Part 4

"Bunda ... perut Bunda ada Dedek nya ya?" tanya Kelvin tiba tiba membuat Key sedikit terkejut.

"Anak Bunda baru pulang sekolah,langsung kasi Bunda pertanyaan aneh.mana gak ngucapin salam lagi," omel Key Sambil menghampiri anak nya yang gembul itu.

"Abang lupa Bun." Kelvin menepuk pelan keningnya,lalu keluar lagi dan masuk kembali untuk mengucapkan salam.

"Assalamualaikum Bunda Abang Kelvin yang cantik," ucapnya membuat Key terkekeh.

"Walaikumsalam anak bunda yang tampan," balas Key menghampiri Kelvin dan hendak menggendong nya.

"No ... no ... no ... mulai sekarang Abang gak mau di gendong lagi.kan Abang udah besar," tolak nya menjauh.membuat Key terheran heran dengan perangai anak nya yang semakin aneh semenjak masuk sekolah.

"Loh emangnya kenapa?Anak bunda ini semakin aneh ya.pertama kamu baru pulang sekolah sudah manggil diri sendiri Abang, bukan Kelvin.sebenarnya kamu kenapa sih,nak?cerita dong sama bunda." Key membujuk Kelvin agar menceritakan sesuatu padanya.

"Kelvin mau punya Adik seperti Romeo,huwaaaa ... " rengek nya dengan air mata mulai berlinang.

"Loh emangnya Mami Romeo udah melahirkan?" tanya balik Key.

"Iya Bun,adiknya Romeo comel.Kelvin mau juga," pinta nya membuat Key hanya mampu memaksakan senyum.

"Kan,ada Betty.dia udah lahiran juga anak nya comel juga," bujuknya dengan embel embel istri Leo.

"Tapi mereka itu kucing.Kelvin maunya Dede manusia," tolak nya.

"Minta aja sama Allah,Nak.nanti akan di kabulkan,Bunda kan manusia mana bisa nyiptain manusia," ujar Key agar Anak nya berhenti merengek.

"Oh gitu ya Bun.nanti setiap selesai sholat Kelvin berdoa meminta adik bayi dengan Allah," ujar nya dengan penuh keyakinan.

"Ya Allah hal yang ku takutkan selama ini mulai terjadi,hamba mu ini takut mengecewakan Anak dan Suami hamba.hamba takut,hamba tidak bisa mengandung."

"Kenapa melamun,hmm?" tanya Rey yang baru saja menghampiri sang Istri yang tengah melamun di balkon kamar mereka.

"Tadi siang Kelvin pulang sekolah,dia langsung bertanya padaku.apakah di perutku ada seorang bayi?" adu key dengan wajah sendu nya.

"Tumben anak kita menanyakan hal seperti itu." Rey merasa heran.

"Dia merasa iri dengan Romeo yang punya adik comel dan mengemaskan.sehingga pulang sekolah langsung meminta adik pada ku." Cerita Key membuat Rey paham.

"Rey ..." panggil Key sambil membalikan badan dan menatap mata suaminya.

"Jangan bertanya hal bodoh yang belum tentu terjadi!" tegas Rey seakan akan tahu isi pikiran Istrinya.

"Tapi jika sean-" ucapan Key terhenti karena jari Rey yang menghentikannya.

"Shutt ... kita pasti punya Anak jangan berpikir yang tidak tidak," saran Rey sambil menatap dalam mata sang istri.

"Ak--Aku takut mengecewakan mu dan Kelvin.Aku takut tidak bisa memiliki Anak,Mas." Suara key tercekat karena air mata mulai mengalir di pipi nya.

"Walaupun semua itu terjadi,Aku akan tetap mencintaimu.Aku sudah cukup ada Kelvin di antara kita berdua." Rey membawa Key kepelukan nya.

"Jangan di pikirkan lagi,oke." Rey melepas kan pelukan nya dan menghapus air mata istrinya dengan kedua tangan nya.

***

Buk.

"S*Al ini kenapa mobil bisa mogok sih!" umpat Austin sambil menendang salah satu ban mobil miliknya.

"Mana di sini sepi lagi.aduh meeting gue akan segera di mulai bisa telat nih gue.lengkap sudah keapesan gue pagi ini," gerutunya sambil mengotak Atik handphone miliknya.

"Hallo ..." sahut pria di sebrang sana.

"Bisa jemput Aku di jalan xxx.mobil ku mogok," titah Austin dengan nada kesalnya.

"Baik tuan saya akan segera kesana," ucapnya langsung mematikan sambungan panggilan.

"Gini amat hari ini,pagi aja udah apes gimana nanti siang?" keluh nya sambil duduk di salah bangku.

Tak lama dari kejauhan ada seorang wanita sedang mengayuh sepedanya,ban sepeda wanita itu tak sengaja melewati genangan air sehingga air itu mengotori sepatu berkilau milik Austin.

"Woyy turun Lo!" pekik Austin dengan suara menyeramkan.

"Maaf Tuan.saya tidak sengaja," ujar wanita itu setelah memarkirkan sepeda nya.

"Maaf ... maaf.sepatu ku jadi kotor nih," ucap Austin sambil menunjuk sepatunya.

"Saya akan membersihkan nya Tuan," tawar wanita itu ingin menunduk membersihkan sepatu milik Austin.

"Tidak perlu," tolak nya sambil menjauhkan kakinya dari wanita berjilbab abu abu itu.

"Pergilah,lain kali berhati hati lah jangan sampai hal seperti ini terjadi pada ku atau pun orang lain," saran nya bijak membuat wanita itu langsung menatap pria aneh itu.

"Pria ini sangat aneh,tadi galak sekarang terlihat baik,sungguh sifat nya tidak dapat di tebak."

"Terimakasih," ucap wanita itu sambil berlalu pergi menaiki sepeda miliknya.

"Kenapa wanita itu tidak asing ya?Dia terlihat seperi gadis Jawa yang memberiku secarik kertas itu," pikir Austin sambil memandangi punggung wanita itu dari kejauhan.

"Tuan." panggilan itu menyadarkan Austin dari lamunannya.

"Kenapa kamu lama sekali?" tanya nya ketus.lalu membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya tanpa di persilahkan.

"Maafkan saya tuan," ujar Febri.

"Mobil itu telah mogok tiga kali,jadi Aku tidak ingin menggunakan nya lagi.Aku sangat kesal karenanya mood ku pagi ini hancur karena mobil butut itu." Febri hanya diam mendengarkan ucapan bos yang selalu benar itu.

"Saya akan mengganti mobil tuan dengan keluaran terbaru agar anda tidak merasakan mogok lagi," balas Febri membuat Austin terdiam sesaat.

"Tapi mobil nya jangan sampai terlihat mewah,yang natural saja tapi tidak gampang mogok," pinta Austin membuat febri tersenyum tipis.

"Natural seperti apa tuan?" tanya Febri sedikit tak mengerti.

"Pokonya mobil nya jangan terlihat mewah,mau itu dari merek nya atau warnanya.kamu kan pintar,jadi buat mobil itu tidak mencolok jika dipandang oleh orang biasa," jelas Austin sambil melipat kedua tangannya.

"Baik tuan," ucap Febri lalu menyetir mobil dengan kecepatan sedang.

Ketika lampu merah mobil Austin berhenti.Austin memandang keluar jendela dan tak sengaja matanya menangkap sesosok wanita mungil tengah mengocok sebotol minuman berwarna kuning.

"Bukankah itu wanita yang tadi,kenapa senyumannya itu mirip sekali dengan wanita Jawa itu dan Dia sedang berjualan apa?.tapi jika ku lihat lihat minuman di tangan nya itu seperti jamu yang di belikan oleh Tegar waktu itu.apa dia berjualan jamu?" sejuta pertanyaan sedang berkelana dipikiran Austin.

Lampu merah berakhir dan terganti dengan lampu hijau,mobil Austin kembali melaju namun mata Austin terus melihat sosok wanita itu yang semakin menjauh dan hilang dari pandangan nya.

"Jika kita berjodoh pasti kita akan bertemu di lain hari," pikir Austin sambil terkekeh sendiri.

"Ada apa dengan pak bos,apa dia kesambet di jalan itu karena kelamaan menunggu ku?kok aku merinding ya melihat bos senyum senyum sendiri." batin Febri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!