Part 5

"Hari yang sangat melelahkan,hoam." Austin menguap sambil meregangkan tangan nya.

"Kerja seperti ini terus sangat membosankan," gerutunya sambil membuka berkas dengan kasar.

Krukkk.

Bunyi itu berasal dari perut Austin.Austin segera memegangi perutnya yang terasa lapar karena belum di isi apa pun sejak pagi tadi.

"Aduh lapar nya,gue lupa belum makan apa pun.cabut bentar ah ke warteg ganjal perut," ucapnya sambil melepaskan jas miliknya dan menggulung lengan baju nya.

Austin keluar dari ruangan dengan karisma menggoda iman,Dia berjalan gagah dengan baju di lipat sebatas siku,hal itu membuat Dia menjadi pusat perhatian para kaum hawa.

"Astaga ganteng banget," bisik seorang wanita.

"Calon Suami ku semakin hari semakin menggoda iman,membuat Aku resah setiap kali melihatnya," sambung lagi seorang wanita.

"Berhentilah bermimpi terlalu tinggi,nanti kalau gak kesampean bukan jatuh lagi tapi langsung mati," tegur seorang wanita sangar,membuat yang mendengar nya langsung mengerucutkan bibir.

"Dasar wanita tidak bisa melihat Pria tampan,mata nya itu loh ingin ku colok.semoga nanti Wanita itu menjaga pandangan dari Pria mana pun?" Austin tanpa sadar teringat dengan wanita yang tidak di kenalnya.

Setelah memasuki lift VVIP di kantornya.Austin langsung pergi keluar dengan berjalan kaki tanpa mengunakan kendaraan apa pun,rencana nya ia ingin mengisi perut di dekat warteg yang berjualan di sekitar perusahaan miliknya.

"Tolong,jambret!" teriak seorang wanita dari kejauhan.

Austin menoleh ke sumber suara dan melihat ada seorang Preman membawa tas berwarna hitam dan Wanita berhijab tengah mengejar nya.

Tanpa mengulur waktu Austin segera menolong Wanita itu dengan ikut mengejar jambret itu,sedangkan para Warga mulai ikut mengejar di belakang Austin.

Bugh.

Austin berhasil menendang punggung Preman itu sehingga membuat Preman itu terjatuh dan berhenti berlari.

"Balikin gak tas nya.cari uang itu yang halal dong jangan merugikan orang lain!" bentak Austin setelah mengunci tangan Preman itu.

Preman itu menginjak kaki Austin membuat Austin langsung melepaskan tangan nya dari tangan Preman itu.merasa lepas dari Austin, Preman itu segera melarikan diri tanpa memperdulikan tas yang tergeletak di dekat Austin.

"Astaghfirullahalazim!" pekik seorang wanita melihat Austin terduduk sambil memegangi salah satu kaki nya.

"Mas gak kenapa napa,kan?" tanya Wanita itu mendekati Austin.

"Ada yang luka Pak?kalau ada Kami akan panggilkan ambulans," tawar salah satu Warga yang baru tiba.

"Gak usah pak,saya gak kenapa napa,kok." tolak Austin dengan wajah menahan sakit di kaki nya.

"Kalau begitu Kami semua permisi dulu.untuk Mbak nya lain kali lebih baik berhati hati agar tidak di jambret lagi," saran salah satu Warga sebelum bubar untuk melakukan aktivitas kembali.

"Iya Pak.terimakasih atas bantuan nya," ucap wanita itu sambil tersenyum sopan.

Setelah para warga bubar,Wanita itu memapah Austin untuk duduk di salah satu bangku di dekat mereka.

"Sini aku bantu buka sepatu mu," tawar Wanita itu ingin meraih sepatu Austin namun di cegah oleh Austin.

"Gak usah aku bisa sendiri," tolak Austin sambil melihat wanita itu.

Ketika Austin menatap wajah Wanita itu,Dia sedikit terkejut karena Wanita ini adalah Wanita yang sering ia temui tanpa sengaja beberapa hari ini.tanpa sadar Dia teringat akan ucapan nya beberapa waktu lalu.

"Apa benar Dia berjodoh dengan ku,kenapa kami selalu bertemu tanpa sadar? padahal Aku dan dia tidak mengenal satu sama lain."

Posisi Mereka sangat romantis saat ini,Austin tengah duduk di bangku sedangkan Wanita berhijab itu berjongkok di depan nya.Mereka saling bertatapan saat ini dengan pikiran masing masing.

"Takdir ini sangat tidak lucu,kenapa aku bisa bertemu dengan Pria ini lagi?saat ini dunia seperti sebesar daun kelor sehingga Pria yang ku temui selalu Dia." Batin wanita itu sambil memutuskan padangan dan duduk di bangku samping Austin.

"Ehmm," dehem Wanita itu untuk mencairkan kecanggungan di antara Mereka.

"Terimakasih Tuan telah membantuku.maaf karena Anda membantu Saya Anda jadi terluka seperti ini." Wanita itu merasa tak enak hati karena merasa merepotkan Austin.

"Tidak masalah,hanya sebuah luka kecil jadi jangan merasa bersalah."

"Oh ya,Bisa kah Kamu mencarikan alkohol atau sesuatu untuk mengobati luka di kaki ku?" tanya Austin sambil melepas sepatunya.

"Tentu saja bisa,Kamu tunggu disini sebentar." Wanita itu pergi dengan cepat untuk mencarikan obat.

Selang beberapa menit tampak dari kejauhan Wanita itu tengah membawa keresek yang berisikan obat, setelah sampai Dia langsung mengobati luka di ibu kaki Austin dan memberinya sedikit perban.

"Sebaiknya kamu mengunakan sendal saja,agar luka mu cepat mengering," saran nya sambil memberikan sandal yang baru di beli nya tadi.

"Sekali lagi terimakasih sudah menolongku mengambil tas ini," ucapan terimakasih yang sudah kedua kali nya Ia lontarkan pada Austin.

"Hanya terimakasih?" tanya Austin sambil sedikit memicingkan matanya.

"Lalu apa yang ingin Anda inginkan dari Saya sebagai ucapan terimakasih?" tanya balik wanita itu sambil mengerjap ngerjab kan mata nya.

"Kok Dia menjadi imut sih." Austin berusaha menahan tangan nya agar tidak mencubit pipi wanita di hadapan nya ini.

"Temani Aku makan.perut ku sangat lapar karena mengejar jambret tadi," pinta Austin membuat wanita itu langsung terbengong.

"Astaghfirullah bagaimana ini?Aku tidak punya uang untuk mentraktir Pria ini.uang di dompet ini untuk membayar kosan." sambil menutup mata dan menggigit bibir bawah nya.

"Ayo.bukannya jawab malah bengong," ajak Austin sedikit tidak sabaran.

Austin berjalan terlebih dahulu,dan Wanita itu mengekor langkah Austin dari belakang.wajah Wanita itu sedikit cemas,Dia sedang memikirkan bagaimana membayar makanan nanti?

Selang beberapa menit Mereka tiba di Warteg populer di sekitar sana,Warteg tersebut terkenal dengan rasa makanan nya yang lezat dengan harga terjangkau.namun itu semua berbanding terbalik di mata perempuan itu,menurutnya makanan yang di jual sangatlah mahal.

"Sudah ku duga,siap siap lah Nesya uang untuk bayar kosan mu ludes karena membayar makanan disini."

"Permisi Mbak,Pak.mau pesan apa?" tanya salah satu pelayan dengan membawa secarik kertas di tangan nya.

"Sajikan semua menu makanan yang di jual disini.minumnya jus alpukat dua," ucap Austin membuat pelayan dan juga Nesya terkejut.

"Kenapa Kamu masi diam di situ,Apa kamu tidak menyiapkan pesanan ku?" tanya Austin melihat pelayan itu yang masi terbengong.

"Maaf tuan.Saya akan segera menyiapkan pesanan anda." Pelayan itu sedikit gugup dan langsung segera meninggalkan meja Austin.

Nesya syok saat itu juga.tadi Dia memikirkan bagaimana cara untuk membayar dua porsi saja,sudah pusing tujuh keliling.dan pada kenyataannya Austin malah memesan seluruh menu di Warteg ini,membuat Ia ingin menangis saat itu juga.

"Tuan,Apa tidak berlebihan memesan banyak makanan?Apalagi Kita cuma berdua.kira kira habis gak ya makanan nya?" Nesya memberanikan bertanya meski sambil menunduk.

"Habis gak habis lah,soalnya Aku lagi kepengen mencoba semua makanan disini.Kamu jangan tegang begitu karena Aku yang akan bayar semua makanan ini," jelas Austin seakan akan tahu hal yang di pikirkan Nesya sejak tadi.

"Benarkah?" tanya nya memastikan.

"Hemm," dehem nya tanpa mengalihkan pandangan pada Wanita yang tengah menunduk itu.

"Wahh terimakasih Tuan,hari ini Kamu telah membantu ku mendapatkan tas ku,plus mentraktir ku makan." Raut wajah Nesya berubah ceria seakan beban pikirannya telah hilang seketika.

"Anggap saja ini sebagai salam perkenalan ku," balas Austin.

"Anda memang sangat baik Tuan,semoga rejeki mu selalu lancar karena telah banyak membantu ku." Doa Nesya dan langsung di aminkan oleh Austiin.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!