Part 6

"Ehem sama sama." Dehem Austin mengurangi kegugupan dihatinya,karena tiba tiba ada desiran halus saat melihat wanita di depan nya ini.

Tak lama makanan datang.kini berbagai hidangan telah tertata rapi di meja Mereka,kebetulan Mereka duduk tepat di pojokan dan di bawah kipas angin sehingga mendukung mereka untuk menikmati makanan.

"Ternyata semua menu makanan nya muat di letakan meja sekecil ini," ucap Nesya setelah pelayan meninggalkan mereka.

"Apa kamu baru pertama kali makan di tempat seperti ini?" tanya Austin karena melihat semua kepolosan Nesya seperti baru makan di warung.

"Ia.makanya aku sedikit norak,hehehe." Nesya mengaku tanpa malu sedikit pun,hal itu semakin membuat Austin tertarik padanya.

"Nanti kamu tidak akan norak lagi,karena aku akan sering membawa mu makan di tempat seperti ini." Austin hanya mampu mengucapkan nya dalam hati.

"Menurutmu mana yang enak?" tanya Austin mulai mencuci tangan dan mengambil nasi di piring nya.

"Coba kamu cicipin cumi bakar itu.seperti nya aroma nya sangat enak," balas Nesya membuat Austin segera mengambil cumi tersebut.

"Hm ... benar.rasanya sangat enak." Austin menggagukan kepalanya ketika cumi bakar itu masuk kedalam mulut nya.

"Loh ... kok kamu gak makan?malah lihatin Aku makan.Apa perlu aku yang ambil kan?" Austin sedikit bangkit dari duduknya dan ingin mengisi piring di depan Nesya dengan nasi namun Nesya segera mencegahnya.

"Enggak usah di ambilin.Aku bisa ambil sendiri." Austin duduk kembali sedangkan Nesya dengan rasa sungkan nya mengisi piring miliknya dengan sedikit nasi dan lauk.

Nesya tipe cewe yang sungkan jika di tawari makanan.Dia akan merasa malu jika makan di depan umum seperti ini mungkin dia merasa risih.

Rasa malu itu perlahan pudar,karena semuanya terlupakan akibat rasa nikmat dari makanan itu sehingga membuat Nesya ketagihan dan tanpa sadar makan dengan rakus.

"Nih Cewe doyan apa laper ya?tadi aja sok jaim,tapi lihat sekarang malah makan lebih banyak di banding Aku.Dia seperti ingin menghabiskan semua makanan tanpa menyisakan sedikit pun." sambil tersenyum memerhatikan wanita yang terus mengunyah di depan nya.

"Tuan udah makan nya?" tanya Nesya setelah menyadari bahwa Austin tengah memandangi nya makan.

"Udah," Balas nya sambil mencuci tangan.

"Tapi ini Masi banyak loh lauknya.sayang jika tidak di habiskan," ujar Nesya sambil memperhatikan makanan di depan nya.

"Aku melihat mu makan aja sudah kenyang,Kamu saja yang habiskan." Nesya tersenyum kikuk setelah menyadari bahwa Ia makan sedikit rakus.

"Aku udah kenyang banget udah gak sanggup makan lagi,bagaimana jika sisanya kamu bungkus saja?" Selera makan Nesya hilang kini tergantikan dengan rasa malu kini menjalar didalam diri nya.

"Ya Gusti,kenapa Aku bisa serakus ini.lihat lah Nesya nasi di mangkuk besar itu hanya tinggal segenggam saja karena ulah mu.pantas saja Cowok ini berhenti makan ternyata Dia ilfil pada ku."

"Aku tidak pernah membungkus makanan yang telah ku pesan,jika Kamu mau ... Aku akan meminta Pelayan membungkus kan nya untuk mu," tawar Austin membuat Nesya berpikir.

"Hentikan memberiku tawaran seperti itu,jika seperti ini terus aku bisa melupakan urat maluku dan mau membungkus makanan itu."

"Tapi ... jika gak dibungkus ini makanan nya sayang banget,mana masi ada Ayam bumbu,rendang jengkol,gulai pucuk singkong,Ikan bakar.aduh sayang sekali jika kamu menolaknya nesya.Ah bodoamat lah mau di kira apa dengan mas mas ini,yang penting gue mencegah pemubaziran,hihihi."

Austin menanti jawaban Nesya,Apakah Ia mau sisa makanan ini di bungkus untuknya atau ditinggalkan saja?

"Gak apa apa di bungkus buat Saya,jika ... Tuan memaksa,hehe." Akhirnya Nesya mampu mengalahkan ego malunya dengan dalih mencegah pemubaziran.

"Sejak kapan Gue memaksamu Neng,ni bocah suka ngade ngade.gak di iyain takut nangis." sambil tersenyum lebar.

"Oh ya kita belum berkenalan,Perkenal kan nama ku Nena Nesya.nama mu siapa?" tanya Nesya sambil mengulurkan tangan.

"Namaku Austin." Menyambut uluran tersebut.

"Kamu tinggal dimana?Masi kuliah atau udah kerja?" tanya beruntun Austin lontarkan membuat terdiam sesaat.

"Di Gang Melati.saya udah kerja," balas Nesya sedikit aneh.

"Bukan nya di Gang itu lebih banyak kosan ya?perasaan di sana tidak ada rumah," pikir Austin.

"Emang saya ngekos!" ucap Nesya sedikit kuat.

"Biasa aja jangan nyolot," tegur Austin membuat Nesya langsung melotot.

"Siapa juga yang nyolot." Nesya tak terima

"Tadi barusan," ujar Austin tak mau kalah.

"Benarkah,jika begitu maafkan aku." Nesya langsung meminta maaf dengan nada imutnya, sehingga membuat Babang Austin langsung meleleh.

"Ehm.Kamu kerja apa?" tanya Austin berdehem untuk menetralkan detak jantung nya.entah mengapa saat ini dia sangat ingin mengenal Nesya lebih jauh.

"Aku kerja jual Nasi bungkus.biasanya aku menjual di warung warung kecil gitu." Austin tidak menyangka jika Nesya berjualan nasi.

"Jadi berpikir lah dua kali untuk dekat dengan Ku walau pun hanya sebagai teman,aduh buset seperepeeet hahaha." Nesya mengikuti password markonah,tawa Nesya nular sehingga membuat Austin ikut tertawa.

"Ternyata kamu tahu dengan markonah," Austin tidak menyangka jika Nesya dapat meniru semirip itu.

"Jelas dong,Dia itu sangat menghibur untuk orang yang kesepian seperti Ku," ucap Nesya sedikit bangga.

"Boleh Kita bertukar no hp?" tanya Austin,baru kali ini Dia merasa keberanian ny muncul dalam mendekati wanita.ini semua berbeda ketika dia menyukai nino dulu.

"Boleh.tapi jangan mengajak Ku chat atau vc ya.soalnya hp ku Nokia senter,hehehe." Nesya segera mengeluarkan handphone buntut itu dari tas hitam nya.

"Beneran hp mu ini?" tanya Austin demi memastikan di mengambil hp jadul itu yang telah terikat karet di tengah nya.

"Iya." balas Nesya tanpa rasa malu sedikitpun.

"Dan ini kenapa kamu kasi ikat pinggang mana karet gelang lagi supaya keren gitu," ujar Austin bingung.

"Itu karena baterainya gelembung,jadi harus di iket karet Ben gak merodol," ujar Nesya memakai bahasa Jawa membuat Austin semakin bingung.

"Ngomong apa sih?Aku gak ngerti ucapan Mu,bisa pake bahasa indo aja ngomongnya," pinta austin dengan wajah kesal nya.

"Hahaha wajah mu lucu sekali.Di iket karet biar baterai nya gak keluar dan tutup hp nya bisa tertutup," jelas Nesya membuat Austin sedikit mengerti.

"Jika hp Mu jadul,lalu dari mana Kamu tahu Markonah?" tanya Austin .sejak baru mengenal gadis didepannya,otak Austi langsung dibuat gebug karena terlalu bingung dengan kehidupan Nesya.

"Dari hp Anak buk kos,kami berdua sering nonton tiktok,Snack video,telegram dan banyak lagi,makanya aku bisa uptodate." balas Nesya membuat Austin tersedikit tersanjung.

"Kenapa Kamu gak beli handphone android juga?jika Kamu tidak memiliki uang,Aku bersedia mengkredit kan nya untuk Mu," usul Austin membuat Nesya langsung memandang nya dengan pandangan berbeda.

"Kenapa kamu malah melihatku seperti itu?" tanya Austin Karena risih di pandangi seperti maling tertangkap basah.

"Aku curiga,kamu Pengkredit penipuan ya?Kamu sengaja kan neraktir Aku makan biar mau kredit ke Kamu,dan Aku bisa promosi ke Anak kos didekat ku kan,ayo ngaku!!." hardik Nesya membuat Austin terkaget kaget.

"Ngomong Apa sih neng?kayak orang kesurupan aja.siapa juga pengkredit Abal abal.asal Kamu tahu ya,Aku kredit nya cuma untuk Kamu doang.Aku gak pernah ngereditin apa pun ke orang lain karena bukan itu kerja ku," ungkap Austin sambil di tatap tajam oleh Nesya.

"Benarkah.jika begitu maafkan aku," ucap Nesya dengan wajah bersalahnya.

"Aku mungkin trauma,dulu Aku pernah melakukan kredit panci kata Akang Akang itu jika Aku sudah melunasi pancinya baru boleh panci tersebut di bawa pulang,tapi ... kenyataannya Aku di tipu.uang ku lima ratus ribu hangus tidak berbau," curhat nya dengan nada Melo nya,Austin yang mendengar nya antara kesal,menahan bengek menjadi satu.

"Jika Aku kenal dengan Akang si*alan itu akan ku semecdon Dia,Dia yang nipu Aku juga yang tertuduh.padahal kan Aku cuma ingin selalu dekat dengan Nesya makanya ingin mengkredit kan handphone padanya,agar kami sering berkomunikasi satu sama lain."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!