Part 2

"Akhirnya king kita datang.lihatlah karisma nya yang dapat menggetarkan hati kaum hawa," celetuk Tegar seiring dengan Austin keluar mobil dan mendekati mereka.

"Termasuk gue," sahut Ani membuat semua mata langsung menatap kearahnya.

"Idihh," ucap mereka kompak sambil bergedik.

"Dimana bazar nya?kok baru sekarang sih ngabarin gue.untung gue gak meeting malam ini," seru Austin,sambil duduk di samping Tegar.

"Didekat taman bang.kami ngabarin Abang karena kami juga baru tahu bahwa di sana ada bazar," balas Bara.

"Emangnya kalian tahu darimana?" tanya Austin lagi.

"Dari pengumuman di kertas ini bang," ujar Bara, sambil memberikan kertas itu kepada Austin.

"Oh vestifal bazar makanan tradisional toh," gumam Austin setalah membaca kertas itu.

"Kuy cabut," ajaknya sambil memainkan kunci mobil di tangan nya.

"Kita naik angkot aja bang.gue lagi males jadi pusat perhatian karena naik mobil Abang," tolak Tegar membuat semua mata memandang nya dengan pandangan tak suka.

"Kok naik angkot sih,jangan mempersulit keadaan deh.tinggal naik aja kebanyakan gaya!" protes Bani.

"Jika ada yang sulit kenapa kudu yang mudah," sahut Bira sambil tersenyum geli.

"Bener banget," balas Tegar.Austin hanya menggelengkan kepala mendengar perseteruan itu.

"Ya udah naik angkot,kalian tunggu gue disini.gue mau parkir mobil dulu," pinta Austin sambil memasuki mobil.

Mereka menunggu Austin di halte,sesekali mata mereka mencari angkot yang hendak mereka tumpangi.setelah ada angkot yang ingin mendekat,mereka dengan segera menyetop kan nya.

"Apakah ini yang namanya angkot?" tanya Austin polos,membuat yang mendengar nya tertawa.

"Iya ini angkot,ayok masuk.nanti keburu nih angkot nya penuh," ajak Tega. membuat yang lainnya segera masuk,namun tidak dengan Austin.

"Kamu yakin naik angkot ini,mending perginya naik mobil gue aja," saran Austin membuat Tegar menggeleng kepala.

"Udah masuk aja.ganteng mu gak hilang jika naik angkot ini." Tegar langsung menarik tangan Austin untuk menyudahi ocehan Austin.

Ketika Austin masuk kedalam angkot banyak mata yang memandang nya,mungkin mereka heran karena ada pria tampan yang mau menaiki angkot.

"Wah ada bule nyasar nih.kamu bule original atau kw an?" tanya salah satu penumpang.

"Ya ... asli lah Bu.mana ada yang palsu yang model beginian," sahut ibu ibu yang tengah memangku ayam.

"Ah ... masa." Penumpang itu Masi tidak percaya.

"Kalau yang seperti dia,mau dia bule asli atau palsu.aku tetep doyan,hehehe,." ujar Ibu itu sambil mengedipkan mata ke arah Austin.sedangkan Austin langsung menyembunyikan diri di belakang Tegar.

"Udah gue bilang jangan naik angkot,Masi juga Lo maksa gue.lihat kan gue mau di culik dengan Tante Tante," bisik Austin membuat Tegar tertawa.

"Biarin aja,jika seandainya gue jual Lo di sini pasti laku deh.busyet bisa kaya gue," balas Tegar,membuat Austin langsung bergedik dengan ucapan Bestie nya itu.

"Teman laknat Lo!" umpat Austin kesal.

Sepanjang perjalanan kepala Austin berdenyut manja.itu terjadi karena keributan didalam angkot,mulai dari anak kecil yang menangis hingga ayam yang mencoba melarikan diri.

Alhasil banyak penumpang yang mencoba menangkap ayam,belum lagi anekaragam bau yang menusuk hidung austin.semua itu sungguh membuat Austin pusing,mual dan ingin pingsan saat itu juga.

"Huek huek huek." Austin memuntahkan isi perutnya ketika baru turun dari angkot.untung saja tegar memberinya keresek untuk menampung bubur unik itu.

"Mabuk bang?" tanya Bani sedikit mengejek.

"Mabuk ibu ibu berdaster atau Tante Tante berlejing?." ledek Bari menimpali Bani.

"Segitunya bang,belum di sentuh aja udah lemes begitu.mana muntah lagi," Bara ikut meledek.

"Kurang asem kalian semua!" umpat Austin sambil membersihkan sudut bibirnya dengan ibu jarinya.

"Pokonya cabut dari sini gue gak mau lagi naik angkot tayo si*lan itu.gue lebih baik jalan kaki dari pada naik itu!" omel Austin kesal sedangkan yang lainnya tertawa puas.

"Oke oke nanti kita pulang naik angkot Cito aja.gak lagi naik angkot Tayo," ucap Tegar sambil menahan tawa.

"Nah kalau itu baru gue mau," balas Austin, membuat yang lainnya kembali tertawa.

"Hahahah apa dia pikir semua angkot itu berbeda?" sahut Bani dengan tawa puasnya.

"Loh memangnya angkot itu semuanya sama ya?" tanya Austin polos.

"Auah gelap," balas Bari.

"Ayo masuk.bahas soal angkot gak akan kelar biarpun sampe subuh," ajak Tegar dan Austin dengan sejuta penasaran nya ikut masuk.

Mereka mulai memasuki Bazar itu,didalam sana sangat banyak orang memamerkan aneka ragam makanan lokal.suasana Bazar ramai karena banyak pengunjung yang datang berdesakan.

"Wah ada ceker.kuy kesana," ajak Tegar dengan penuh semangat.

Austin dengan ragu mengikuti langkah teman teman nya itu,keraguan nya semakin menjadi jadi ketika melihat teman teman nya memesan makanan aneh dan sangat antusias melahap nya.

"Kok bengong,ayo makan enak tauk," pinta Bani sambil memakan ceker mercon di hadapan Austin.

"Ini bukan nya kaki ayam ya?" tanya Austin dan langsung di iyakan oleh mereka.

"Biarpun dikate kaki ayam bang,ini sangat enak loh.ayo Abang cicipin jangan di lihat dari bentuk nya aja," seru bara.

Dengan memaksakan diri Austin memakan makanan itu.setelah ceker itu masuk kedalam mulutnya dia dapat merasakan rasa pedas,gurih dan itu semua mampu membuat seorang Austin ketagihan.

"Ternyata sangat enak.harganya memang receh tapi rasanya gak recehan," pujinya.

"Abang seperti promosi aja,hahah ... ." ejek bari dan disambut gelak tawa yang lainnya.

Terpopuler

Comments

𝐈𝐬𝐭𝐲

𝐈𝐬𝐭𝐲

anak Sultan naik angkot ya mabok🤣🤣🤣🤣

2022-10-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!