Part 11

Austin tiba dikediamannya dengan rasa penuh kelegaan,karna tidak mengalami hal horor selama perjalanan pulang tadi.Setelah memarkirkan motornya ia masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya.

"Seger ... !" ucap Austin karena baru saja selesai mandi.

"Perasaan seperti ada yang lupa,tapi ... Apa, ya?" imbuhnya sambil mengeringkan rambut mengunakan handuk kecil.

Austin mencoba mengingat sesuatu,karena dia merasa ada hal penting yang belum ia lakukan.

"Astaghfirullah ... aku lupa kasi kalung ke Nesya.tadi niat nya agar dia seneng dan melupakan kecelakaan kincir,tapi kenapa aku bisa kelupaan,sih?!" omel nya pada diri sendiri sambil mengenakan baju tidurnya.

Austin kembali masuk ke kamar mandi dan mencari celana yang ia kenakan.setelah, ketemu dia segera merogoh saku celana nya untuk mengambil kotak kalung yang ia beli.

"Padahal ini akan semakin indah jika melingkar di leher Nesya.tadi rencananya aku ingin kasi ke dia waktu mengantar nya pulang,tapi aku malah kelupaan."

"Ini semua gara gara hantu itu,semua rencana ku jadi kacau.tapi, yasudah lah ... Masi banyak waktu untuk ku melakukan hal romantis padanya."

"Jika di dunia nyata rencana ku gagal memakai kan Nesya kalung,semoga di alam mimpi ku aku berhasil memakainya dan jika bisa mengecup kening nya." Geregetan sendiri dengan ucapan yang ia lontarkan.

"Berhenti memikirkan Nesya,Austin.jangan sampai kamu gila karena jatuh cinta padanya,lebih baik sekarang kamu tidur." omelnya pada diri sendiri.

***

"Bisa bisa nya tuh kincir macet,aku tuh tadi ingin menikmati gimana rasanya naik kincir?tapi ujungnya aku malah ketakutan.kalau ketakutan nya sendirian gak apa apa,ini didepan cogan.aduh malu nya tujuh turunan!" gumam Nesya yang mengingat prilakunya tadi.

"Mana gue pake acara ngambek lagi,aduh sumpah malu banget.bisa bisa nya Lo ngambek,Nesya?." Nesya menggeleng tak percaya melihat diri sendiri melalui pantulan cermin.

" Dimana akal sehat mu?Lo ningalin dia dan bodo*hnya nunggu dia duluan di jok motor nya.sumpah bikin malu!" Memarahi diri sendiri.

"Tu cowok akan ilfil dan gak mau deket dengan mu lagi,belum jadi kekasihnya aja Lo udah ngeripotin dia,Apa lagi jika kalian pacaran?" Dia menyudahi memoles pelembab wajah nya dan mulai mendekati kasur empuk miliknya.

"Sudah lah,Nesya.yang berlalu biarkan berlalu lebih baik tutup mata dan lupakan kejadian malam ini!" ucapnya mulai memejamkan mata.

Tidak terasa suara adzan subuh terdengar di telinga Nesya.dengan susah payah Nesya memaksakan diri untuk bangkit dari tidurnya.

"Udah adzan,rasanya aku baru saja tidur. tapi kenapa sudah subuh,aja?" protes nya sambil mengucek mata dan mulai berjalan kekamar mandi.

Setelah berwudhu dan sholat subuh Nesya duduk sambil mendengarkan radio jadul miliknya.Dia sebenarnya merasa bosan karena tidak berjualan,itu karena semalam ia di jambret dan tidak jadi membeli bahan makanan.

Drettt Drettt.

Suara itu berasal dari handphone jadul miliknya,Nesya sangat yakin yang menghubungi nya adalah ibu Sukiman pemilik warung langganan ia menaruh nasi.

"Hallo assalamualaikum," ucap Nesya namun tidak ada sahutan dari seberang sana.

"Loh kok gak ada suaranya sih!" kesal nya sambil melihat handphone yang kedap kedip itu.

"Ini bukan jaringan nya,pasti handphone nya lagi,henk!" gerutu nya sambil melepas baterai hp itu dan kembali memasangnya lalu menghidupkan kembali.

"Tuh kan henk.tadi baterai nya habis tapi setelah aku lepas dan kembali hidup kan jadi penuh.memang hp keluaran lama tidak terkalahkan,tanpa di cas bisa kembali penuh." Puji nya sambil tersenyum tipis.

Ibu Sukiman kembali menelpon dengan segera Nesya mengangkat panggilan.cukup lama ia berbicara dengan Ibu Sukiman dan setelah panggilan berakhir wajah Nesya berseri seri nampaknya dia sangat bahagia.

"Alhamdulillah ada yang pesan 500 bungkus rejeki nomplok ini namanya," ujarnya kegirangan namun tiba tiba wajah Nesya kembali murung.

"Astaghfirullahalazim aku dapat modal dari mana untuk beli bahan bahan nya?." tanya nya bingung.

"Aduh Nesya kenapa kamu langsung setuju setuju aja,sih?lihat kan sekarang kamu jadi bingung sendiri.mana pesanan nya besok lagi,ya Allah tolong lah hamba mu ini." Dengan hati tak karuan Nesya langsung berdoa agar urusannya di lancar,kan.

***

Bagaikan langit di sore hari🎶

berwarna biru,sebiru hatiku🎶

Austin bersenandung dengan wajah yang berseri layaknya seorang pria yang baru mengalami masa puber.

Orang tuanya sampai menggeleng heran melihat tingkah anaknya.bagaimana tidak heran? hari ini Austin sarapan bersama mereka dan sesekali dia kedapatan senyum-senyum sendiri.

"Austin,apa kamu baru saja memenangkan tender?" tanya sang mama.

"Tidak!" jawab Austin dan kembali melanjutkan sarapan nya.

"Jika bukan karena tender lalu kenapa dia bisa sebahagia ini?jangan bilang jika anak ku ... ."

"Ma,Pa ... Austin pergi kerja dulu." pamit nya membuat kedua paruh baya semakin keheranan.

Memang benar jika seorang dilanda asmara akan membawa hal baik untuk orang orang disekitarnya.contohnya saja Austin.

Tanpa dia sadari bahwa pagi ini dia melakukan hal aneh.mulai dari bernyanyi,tersenyum sendiri,hingga menyapa kedua orang tuanya terlebih dahulu.

"Itu anak sebenarnya kenapa,ma?tingkah nya kok jadi beda gitu." Bimo Masi heran dengan gelagat aneh sang putra.

"Mungkin Austin sedang jatuh cinta,pa." balas Tina membuat Bimo tersenyum senang.

"Benarkah.berita bagus dong,ma.berarti anak kita udah berhasil melupakan wanita itu!" ujar Bimo kegirangan.

"Tapi masalahnya anak kita itu jatuh cinta ke siapa?mama takutnya wanita yang disukai dia itu dari kalangan bawah,alias wanita miskin!" jelas Tina sambil meminum segelas air.

"Kenapa mama bisa berpikir begitu?" tanya Bimo.

"Papa tahu sendiri Austin banyak berteman dengan para pengamen,mama takut nya diantara mereka ada yang sengaja mencari perhatian anak kita,agar Austin jatuh cinta padanya dan lalu menikahinya." Tina memberi jeda sebentar ucapnya.

"Hal seperti ini sudah biasa terjadi dan papa pasti mengetahui nya.pasti wanita itu sengaja menjerat Austin agar menjadi nyonya muda di rumah ini," tutur Tina membuat Bimo marah mendengar nya

"Dasar gembel kurang ajar!." umpat Bimo. "Pokok nya kita harus selidiki,Ma.kita harus jauhkan anak kita dari tipu muslihat gembel itu!" Pekik Bimo dengan menggepalkan tangan. n

"Ayo,Pa!" ajak tina bangkit dari duduknya.

"Memangnya mama mau ajak papa,kemana?" tanya bimo keheranan sedangkan Tina memutar bola mata karena suaminya tidak tahu maksud ajakan nya.

"Geledah kamar,Austin.agar kita menemukan petunjuk,siapa wanita gembel itu?" ucap tina pelan dengan senyum licik di bibirnya.

Bimo yang mendengar ide sang istri segera bangkit dari duduknya untuk bergegas pergi ke kamar anak nya.

Ketika memasuki kamar Austin mereka langsung berpencar,untuk membuka lemari beserta laci.

"Gimana,Ma.Apa mama menemukan sesuatu?" tanya bimo yang menghampiri Tina yang sedang memeriksa laci di samping ranjang.

"Belum,Pa.Papa gak berantakin sesuatu, kan.kita lagi geledah diam diam jangan sampai Austin curiga jika kamar nya kita geledah," tutur Tina dengan mata Masi fokus dengan laci yang di buka nya.

"Nggak ma,semuanya rapi seperti pertama kali kita masuk.papa jamin anak kita gak akan curiga." Bimo meyakinkan Tina sambil melihat sekeliling kamar Austin.

"Pa,mama menemukan ini." Panggil Tina sambil duduk disudut ranjang dan Bimo segera menghampiri nya.

"Kotak itu sudah memperjelas bahwa Austin memang sedang jatuh cinta." Bimo menunjuk kota love berwarna merah yang di pegang oleh Tina.

"Anak kita sangat romantis,pa.mudahan Austin menyukai wanita sekelas kita.pasti mama dukung hubungan mereka hingga di atas pelaminan," ujar Tina kegirangan dan membuka kotak kalung di tangan nya.

"Wah,cakep banget,pah.sebuah kalung berwarna kuning dengan lionting berbentuk love,aduh kok mama jadi baper sendiri,Pa." Tina mengangkat kalung itu dan memperhatikan nya.

"Biasa aja kali,dulu papa juga pernah kasi mama kalung.malah yang terbuat dari berlian bukan emas murni yang murah itu!" balas Bimo mengingat kan sang istri.

"Papa rata rata kasi mama kalung selalu warna putih,sesekali kasi mama yang warna kuning seperti ini.aduh anak bujang ku benar benar manis dan romantis." Tina memuji perilaku romantis anak nya.

"Ngapain papa kasi warna kuning Mirip warna ta*i.ya,bagusan warna putih lah,Ma." protes Bimo.

"Seterah papa saja,ini kenapa anak kita beli kalung emas bukan berlian,pa?bukan kah berlian lebih bagus?" tanya Tina sambil menaruh kalung itu ke tempatnya tadi.

"Menurut papa,Austin sengaja membeli kalung emas karena wanita yang dia sukai itu dari kalangan rendah." Tina langsung melotot mendengar penuturan Bimo.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!