Dengan senyum lebar Austin segera menjalankan motornya,dia sengaja memelankan laju motornya agar lebih lama sampai di pasar. hal itu dia lakukan karena saat ini Nesya tanpa sadar tengah memeluk nya.
"Kamu tunggu disini saja,biar aku sendiri yang masuk kedalam pasar." Austin langsung mengerutkan kening mendengar penuturan Nesya.
"Aku mau ikut juga.kamu pasti belanja nya banyak tidak mungkin tangan mu yang kecil itu akan muat membawa semua belanjaan.jadi alangkah baik nya aku membantu mu membawakan belanjaan nya," ungkap Austin membuat Nesya menghembuskan nafas kesal.
"Kamu yakin ingin masuk juga,ini pasar loh bukan mall.jalanan di pasar tidak semulus di mall.disini agak becek,kamu gak takut celana mu kotor." Nesya mengira orang seperti Austin pasti tidak pernah ke pasar makanya dia memberi tahu hal itu.
"Aku tahu kok,kan aku sering belanja ke pasar." Nesya sedikit terkejut dengan ucapan Austin.
"Benarkah.aku kira kamu tidak pernah ke pasar sebelumnya,makanya aku menyuruh mu menunggu disini." Nesya sedikit terkejut mendengar pengakuan Austin.
"Ayo kita masuk,nanti barang di pasar keburu habis," ajak Austin sambil menggenggam tangan Nena.
Mereka mulai memasuki pasar.Austin mengeratkan genggaman tangan nya ketika telah berbaur dengan pembeli lainnya.
Keadaan pasar saat itu sangat padat,mungkin itu karena tanggal muda,mereka baru gajian membuat para ibu ibu banyak yang belanja bulanan.
"Kamu gak sesak,hari ini pasar lumayan rame.apa sebaiknya kamu kembali ke parkiran? mumpung masi dekat." Hati Austin langsung menghangat mendengar perhatian dari sang pujaan hati,ucapan Nesya terdengar di telinga nya seperti khawatir padanya.
"Aku gak apa apa Nesya?ini udah pernah aku alami jadi sudah terbiasa," ucap Austin meyakinkan.
"Baguslah jika begitu.oh ya aku ingin membeli telur dulu di sebelah sana." Nesa langsung menarik Austin untuk ke warung yang ingin dia kunjungi.
Dengan terpaksa Austin melepas genggaman tangan nya,karena saat ini ia tengah membawa beberapa telur.
Agar telur aman dan tidak terjatuh Austin terpaksa membawanya ke parkiran motor dan meminta satpam untuk menjaga barang belanjaan Nesya.
"Telur nya udah kamu titip kan ke satpam?" tanya Nesya sambil memilih beberapa sayuran segar.
"Udah,telur nya sudah diaman,kan." ucap Austin yang kini berdiri di samping Nena.
"Mbaknya beruntung banget ya bisa punya suami seperti dia.udah kasep,mau di ajak kepasar,mana gak gengsi bawa barang belanjaan." Puji penjual itu.
"Kalau suami saya,jangan kan bawa belanjaan,minta tolong matiin kompor aja udah ngomel." ungkap pedagang sayur itu,Austin langsung mengaminkan ucapan ibu itu.semoga saja Nesya benar benar akan menjadi istrinya.
"Ini bukan .... " ucapan Nesya terpotong dengan ucapan pembeli yang juga tengah memilih sayur.
"Bener tuh Bu,lelaki sekarang itu kebanyakan gengsi maka nya banyak yang gak kerja alias pengangguran." sahut ibu yang berambut keriting.
"Kamu memang beruntung dapat suami seperti dia,dijaga mbak ya.karena suami mbak cakep bener takutnya nanti di curi dengan pelakor." saran ibu yang berjualan itu membuat Nesya tersenyum canggung.
"Saya belanja nya ini aja,buk.tolong di hitung ya belanjaan saya." ucap Nesta ingin segera meninggalkan tempat itu karena ibu ibu itu terus beranggapan bahwa dia dan Austin adalah suami istri.
"Totalnya tiga puluh ribu," ujar ibu itu setelah menghitung belanjaan Nena.
Nesya membayar belanjaan dan setelahnya Austin segera membawa sayur yang Nesya beli,hal itu semakin membuat pembeli sayur itu terkagum karena melihat inisiatif Austin.
"Kita pergi kemana lagi?" tanya Austin yang melihat Nesya yang celingukan seperti mencari sesuatu.
"Rencananya sih aku ingin membeli ikan teri,cabe dan kotak nasi.lalu setelahnya kita pulang," ucap Nesya membuat Austin mengerti.
"Biar belanja nya cepat selesai,bagaimana jika kita berpencar untuk membeli masing masing barang?nanti jika salah satu diantara kita telah selesai kita berjumpa lagi di sini." Nesya berpikir sebentar dengan saran Austin.
"Aku bukan gak mau lama nunggu kamu belanja,tapi yang aku pikirkan apa kamu sempat memasak.itu 500 bungkus loh,jumlah yang banyak dan pastinya nanti kamu akan memasak beraneka ragam lauk." jelas Austin membuat Nesya membenarkan ucapan Austin.
"kok aku gak kepikiran kesitu,aku ngerjain nya sendiri dan ini baru pertama aku masak sebanyak itu.menurutmu aku bisa gak ngerjain nya sendirian?" tanya Nena.
"Kalau kamu mau aku bisa bantu kamu," ucap Austin menawarkan bantuan.
"Tapi masalahnya di kosan ku gak boleh bawa cowok.astafirullah kompor ku cuma dua tungku mana api nya gak sebesar dulu lagi,aduh keburu gak ya aku masak." Nesya semakin cemas.
"Kita masaknya di tempat ku aja,kita gak berdua aja,kok.di apartemen ku juga ada Art jadi dia juga ikut bantu.kemungkinan pesanan mu cepat selesai dan kamu tidak terlalu capek," jelas Austin agar Nesa menyetujui saran darinya.
"Baiklah,akan lebih menyenangkan jika aku memasak di bantu oleh kalian.terimakasih sudah banyak membantu ku," ucap Nesya menatap Austin sambil tersenyum lembut.
"Iya sama sama." balas Austin.saat ini dada nya berdebar kencang karena Nesya memberikan senyum manis di hadapan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Arda Pratama
kak tor sebenarnya namanya nesya apa nena sih kak kok sering di sebut nena namanya
2023-02-19
0